Tuesday, 17 February 2015

17 Februari 2015



RICH FAMILY – POOR FAMILY




Galatia 6:22, “Tetapi buah Roh ialah: KASIH, SUKA CITA,...” 1 Tesalonika 5:16, “BerSUKA CITAlah senantiasa.” Ayat 17: “Tetaplah BERDOA.” Ayat 18: “MENGUCAP SYUKUR-LAH dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” Tindakan mengucap syukur akan mendorong kita untuk semakin mengenal Pribadi yang menyediakan segala berkat dalam hidup kita... J. Amin. Belajarlah BERDOA & BERSYUKUR kepada Tuhan dalam segala keadaan sehingga SUKA CITA itu TETAP ADA. Berfokus pada HAL-HAL yang BAIK mungkin akan BERMANFAAT bagi TUBUH kita, tetapi MENGUCAP SYUKUR kepada Tuhan akan BERMANFAAT bagi JIWA kita J. Amin.

Respon 1
“Agar kita bisa mencintai orang lain dengan sepenuh hati, kita harus terlebih dulu mencintai Tuhan yang ilahi.” Xavier Quentin Pranata

Respon 2
Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, Sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu (1 Tes 5:16-18). Sukacita, berdoa, bersyukur, install-lah aplikasi-aplikasi ini dalam hidup kita supaya kita bisa menggunakan aplikasi-aplikasi ini setiap saat setiap waktu. Hidup kita seperti menu di HP, biarlah orang-orang bisa melihat aplikasi yang ada di hidup kita ini aplikasi yang baik dan memuliakan nama Tuhan. (Ibu Rita – PKS CL 8)



Respon 3
BERGAYA HIDUP SEDERHANA, demikian semestinya setiap orang. Apa Hidup Sederhana itu? Hidup Sederhana itu dapat dimengerti sebagai gaya hidup yang dilandasi kasih & sikap tulus dalam kehendak TUHAN, yang diikuti sikap tak mau tamak, tak terikat harta & mementingkan diri sendiri, mampu mengekang nafsu, mawas diri, tidak mau gengsi & iri hati. Selain itu juga suatu sikap percaya pada pemeliharaan Tuhan, tidak takut, cemas ataupun kuatir. Yang terakhir, mau menikmati hidup dengan penuh ucapan syukur dengan mengandalkan TUHAN saja. SEDERHANA ITU TIDAK IDENTIK DENGAN KEKURANGAN, TETAPI HIDUP MENYESUAIKAN DIRI DENGAN KEBUTUHAN. “TUHAN memelihara orang-orang sederhana.” (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 4
SAAT TEDUH. Selasa, 17 Februari 2015. Berdiri Dalam Kebenaran. Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat, tetapi nama orang fasik menjadi busuk (Amsal 10:7). Dalam film Courageous, Javier bimbang dengan tawaran pekerjaan untuk posisi yang baru. Sang pimpinan menghendaki agar Javier menuliskan jumlah yang berbeda pada laporan penerimaan barang. Javier dengan berat hati menolak tawaran promosi tersebut karena ia tidak mau melakukan kebohongan. Keesokan harinya, ketika ia mengutarakan jawaban dan alasannya, anehnya, promosi jabatan itu malah ia peroleh. Rupanya, pimpinan perusahaan itu sedang menguji kejujuran dan ketulusan hatinya. Enam kandidat sebelumnya gagal melewatinya. Alkitab menuliskan bahwa kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat. Orang benar adalah orang yang mengerti cara hidup benar, termasuk memilih hal yang benar sekalipun ada tawaran menggiurkan untuk melakukan hal yang jahat. Orang benar adalah orang yang tidak takut akan risiko yang harus dihadapi ketika ia memilih untuk tetap berada di “jalur” yang benar. Tuhan pun tahu cara menghargai umat-Nya yang tetap teguh berdiri demi kebenaran sekalipun seluruh dunia melakukan hal yang sebaliknya. Kenangan kepada orang yang demikian akan terasa manis sampai kapan pun. Dunia ini sedang berusaha untuk memutarbalikkan kebenaran. Hal-hal yang dahulu dianggap benar, sekarang bisa menjadi “abu-abu” atau dianggap salah. Javier berani memilih untuk tetap melakukan kebenaran dengan risiko harus kehilangan pekerjaan atau batal dipromosikan. Pilihan yang tidak populer sekaligus dihindari oleh banyak orang, tetapi bernilai tinggi di mata Tuhan. Beranikah kita melakukannya? KEBENARAN SEJATI TAK AKAN PERNAH MENJADI RELATIF ATAU ABU-ABU. Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 5
1 Sam 1:15-19, jangan putus asa! TUHAN melihat semua penderitaan dan air mata kita. DIA pasti ingat kepada kita. Pertolongan-NYA yang ajaib sekarang kita alami! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 6
1 Tesalonika 4:1-12. Nasihat supaya hidup kudus. Biarlah kita semakin giat dalam hidup kita untuk hidup kudus dan berkenan di hadapan Tuhan, jauhi segala hawa nafsu dunia yang membawa kita kepada dosa dan maut, karena kita terpanggil bukan untuk berlaku cemar, melainkan hidup kudus... Semangat pagi... GBU. (Bryan – PT. Wings Surya, Maumere)

Respon 7
Rasul Paulus sepertinya memberikan kesimpulan utama mengenai bagian yang perlu kita lakukan -selama kita berniat mengiring Kristus di dunia ini- ketika ia berkata, “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih”~1 Kor 13:13. Tiga hal inilah yang paling mendasar & sangat vital harus ada pada kita dalam suatu kapasitas yang terus ditumbuhkan sesuai dengan yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita. Apabila kita rajin & tekun memelihara, memupuk, menumbuh kembangkan tiga hal tersebut di atas dalam hidup kita maka hidup rohani kita akan berhasil, naik tahap demi tahap, berbuah-buah bagi kemuliaan Bapa. Jika kebalikannya yang terjadi, hidup rohani kita akan meredup apinya, gersang, kering, membosankan bahkan melelahkan. Adalah maksud hati Tuhan untuk kita mengalami peningkatan iman, harap & kasih. Tidakkah Anda sadari bahwa Dia melatih & memproses kita setiap hari untuk tujuan itu? Setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita, jika kita telusuri & renungkan dengan seksama, bermuara pada iman yang lebih kuat, pengharapan yang lebih teguh & kasih yang makin melimpah. Jadi setiap hari bagi kita adalah pelajaran iman, kelas pengharapan & pelatihan kasih. Dialam setiap session-nya, jika kita peka, kita akan tahu bahwa Dia sedang meningkatkan kekuatan iman kita, memantapkan pengharapan akan keselamatan & soranga warisan kita, membentuk kita menjadi pribadi-pribadi yang penuh kasih! Kuncinya ada pada pilihan-pilihan sikap kita terhadap setiap situasi yang mau tidak mau harus kita hadapi & tanggapi. Pilihlah untuk percaya & berserah saat menghadapi krisis & jalan buntu. Taruhlah harapan pada janji yang kekal saat dunia menggoda & menarik kita. Tetapkan diri untuk mengampuni & mengasihi meskipun yang ada cuma alasan untuk membenci & membalas. Saat iman, harap & kasih kita menyala-nyala dalam limpahan kasih karunia Tuhan, kita akan menjadi pengikut-pengikut Kristus yang sukses. Andakah orangnya? Salam revival! GBU.

No comments:

Post a Comment