RICH FAMILY – POOR FAMILY
KONFLIK
-RICH FAMILY POOR
FAMILY #1-
(Diambil dari Khotbah Ps. Elijah Soetopo, 01 Februari
2015)
Kita tahu bahwa, selama ada manusia, pasti ada konflik. Selama ada
keluarga (papa, mama, kakak, adik, om, tante, opa, oma, cousins, mertua,
ipar) selalu ada konflik. Baik itu konflik di tempat kerja, dengan pasangan,
dengan anak-anak, dengan pacar, di masyarakat. Karena dunia ini terkutuk, ada
konflik dimana-mana. Bahkan ada konflik nasional, konflik politik, konflik
ekonomi, konflik sosial, konflik usaha, konflik perdangangan. Salah satu skill
yang harus dimiliki semua orang adalah “Bagaimana Mengatasi Konflik” (How to
Resolve Conflict). Karena: kemampuan Anda dalam resolving conflict,
sangat berhubungan dengan kebahagiaan Anda.
Tahun ini, Tuhan mau membangun kita yang lebih baik. Dan salah satu
unsur yang perlu lebih terbangun adalah area ini – mengatasi konflik dengan
baik. Tanpa kemampuan resolving conflict, Anda akan menjalani hidup miserable
(tidak menyenangkan). Anda bisa kaya, menarik, bertalenta, tapi kalau banyak conflict
yang tidak terselsaikan dalam hidup Anda, khususnya dalam hubungan-hubungan
Anda, maka Anda lagi kacau. Tuhan tahu bahwa, kita yang hidup di dunia yang
rusak, semua kita akan punya konflik.
ROMA 12:17-18, “Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah
apa yang baik bagi semua orang. Sedapat dapatnya, kalau hal itu bergantung
padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang.”
Maksudnya, Tuhan bilang, Saya tahu, di moment tertentu hidup Anda, ada
orang orang yang Anda tidak bisa hidup dekat bahkan berdamai dengan mereka.
Karena orang-orang tersebut adalah pembuat masalah. Dan seringkali, konflik
yang terjadi bukan karena salah Anda! Kadang, tidak perduli seberapa keras kita
mencoba untuk membuat perdamaian, ketenangan, ada orang-orang yang tetap jadi
orang yang tidak bisa disenangkan.
3 hal buruk akan terjadi ketika kita punya UNRESOLVE CONFLICT.
- UNRESOLVE CONFLICT – Hindered Our Fellowship With God (Mengganggu Persekutuan kita dengan Tuhan)
Kadang kita remehkan UNRESOLVE CONFLICT, tapi perlahan, yang
dirusak adalah harmony dan hubungan kita dengan Tuhan. UNRESOLVE
CONFLICT merusak clear connection kita dengan Tuhan! Perhatikan
potensi ini: Setiap kali ada konflik dengan seseorang, fellowship kita dengan
Tuhan jadi terhalang dan terganggu.
- UNRESOLVE CONFLICT – Hindered Our Prayers (Menghalangi Doa Kita)
1 Petrus 3:7 – “Demikian juga kamu, hai suami suami, hiduplah dengan
bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka
sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan
terhalang.” Terhalang, artinya: tertahan dulu, tercegah dulu, tertahan lebih
lama. Maksudnya: dulu, progress Anda cepat, perubahan Anda cepat, kemajuan Anda
cepat (Gal 5:7), tapi sekarang progressnya kurang, perubahannya kurang,
kemajuannya kurang, malah cenderung tidak ada apa-apa. Anda bahkan tidak jadi
lebih baik. Tapi menurun.
- UNRESOLVE CONFLICT – Hindered Our Happines (Menghalangi Kebahagiaan Kita)
Kalau konflik masuk ke sebuah ruangan, kebahagiaan akan keluar lewat
pintu lain.
APA YANG HARUS KITA LAKUKAN? MENGALAH-KAN RASA TAKUT AKAN
KONFLIK!
Konflik tidak pernah terselesaikan dengan tidak sengaja. Menyelesaikan
konflik tidak pernah tanpa unsur kesengajaan!
Time heals everything VS Time makes things worse
Cara kita mengalahkan rasa takut akan konflik adalah dengan MENGAMBIL INITIATIVE
UNTUK MENGHA-DAPINYA!
Seringkali, kita tidak suka mengambil initiative untuk
menghadapi konflik karena kita takut akan konflik itu sendiri. Saya maupun Anda
bilangnya: “saya tidak mau ngurusin, saya takut nanti jadi makin tidak karuan,
saya takut nanti saya malah sakit.” Welcome to the human race!! Karena
selama ada manusia dan Anda masih di dunia, selalu akan ada conflict!
Selalu ada troublemakers. Tidak seorangpun suka conflict, tapi
kita harus MENGHADAPINYA.
Kalau kita takut conflict, selamat! Anda manusia normal! Banyak
orang sukses pun, masih belum terlalu menguasai area ini (tentang mengatasi conflict
dengan baik). Bahkan sering tidak ada rasa takut yang melebihi perasaan takut
menghadapi konflik dalam keluarga kita.
Contoh alkitab: Rasa takut akan konflik, dimulai dari Adam dan Hawa.
Dan sejak itu, manusia sembunyi dari satu sama lain. Kalau tidak sembunyi, kita
cover up, dari satu sama lain. Ini merupakan masalah baru, yaitu: membuat
kita defensive, membuat kita distance, dan membuat
kita demanding.
Apa hasil yang akan terjadi, ketika kita bisa mengalahkan rasa takut
akan konflik dan mau menghadapinya?
1.
Kita bisa menghadapi isi
hati kita, dan mengambil keputusan untuk membereskan hati kita.
2.
Kita punya kasih untuk
menghadapi konflik dengan orang lain, dan berani membangun kembali hubungan
yang rusak.
CONCLUSION:
Only courageous people resolve conflict (hanya orang kuat berani
membereskan konflik). Dari mana Anda dapat kekuatan untuk melakukan hal ini?
2 Timotius 1:7, “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh
ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”
No comments:
Post a Comment