RICH FAMILY – POOR FAMILY
Ayub 38:3-4, “Bersiaplah
engkau sebagai laki-laki! Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu
Aku. Dimanakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau
engkau mempunyai pengertian!” Ayub ditantang oleh Tuhan untuk
mengenali karya ciptaanNya yang agung? Dan Ayub tidak bisa memahami kebesaran
Tuhan & tidak bisa menjawabNya J. Semua yang terlihat dan yang
tak terlihat di dunia ini, berada dalam KUASA ALLAH yang berdaulat. Semua dalam
kendali Tuhan. Tuhan sedang mengerjakan sesuatu yang luar biasa agung di dunia
ini, alam semesta ini dalam kendaliNya, apalagi kehidupan kita sebagai
anak-anakNya, PASTI dalam KUASANya juga. Masihkah kita ragu akan
pemeiharaanNya? J Yesaya 40:26, “Arahkanlah matamu ke langit dan
lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara
mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satupun tiada yang tak
hadir, oleh sebab IA MAHA KUASA dan MAHA KUAT.” Amin .
Respon 1
“Ada hal-hal
sederhana yang ternyata justru bisa membuat kita bahagia." Xavier Quentin
Pranata.
Respon 2
Maz 37:25, Dahulu
aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar
ditinggalkan / anak cucunya meminta-minta roti! Pasti dijamin hidup kita oleh
TUHAN sebagai orang BENAR. Selamat ibadah dan melayani! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 3
SAAT TEDUH. Minggu,
8 Februari 2015. Kualifikasi Pelayan. Karena itu, saudara-saudara, pilihlah
tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik dan penuh Roh dan hikmat, supaya
kami mengangkat mereka untuk tugas itu (Kisah Pr. Rasul 6:3). Sebagian orang
beranggapan pelayanan tertentu lebih penting dari yang lain. Pemimpin pujian,
pendoa syafaat, dan pengkhotbah dianggap sangat penting sehingga harus ada
persiapan khusus sebelum melayani. Sebaliknya, penerima tamu dan pengumpul
persembahan terkesan kurang penting, dapat dilakukan oleh siapa saja sekalipun
tanpa persiapan khusus. Benarkah demikian? Jemaat mula-mula mengalami persoalan
karena kurangnya tenaga pelayan. Seiring dengan semakin banyaknya jumlah orang
percaya, timbul sungut-sungut di antara orang Yahudi berbahasa Yunani.
Pelayanan sosial sehari-hari terhadap janda-janda mereka terabaikan (ay. 1).
Lalu para rasul pun menangani pelayanan meja sehingga tugas utama mereka untuk
memberitakan firman dan berdoa terbengkalai (ay. 2, 4). Sadar akan hal itu,
para rasul meminta agar jemaat memilih tujuh orang pelayan tambahan untuk
“melayani meja”. Tugas mereka ‘hanya’ mendistribusikan makanan harian kepada
jemaat yang kurang mampu. Tugas yang ringan, mudah, dan dapat dikerjakan semua
orang, pikir beberapa orang. Tetapi, tidak bagi para rasul. Mereka meminta
orang “yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat”. Ya, para pelayan
Tuhan adalah mereka yang telah menunjukkan buah imannya dan sungguh-sungguh
mengenal Allah. Allah tidak mengistimewakan pelayanan yang satu dan mengabaikan
yang lain. Pelayanan sekecil apa pun tidak boleh kita lakukan dengan
asal-asalan karena kita melayani Allah yang mahaagung, suci, dan sempurna,
namun penuh kasih. ALLAH YANG AGUNG DAN SEMPURNA TIDAK LAYAK MENDAPATKAN
PELAYANAN ASAL JADI DARI MEREKA YANG DISELAMATKAN-NYA. Selamat pagi. Selamat
beribadah dan melayani. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

No comments:
Post a Comment