Sunday, 15 February 2015

15 Februari 2015



RICH FAMILY – POOR FAMILY




Matius 9:35-38, “Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: ‘Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.’” Setiap hari kita bisa bertemu dengan “orang yang membutuhkan bantuan”, baik yang jauh maupun yang didekat kita. Ada yang membutuhkan makanan, ada juga yang butuh dorongan semangat, apa yang bisa kita berikan kepada mereka?? Apakah kita masih mempunyai kepedulian kepada mereka?Sebagai anak-anak Tuhan besar sekali pengaruh / dampak yang bisa kita berikan J. Kita bisa membantu mereka dalam doa, saran bahkan kebutuhan mereka yang lain. Milikilah kepedulian kepada sesama, terlebih kepada mereka yang “berkesusuahan” (Filipi 2:4, “dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”). Amin.

Respon 1
SAAT TEDUH. Minggu, 15 Februari 2015. JETMAN. Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga (Pengkhotbah 9:10). Saat berusia 13 tahun, Yves Rossy mulai tertarik pada dunia penerbangan. Ia kemudian masuk skuad penerbang Angkatan Udara Swiss, dan terbiasa menerbangkan pesawat Hawker Hunter dan Mirage III. Usai berkarir di Angkatan Udara, ia menjadi pilot maskapai Swiss International Air Lines, menerbangkan Boeing dan Airbus. Ia mendesain sayap dengan mesin jet kecil di kedua lengannya pada 2005 dan menyelesaikannya pada 2006. Pada usia 52 tahun ia terus melatih kemampuan terbang dengan sayap jet itu. Prinsipnya: terus berkarya selama masih bernafas. Itulah sebabnya ia dijuluki: JetMan! Pengkhotbah mengajar kita untuk bekerja sebaik mungkin. Menurut pengkhotbah, semua manusia bernasib sama, yaitu hidup mereka berada dalam rancangan tangan Tuhan. Untuk itu, sepatutnya kita mengisi kehidupan ini dengan hal yang bermakna dan bernilai. Milikilah pengharapan dalam Tuhan. Nikmati apa yang kita miliki dalam hidup dengan rasa syukur, dan kerjakan segala sesuatu yang dijumpai tangan kita dengan sekuat tenaga. Mari kita hayati kehidupan yang Tuhan berikan dengan rasa syukur dan penuh pengharapan. Isilah kehidupan yang fana ini dengan karya-karya yang positif. Milikilah mimpi, tekunlah dalam mencapainya, dan berusahalah maksimal untuk mewujudkannya. Lakukan segala pekerjaan yang Tuhan percayakan karena Dia akan memberikan kemampuan kepada orang yang sungguh-sungguh berusaha dan bekerja. Kiranya kita berhikmat dalam mengisi kehidupan ini dengan berbagai hal positif dan memberkati sesama. MEWUJUDKAN MIMPI DAN TERUS BERKARYA ADALAH SALAH SATU CARA MENGISI DAN MENSYUKURI HIDUP YANG SINGKAT INI. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 2
Kalau Tuhan mau bekerja melalui hidup kita, yang perlu kita lakukan hanya TAAT saja, terlepas dari bisa atau tidak bisa kita lakukan atau apa yang kita punya atau tidak punya, karena biarkan Tuhan bekerja melalui hidup kita dengan cara yang luar biasa bahkan yang tak pernah terpikirkan oleh manusia. Happy Sunday... Ingat, saat firman datang berati ada kehidupan, instruksi yang harus dijalani dan jadilah terang dan berbuah-buah... GBU. (Bryan – PT. Wings Surya, Maumere)

Respon 3
“Kepedulian tanpa hati sama dengan pamer kebaikan.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 4
Yer 17:7-8, dalam BERIBADAH, haraplah pada TUHAN agar tidak takut pada tahun-tahun kering! Jangan liat pembicara tapi liat TUHAN YESUS. Pasti diberkati. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 5
Syalom. Amin... “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.” (Kolose 3:16). Terima kasih ibu Siu, selamat beribadah, TUHAN YESUS selalu memberkati.

Respon 6
Pasal terpanjang dalam Alkitab adalah Mazmur 119, yang merupakan rangkaian sistematis namun indah mengenai doa & pujian berkaitan dengan taurat atau ketetapan Tuhan. Ada banyak pengulangan di pasal tersebut. Salah satunya adalah pengakuan penulisnya yang berpuluh kali menyatakan betapa ia mencintai, gemar, merindukan, menyukai firman Tuhan (misalnya ayat 16, 24, 47, 77, 70, 140, 143, 159, 163, 174). Bahkan ke 176 ayat dalam pasal itu menyiratkan pesan yang sama! Melalui Mazmur 119, Tuhan ingin menyampaikan suatu pesan bahwa Dia ingin kita memiliki sikap yang sama terhadap ketetapan-ketetapanNya. Dia tidak berkenan dengan sikap yang acuh tak acuh terhadap firman Tuhan, yang hanya puas mendengar pesan firman yang dikhotbahkan pada hari Minggu tanpa ada kerinduan lebih lagi untuk menghayati kebenaran-kebenaran firman-Nya. Orang-orang yang menyukai firman Tuhan tampak dalam kehidupan mereka sehari-hari. Mereka membaca & mencari makanan rohani hari demi hari. Lalu, mereka merenungkannya: menanyakan lebih lagi apa yang mereka kurang pahami dari pernyataan-pernyataan kitab suci yang mereka baca; memikirkan & menyelidiki lebih dalam bagaimana mereka dapat menerapkannya dalam hidup mereka. Selanjutnya, tidak ada yang lebih menunjukkan kegemaran akan firman selain hidup di dalam firman itu: menjadikan firman itu pedoman dalam berpikir, menjadi bahan dalam pembicaraan, juga menjadi petunjuk & pertimbangan dalam setiap keputusan & tindakan kita setiap hari. Renungkan. Apakah yang kita jadikan pegangan dalam hidup kita? Apakah informasi-informasi dari dunia maya, pendapat teman pergaulan, atau nasihat dari orang-orang tua? Atau masih tunduk begitu saja pada ajaran leluhur, tradisi suku, mitos & takhyul, pamali, yang dianggap tabu dalam keluarga atau masyarakat? Tanpa mengecilkan itu semua, jika kita mengaku pengikut Kristus & percaya ada harapan kekal dalam Dia, maka firman Tuhan harus menjadi dasar kita hidup & melakukan segala sesuatu. “Berbahagialah orang yang mendengar firman-Ku & melakukannya” -Yesus Kristus. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment