HIGHER &
DEEPER
Hidup
yang BERBUAH.
Galatia 5:19-21, “19Perbuatan daging telah nyata, yaitu:
percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 20penyembahan berhala, sihir,
perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri,
percideraan, roh pemecah, 21kedengkian, kemabukan, pesta pora dan
sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu-- seperti yang telah
kubuat dahulu-- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak
akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” Ayat 22-23: “22Tetapi
buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan,
kebaikan, kesetiaan, 23kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada
hukum yang menentang hal-hal itu.” Rasul Paulus berkata bahwa: Buah Roh
merupakan karya Kristus. Ketika kita bergantung sepenuhnya kepada DIA &
bekerja sama dengan DIA, maka DIA yang akan memberikan buah-buah roh itu kepada
kita. Apakah yang kita hasilkan?? “Buah kedagingan”? Atau “Buah Roh”??
Worship
Center Surabaya
Tuhan
tidak memerintahkan kita untuk tidak membuat kesalahan. Dia memerintahkan kita
untuk mengasihi-Nya dengan berlaku taat kepada-Nya. Beberapa orang tidak
memahami akan hal ini & kerap menghukum dirinya sendiri. Menganggap dirinya
tak lagi layak bagi Tuhan -oleh sebab melakukan kesalahan- lalu menjauh dari
Tuhan. Merasa gagal, ada yang menjadi malu & kecewa pada diri mereka
sendiri lalu menjadi putus asa karena merasa tidak akan memperoleh pengampunan
dari Tuhan. Sesungguhnya tidak pernah ada manusia yang tidak pernah gagal di
hadapan Tuhan. Setiap kita yang masih hidup dalam tubuh dosa selalu memiliki
kemungkinan untuk kembali jatuh dalam dosa. Siapa kita di hadapan Tuhan bukan
ditentukan oleh apakah kita jatuh atau tidak, namun apakah yang kita lakukan
apabila kita jatuh. Catatan Alkitab dipenuhi dengan kisah manusia-manusia
berdosa sekalipun mereka telah menjadi hamba-hamba Tuhan. Takdir mereka
ditentukan bagaimana menyikapi kesalahan mereka di hadapan Tuhan. Saul yang
ditegur Samuel mungkin meminta maaf pada sang nabi, meski begitu ia tidak
benar-benar mengakui dirinya bersalah sambil terus mencoba mencari pembenaran
atas ketidaktaatannya (1 Sam. 15:20-30). Yudas Iskariot sebaliknya. Ia merasa
sangat bersalah & memilih bunuh diri karena yakin tidak akan mungkin diampuni
(Mat. 27:3-5). Di sisi lain, Daud berlaku kejam pada orangnya dengan mengambil
istrinya & menyusun siasat untuk membunuh prajuritnya yang setia itu. Pula
dengan Yunus yang membangkang pada Tuhan. Mereka semua merendahkan diri,
bertobat lalu dipulihkan (Maz. 51; Yun. 2). Itu juga yang dialami Musa, Simson,
Elia, Simon Petrus & anak-anak Tuhan di segala zaman. Saat Anda terpuruk
dalam kegagalan, siapa Anda tidaklah penting dibandingkan siapa Allah Anda. Dia
yang penuh kemurahan & kasih setia masih akan memberikan kesempatan
kesekian kalinya pada Anda, selagi nafas hidup diberikan-Nya pada Anda. Jika
kegagalan telah melemahkan Anda, maukah Anda menerima pengampunan ilahi itu
& menerima harapan baru saat ini? Salam revival! GBU.
Xavier
Quentin Pranata
“Saat
engkau bertambah makmur, perbanyaklah ucapan syukur, jangan malah tambah
takabur.” Xavier Quentin Pranata.
Madam Ossy
SAAT
TEDUH. Rabu, 13 Januari 2016. Rangkulan yang Menyelamatkan. Kita, yang kuat,
wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari
kesenangan kita sendiri (Roma 15:1). Jackie Robinson adalah orang
Afrika-Amerika yang pertama kali bermain di Major League Baseball. Ia diminta
oleh Rickey, presiden Broklyn Dodger untuk bermain di Dodger. Rickey tahu
keputusannya akan membuat orang kulit putih marah. Saat itu masih ada pemisahan
antara orang kulit hitam dan putih. Ketika Jackie mulai bergabung, ia mengalami
penghinaan dan penolakan. Dalam sebuah pertandingan ia disuruh keluar oleh
penonton. Mereka mengatakan bisbol hanya untuk orang kulit putih.
Rickey--seorang kulit putih--merespons kejadian itu secara luar biasa. Ia
berdiri disamping Jackie dan merangkulnya dengan hangat sehingga penonton
terdiam. Jackie jadi bersemangat untuk bermain dengan gemilang. Akhirnya Jackie
berhasil memenangkan beberapa penghargaan selama kariernya. “Tangan dan
rangkulan” Rickey menyelamatkan karier bisbol Jackie. Rasul Paulus memberi
nasihat agar orang yang kuat menanggung yang lemah demi kebaikannya untuk
membangunnya (ay. 1-2) dan agar mereka saling menerima sama seperti Kristus
telah menerima kita (ay. 7). Kitab Ibrani menasihatkan kita untuk menguatkan
tangan yang lemah dan lutut yang goyah (Ibr. 12:12). Mungkin saat ini ada teman
yang tidak berdaya karena hinaan dan penolakan. Jangan menutup mata, mari
merangkul dan menguatkannya supaya ia bangkit dari keterpurukan dan mencapai
potensi yang paling maksimal. Bila saat ini kita berada dalam posisi yang
lemah, nantikanlah Tuhan merangkul kita menurut cara-Nya. RANGKULAN ANDA
SANGGUP MEMBANGKITKAN SEMANGAT ORANG LAIN UNTUK BERPRESTASI GEMILANG. Selamat
pagi. Mulailah hari dengan doa. Tuhan Yesus memberkati.
Tante
Elisabeth – NTT
Ya
amin! Apapun yang akan Dia lakukan dalam hidup kita, Dia pasti akan
menyatakannya melalui Roh KudusNya (1 Kor 2:9-10). Apapun yang belum dinyatakan
oleh Roh walau sudah disediakan oleh Bapa, artinya belum menjadi porsi kita.
Apapun porsi berkat yang sudah Bapa sediakan bagi kita, tidak akan pernah bisa
hilang, dicuri oleh musuh, Dia akan memastikan pasti berkat tersebut tetap kita
terima. Saya yakin, disepanjang tahun ini, akan ada banyak berkat yang bakal
Bapa curahkan bagi kita. Tapi ada banyak peristiwa, situasi & keadaan yang
sepertinya ‘menjauhkan’ kita dari berkat tersebut. Jangan pernah menyerah,
kecewa/putus asa. Pasti berkatmu aman didalam Tuhan, tidak akan pernah bisa
dibatalkan pleh apapun/siapapun. Ingatlah selalu bahwa sebagai the Author of
our life, Dia sudah menetapkan untuk akhir dari perjalanan kita selalu Happy
Ending. Happy Everafter. Jadi jikalau belum Happy, artinya itu belum ending.
Jika masih bergumul artinya itu belum ending. So, keep pushing in the spirit...
Amin.
Ibu
Caroline – Bandung
Rabu,
13 Januari 2016. Bacaan: Markus 1:16-20. Setahun: Kejadian 37-39. Nats: Yesus
berkata kepada mereka, “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala
manusia” (Markus 1:17). PENJALA MANUSIA. “Dunia dilanda oleh berbagai krisis
seperti; kemiskinan, penyakit, perang, buta huruf, korupsi, dll. Di tengah
krisis yang dialami oleh dunia, banyak orang Kristen bukannya hadir menjadi
pemecah masalah melainkan menjadi penyebab persoalan,” tulis Bill Bright. “Ada
perbedaan yang mencolok antara orang Kristen abad pertama dengan orang Kristen
masa kini. Orang-orang Kristen abad pertama ‘mengacaukan’ dunia dengan berita
Injil, tetapi sekarang banyak orang Kristen menjadi agen rahasia dengan mulut
beku,” lanjut Bill. Sedangkan Rick Warren menyindir, “Banyak orang Kristen
ingin ke surga sembunyi-sembunyi.” Panggilan terhadap murid-murid untuk
mengikut Yesus sangat jelas, yaitu menjadi penjala manusia. Yesus berkata,
“Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Panggilan itu
direspons dengan baik. Pada akhirnya mereka menjadi penjala manusia yang
efektif. Bahkan rela menderita dan mati untuk panggilan itu. Mereka tak hidup
lagi sesuka hati, melainkan untuk Tuhan. Mereka melakukannya bukan dengan
ketakutan akan hukuman, melainkan karena kasih. Panggilan yang sama juga
ditujukan kepada saya dan Anda. Begitu kita menjadi orang percaya, tugas utama
kita adalah menjadi penjala manusia. Janganlah khawatir karena tanggung jawab
kita adalah mengikuti Dia dan tanggung jawab Dia menjadikan kita penjala
manusia. Ikutilah! -Piter Randan Bua. Pekerjaan paling besar yang dapat
dilakukan oleh orang Kristen adalah memperkenalkan Yesus Kristus kepada orang
lain --Piter Randan Bua. PEKERJAAN PALING BESAR YANG DAPAT DILAKUKAN OLEH ORANG
KRISTEN ADALAH MEMPERKENALKAN YESUS KRISTUS KEPADA ORANG LAIN.
NN
Happiness
is the spiritual experience of living every minute with love, grace, and
gratitude »Denis Waitley«. Kebahagiaan adalah pengalaman rohani dari menghidupi
setiap menit dengan kasih, karunia, dan pengucapan syukur. Mazmur 1:1
“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang
tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan
pencemooh,” 2 “tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan
Taurat itu siang dan malam.” 3 “Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran
air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa
saja yang diperbuatnya berhasil.” Kasih dan ucapan syukur tidak tergantung
situasi dan kondisi, bila kita sedang beruntung maka kita mengucap syukur lalu
berbuat kasih, bila kita sedang rugi maka kita bersungut sungut lalu menyalahkan
orang lain. Kasih dan ucapan syukur seperti pohon yang terus tumbuh dan harus
dilakukan terus menerus tanpa melihat sikon, untuk menghidupinya kita
membutuhkan air kehidupan, yaitu Roh kudus dan Firman. Berada dalam hadiratNya,
membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari akan menyirami pohon kehidupan
kita, menjadi hidup dan segar, sehingga
hati dipenuhi oleh damai sejahtera dan sukacita. Hati yang tenang dan teduh,
mengubah pikiran kita menjadi jernih, hikmat akal budi kita dipertajam, apapun
yang kita lakukan Tuhan buat berhasil. Itulah kebahagiaan yang sejati yang akan
kita nikmati selama kita hidup dimuka bumi ini, sebab kita diberkati Tuhan
selama-lamanya.

No comments:
Post a Comment