Thursday, 14 January 2016

14 Januari 2016



HIGHER & DEEPER



Matius 13:23, “Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.” Seberapa dalam kita MENGENAL firman-Nya?? Apakah kita TEKUN dalam membaca Alkitab & MENYEDIAKAN waktu untuk Tuhan berbicara kepada kita, serta kita berbicara kepadaNya/DOA?? Semakin kita mengenal & menghayati kebenaran firmanNya, kita akan mendapat PENGERTIAN & pasti akan BERBUAH berlipat kali ganda. Amin. Pertumbuhan adalah proses seumur hidup & “berbuahlah” sepanjang musim kehidupan kita .

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 14 Januari 2016. Tujuan Ibadah Kita. Dengan demikian bukan saja usaha kita akan dihina orang, tetapi juga kuil Artemis, dewi besar itu, akan kehilangan artinya... (Kisah Pr. Rasul 19:27). Kekuatan sebuah negara ditentukan oleh kondisi ekonominya. Jika ekonomi memburuk, kekuatan negara akan melemah. Berapa banyak negara di dunia ini yang terancam bangkrut karena krisis ekonomi? Jika ekonomi hancur, para politisi pun akan jatuh. Jika seseorang kehilangan mata pencahariannya, hidupnya pun bisa goyah. Itulah yang terjadi di Efesus. Warga kota ini menjadikan Dewi Artemis sebagai sesembahan mereka. Kondisi ini menguntungkan para pengrajin perak yang membuat dan menjual patung-patung dewi Artemis. Keadaan itu mulai berubah ketika Paulus berhasil menyadarkan sebagian orang Efesus bahwa hanya ada satu Allah yang sejati, dan banyak dari mereka yang berhenti menyembah Artemis itu. Salah satu dampaknya, bisnis para pengrajin itu ikut terancam. Inilah yang memicu kerusuhan dan kekacauan di kota itu. Apa yang terjadi dan dialami para pengrajin perak itu memberi pelajaran berharga bagi kita. Apa sebenarnya tujuan ibadah dan penyembahan kita kepada Allah? Para pengrajin perak Efesus berusaha mati-matian mempertahankan kegiatan ibadah penyembahan kepada Artemis untuk melindungi sumber penghasilan mereka. Bagaimana dengan kita? Apakah motivasi penyembahan kita kepada Allah adalah untuk mendapatkan mata pencaharian dan jalan memperoleh keuntungan? Semoga motivasi ibadah kita bukan seperti itu! Beribadahlah kepada Allah dengan motivasi yang benar, yaitu karena kita rindu untuk mengenal pribadi-Nya, bukan karena mengejar berkat-Nya —SYS. AKANKAH KITA MARAH JIKA TERNYATA KITA TIDAK MENERIMA APA YANG KITA HARAPKAN DARI PENYEMBAHAN KITA KEPADA ALLAH? Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 20:9 – Mereka rebah dan jatuh, tetapi kita bangun berdiri dan tetap tegak! Yes, kita pasti lebih dari PEMENANG. Ayo semangat, bangkitkan IMAN kita. YESUS tolong! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Xavier Quentin Pranata
“Kesederhanaan adalah jembatan persaudaraan universal.” Xavier Quentin Pranata.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
++ TUHAN MEMANDANG JAUH KE DEPAN ++. Manusia hanya bisa memandang apa yang terjadi didepan mata, tapi Tuhan memandang jauh ke depannya, tidak semua impian bisa sesuai dengan harapan, terkadang impian harus melalui proses baru bisa dinikmati. Ketika Yusuf bermimpi akan menjadi penguasa, dalam mimpinya dia akan disanjung & disembah, tapi kenyataannya, dia dijual jadi budak, difitnah dan harus mendekam dalam penjara, tapi walau dia harus bergumul hidup dalam jeruji besi, pemeliharaan Tuhan tetap ada & selalu menyertainya, hingga saat tiba waktunya Tuhan, dia dipulihkan & menjadi orang kepercayaan raja. Seorang yang dekat kepada Tuhan bukan berarti tidak ada air mata, tapi suatu saat Tuhan akan gantikan air mata menjadi mata air, seorang yang tekun berdoa, bukan berati tidak ada masa-masa sulit, tapi suatu saat pasti ada kelegaan, seorang yang taat kepada Tuhan, bukan berarti tidak ada kekurangan, tapi suatu saat Tuhan gantikan kekurangan itu menjadi kelimpahan, yang pasti orang tersebut akan selalu mengalami penyertaan dari Tuhan. Imani apa yang kita yakini, percaya atas pemeliharaan dan keberadaanNya, berserahlah kepada Tuhan, biarkan Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Tuhan tahu waktu yang tepat untuk memberikan yang terbaik, amin. Ketika Ia mendatangkan kelaparan ke atas negeri itu, dan menghancurkan seluruh persediaan makanan, diutusNyalah seorang mendahului mereka; Yusuf, yang dijual menjadi budak. Mereka mengimpit kakinya dengan belenggu, lehernya masuk ke dalam besi, sampai saat firmanNya sudah genap, dan janji TUHAN membenarkannya. Raja menyuruh melepaskannya, penguasa bangsa-bangsa membebaskannya (Maz 105:16-20).

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! JANGAN SALAH MENGGUNAKAN FIRMAN. Yeremia 23:29. 5 Gambaran. Tuhan memakai gambaran-gambaran ini didalam Alkitab kepada kita supaya kita memahami betul tentang Alkitab dan kumpulan kertas-kertas yang diilhami oleh Roh Kudus kepada yang menulis Alkitab ini sehingga didalam firmanNya mengandung kuasa Tuhan yang sangat dahsyat. Pada mulanya adalah firman Yohanes 1:1. Gambaran 1: Firman Tuhan seperti api yang artinya firman Tuhan itu mempunyai sifat menghangatkan dan bukan membakar. Jangan salah menggunakan firman Tuhan yang semestinya firman Tuhan itu untuk menghangatkan jemaat yang mengalami masalah tetapi ada juga firman Tuhan untuk membakar jemaat sehingga jemaat mengalami luka batin. Gambaran 2: Firman Tuhan seperti palu yang artinya firman Tuhan itu dipakai untuk mendorong bagi jemaat yang lemah karena palu harus dipakai hal yang positif bukan yang negatif sehingga dengan tuntunan Roh Kudus palu tersebut untuk membuat hati yang terluka bisa pulih kembali. Dan palu bukan untuk menghancurkan tetapi untuk membangun. Gambaran 3: Ibrani 4:12. Firman Tuhan bagaikan pedang permata dua yang artinya pedang itu menusutk sampai kedalam untuk membenarkan hidup kita ke jalan Tuhan, sehingga hidup kita sesuai dengan firman. Gambaran 4: Mazmur 119:105. Firman Tuhan adalah pelita bagi kaki dan terang bagi jalan kita, supaya kita tidak salah jalan dan berjalan dalam kebenaran. Gambaran 5: 1 Kor 8:1-2. Firman Tuhan itu adalah cermin, guna cermin adalah untuk melihat keberadaan kita apakah hidup kita tidak salah jalan untuk ikut Tuhan sehingga hidup kita boleh menjadi teladan bagi orang lain. Kalau kita mau mendapatkan berkat dari Tuhan, mari kita melakukan 5 gambaran prinsip hidup dalam kebenaran firman Tuhan maka kita tidak akan salah menggunakan firman Tuhan dan kita diberkati Tuhan. Amin. Mari bersaat teduhlah untuk mengkaji 5 gambaran prinsip hidup dalam kebenaran firman Tuhan maka kita tidak akan salah menggunakan firman Tuhan dan kita diberkati Tuhan. Selamat sore. Jbu all.

Worship Center Surabaya
Di era yang sudah sangat modern ini, pendidikan merupakan salah satu kebutuhan mutlak dalam kehidupan. Dan jika berabad-abad yang lampau, manusia telah mengajar & mendidik anak-anak mereka, betapa lebih perlunya didikan diberikan pada masa kini & selanjutnya. Bukan saja akan ilmu pengetahuan atau sains; juga tidak sekedar keterampilan dalam bekerja atau berbisnis. Manusia-manusia akhir zaman memerlukan didikan akan prinsip-prinsip hidup yang benar yang menjadi intisari hakikat menjadi manusia. Maka itu, banyak pakar pendidikan & sosial merasa perlu menanamkan kembali nilai luhur masa lampau entah itu terkait karakter bangsa, cinta pada negara atau tata krama yang beradab bagi generasi selanjutnya. Jika ia bukan pribadi yang bodoh, tiap-tiap orang tua pasti berusaha agar anak-anak mereka semaksimal mungkin mendapatkan pendidikan yang baik, di rumah atau di sekolah. Dengan harapan, anak-anak mereka menjadi insan-insan yang baik, membawa manfaat, bahkan menjadi kebanggaan diri & keluarganya. Jika orang tua dunia mendidik anak-anak mereka, tidakkah Allah sebagai Bapa Sorgawi kita tidak melakukannya? Jawabannya jelas. Itu sebabnya mengapa Tuhan memberikan kitab-kitab hikmat seperti Ayub, Amsal & Pengkhotbah. Dia ingin kita, umat-Nya, belajar tentang apa-apa yang terpenting & terbaik menurut sudut pandang-Nya selama kita hidup di dunia ini. Tidak hanya tu. Tuhan MENDIDIK kita dalam sekolah kehidupan. Kita sering menamainya PROSES TUHAN. Ya, kehidupan kita sebenarnya ialah proses Tuhan menjadikan kita anak-anak-Nya yang bijaksana, penuh hikmat, tahu bagaimana menghadapi tantangan hidup & mengerjakan hal-hal yang baik, menjadi beruntung & sukses hingga dimampukan menjadi terang & berkat bagi mereka yang bukan umat Tuhan. Sebab itu perhatikanlah, jalanilah & ikutilah didikan & proses Tuhan dalam hidup Anda sebab “siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat” (Ams. 10:17). Yang absen dalam sekolah Tuhan akan sesat & celaka. Adakah kita masih akan lari dari proses-Nya? Salam revival! GBU.

No comments:

Post a Comment