Sunday, 8 February 2015

8 Februari 2015



RICH FAMILY – POOR FAMILY



Ayub 38:3-4, “Bersiaplah engkau sebagai laki-laki! Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku. Dimanakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian!” Ayub ditantang oleh Tuhan untuk mengenali karya ciptaanNya yang agung? Dan Ayub tidak bisa memahami kebesaran Tuhan & tidak bisa menjawabNya J. Semua yang terlihat dan yang tak terlihat di dunia ini, berada dalam KUASA ALLAH yang berdaulat. Semua dalam kendali Tuhan. Tuhan sedang mengerjakan sesuatu yang luar biasa agung di dunia ini, alam semesta ini dalam kendaliNya, apalagi kehidupan kita sebagai anak-anakNya, PASTI dalam KUASANya juga. Masihkah kita ragu akan pemeiharaanNya? J Yesaya 40:26, “Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satupun tiada yang tak hadir, oleh sebab IA MAHA KUASA dan MAHA KUAT.” Amin .

Respon 1
“Ada hal-hal sederhana yang ternyata justru bisa membuat kita bahagia." Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
Maz 37:25, Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan / anak cucunya meminta-minta roti! Pasti dijamin hidup kita oleh TUHAN sebagai orang BENAR. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.



Respon 3
SAAT TEDUH. Minggu, 8 Februari 2015. Kualifikasi Pelayan. Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik dan penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu (Kisah Pr. Rasul 6:3). Sebagian orang beranggapan pelayanan tertentu lebih penting dari yang lain. Pemimpin pujian, pendoa syafaat, dan pengkhotbah dianggap sangat penting sehingga harus ada persiapan khusus sebelum melayani. Sebaliknya, penerima tamu dan pengumpul persembahan terkesan kurang penting, dapat dilakukan oleh siapa saja sekalipun tanpa persiapan khusus. Benarkah demikian? Jemaat mula-mula mengalami persoalan karena kurangnya tenaga pelayan. Seiring dengan semakin banyaknya jumlah orang percaya, timbul sungut-sungut di antara orang Yahudi berbahasa Yunani. Pelayanan sosial sehari-hari terhadap janda-janda mereka terabaikan (ay. 1). Lalu para rasul pun menangani pelayanan meja sehingga tugas utama mereka untuk memberitakan firman dan berdoa terbengkalai (ay. 2, 4). Sadar akan hal itu, para rasul meminta agar jemaat memilih tujuh orang pelayan tambahan untuk “melayani meja”. Tugas mereka ‘hanya’ mendistribusikan makanan harian kepada jemaat yang kurang mampu. Tugas yang ringan, mudah, dan dapat dikerjakan semua orang, pikir beberapa orang. Tetapi, tidak bagi para rasul. Mereka meminta orang “yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat”. Ya, para pelayan Tuhan adalah mereka yang telah menunjukkan buah imannya dan sungguh-sungguh mengenal Allah. Allah tidak mengistimewakan pelayanan yang satu dan mengabaikan yang lain. Pelayanan sekecil apa pun tidak boleh kita lakukan dengan asal-asalan karena kita melayani Allah yang mahaagung, suci, dan sempurna, namun penuh kasih. ALLAH YANG AGUNG DAN SEMPURNA TIDAK LAYAK MENDAPATKAN PELAYANAN ASAL JADI DARI MEREKA YANG DISELAMATKAN-NYA. Selamat pagi. Selamat beribadah dan melayani. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)


No comments:

Post a Comment