HIGHER &
DEEPER
Pribadi
yang Kuat. Kolose
2:6-7, “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah
hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di
atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan
kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” Berakar dalam
sebuah pohon dan fondasi sebuah gedung akan menentukan berapa lama pohon atau
bangunan itu teguh berdiri. Demikian juga dengan hidup kita apakah kita sudah
‘berakar’ kuat dalam firmanNya bahkan bertambah teguh dalam iman kepadaNya.
Sehingga ada Ucapan Syukur yang melimpah /senatiasa dalam hidup kita??
Pastikan kita semua berakar dan berdasar dalam FirmanNya agar menjadi Pribadi
yang kuat untuk dapat menang dalam
menghadapi tantangan kehidupan ini. Amin.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
2
Raja-Raja 20:5 – TUHAN: Telah KUdengar doamu dan telah KUlihat air matamu;
sesungguhnya AKU akan menyembuhkanmu! Berdoalah, pasti YESUS menjawab. Mujizat
terjadi sekarang! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Xavier
Quentin Pranata
“Ganjelan
hanya cocok untuk kaki, bukan hati, untuk pintu, bukan kalbu.” Xavier Quentin
Pranata.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
Kotak
Kekhawatiran. Janganlah khawatir akan hidupmu (Matius 6:25). Saya mendengar
tentang seorang wanita yang menyimpan sebuah kotak di dapurnya yang ia sebut
Kotak Kekhawatiran. Setiap kali ada sesuatu yang mengganggu pikirannya, ia akan
menuliskannya di secarik kertas kemudian menaruhnya di dalam kotak tersebut. Ia
memutuskan untuk tidak memikirkan masalah-masalah itu selama mereka masih ada
di dalam kotak. Hal ini memampukan ia untuk betul-betul mengesampingkan
persoalan-persoalan tersebut dari pikirannya. Ia tahu bahwa berbagai persoalan
itu dapat dihadapi di lain waktu. Kadang kala ia menarik secarik kertas dari
dalam kotak itu dan meninjau ulang masalah yang tertulis di situ. Karena
tenaganya belum terkuras oleh kekhawatiran, ia pun santai dan mampu mencari
pemecahan masalahnya dengan lebih baik. Ada pula persoalan yang ternyata sudah
tidak menjadi masalah lagi. Menuliskan kekhawatiran Anda di atas kertas
kemudian menaruhnya di dalam sebuah kotak mungkin bermanfaat, namun betapa jauh
lebih baik jika kita meletakkan semua kekhawatiran di tangan Allah.
Kekhawatiran merampas sukacita, menguras tenaga, menghambat pertumbuhan rohani
kita, dan tidak memuliakan Allah. Yesus berkata, Janganlah kamu khawatir akan
hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari
cukuplah untuk sehari (Matius 6:34). So, Marilah meyakini janji-janji Allah dan
percaya bahwa Dia akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita. Meletakkan berbagai
masalah kita di tangan-Nya jauh lebih baik daripada menaruhnya di dalam sebuah
kotak kekhawatiran. Filipi 4:19, ‘Allahku akan memenuhi segala keperluanmu
menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.’ SAAT KITA MENARUH
KEKHAWATIRAN KITA DI TANGAN ALLAH, DIA MENARUH KEDAMAIAN-NYA DI HATI KITA.
Gbu...
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Selasa, 12 Januari 2016. Kena Getahnya. TUHAN menurunkan angin ribut ke
laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul
hancur (Yunus 1:4). Sebuah pepatah Jawa mengatakan: “Anak polah, bapa
kepradah.” Artinya, bila seorang anak membuat masalah, biasanya orangtua harus
ikut menanggung akibatnya. Tak hanya dirinya sendiri dirugikan, tapi orang lain
bisa kena getahnya. Allah mengirimkan badai besar di laut untuk meyakinkan
Yunus, agar ia kembali menaati panggilan-Nya. Namun, Yunus tetap mengeraskan
hatinya, ia tetap melarikan diri dari panggilan hidupnya. Ia tidak peduli. Ia
turun ke bagian kapal yang paling bawah dan tertidur di situ (ay. 5). Sebagai
akibat dari ketidaktaatan Yunus, yang terancam bukan hanya nyawanya sendiri,
tetapi juga nyawa semua pelaut yang ada di kapal itu bersamanya. Tuhan telah
memilih dan menyelamatkan kita oleh pengurbanan Kristus yang rela mati di atas
kayu salib. Tujuan utama anugerah keselamatan itu bukan untuk kenikmatan kita
pribadi saja, yaitu kelak masuk surga. Tidak! Anda dan saya ditebus oleh
Kristus, agar kita menjadi manusia baru. Lalu kita bisa menjadi rekan sekerja
Allah, untuk mewartakan kabar sukacita. Yakni bahwa Allah begitu mengasihi
dunia ini, dan menghadirkan Yesus Kristus untuk menebus semua manusia yang
berdosa. Kesaksian hidup kita, baik melalui tutur kata maupun perbuatan nyata,
akan menolong orang lain datang dan percaya kepada Kristus. Bila kita
menjauhi-Nya, menolak panggilan-Nya, dan hanya hidup untuk mengejar kenikmatan
sendiri, waspadalah! Sebab ketidaktaatan kita juga bisa membawa akibat bagi
orang-orang di sekitar kita, bahkan keluarga dan anak-anak kita —SST.
KETAATANMU MEMBERKATI BANYAK ORANG; KETIDAKTAATANMU MENCELAKAKAN ORANG LAIN
JUGA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
Ibu
Caroline – Bandung
Selasa,
12 Januari 2016. Bacaan: Mazmur 139:7-12. Setahun: Kejadian 34-36. Nats: Maka
kegelapan pun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti
siang; kegelapan sama seperti terang (Mazmur 139:12). TERANG DALAM KEGELAPAN.
Seorang pilot tengah menerbangkan pesawatnya ketika badai menerjang. Langit
tampak gelap sangat mencekam. Apa yang bisa dilakukannya? Karena hal itu bukan
pengalaman pertama baginya, ia pun berusaha tetap tenang. Kemudian ia mengandalkan
data dari alat-alat di pesawat sebagai pembimbingnya. Ia berusaha menyingkirkan
perasaan takut, agar dapat tetap berpikir jernih dalam situasi gawat itu. Daud
mengalami begitu banyak masa kegelapan. Beban hidup, ketakutan, dan
kekhawatiran adalah sebagian masa gelap yang pernah menaungi hidupnya. Tetapi,
justru pada masa-masa itulah ia semakin menyadari kehadiran Allah. Dalam
kegelapan itu, kepercayaannya kepada Allah semakin kuat. Daud percaya bahwa
kegelapan tidak pernah merintangi Allah untuk mengulurkan tangan-Nya dan
menuntun langkahnya. Perjalanan hidup kita tak selamanya mudah. Tidak mungkin
perjalanan kita terus-menerus bebas tanpa hambatan dan terang benderang.
Terkadang perjalanan itu menjadi sangat gelap, mencekam, dan menakutkan. Bagi
kita, mengalami persoalan yang datang silih berganti adalah saat ketika kita
berada di tempat yang gelap. Inilah rencana Allah bahwa Dia hendak menguji
kepercayaan kita: apakah kita percaya bahwa di tempat sekelam apa pun tetap ada
kehadiran Allah dan pertolongan-Nya? Di tempat segelap apa pun, Allah tidak
akan pernah membiarkan kita terjatuh sampai tergeletak. Sebaliknya, tangan
keperkasaan-Nya akan selalu menopang kita --Samuel Yudi Susanto. DIBAWA-NYA
KITA MASUK KE DALAM KEGELAPAN SUPAYA KITA DAPAT MELIHAT TERANG DAN TOPANGAN
TANGAN-NYA.

No comments:
Post a Comment