HIGHER &
DEEPER
Matius
13:29-30, “29Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu
ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. 30Biarkanlah
keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata
kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas
untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.”
Sepanjang jaman kedua tanaman (Lalang dan Gandum) ini akan tumbuh bersama,
demikian juga dengan pertumbuhan bersama para pengikut Kristus yang sejati
dengan anak-anak si jahat yang menyamar sebagai orang percaya. Bedanya ‘lalang
’akan tetap tumbuh disekitar kita, tetapi lalang tidak pernah sampai kedalam
lumbung Tuhan, lalang akan diikat dan dibakar, semua tuaian yang jelek akan
berakhir kedalam kilangan murka Allah (Wahyu 14:19-20). Demikian juga kalau
kita melakukan perbuatan-perbuatan seperti halnya ilalang, berarti kita
menjerumuskan diri kita sendiri kedalam kematian kekal. Amin.
Ibu
Caroline – Bandung
Minggu,
24 Januari 2016. Bacaan: Ayub 23:1-17. Setahun: Keluaran 20-22. Nats: Karena Ia
tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas
(Ayub 23:10). PUJIAN DAN UJIAN. Ayub menerima pujian dari Tuhan sebagai orang
yang saleh dan jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan, tiada seorang
pun di bumi seperti dia. Sesudahnya, ia mengalami ujian yang hebat. Segala
kepunyaannya--lembu, keledai, kambing, domba, unta, termasuk para
penjaganya--habis lenyap. Kesepuluh anaknya pun meninggal pada hari yang sama.
Mendengar hal itu, Ayub sujud dan menyembah Tuhan. Dalam semuanya itu, ia tidak
berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut (1:20-22).
Setelah ujian, Ayub menerima pujian kedua dari Tuhan, sebagai orang yang tetap
tekun dalam kesalehannya, meskipun iblis telah membujuk Tuhan melawan dia untuk
mencelakakannya tanpa alasan (2:3). Kemudian Ayub menerima ujian lagi, ditimpa
barah yang busuk dari telapak kaki sampai ke batu kepalanya (2:7), bahkan
istrinya menyuruhnya mengutuki Allah dan mati (2:9). Dalam semuanya itu, Ayub
tidak berbuat dosa dengan bibirnya (2:10). Akhirnya Tuhan memulihkan keadaan
Ayub, memberikan kepadanya dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu dan
memberkati Ayub dalam hidupnya selanjutnya lebih daripada hidupnya yang dahulu
(42:10, 12). Ada kalanya kita menerima pujian dan ada kalanya kita menerima ujian.
Dalam siklus ini, di balik pujian pasti ada ujian, dan di balik ujian pasti ada
pujian. Apa yang sedang kita terima saat ini? Ketika kita dipuji, tetaplah
rendah hati. Ketika kita diuji, tetaplah bertahan dalam iman --Lim Ivenina
Natasya. PUJIAN MEMBESARKAN HATI; UJIAN MEMURNIKAN IMAN.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
BERBAGI
KEBAIKAN. Kesaksian seorang teman... Setelah selesai makan siang, saya dengan
seorang teman kantor berjalan santai menyusuri jalan. Dari arah yang berlawanan
seorang wanita tua berpakaian sederhana menenteng beberapa kantong plastik
berisi sayuran & menawarkan kepada kami. “Maaf Tuan, mau beli sayuran ini?
Saya sendiri yang menanam & memetiknya.” Setelah menatap wajah si nenek,
tanpa basa-basi, teman saya mengeluarkan dompet & membayarnya. Kantong
plastik sayuran pun berpindah tangan. “Terima kasih, Tuan... Semoga Tuan diberi
lancar rejeki oleh TUHAN,” dengan suara bergetar terharu si nenek mengenggam
erat uangnya. Setelah nenek itu berlalu, saya bertanya heran, “Kamu bener mau makan
sayur ini? Kamu lihat sendiri sayur itu sudah layu & berulat lagi.” Dengan
ketawa kecil, teman saya menjawab, “Tidak lah... Sayuran ini tidak layak
dimakan.” “Lantas, kenapa kamu beli?” “Kalau aku tidak beli, tak ada orang yang
mau membelinya. Kasihan si nenek tidak dapat penghasilan.” Segera saya berbalik
mengejar si nenek untuk melakukan hal yang sama. Sambil berlinang air mata si
nenek berucap, “Terima kasih, nenek tau kalian membeli sayur ini karena
kasihan. Sayuran nenek memang kurang segar, jika bukan kalian, tak ada yang mau
membelinya. Uang ini sungguh sangat berarti buat nenek, karena untuk beli obat
buat cucu nenek yang sedang sakit. Semoga TUHAN membalas kebaikan kalian.”
Sayuran yang tidak bisa dimakan pun ternyata mampu memberi pelajaran berharga
bagi kita. Saat sedang jatuh & terpuruk, kita berharap Keajaiban akan
datang kepada kita & mendapatkan pertolongan, entah dari mana atau dari
siapa. Sebaliknya, ketika kita sukses & punya kemampuan, alangkah baiknya
bila kita bersedia mendatangkan keajaiban itu & mau berbagi kepada sesama.
“Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia
telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan”
(Efesus 6:8). God bless you all.
Worship
Center Surabaya
Ada
beberapa orang yang mendonorkan organ-organ tubuhnya setelah mati. Ada pula
yang jika telah menyumbangkan tubuhnya (setelah meninggal) untuk menjadi sarana
belajar di bidang kedokteran atau ilmu pengetahuan lainnya. Jasad manusia yang
tak bernyawa (bahkan sisa-sisanya) pun masih berguna sebagai sumber informasi
untuk menyingkap perbuatan-perbuatan kejahatan & memberikan petunjuk
mengenai pelakunya. Meski tubuh tak berjiwa masih memiliki manfaat, tetapi
tidak ada yang lebih berguna daripada tubuh orang-orang yang hidup. Dalam
rentang usia hidupnya yang hanya sekitar 80 tahun saja, seseorang dengan
pertolongan fungsi-fungsi fisiknya dapat melakukan banyak hal yang baik,
bermanfaat bahkan pencapaian-pencapaian yang luar biasa. Baik itu bagi dirinya
sendiri, keluarga & orang-orang dekatnya sampai untuk kemajuan peradaban
umat manusia. Dengan melatih kemampuan dirinya, manusia menghasilkan kekayaan,
meraih prestasi dalam berbagai bidang, menciptakan teknologi tinggi &
pencapaian yang semula tampak mustahil seperti menjadikan dirinya terbang
hingga mendarat di luar angkasa. Belum termasuk berbagai karya-karya
menakjubkan dari mereka yang fisiknya memiliki kekurangan (cacat fisik). Tubuh
yang berpikir, bergerak, yang mampu menghasilkan perbuatan-perbuatan kasih
adalah apa yang Tuhan cari sebagai suatu bentuk ibadah sejati yang dikenan-Nya.
“..Supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup…” (Rom.
12:1). Sebab melalui kehidupan yang diwujudnyatakan dalam tindakan-tindakan
anggota tubuh kitalah Tuhan menyalurkan kasih, kuasa & berkat-berkat rohani
maupun jasmani bagi banyak orang. Itulah sebabnya merupakan sesuatu yang
absurd, melawan akal sehat, hina & sia-sia untuk menghancurkan tubuh &
membunuh dirinya sendiri demi nama Tuhan, sang pencipta & pemberi kehidupan
dalam tubuh itu sendiri. Pertanyaan yang harus kita jawab ialah maukah kita
mempersembahkan segala potensi dari diri kita dalam kehidupan ini untuk
menanggapi rencana & tujuan yang tersimpan di hati Tuhan bagi kita? Paulus
telah melakukanya (Fil. 1:21), bagaimana dengan Anda? Salam revival! GBU.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
2
Raja-Raja 6:16 – Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita daripada
yang menyertai mereka! Penyertaan dan pertolongan YESUS sempurna 24 jam.
Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Xavier
Quentin Pranata
“Saat
sikon tak seperti yang kita harapkan, percayalah akan otoritas Tuhan.” Xavier
Quentin Pranata.
No comments:
Post a Comment