HIGHER &
DEEPER
Yohanes
10:9, “9Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan
selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. 10pencuri
datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka
mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Amin. Ayat 9: “Akulah
Pintu”, mereka yang MASUK melalui Yesus/PINTU akan SELAMAT yaitu akan memperoleh HIDUP yang
KEKAL, yang BERKELIMPAHAN (ayat 10: memiliki semua yang diperlukan) untuk dibebaskan
dari dosa/kesalahan.YESUS adalah satu-satunya PINTU KESELAMATAN, tidak
ada yang lain. Yesus datang untuk memberi HIDUP sampai berkelimpahan. Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Hanya
waktu yang jadi penentu apakah seseorang itu loyalis atau oportunis.” Xavier
Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Minggu, 3 Januari 2016. Siap Pulang. Tetapi Allahlah yang justru
mempersiapkan kita untuk hal itu dan sebagai jaminannya Dia mengaruniakan Roh
kepada kita (2 Korintus 5:5). Ben seorang mekanik di sebuah bengkel. Pekerjaan
itu membuatnya bersentuhan dengan logam-logam berminyak dan kotor.
Teman-temannya berkata, Ben selalu paling siap di saat pulang. “Sementara kami
masih bertukar baju, ia sudah siap di kendaraan sebab, begitu baju kerjanya
yang kotor dilepas, di badannya telah menempel pakaian rumah yang disiapkan
istrinya untuk pulang,” celoteh mereka. “Manusia lahiriah” kita, menurut
Paulus, ibarat pakaian yang harus ditanggalkan kala kita berjumpa Tuhan. Kelak
kita menghadap Dia dengan berbusanakan “manusia batiniah”. Kejasmanian akan
lapuk dimakan waktu, bukan milik kekekalan. Masalahnya, siapa mampu siap dengan
kerohanian yang patut di kala pulang menghadap Dia? Tidak ada jikalau Allah
tidak menyiapkannya sejak sekarang. Syukurlah Roh-Nya menjadi garansi bahwa
kita milik-Nya (5:5) dan Roh itu yang membuat kita tabah berjuang sampai saat
perjumpaan itu tiba (5:6-8). Kedatangan Tuhan bisa berarti universal, yaitu
pada saat akhir zaman, bisa pula individual, yaitu pada saat kematian
seseorang. Entah yang mana pun, kita harus siap, bukan? Namun, kesiapan bukan
dimulai dari kita, melainkan dari Tuhan. Roh-Nya dikaruniakan. Sambutlah Dia.
Izinkan Dia memperbarui kita dari hari ke hari, membentuk kerohanian kita
menjadi matang, berbuah, kuat, tabah, dan berpengharapan–sebagai :busana” di
kala menyambut Dia datang —PAD. TUHAN RINDU KITA KEDAPATAN SIAP WAKTU DIA
DATANG, MAKA DISIAPKANNYA KITA DENGAN PEMBERIAN TERBAIK: ROH-NYA. Selamat pagi.
Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati.
Worship
Center Surabaya
Paulus
menulis dengan sangat tegas & jelas dalam Roma 11:33-36 bahwa Allah kita
ialah yang kaya penuh hikmat & pengetahuan; tiada seorang pun yang
mengetahui pikiran-Nya atau menjadi penasehat-Nya. Juga.. tiada seorangpun yang
PERNAH MEMBERIKAN SESUATU PADA-NYA, sehingga Dia harus menggantikannya! Dengan
kata lain, bahkan persembahan-persembahan kita yang terbaik sekalipun
sesungguhnya tidak diperlukan-Nya. Dia tak bertambah atau berkurang oleh karena
perbuatan baik atau korban-korban ibadah kita. Meski demikian, Paulus justru
melanjutkan dalam ayat berikutnya (Rom. 12:1) bahwa kita dinasihati untuk
MEMPERSEMBAHKAN sesuatu yaitu tubuh kita pada-Nya! Jika Tuhan tidak membutuhkan
apapun dari kita, mengapa kita masih harus mempersembahkan yang terbaik bagi
Dia? -SEBAB MEMANG SUDAH SELAYAKNYA DEMIKIAN (Rom. 11:36b). Dia Allah yang
besar. Segala sesuatu berasal dari Dia, diadakan oleh-Nya & kepada Dialah
segala sesuatu tunduk. Seluruh makhluk sudah seharusnya memuja &
mempersembahkan sesuatu pada Dia yang LAYAK menerima segala kemuliaan sampai
selama-lamanya lebih dari segala penguasa alam semesta yang disatukan
sekalipun. -OLEH SEBAB KEMURAHAN-NYA YANG BESAR BAGI KITA (12:1a). Walau
kekuasaan-Nya tak terbatas, tahta Tuhan didirikan dalam & oleh kasih. Dialah
yang telah merancangkan penebusan; turun dalam wujud manusia dalam Pribadi
Allah Putra; yang dengan telaten & sabar dalam Pribadi Roh yang Kudus
menemani & membimbing kita langkah demi langkah untuk hidup selayaknya
warga Kerajaan Sorga. Kemurahan kasih-Nya terlalu suci & agung sehingga
tanpa persembahan kasih pada-Nya, kita ialah orang-orang yang tak tahu terima
kasih. Jika ada raja agung, penguasa besar, sultan penuh wibawa atau pemimpin
penuh kharisma yang mendapat penghormatan, janji setia bahkan komitmen &
pelayanan seumur hidup dari banyak orang yang rela mengabdi kepadanya -tidak
pantaskah Allah Bapa, Putra & Roh Kudus memperolehnya meski mereka tiada
menginginkannya? Dan, adakah di antara mereka yang datang memberi persembahan
itu Anda? Salam revival! GBU.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz
120:1 – Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN dan IA menjawab aku! YESUS
jawaban buat setiap doa kita. Pasti dijawab. Percayalah. Selamat ibadah dan
melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Ibu
Caroline – Bandung
Minggu,
3 Januari 2016. Bacaan: Ratapan 3:21-36. Setahun: Kejadian 7-9. Nats: Tak
berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap
pagi; besar kesetiaan-Mu! (Ratapan 3:21-22). SELALU BARU. Memuji Tuhan dalam keadaan
yang menyenangkan itu mudah. Namun memuji-Nya di masa sukar memerlukan iman
yang mampu melihat jauh melampaui apa yang terjadi di depan mata. Mengagungkan
kebesaran dan kesetiaan Tuhan setelah mengalami kemenangan atas musuh telah
dilakukan oleh bangsa Israel berkali-kali. Sebaliknya, perkabungan meliputi
mereka jika bangsa lain mengalahkan mereka, seolah-olah berhala bangsa itu
mengalahkan Allah, yang selama ini telah menunjukkan banyak perbuatan ajaib
kepada mereka. Pasukan Babel telah menghancurkan Yerusalem, menawan penduduknya
dan membawanya ke Babel. Tuhan mengutus Yeremia untuk memperingatkan Israel
sebagai hukuman Tuhan atas ketidaksetiaan mereka kepada Tuhan. Namun, bangsa
itu tidak percaya. Mereka bahkan menganggap Yeremia sebagai pengkhianat negara
sehingga ia dianiaya oleh bangsanya sendiri. Yeremia menangisi kehancuran
Yerusalem. Ia meratapi kedegilan hati bangsanya dan berduka atas mereka yang
diangkut sebagai tawanan ke Babel. Namun, iman Yeremia tetap bersinar. Ia tetap
memelihara kebenaran dalam hatinya. Ia mengenang kasih setia Tuhan yang telah
terbukti di masa lalu. Tuhan selalu menunjukkan rahmat dan ampunan-Nya yang
selalu baru. Kebenaran itu menghiburnya dan menguatkan imannya. Memasuki Tahun
Baru ini, hal-hal buruk apa yang menyertai langkah Anda dari masa-masa
sebelumnya? Kebenaran apa yang harus Anda pegang supaya tetap dapat melihat
tangan Tuhan berkarya dalam hidup Anda, sekalipun kenyataan tidak seperti yang
Anda harapkan? --Hembang Tambun. SEKALIPUN KITA TIDAK SETIA, IA TETAP SETIA.

No comments:
Post a Comment