Tuesday, 12 January 2016

12 Januari 2016



HIGHER & DEEPER




Pribadi yang Kuat. Kolose 2:6-7, “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” Berakar dalam sebuah pohon dan fondasi sebuah gedung akan menentukan berapa lama pohon atau bangunan itu teguh berdiri. Demikian juga dengan hidup kita apakah kita sudah ‘berakar’ kuat dalam firmanNya bahkan bertambah teguh dalam iman kepadaNya. Sehingga ada Ucapan Syukur yang melimpah /senatiasa dalam hidup kita?? Pastikan kita semua berakar dan berdasar dalam FirmanNya agar menjadi Pribadi yang kuat  untuk dapat menang dalam menghadapi tantangan kehidupan ini. Amin.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
2 Raja-Raja 20:5 – TUHAN: Telah KUdengar doamu dan telah KUlihat air matamu; sesungguhnya AKU akan menyembuhkanmu! Berdoalah, pasti YESUS menjawab. Mujizat terjadi sekarang! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Xavier Quentin Pranata
“Ganjelan hanya cocok untuk kaki, bukan hati, untuk pintu, bukan kalbu.” Xavier Quentin Pranata.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
Kotak Kekhawatiran. Janganlah khawatir akan hidupmu (Matius 6:25). Saya mendengar tentang seorang wanita yang menyimpan sebuah kotak di dapurnya yang ia sebut Kotak Kekhawatiran. Setiap kali ada sesuatu yang mengganggu pikirannya, ia akan menuliskannya di secarik kertas kemudian menaruhnya di dalam kotak tersebut. Ia memutuskan untuk tidak memikirkan masalah-masalah itu selama mereka masih ada di dalam kotak. Hal ini memampukan ia untuk betul-betul mengesampingkan persoalan-persoalan tersebut dari pikirannya. Ia tahu bahwa berbagai persoalan itu dapat dihadapi di lain waktu. Kadang kala ia menarik secarik kertas dari dalam kotak itu dan meninjau ulang masalah yang tertulis di situ. Karena tenaganya belum terkuras oleh kekhawatiran, ia pun santai dan mampu mencari pemecahan masalahnya dengan lebih baik. Ada pula persoalan yang ternyata sudah tidak menjadi masalah lagi. Menuliskan kekhawatiran Anda di atas kertas kemudian menaruhnya di dalam sebuah kotak mungkin bermanfaat, namun betapa jauh lebih baik jika kita meletakkan semua kekhawatiran di tangan Allah. Kekhawatiran merampas sukacita, menguras tenaga, menghambat pertumbuhan rohani kita, dan tidak memuliakan Allah. Yesus berkata, Janganlah kamu khawatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari (Matius 6:34). So, Marilah meyakini janji-janji Allah dan percaya bahwa Dia akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita. Meletakkan berbagai masalah kita di tangan-Nya jauh lebih baik daripada menaruhnya di dalam sebuah kotak kekhawatiran. Filipi 4:19, ‘Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.’ SAAT KITA MENARUH KEKHAWATIRAN KITA DI TANGAN ALLAH, DIA MENARUH KEDAMAIAN-NYA DI HATI KITA. Gbu...

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 12 Januari 2016. Kena Getahnya. TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur (Yunus 1:4). Sebuah pepatah Jawa mengatakan: “Anak polah, bapa kepradah.” Artinya, bila seorang anak membuat masalah, biasanya orangtua harus ikut menanggung akibatnya. Tak hanya dirinya sendiri dirugikan, tapi orang lain bisa kena getahnya. Allah mengirimkan badai besar di laut untuk meyakinkan Yunus, agar ia kembali menaati panggilan-Nya. Namun, Yunus tetap mengeraskan hatinya, ia tetap melarikan diri dari panggilan hidupnya. Ia tidak peduli. Ia turun ke bagian kapal yang paling bawah dan tertidur di situ (ay. 5). Sebagai akibat dari ketidaktaatan Yunus, yang terancam bukan hanya nyawanya sendiri, tetapi juga nyawa semua pelaut yang ada di kapal itu bersamanya. Tuhan telah memilih dan menyelamatkan kita oleh pengurbanan Kristus yang rela mati di atas kayu salib. Tujuan utama anugerah keselamatan itu bukan untuk kenikmatan kita pribadi saja, yaitu kelak masuk surga. Tidak! Anda dan saya ditebus oleh Kristus, agar kita menjadi manusia baru. Lalu kita bisa menjadi rekan sekerja Allah, untuk mewartakan kabar sukacita. Yakni bahwa Allah begitu mengasihi dunia ini, dan menghadirkan Yesus Kristus untuk menebus semua manusia yang berdosa. Kesaksian hidup kita, baik melalui tutur kata maupun perbuatan nyata, akan menolong orang lain datang dan percaya kepada Kristus. Bila kita menjauhi-Nya, menolak panggilan-Nya, dan hanya hidup untuk mengejar kenikmatan sendiri, waspadalah! Sebab ketidaktaatan kita juga bisa membawa akibat bagi orang-orang di sekitar kita, bahkan keluarga dan anak-anak kita —SST. KETAATANMU MEMBERKATI BANYAK ORANG; KETIDAKTAATANMU MENCELAKAKAN ORANG LAIN JUGA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Caroline – Bandung
Selasa, 12 Januari 2016. Bacaan: Mazmur 139:7-12. Setahun: Kejadian 34-36. Nats: Maka kegelapan pun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang (Mazmur 139:12). TERANG DALAM KEGELAPAN. Seorang pilot tengah menerbangkan pesawatnya ketika badai menerjang. Langit tampak gelap sangat mencekam. Apa yang bisa dilakukannya? Karena hal itu bukan pengalaman pertama baginya, ia pun berusaha tetap tenang. Kemudian ia mengandalkan data dari alat-alat di pesawat sebagai pembimbingnya. Ia berusaha menyingkirkan perasaan takut, agar dapat tetap berpikir jernih dalam situasi gawat itu. Daud mengalami begitu banyak masa kegelapan. Beban hidup, ketakutan, dan kekhawatiran adalah sebagian masa gelap yang pernah menaungi hidupnya. Tetapi, justru pada masa-masa itulah ia semakin menyadari kehadiran Allah. Dalam kegelapan itu, kepercayaannya kepada Allah semakin kuat. Daud percaya bahwa kegelapan tidak pernah merintangi Allah untuk mengulurkan tangan-Nya dan menuntun langkahnya. Perjalanan hidup kita tak selamanya mudah. Tidak mungkin perjalanan kita terus-menerus bebas tanpa hambatan dan terang benderang. Terkadang perjalanan itu menjadi sangat gelap, mencekam, dan menakutkan. Bagi kita, mengalami persoalan yang datang silih berganti adalah saat ketika kita berada di tempat yang gelap. Inilah rencana Allah bahwa Dia hendak menguji kepercayaan kita: apakah kita percaya bahwa di tempat sekelam apa pun tetap ada kehadiran Allah dan pertolongan-Nya? Di tempat segelap apa pun, Allah tidak akan pernah membiarkan kita terjatuh sampai tergeletak. Sebaliknya, tangan keperkasaan-Nya akan selalu menopang kita --Samuel Yudi Susanto. DIBAWA-NYA KITA MASUK KE DALAM KEGELAPAN SUPAYA KITA DAPAT MELIHAT TERANG DAN TOPANGAN TANGAN-NYA.

No comments:

Post a Comment