Sunday, 3 January 2016

3 Januari 2016

HIGHER & DEEPER


Yohanes 10:9,9Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. 10pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Amin. Ayat 9: “Akulah Pintu”, mereka yang MASUK melalui Yesus/PINTU  akan SELAMAT yaitu akan memperoleh HIDUP yang KEKAL, yang BERKELIMPAHAN (ayat 10: memiliki semua yang diperlukan) untuk dibebaskan dari dosa/kesalahan.YESUS adalah satu-satunya PINTU KESELAMATAN, tidak ada yang lain. Yesus datang untuk memberi HIDUP sampai berkelimpahan. Amin.

Xavier Quentin Pranata
“Hanya waktu yang jadi penentu apakah seseorang itu loyalis atau oportunis.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 3 Januari 2016. Siap Pulang. Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan sebagai jaminannya Dia mengaruniakan Roh kepada kita (2 Korintus 5:5). Ben seorang mekanik di sebuah bengkel. Pekerjaan itu membuatnya bersentuhan dengan logam-logam berminyak dan kotor. Teman-temannya berkata, Ben selalu paling siap di saat pulang. “Sementara kami masih bertukar baju, ia sudah siap di kendaraan sebab, begitu baju kerjanya yang kotor dilepas, di badannya telah menempel pakaian rumah yang disiapkan istrinya untuk pulang,” celoteh mereka. “Manusia lahiriah” kita, menurut Paulus, ibarat pakaian yang harus ditanggalkan kala kita berjumpa Tuhan. Kelak kita menghadap Dia dengan berbusanakan “manusia batiniah”. Kejasmanian akan lapuk dimakan waktu, bukan milik kekekalan. Masalahnya, siapa mampu siap dengan kerohanian yang patut di kala pulang menghadap Dia? Tidak ada jikalau Allah tidak menyiapkannya sejak sekarang. Syukurlah Roh-Nya menjadi garansi bahwa kita milik-Nya (5:5) dan Roh itu yang membuat kita tabah berjuang sampai saat perjumpaan itu tiba (5:6-8). Kedatangan Tuhan bisa berarti universal, yaitu pada saat akhir zaman, bisa pula individual, yaitu pada saat kematian seseorang. Entah yang mana pun, kita harus siap, bukan? Namun, kesiapan bukan dimulai dari kita, melainkan dari Tuhan. Roh-Nya dikaruniakan. Sambutlah Dia. Izinkan Dia memperbarui kita dari hari ke hari, membentuk kerohanian kita menjadi matang, berbuah, kuat, tabah, dan berpengharapan–sebagai :busana” di kala menyambut Dia datang —PAD. TUHAN RINDU KITA KEDAPATAN SIAP WAKTU DIA DATANG, MAKA DISIAPKANNYA KITA DENGAN PEMBERIAN TERBAIK: ROH-NYA. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati.

Worship Center Surabaya
Paulus menulis dengan sangat tegas & jelas dalam Roma 11:33-36 bahwa Allah kita ialah yang kaya penuh hikmat & pengetahuan; tiada seorang pun yang mengetahui pikiran-Nya atau menjadi penasehat-Nya. Juga.. tiada seorangpun yang PERNAH MEMBERIKAN SESUATU PADA-NYA, sehingga Dia harus menggantikannya! Dengan kata lain, bahkan persembahan-persembahan kita yang terbaik sekalipun sesungguhnya tidak diperlukan-Nya. Dia tak bertambah atau berkurang oleh karena perbuatan baik atau korban-korban ibadah kita. Meski demikian, Paulus justru melanjutkan dalam ayat berikutnya (Rom. 12:1) bahwa kita dinasihati untuk MEMPERSEMBAHKAN sesuatu yaitu tubuh kita pada-Nya! Jika Tuhan tidak membutuhkan apapun dari kita, mengapa kita masih harus mempersembahkan yang terbaik bagi Dia? -SEBAB MEMANG SUDAH SELAYAKNYA DEMIKIAN (Rom. 11:36b). Dia Allah yang besar. Segala sesuatu berasal dari Dia, diadakan oleh-Nya & kepada Dialah segala sesuatu tunduk. Seluruh makhluk sudah seharusnya memuja & mempersembahkan sesuatu pada Dia yang LAYAK menerima segala kemuliaan sampai selama-lamanya lebih dari segala penguasa alam semesta yang disatukan sekalipun. -OLEH SEBAB KEMURAHAN-NYA YANG BESAR BAGI KITA (12:1a). Walau kekuasaan-Nya tak terbatas, tahta Tuhan didirikan dalam & oleh kasih. Dialah yang telah merancangkan penebusan; turun dalam wujud manusia dalam Pribadi Allah Putra; yang dengan telaten & sabar dalam Pribadi Roh yang Kudus menemani & membimbing kita langkah demi langkah untuk hidup selayaknya warga Kerajaan Sorga. Kemurahan kasih-Nya terlalu suci & agung sehingga tanpa persembahan kasih pada-Nya, kita ialah orang-orang yang tak tahu terima kasih. Jika ada raja agung, penguasa besar, sultan penuh wibawa atau pemimpin penuh kharisma yang mendapat penghormatan, janji setia bahkan komitmen & pelayanan seumur hidup dari banyak orang yang rela mengabdi kepadanya -tidak pantaskah Allah Bapa, Putra & Roh Kudus memperolehnya meski mereka tiada menginginkannya? Dan, adakah di antara mereka yang datang memberi persembahan itu Anda? Salam revival! GBU.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 120:1 – Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN dan IA menjawab aku! YESUS jawaban buat setiap doa kita. Pasti dijawab. Percayalah. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Ibu Caroline – Bandung
Minggu, 3 Januari 2016. Bacaan: Ratapan 3:21-36. Setahun: Kejadian 7-9. Nats: Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! (Ratapan 3:21-22). SELALU BARU. Memuji Tuhan dalam keadaan yang menyenangkan itu mudah. Namun memuji-Nya di masa sukar memerlukan iman yang mampu melihat jauh melampaui apa yang terjadi di depan mata. Mengagungkan kebesaran dan kesetiaan Tuhan setelah mengalami kemenangan atas musuh telah dilakukan oleh bangsa Israel berkali-kali. Sebaliknya, perkabungan meliputi mereka jika bangsa lain mengalahkan mereka, seolah-olah berhala bangsa itu mengalahkan Allah, yang selama ini telah menunjukkan banyak perbuatan ajaib kepada mereka. Pasukan Babel telah menghancurkan Yerusalem, menawan penduduknya dan membawanya ke Babel. Tuhan mengutus Yeremia untuk memperingatkan Israel sebagai hukuman Tuhan atas ketidaksetiaan mereka kepada Tuhan. Namun, bangsa itu tidak percaya. Mereka bahkan menganggap Yeremia sebagai pengkhianat negara sehingga ia dianiaya oleh bangsanya sendiri. Yeremia menangisi kehancuran Yerusalem. Ia meratapi kedegilan hati bangsanya dan berduka atas mereka yang diangkut sebagai tawanan ke Babel. Namun, iman Yeremia tetap bersinar. Ia tetap memelihara kebenaran dalam hatinya. Ia mengenang kasih setia Tuhan yang telah terbukti di masa lalu. Tuhan selalu menunjukkan rahmat dan ampunan-Nya yang selalu baru. Kebenaran itu menghiburnya dan menguatkan imannya. Memasuki Tahun Baru ini, hal-hal buruk apa yang menyertai langkah Anda dari masa-masa sebelumnya? Kebenaran apa yang harus Anda pegang supaya tetap dapat melihat tangan Tuhan berkarya dalam hidup Anda, sekalipun kenyataan tidak seperti yang Anda harapkan? --Hembang Tambun. SEKALIPUN KITA TIDAK SETIA, IA TETAP SETIA.

No comments:

Post a Comment