RICH FAMILY – POOR FAMILY
Matius 9:35-38, “Demikianlah
Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat
dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan
kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan
kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak
bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: ‘Tuaian memang banyak, tetapi
pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia
mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.’” Setiap hari kita bisa bertemu
dengan “orang yang membutuhkan bantuan”, baik yang jauh maupun yang didekat
kita. Ada yang membutuhkan makanan, ada juga yang butuh dorongan semangat, apa
yang bisa kita berikan kepada mereka?? Apakah kita masih mempunyai kepedulian
kepada mereka?Sebagai anak-anak Tuhan besar sekali pengaruh / dampak yang bisa
kita berikan J. Kita bisa membantu mereka dalam doa, saran bahkan kebutuhan mereka
yang lain. Milikilah kepedulian kepada sesama, terlebih kepada mereka yang
“berkesusuahan” (Filipi 2:4, “dan janganlah tiap-tiap orang hanya
memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”).
Amin.
Respon 1
SAAT TEDUH. Minggu,
15 Februari 2015. JETMAN. Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk
dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga (Pengkhotbah 9:10). Saat berusia 13
tahun, Yves Rossy mulai tertarik pada dunia penerbangan. Ia kemudian masuk
skuad penerbang Angkatan Udara Swiss, dan terbiasa menerbangkan pesawat Hawker
Hunter dan Mirage III. Usai berkarir di Angkatan Udara, ia menjadi pilot
maskapai Swiss International Air Lines, menerbangkan Boeing dan Airbus. Ia
mendesain sayap dengan mesin jet kecil di kedua lengannya pada 2005 dan
menyelesaikannya pada 2006. Pada usia 52 tahun ia terus melatih kemampuan
terbang dengan sayap jet itu. Prinsipnya: terus berkarya selama masih bernafas.
Itulah sebabnya ia dijuluki: JetMan! Pengkhotbah mengajar kita untuk bekerja
sebaik mungkin. Menurut pengkhotbah, semua manusia bernasib sama, yaitu hidup
mereka berada dalam rancangan tangan Tuhan. Untuk itu, sepatutnya kita mengisi
kehidupan ini dengan hal yang bermakna dan bernilai. Milikilah pengharapan
dalam Tuhan. Nikmati apa yang kita miliki dalam hidup dengan rasa syukur, dan
kerjakan segala sesuatu yang dijumpai tangan kita dengan sekuat tenaga. Mari
kita hayati kehidupan yang Tuhan berikan dengan rasa syukur dan penuh
pengharapan. Isilah kehidupan yang fana ini dengan karya-karya yang positif.
Milikilah mimpi, tekunlah dalam mencapainya, dan berusahalah maksimal untuk
mewujudkannya. Lakukan segala pekerjaan yang Tuhan percayakan karena Dia akan
memberikan kemampuan kepada orang yang sungguh-sungguh berusaha dan bekerja.
Kiranya kita berhikmat dalam mengisi kehidupan ini dengan berbagai hal positif
dan memberkati sesama. MEWUJUDKAN MIMPI DAN TERUS BERKARYA ADALAH SALAH SATU
CARA MENGISI DAN MENSYUKURI HIDUP YANG SINGKAT INI. Selamat pagi. Selamat
beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 2
Kalau Tuhan mau
bekerja melalui hidup kita, yang perlu kita lakukan hanya TAAT saja, terlepas
dari bisa atau tidak bisa kita lakukan atau apa yang kita punya atau tidak
punya, karena biarkan Tuhan bekerja melalui hidup kita dengan cara yang luar
biasa bahkan yang tak pernah terpikirkan oleh manusia. Happy Sunday... Ingat,
saat firman datang berati ada kehidupan, instruksi yang harus dijalani dan
jadilah terang dan berbuah-buah... GBU. (Bryan – PT. Wings Surya, Maumere)
Respon 3
“Kepedulian tanpa
hati sama dengan pamer kebaikan.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 4
Yer 17:7-8, dalam
BERIBADAH, haraplah pada TUHAN agar tidak takut pada tahun-tahun kering! Jangan
liat pembicara tapi liat TUHAN YESUS. Pasti diberkati. Selamat ibadah dan
melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 5
Syalom. Amin...
“Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu,
sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain
dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu
mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.” (Kolose 3:16). Terima kasih ibu
Siu, selamat beribadah, TUHAN YESUS selalu memberkati.
Respon 6
Pasal terpanjang
dalam Alkitab adalah Mazmur 119, yang merupakan rangkaian sistematis namun
indah mengenai doa & pujian berkaitan dengan taurat atau ketetapan Tuhan.
Ada banyak pengulangan di pasal tersebut. Salah satunya adalah pengakuan
penulisnya yang berpuluh kali menyatakan betapa ia mencintai, gemar,
merindukan, menyukai firman Tuhan (misalnya ayat 16, 24, 47, 77, 70, 140, 143,
159, 163, 174). Bahkan ke 176 ayat dalam pasal itu menyiratkan pesan yang sama!
Melalui Mazmur 119, Tuhan ingin menyampaikan suatu pesan bahwa Dia ingin kita
memiliki sikap yang sama terhadap ketetapan-ketetapanNya. Dia tidak berkenan
dengan sikap yang acuh tak acuh terhadap firman Tuhan, yang hanya puas
mendengar pesan firman yang dikhotbahkan pada hari Minggu tanpa ada kerinduan
lebih lagi untuk menghayati kebenaran-kebenaran firman-Nya. Orang-orang yang
menyukai firman Tuhan tampak dalam kehidupan mereka sehari-hari. Mereka membaca
& mencari makanan rohani hari demi hari. Lalu, mereka merenungkannya:
menanyakan lebih lagi apa yang mereka kurang pahami dari pernyataan-pernyataan
kitab suci yang mereka baca; memikirkan & menyelidiki lebih dalam bagaimana
mereka dapat menerapkannya dalam hidup mereka. Selanjutnya, tidak ada yang
lebih menunjukkan kegemaran akan firman selain hidup di dalam firman itu:
menjadikan firman itu pedoman dalam berpikir, menjadi bahan dalam pembicaraan,
juga menjadi petunjuk & pertimbangan dalam setiap keputusan & tindakan
kita setiap hari. Renungkan. Apakah yang kita jadikan pegangan dalam hidup
kita? Apakah informasi-informasi dari dunia maya, pendapat teman pergaulan,
atau nasihat dari orang-orang tua? Atau masih tunduk begitu saja pada ajaran
leluhur, tradisi suku, mitos & takhyul, pamali, yang dianggap tabu dalam
keluarga atau masyarakat? Tanpa mengecilkan itu semua, jika kita mengaku
pengikut Kristus & percaya ada harapan kekal dalam Dia, maka firman Tuhan
harus menjadi dasar kita hidup & melakukan segala sesuatu. “Berbahagialah
orang yang mendengar firman-Ku & melakukannya” -Yesus Kristus. Salam
revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment