HIGHER &
DEEPER
2
Kor 10:17-18, “17Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia
bermegah di dalam Tuhan. 18Sebab bukan orang yang memuji diri yang
tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.” Berikan kami kerendahan hati
agar kami senantiasa melekat kepadaMu & tahan uji. Segala hormat, pujian,
kemuliaan hanya bagi nama Tuhan. Amin.
Worship
Center Surabaya
Kitab
Amsal dipenuhi pesan & perintah untuk mendengarkan nasihat, menerima
didikan, memandang tinggi teguran, tidak menyia-nyiakan ajaran, memperhatikan
peringatan & mencari hikmat sejati (Ams.1:8; 8:33; 10:17; 15:5; 19:20;
23:12,23). Membaca ayat-ayat dengan nasihat-nasihat di atas adalah mudah. Tidak
demikian dengan mempraktekkannya. Mendengarkan nasihat bukanlah sesuatu yang
mudah bagi kita. Apalagi menerima didikan. Sewaktu masih kanak-kanak, ingatkah
berapa sering kita membantah & menolak nasihat orang tua? Jika Anda telah
dewasa & lupa masa-masa itu, lihatlah anak-anak Anda. Mudahkah mendidik
& mengarahkan mereka? Dan jika kanak-kanak begitu sulit menerima didikan,
mungkinkah lebih mudah bagi kita yang dewasa? Banyak orang dalam usia mereka,
pendidikan mereka, pengalaman atau profesi & jabatan (sekuler atau rohani)
telah merasa tahu banyak hal, padahal semua itu justru kerap menghalanginya
mendengarkan petunjuk, nasihat atau teguran yang disampaikan pada mereka.
Termasuk teguran & nasihat dari Tuhan. Jika pesan firman itu tidak sesuai
dengan pendapat & pikiran kita maka kita cenderung menolak atau setidaknya
berdalih-dalih dengan berkata bahwa kemungkinan pesan tsb untuk orang lain atau
disampaikan dengan pengertian yang salah. Diperlukan suatu hati yang cukup
rendah hati sebagai seorang murid -seseorang yang bertekad untuk belajar apapun
dari gurunya, untuk mendapatkan setiap ilmu yang dimiliki sang guru bahkan menjadi
sama dengan gurunya. Murid sejati menjalani dengan segala disiplin apapun yang
ditetapkan & ditunjukkan pengajarnya untuk dipelajari. Kristus ialah
Teladan & Guru Agung kita. Kini, melalui Roh-Nya, Dia hendak mengajar kita
supaya kita menjadi berhikmat & tidak sesat. Melalui berbagai macam cara
& sarana, Dia hendak menyingkirkan kebodohan kita. Jadi, bersediakah Anda
merendahkan diri & menjadi murid? Dan jika itu satu-satunya cara beroleh
hikmat dari Tuhan, relakah Anda menerima didikan, koreksi & teguran Tuhan
melalui cara apapun yang dipilih-Nya untuk berbicara dengan Anda? Salam
revival! GBU.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz
121:4-5 – Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.
TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu! Luar biasa... Aman dalam lindungan
YESUS! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Xavier
Quentin Pranata
“Seperti
obat, hal-hal yang pahit seringkali justru membuat kita bangkit, asal tidak
menjadi kepahitan.” Xavier Quentin Pranata.
Madam Ossy
SAAT
TEDUH. Kamis, 21 Januari 2016. Tindakan dan Resiko. Kalau terpaksa aku mati,
biarlah aku mati (Ester 4:16b). Nelson Mandela di Afrika Selatan, William
Wilberforce di Inggris, Martin Luther King Jr. di Amerika Serikat—mereka adalah
contoh tokoh yang berani bertindak dan mengambil risiko dalam mengubah dunia.
Di sisi lain, tidak sedikit orang yang tidak berbuat apa-apa karena takut
dengan risiko yang akan dihadapi. Ester menghadapi situasi yang pelik. Ia bisa
dijatuhi hukuman mati karena langsung menghadap Raja tanpa dipanggil. Namun,
Ester bersedia untuk mengambil tindakan penting ini, dan berkata, "Kalau
terpaksa aku mati, biarlah aku mati!” (ay. 16b). Ester berfokus pada tantangan
dari Mordekhai untuk melindungi bangsa mereka dan mengupayakan keadilan. Kedua
orang ini memiliki kepercayaan dan iman yang teguh kepada Allah saat menghadapi
tantangan. Tindakan mereka pun berdampak luas. Sepanjang kisah Ester tersirat
keberadaan dan kedaulatan Allah serta penyertaan-Nya yang nyata melalui
tindakan yang diungkapkan oleh Ester dan Mordekhai. Bagaimana dengan kita?
Dalam pekerjaan kita, pelayanan kita, hidup kita, hal ini sangat relevan. Saat
ini pun kita diundang untuk mengambil tindakan dalam rencana Tuhan yang lebih
luas. Meskipun bisa jadi kita mesti menanggung risiko yang fatal atas tindakan
tersebut, beranikah kita tetap melangkah, dan berkata, “Kalau terpaksa aku
mati, biarlah aku mati”? Apakah kita yakin bahwa Tuhan akan memberikan kita
hikmat dan keberanian ketika kita bersandar kepada-Nya?—LCM. TANTANGAN MENJADI
SEBUAH KESEMPATAN ISTIMEWA UNTUK MENDEMONSTRASIKAN KEHADIRAN ALLAH. Selamat
pagi. Tetap semangat berdoa dan membaca Firman Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
MENGASIHI
TANPA KEPURA-PURAAN. Husin adalah seorang yang kaya & ia banyak menghabiskan
waktunya di luar negeri dengan bersenang-senang. Suatu saat ketika ia menunggu
taksi, ia melihat seorang nenek tua yang baru keluar dari gereja. Lalu nenek
itu memberikan roti kepada sekitar 6 pengemis yang sedang duduk di sekitar
halaman gereja & berkata, “TUHAN memberkatimu...” Kemudian, nenek itu
tersenyum melihat Husin & bertanya, “Kamu sedang liburan di sini?” “Ya Nek,
saya hampir setiap bulan jalan-jalan ke luar negeri.” “Wah tentu, kamu orang
yang paling berbahagia?” tanya nenek itu. Sambil tertunduk Husin menjawab,
“Justru sebaliknya, Nek. Saya orang paling kesepian. Saya bisa membeli kawan,
tapi bukan kebahagiaan. Ketika nenek membagi roti, saya justru terenyuh, &
saya yakin Neneklah paling berbahagia...” “Hendaklah kasih itu jangan pura-pura!
Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik” (Roma 12:9). Di dalam ayat ini
mengajarkan kita untuk saling mengasihi, tanpa ada rasa kepura-puraan agar
dipuji orang lain. Seperti kasih YESUS yang sempurna sanggup menjauhkan kita
dari perbuatan jahat. 1) Janganlah kita mengasihi dengan kepura-puraan dengan
niat untuk dihormati banyak orang. 2) Kita harus seperti YESUS mengasihi dengan
tulus. 3) Kita harus mengasihi tanpa imbalan sedikitpun. Di manapun kita
berada, saat kita boleh datang di dunia ini, bawalah Kebahagiaan bagi
sekeliling kita, serta buatlah Kebaikan di tengah mereka. Lakukan hal-hal kecil
dengan Kasih yang besar, maka di situlah Kunci Kedamaian Hati kita
disempurnakan. “Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan
yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang” (2 Korintus 3:2). God
bless you all.

No comments:
Post a Comment