Wednesday, 13 January 2016

13 Januari 2016



HIGHER & DEEPER




Hidup yang BERBUAH. Galatia 5:19-21, 19Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 20penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 21kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu-- seperti yang telah kubuat dahulu-- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” Ayat 22-23: 22Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” Rasul Paulus berkata bahwa: Buah Roh merupakan karya Kristus. Ketika kita bergantung sepenuhnya kepada DIA & bekerja sama dengan DIA, maka DIA yang akan memberikan buah-buah roh itu kepada kita. Apakah yang kita hasilkan?? “Buah kedagingan”? Atau “Buah Roh”??

Worship Center Surabaya
Tuhan tidak memerintahkan kita untuk tidak membuat kesalahan. Dia memerintahkan kita untuk mengasihi-Nya dengan berlaku taat kepada-Nya. Beberapa orang tidak memahami akan hal ini & kerap menghukum dirinya sendiri. Menganggap dirinya tak lagi layak bagi Tuhan -oleh sebab melakukan kesalahan- lalu menjauh dari Tuhan. Merasa gagal, ada yang menjadi malu & kecewa pada diri mereka sendiri lalu menjadi putus asa karena merasa tidak akan memperoleh pengampunan dari Tuhan. Sesungguhnya tidak pernah ada manusia yang tidak pernah gagal di hadapan Tuhan. Setiap kita yang masih hidup dalam tubuh dosa selalu memiliki kemungkinan untuk kembali jatuh dalam dosa. Siapa kita di hadapan Tuhan bukan ditentukan oleh apakah kita jatuh atau tidak, namun apakah yang kita lakukan apabila kita jatuh. Catatan Alkitab dipenuhi dengan kisah manusia-manusia berdosa sekalipun mereka telah menjadi hamba-hamba Tuhan. Takdir mereka ditentukan bagaimana menyikapi kesalahan mereka di hadapan Tuhan. Saul yang ditegur Samuel mungkin meminta maaf pada sang nabi, meski begitu ia tidak benar-benar mengakui dirinya bersalah sambil terus mencoba mencari pembenaran atas ketidaktaatannya (1 Sam. 15:20-30). Yudas Iskariot sebaliknya. Ia merasa sangat bersalah & memilih bunuh diri karena yakin tidak akan mungkin diampuni (Mat. 27:3-5). Di sisi lain, Daud berlaku kejam pada orangnya dengan mengambil istrinya & menyusun siasat untuk membunuh prajuritnya yang setia itu. Pula dengan Yunus yang membangkang pada Tuhan. Mereka semua merendahkan diri, bertobat lalu dipulihkan (Maz. 51; Yun. 2). Itu juga yang dialami Musa, Simson, Elia, Simon Petrus & anak-anak Tuhan di segala zaman. Saat Anda terpuruk dalam kegagalan, siapa Anda tidaklah penting dibandingkan siapa Allah Anda. Dia yang penuh kemurahan & kasih setia masih akan memberikan kesempatan kesekian kalinya pada Anda, selagi nafas hidup diberikan-Nya pada Anda. Jika kegagalan telah melemahkan Anda, maukah Anda menerima pengampunan ilahi itu & menerima harapan baru saat ini? Salam revival! GBU.

Xavier Quentin Pranata
“Saat engkau bertambah makmur, perbanyaklah ucapan syukur, jangan malah tambah takabur.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 13 Januari 2016. Rangkulan yang Menyelamatkan. Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri (Roma 15:1). Jackie Robinson adalah orang Afrika-Amerika yang pertama kali bermain di Major League Baseball. Ia diminta oleh Rickey, presiden Broklyn Dodger untuk bermain di Dodger. Rickey tahu keputusannya akan membuat orang kulit putih marah. Saat itu masih ada pemisahan antara orang kulit hitam dan putih. Ketika Jackie mulai bergabung, ia mengalami penghinaan dan penolakan. Dalam sebuah pertandingan ia disuruh keluar oleh penonton. Mereka mengatakan bisbol hanya untuk orang kulit putih. Rickey--seorang kulit putih--merespons kejadian itu secara luar biasa. Ia berdiri disamping Jackie dan merangkulnya dengan hangat sehingga penonton terdiam. Jackie jadi bersemangat untuk bermain dengan gemilang. Akhirnya Jackie berhasil memenangkan beberapa penghargaan selama kariernya. “Tangan dan rangkulan” Rickey menyelamatkan karier bisbol Jackie. Rasul Paulus memberi nasihat agar orang yang kuat menanggung yang lemah demi kebaikannya untuk membangunnya (ay. 1-2) dan agar mereka saling menerima sama seperti Kristus telah menerima kita (ay. 7). Kitab Ibrani menasihatkan kita untuk menguatkan tangan yang lemah dan lutut yang goyah (Ibr. 12:12). Mungkin saat ini ada teman yang tidak berdaya karena hinaan dan penolakan. Jangan menutup mata, mari merangkul dan menguatkannya supaya ia bangkit dari keterpurukan dan mencapai potensi yang paling maksimal. Bila saat ini kita berada dalam posisi yang lemah, nantikanlah Tuhan merangkul kita menurut cara-Nya. RANGKULAN ANDA SANGGUP MEMBANGKITKAN SEMANGAT ORANG LAIN UNTUK BERPRESTASI GEMILANG. Selamat pagi. Mulailah hari dengan doa. Tuhan Yesus memberkati.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! Apapun yang akan Dia lakukan dalam hidup kita, Dia pasti akan menyatakannya melalui Roh KudusNya (1 Kor 2:9-10). Apapun yang belum dinyatakan oleh Roh walau sudah disediakan oleh Bapa, artinya belum menjadi porsi kita. Apapun porsi berkat yang sudah Bapa sediakan bagi kita, tidak akan pernah bisa hilang, dicuri oleh musuh, Dia akan memastikan pasti berkat tersebut tetap kita terima. Saya yakin, disepanjang tahun ini, akan ada banyak berkat yang bakal Bapa curahkan bagi kita. Tapi ada banyak peristiwa, situasi & keadaan yang sepertinya ‘menjauhkan’ kita dari berkat tersebut. Jangan pernah menyerah, kecewa/putus asa. Pasti berkatmu aman didalam Tuhan, tidak akan pernah bisa dibatalkan pleh apapun/siapapun. Ingatlah selalu bahwa sebagai the Author of our life, Dia sudah menetapkan untuk akhir dari perjalanan kita selalu Happy Ending. Happy Everafter. Jadi jikalau belum Happy, artinya itu belum ending. Jika masih bergumul artinya itu belum ending. So, keep pushing in the spirit... Amin.

Ibu Caroline – Bandung
Rabu, 13 Januari 2016. Bacaan: Markus 1:16-20. Setahun: Kejadian 37-39. Nats: Yesus berkata kepada mereka, “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia” (Markus 1:17). PENJALA MANUSIA. “Dunia dilanda oleh berbagai krisis seperti; kemiskinan, penyakit, perang, buta huruf, korupsi, dll. Di tengah krisis yang dialami oleh dunia, banyak orang Kristen bukannya hadir menjadi pemecah masalah melainkan menjadi penyebab persoalan,” tulis Bill Bright. “Ada perbedaan yang mencolok antara orang Kristen abad pertama dengan orang Kristen masa kini. Orang-orang Kristen abad pertama ‘mengacaukan’ dunia dengan berita Injil, tetapi sekarang banyak orang Kristen menjadi agen rahasia dengan mulut beku,” lanjut Bill. Sedangkan Rick Warren menyindir, “Banyak orang Kristen ingin ke surga sembunyi-sembunyi.” Panggilan terhadap murid-murid untuk mengikut Yesus sangat jelas, yaitu menjadi penjala manusia. Yesus berkata, “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Panggilan itu direspons dengan baik. Pada akhirnya mereka menjadi penjala manusia yang efektif. Bahkan rela menderita dan mati untuk panggilan itu. Mereka tak hidup lagi sesuka hati, melainkan untuk Tuhan. Mereka melakukannya bukan dengan ketakutan akan hukuman, melainkan karena kasih. Panggilan yang sama juga ditujukan kepada saya dan Anda. Begitu kita menjadi orang percaya, tugas utama kita adalah menjadi penjala manusia. Janganlah khawatir karena tanggung jawab kita adalah mengikuti Dia dan tanggung jawab Dia menjadikan kita penjala manusia. Ikutilah! -Piter Randan Bua. Pekerjaan paling besar yang dapat dilakukan oleh orang Kristen adalah memperkenalkan Yesus Kristus kepada orang lain --Piter Randan Bua. PEKERJAAN PALING BESAR YANG DAPAT DILAKUKAN OLEH ORANG KRISTEN ADALAH MEMPERKENALKAN YESUS KRISTUS KEPADA ORANG LAIN.

NN
Happiness is the spiritual experience of living every minute with love, grace, and gratitude »Denis Waitley«. Kebahagiaan adalah pengalaman rohani dari menghidupi setiap menit dengan kasih, karunia, dan pengucapan syukur. Mazmur 1:1 “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,” 2 “tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.” 3 “Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Kasih dan ucapan syukur tidak tergantung situasi dan kondisi, bila kita sedang beruntung maka kita mengucap syukur lalu berbuat kasih, bila kita sedang rugi maka kita bersungut sungut lalu menyalahkan orang lain. Kasih dan ucapan syukur seperti pohon yang terus tumbuh dan harus dilakukan terus menerus tanpa melihat sikon, untuk menghidupinya kita membutuhkan air kehidupan, yaitu Roh kudus dan Firman. Berada dalam hadiratNya, membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari akan menyirami pohon kehidupan kita,  menjadi hidup dan segar, sehingga hati dipenuhi oleh damai sejahtera dan sukacita. Hati yang tenang dan teduh, mengubah pikiran kita menjadi jernih, hikmat akal budi kita dipertajam, apapun yang kita lakukan Tuhan buat berhasil. Itulah kebahagiaan yang sejati yang akan kita nikmati selama kita hidup dimuka bumi ini, sebab kita diberkati Tuhan selama-lamanya.

No comments:

Post a Comment