RICH FAMILY – POOR FAMILY
Amsal 3:27, “Janganlah
menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau
mampu melakukannya.” Galatia 6:9, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat
baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak
menjadi lemah.” Kalau kita berbuat baik, itu artinya kita sedang
“menabung”, keuntungannya pasti dapat kita nikmati dikemudian hari J.
Sudahkah kita melakukan kebaikan dihari ini kepada salah satu saudara
kita yang membutuhkannya??
Respon 1
“Mentari selalu
mengingatkan kita akan janji Tuhan bahwa sekelam-kelamnya malam, pasti datang
terang benderang pagi.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
Banyak kenangan
indah di masa lalu yang kadang sulit untuk dilupakan. Tetapi banyak hal di masa
sekarang dan masa depan yang tidak kalah indahnya yang Tuhan sudah berikan dan
sediakan untuk kita nikmati. Anugrah-Nya cukup bagi kita. Yeremia 31:17, “Masi
ada harapan untuk hari depanmu, demikianlah firman TUHAN...” (GNCC)
Respon 3
SAAT TEDUH. Senin,
16 Februari 2015. Membimbing dan Melepaskan. Filipus pergi memberitahukannya
kepada Andreas; lalu Andreas dan Filipus menyampaikannya kepada Yesus (Yohanes
12:22). Kita tidak boleh acuh tak acuh apabila melihat seseorang yang bingung
mencari pegangan hidup. Sebagai orang percaya, kita dapat membimbing orang itu
kepada Tuhan Yesus. Bimbinglah orang itu satu-dua langkah kepada Yesus,
kemudian lepaskan. Selanjutnya, biarlah Yesus sendiri yang menanganinya. Jangan
sampai kita membuat seseorang terlalu bergantung kepada kita. Suatu hari
beberapa orang Yunani ingin berjumpa dengan Yesus. Mereka mendatangi Filipus.
Agaknya Filipus adalah pribadi yang peragu sehingga ia berunding dengan
Andreas. Untunglah, Andreas memang seorang pengantara sejati. Ia pernah membawa
Simon saudaranya kepada Yesus. Ia pernah pula membawa seorang anak yang
memiliki lima roti dan dua ikan. Kali ini ia dan Filipus mengantar orang Yunani
itu kepada Yesus. Apa yang kita pelajari dari kisah ini? Banyak. Antara lain,
perlu kerjasama tim dalam pekerjaan Tuhan. Kekurangan seseorang bisa diimbangi
oleh kelebihan yang lain. Yang penting, Tuhan Yesus harus diutamakan. Pelajaran
lain kita peroleh pada diri Yesus. Yesus setia mengikuti jadwal kehendak
Bapa-Nya. Dia tidak mau memakai jalan pintas. Kedatangan orang Yunani itu
menjanjikan keberhasilan Yesus merekrut banyak pengikut, tetapi itu bukan
maksud Bapa. Yesus tahu itu, “Apabila Aku ditinggikan dari bumi [disalibkan],
baru Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.” Ikutilah teladan Yesus.
Jangan menginginkan hasil yang instan. Untuk memperoleh mahkota kita harus mau
memikul salib terlebih dahulu. JADILAH ORANG KRISTEN YANG MENGIKUTI JADWAL
ALLAH. Morning... Happy Monday. Semangat awal minggu. Tuhan Yesus memberkati.
(Madam Ossy)
Respon 4
Bahkan dalam
kalimat terakhirnya, Paulus menegaskan: “...singing and making melody in your
heart to the Lord...” - bernyanyilah & buatlah melodi di dalam hatimu untuk
Tuhan! Dengan kata lain, Paulus menegaskan, jika engkau ingin selalu dipenuhi
oleh RohNya, engkau harus terus menjagai hatimu. Pastikan terus ada aliran air
hidup yang dengan leluasa dapat terus mengalir, memancar dari dalam batinmu...
Disinilah ‘kehidupan doa’ memainkan peranan yang sangat penting untuk
memastikan aliran air hidup dalam diri kita dapat memancar dengan leluasa...
Memperkatakan firman, berdoa dalam bahasa roh, menari, menyanyi, bersorak,
bermazmur, mengekspresikan apa yang ada dalam hati kita melalui berkata-kata
(pastikan apa yang kita ucapkan merupakan apa yang kita yakini dr firmanNya
atas suatu peristiwa/ kondisi tertentu yang sedang kita hadapi; bukan keluh
kesah / kata-kata negatif lainnya....) adalah merupakan hal-hal yang kita
lakukan dalam usaha kita membangun kehidupan doa... Terus bangun kehidupan doa
dalam diri kita; pastikan melalui kehidupan doa tersebut, aliran air hidup
dalam diri kita dengan leluasa bisa terus mengalir didalam hidup kita &
menjamah kehidupan orang-orang lain yang sedang berinteraksi dengan kita...
(Ps. Steven Agustinus – Maumere).
Respon 5
Ia tidak pernah
membiarkan kita sendiri dalam melewati badai. Mazmur 121:3, “Ia takkan
membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.” Tuhan akan selalu
menjagai kita dan memberkati kita apapun masalah dan keadaan kita asalkan kita
mau hidup takut akan Tuhan. Have a nice day. Selamat pagi di hari Senin.
Selamat beraktivitas. Jesus loves you... (Han Hartanto – PT. SAS, Solo)
Respon 6
Tuhan tidak
menyukai sifat pemalas. Itu sebabnya manusia yang malas diperintahkan untuk
belajar pada semut. Kemalasan bukan berasal dari Tuhan karena Dia bergerak
& bekerja hingga kini atas anak-anak manusia. Pada sisi lain, susah payah
& menghabiskan hampir seluruh waktu untuk bekerja juga bukan kehendak-Nya.
Apalagi jika segala upaya membanting tulang itu didorong oleh berbagai
kekuatiran atau bermacam ketamakan yang terselubung. Mazmur 127:2 mengatakan
“Sia-sialah (segala susah payah itu)... — sebab Ia memberikannya kepada yang
dicintai-Nya pada waktu tidur.” Sia-sia. Ini berarti apapun yang kita lakukan
dengan segala sudah payah di luar Tuhan sesungguhnya kurang atau bahkan tidak
membawa manfaat apapun jika tiada Tuhan yang memberkati semuanya itu. Itu
sebabnya ada orang yang mengumpulkan uang hanya untuk kemudian kehilangan
kembali semuanya untuk biaya pengobatan. Banyak yang menyangka telah beroleh
untung besar tapi apa yang akan terjadi di depan belum tentu seperti yang
diharapkan. “Tuhan memberikan pada yang dicintai-Nya pada waktu tidur”, ini
bukan berarti dengan tidur & bermalas-malasan, berkat Tuhan mengalir. Ini
memiliki 2 makna yang saling terkait satu sama lain: 1) Tuhan ingin
anak-anakNya memiliki waktu tidur yang cukup, bukan menggunakan waktu untuk
mencari harta dunia belaka. Ada jatah istirahat yang sehat bagi manusia &
Tuhan ingin kita mengambil & menikmati saat-saat istirahat itu sebagai
bagian dari kebaikan-Nya. 2) Keuntungan yang mungkin kita perkirakan bisa
diperoleh dengan mengurangi waktu tidur adalah bagian Tuhan untuk menyediakannya.
Bukan susah payah yang menjadikan orang sungguh-sungguh kaya, namun hidup dalam
anugrah Tuhan (Ams. 10:22). Orang-orang kaya sejati adalah mereka yang
menikmati hidup & membagikan apa yang dipunyainya secara bebas & dengan
sukacita. Tuhan ingin hidup kita dijalani dengan suatu cara dimana kita dapat
berjalan bersama Dia dalam rencana & kehendak-Nya yang sempurna di muka
bumi. Seperti hidup Yesus. Hidup yang berdampak. Walau hanya singkat. Salam
revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment