Sunday, 24 January 2016

24 Januari 2016



HIGHER & DEEPER




Matius 13:29-30, 29Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. 30Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.” Sepanjang jaman kedua tanaman (Lalang dan Gandum) ini akan tumbuh bersama, demikian juga dengan pertumbuhan bersama para pengikut Kristus yang sejati dengan anak-anak si jahat yang menyamar sebagai orang percaya. Bedanya ‘lalang ’akan tetap tumbuh disekitar kita, tetapi lalang tidak pernah sampai kedalam lumbung Tuhan, lalang akan diikat dan dibakar, semua tuaian yang jelek akan berakhir kedalam kilangan murka Allah (Wahyu 14:19-20). Demikian juga kalau kita melakukan perbuatan-perbuatan seperti halnya ilalang, berarti kita menjerumuskan diri kita sendiri kedalam kematian kekal. Amin.

Ibu Caroline – Bandung
Minggu, 24 Januari 2016. Bacaan: Ayub 23:1-17. Setahun: Keluaran 20-22. Nats: Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas (Ayub 23:10). PUJIAN DAN UJIAN. Ayub menerima pujian dari Tuhan sebagai orang yang saleh dan jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan, tiada seorang pun di bumi seperti dia. Sesudahnya, ia mengalami ujian yang hebat. Segala kepunyaannya--lembu, keledai, kambing, domba, unta, termasuk para penjaganya--habis lenyap. Kesepuluh anaknya pun meninggal pada hari yang sama. Mendengar hal itu, Ayub sujud dan menyembah Tuhan. Dalam semuanya itu, ia tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut (1:20-22). Setelah ujian, Ayub menerima pujian kedua dari Tuhan, sebagai orang yang tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun iblis telah membujuk Tuhan melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan (2:3). Kemudian Ayub menerima ujian lagi, ditimpa barah yang busuk dari telapak kaki sampai ke batu kepalanya (2:7), bahkan istrinya menyuruhnya mengutuki Allah dan mati (2:9). Dalam semuanya itu, Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya (2:10). Akhirnya Tuhan memulihkan keadaan Ayub, memberikan kepadanya dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu dan memberkati Ayub dalam hidupnya selanjutnya lebih daripada hidupnya yang dahulu (42:10, 12). Ada kalanya kita menerima pujian dan ada kalanya kita menerima ujian. Dalam siklus ini, di balik pujian pasti ada ujian, dan di balik ujian pasti ada pujian. Apa yang sedang kita terima saat ini? Ketika kita dipuji, tetaplah rendah hati. Ketika kita diuji, tetaplah bertahan dalam iman --Lim Ivenina Natasya. PUJIAN MEMBESARKAN HATI; UJIAN MEMURNIKAN IMAN.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
BERBAGI KEBAIKAN. Kesaksian seorang teman... Setelah selesai makan siang, saya dengan seorang teman kantor berjalan santai menyusuri jalan. Dari arah yang berlawanan seorang wanita tua berpakaian sederhana menenteng beberapa kantong plastik berisi sayuran & menawarkan kepada kami. “Maaf Tuan, mau beli sayuran ini? Saya sendiri yang menanam & memetiknya.” Setelah menatap wajah si nenek, tanpa basa-basi, teman saya mengeluarkan dompet & membayarnya. Kantong plastik sayuran pun berpindah tangan. “Terima kasih, Tuan... Semoga Tuan diberi lancar rejeki oleh TUHAN,” dengan suara bergetar terharu si nenek mengenggam erat uangnya. Setelah nenek itu berlalu, saya bertanya heran, “Kamu bener mau makan sayur ini? Kamu lihat sendiri sayur itu sudah layu & berulat lagi.” Dengan ketawa kecil, teman saya menjawab, “Tidak lah... Sayuran ini tidak layak dimakan.” “Lantas, kenapa kamu beli?” “Kalau aku tidak beli, tak ada orang yang mau membelinya. Kasihan si nenek tidak dapat penghasilan.” Segera saya berbalik mengejar si nenek untuk melakukan hal yang sama. Sambil berlinang air mata si nenek berucap, “Terima kasih, nenek tau kalian membeli sayur ini karena kasihan. Sayuran nenek memang kurang segar, jika bukan kalian, tak ada yang mau membelinya. Uang ini sungguh sangat berarti buat nenek, karena untuk beli obat buat cucu nenek yang sedang sakit. Semoga TUHAN membalas kebaikan kalian.” Sayuran yang tidak bisa dimakan pun ternyata mampu memberi pelajaran berharga bagi kita. Saat sedang jatuh & terpuruk, kita berharap Keajaiban akan datang kepada kita & mendapatkan pertolongan, entah dari mana atau dari siapa. Sebaliknya, ketika kita sukses & punya kemampuan, alangkah baiknya bila kita bersedia mendatangkan keajaiban itu & mau berbagi kepada sesama. “Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan” (Efesus 6:8). God bless you all.

Worship Center Surabaya
Ada beberapa orang yang mendonorkan organ-organ tubuhnya setelah mati. Ada pula yang jika telah menyumbangkan tubuhnya (setelah meninggal) untuk menjadi sarana belajar di bidang kedokteran atau ilmu pengetahuan lainnya. Jasad manusia yang tak bernyawa (bahkan sisa-sisanya) pun masih berguna sebagai sumber informasi untuk menyingkap perbuatan-perbuatan kejahatan & memberikan petunjuk mengenai pelakunya. Meski tubuh tak berjiwa masih memiliki manfaat, tetapi tidak ada yang lebih berguna daripada tubuh orang-orang yang hidup. Dalam rentang usia hidupnya yang hanya sekitar 80 tahun saja, seseorang dengan pertolongan fungsi-fungsi fisiknya dapat melakukan banyak hal yang baik, bermanfaat bahkan pencapaian-pencapaian yang luar biasa. Baik itu bagi dirinya sendiri, keluarga & orang-orang dekatnya sampai untuk kemajuan peradaban umat manusia. Dengan melatih kemampuan dirinya, manusia menghasilkan kekayaan, meraih prestasi dalam berbagai bidang, menciptakan teknologi tinggi & pencapaian yang semula tampak mustahil seperti menjadikan dirinya terbang hingga mendarat di luar angkasa. Belum termasuk berbagai karya-karya menakjubkan dari mereka yang fisiknya memiliki kekurangan (cacat fisik). Tubuh yang berpikir, bergerak, yang mampu menghasilkan perbuatan-perbuatan kasih adalah apa yang Tuhan cari sebagai suatu bentuk ibadah sejati yang dikenan-Nya. “..Supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup…” (Rom. 12:1). Sebab melalui kehidupan yang diwujudnyatakan dalam tindakan-tindakan anggota tubuh kitalah Tuhan menyalurkan kasih, kuasa & berkat-berkat rohani maupun jasmani bagi banyak orang. Itulah sebabnya merupakan sesuatu yang absurd, melawan akal sehat, hina & sia-sia untuk menghancurkan tubuh & membunuh dirinya sendiri demi nama Tuhan, sang pencipta & pemberi kehidupan dalam tubuh itu sendiri. Pertanyaan yang harus kita jawab ialah maukah kita mempersembahkan segala potensi dari diri kita dalam kehidupan ini untuk menanggapi rencana & tujuan yang tersimpan di hati Tuhan bagi kita? Paulus telah melakukanya (Fil. 1:21), bagaimana dengan Anda? Salam revival! GBU.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
2 Raja-Raja 6:16 – Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita daripada yang menyertai mereka! Penyertaan dan pertolongan YESUS sempurna 24 jam. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Xavier Quentin Pranata
“Saat sikon tak seperti yang kita harapkan, percayalah akan otoritas Tuhan.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment