Saturday, 28 February 2015

KONFLIK



RICH FAMILY – POOR FAMILY




KONFLIK
-RICH FAMILY POOR FAMILY #1-
(Diambil dari Khotbah Ps. Elijah Soetopo, 01 Februari 2015)


Kita tahu bahwa, selama ada manusia, pasti ada konflik. Selama ada keluarga (papa, mama, kakak, adik, om, tante, opa, oma, cousins, mertua, ipar) selalu ada konflik. Baik itu konflik di tempat kerja, dengan pasangan, dengan anak-anak, dengan pacar, di masyarakat. Karena dunia ini terkutuk, ada konflik dimana-mana. Bahkan ada konflik nasional, konflik politik, konflik ekonomi, konflik sosial, konflik usaha, konflik perdangangan. Salah satu skill yang harus dimiliki semua orang adalah “Bagaimana Mengatasi Konflik” (How to Resolve Conflict). Karena: kemampuan Anda dalam resolving conflict, sangat berhubungan dengan kebahagiaan Anda.

Tahun ini, Tuhan mau membangun kita yang lebih baik. Dan salah satu unsur yang perlu lebih terbangun adalah area ini – mengatasi konflik dengan baik. Tanpa kemampuan resolving conflict, Anda akan menjalani hidup miserable (tidak menyenangkan). Anda bisa kaya, menarik, bertalenta, tapi kalau banyak conflict yang tidak terselsaikan dalam hidup Anda, khususnya dalam hubungan-hubungan Anda, maka Anda lagi kacau. Tuhan tahu bahwa, kita yang hidup di dunia yang rusak, semua kita akan punya konflik.

ROMA 12:17-18, “Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang. Sedapat dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang.”

Maksudnya, Tuhan bilang, Saya tahu, di moment tertentu hidup Anda, ada orang orang yang Anda tidak bisa hidup dekat bahkan berdamai dengan mereka. Karena orang-orang tersebut adalah pembuat masalah. Dan seringkali, konflik yang terjadi bukan karena salah Anda! Kadang, tidak perduli seberapa keras kita mencoba untuk membuat perdamaian, ketenangan, ada orang-orang yang tetap jadi orang yang tidak bisa disenangkan.

3 hal buruk akan terjadi ketika kita punya UNRESOLVE CONFLICT.
  1. UNRESOLVE CONFLICTHindered Our Fellowship With God (Mengganggu Persekutuan kita dengan Tuhan)
Kadang kita remehkan UNRESOLVE CONFLICT, tapi perlahan, yang dirusak adalah harmony dan hubungan kita dengan Tuhan. UNRESOLVE CONFLICT merusak clear connection kita dengan Tuhan! Perhatikan potensi ini: Setiap kali ada konflik dengan seseorang, fellowship kita dengan Tuhan jadi terhalang dan terganggu.
  1. UNRESOLVE CONFLICTHindered Our Prayers (Menghalangi Doa Kita)
1 Petrus 3:7 – “Demikian juga kamu, hai suami suami, hiduplah dengan bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.” Terhalang, artinya: tertahan dulu, tercegah dulu, tertahan lebih lama. Maksudnya: dulu, progress Anda cepat, perubahan Anda cepat, kemajuan Anda cepat (Gal 5:7), tapi sekarang progressnya kurang, perubahannya kurang, kemajuannya kurang, malah cenderung tidak ada apa-apa. Anda bahkan tidak jadi lebih baik. Tapi menurun.

  1. UNRESOLVE CONFLICT Hindered Our Happines (Menghalangi Kebahagiaan Kita)
Kalau konflik masuk ke sebuah ruangan, kebahagiaan akan keluar lewat pintu lain.

APA YANG HARUS KITA LAKUKAN? MENGALAH-KAN RASA TAKUT AKAN KONFLIK!

Konflik tidak pernah terselesaikan dengan tidak sengaja. Menyelesaikan konflik tidak pernah tanpa unsur kesengajaan!

Time heals everything VS Time makes things worse

Cara kita mengalahkan rasa takut akan konflik adalah dengan MENGAMBIL INITIATIVE UNTUK MENGHA-DAPINYA!

Seringkali, kita tidak suka mengambil initiative untuk menghadapi konflik karena kita takut akan konflik itu sendiri. Saya maupun Anda bilangnya: “saya tidak mau ngurusin, saya takut nanti jadi makin tidak karuan, saya takut nanti saya malah sakit.” Welcome to the human race!! Karena selama ada manusia dan Anda masih di dunia, selalu akan ada conflict! Selalu ada troublemakers. Tidak seorangpun suka conflict, tapi kita harus MENGHADAPINYA.

Kalau kita takut conflict, selamat! Anda manusia normal! Banyak orang sukses pun, masih belum terlalu menguasai area ini (tentang mengatasi conflict dengan baik). Bahkan sering tidak ada rasa takut yang melebihi perasaan takut menghadapi konflik dalam keluarga kita.

Contoh alkitab: Rasa takut akan konflik, dimulai dari Adam dan Hawa. Dan sejak itu, manusia sembunyi dari satu sama lain. Kalau tidak sembunyi, kita cover up, dari satu sama lain. Ini merupakan masalah baru, yaitu: membuat kita defensive, membuat kita distance, dan membuat kita demanding.

Apa hasil yang akan terjadi, ketika kita bisa mengalahkan rasa takut akan konflik dan mau menghadapinya?
1.      Kita bisa menghadapi isi hati kita, dan mengambil keputusan untuk membereskan hati kita.
2.      Kita punya kasih untuk menghadapi konflik dengan orang lain, dan berani membangun kembali hubungan yang rusak.

CONCLUSION:
Only courageous people resolve conflict (hanya orang kuat berani membereskan konflik). Dari mana Anda dapat kekuatan untuk melakukan hal ini?

2 Timotius 1:7, “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”

No comments:

Post a Comment