RICH FAMILY – POOR FAMILY
Galatia 6:22, “Tetapi
buah Roh ialah: KASIH, SUKA CITA,...” 1 Tesalonika 5:16, “BerSUKA
CITAlah senantiasa.” Ayat 17: “Tetaplah BERDOA.” Ayat 18: “MENGUCAP
SYUKUR-LAH dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam
Kristus Yesus bagi kamu.” Tindakan mengucap syukur
akan mendorong kita untuk semakin mengenal Pribadi yang menyediakan segala
berkat dalam hidup kita... J. Amin. Belajarlah BERDOA &
BERSYUKUR kepada Tuhan dalam segala keadaan sehingga SUKA CITA itu TETAP ADA.
Berfokus pada HAL-HAL yang BAIK mungkin akan BERMANFAAT bagi TUBUH kita, tetapi
MENGUCAP SYUKUR kepada Tuhan akan BERMANFAAT bagi JIWA kita J.
Amin.
Respon 1
“Agar kita bisa
mencintai orang lain dengan sepenuh hati, kita harus terlebih dulu mencintai
Tuhan yang ilahi.” Xavier Quentin Pranata
Respon 2
Bersukacitalah
senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, Sebab itulah
yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu (1 Tes 5:16-18).
Sukacita, berdoa, bersyukur, install-lah aplikasi-aplikasi ini dalam hidup kita
supaya kita bisa menggunakan aplikasi-aplikasi ini setiap saat setiap waktu.
Hidup kita seperti menu di HP, biarlah orang-orang bisa melihat aplikasi yang
ada di hidup kita ini aplikasi yang baik dan memuliakan nama Tuhan. (Ibu Rita –
PKS CL 8)
Respon 3
BERGAYA HIDUP
SEDERHANA, demikian semestinya setiap orang. Apa Hidup Sederhana itu? Hidup
Sederhana itu dapat dimengerti sebagai gaya hidup yang dilandasi kasih &
sikap tulus dalam kehendak TUHAN, yang diikuti sikap tak mau tamak, tak terikat
harta & mementingkan diri sendiri, mampu mengekang nafsu, mawas diri, tidak
mau gengsi & iri hati. Selain itu juga suatu sikap percaya pada
pemeliharaan Tuhan, tidak takut, cemas ataupun kuatir. Yang terakhir, mau
menikmati hidup dengan penuh ucapan syukur dengan mengandalkan TUHAN saja.
SEDERHANA ITU TIDAK IDENTIK DENGAN KEKURANGAN, TETAPI HIDUP MENYESUAIKAN DIRI
DENGAN KEBUTUHAN. “TUHAN memelihara orang-orang sederhana.” (Ibu Caroline –
Bandung)
Respon 4
SAAT TEDUH. Selasa,
17 Februari 2015. Berdiri Dalam Kebenaran. Kenangan kepada orang benar
mendatangkan berkat, tetapi nama orang fasik menjadi busuk (Amsal 10:7). Dalam
film Courageous, Javier bimbang dengan tawaran pekerjaan untuk posisi yang
baru. Sang pimpinan menghendaki agar Javier menuliskan jumlah yang berbeda pada
laporan penerimaan barang. Javier dengan berat hati menolak tawaran promosi
tersebut karena ia tidak mau melakukan kebohongan. Keesokan harinya, ketika ia
mengutarakan jawaban dan alasannya, anehnya, promosi jabatan itu malah ia peroleh.
Rupanya, pimpinan perusahaan itu sedang menguji kejujuran dan ketulusan
hatinya. Enam kandidat sebelumnya gagal melewatinya. Alkitab menuliskan bahwa
kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat. Orang benar adalah orang yang
mengerti cara hidup benar, termasuk memilih hal yang benar sekalipun ada
tawaran menggiurkan untuk melakukan hal yang jahat. Orang benar adalah orang
yang tidak takut akan risiko yang harus dihadapi ketika ia memilih untuk tetap
berada di “jalur” yang benar. Tuhan pun tahu cara menghargai umat-Nya yang
tetap teguh berdiri demi kebenaran sekalipun seluruh dunia melakukan hal yang
sebaliknya. Kenangan kepada orang yang demikian akan terasa manis sampai kapan
pun. Dunia ini sedang berusaha untuk memutarbalikkan kebenaran. Hal-hal yang
dahulu dianggap benar, sekarang bisa menjadi “abu-abu” atau dianggap salah.
Javier berani memilih untuk tetap melakukan kebenaran dengan risiko harus
kehilangan pekerjaan atau batal dipromosikan. Pilihan yang tidak populer
sekaligus dihindari oleh banyak orang, tetapi bernilai tinggi di mata Tuhan.
Beranikah kita melakukannya? KEBENARAN SEJATI TAK AKAN PERNAH MENJADI RELATIF
ATAU ABU-ABU. Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Tuhan Yesus memberkati.
(Madam Ossy)
Respon 5
1 Sam 1:15-19,
jangan putus asa! TUHAN melihat semua penderitaan dan air mata kita. DIA pasti
ingat kepada kita. Pertolongan-NYA yang ajaib sekarang kita alami! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 6
1 Tesalonika
4:1-12. Nasihat supaya hidup kudus. Biarlah kita semakin giat dalam hidup kita
untuk hidup kudus dan berkenan di hadapan Tuhan, jauhi segala hawa nafsu dunia
yang membawa kita kepada dosa dan maut, karena kita terpanggil bukan untuk
berlaku cemar, melainkan hidup kudus... Semangat pagi... GBU. (Bryan – PT.
Wings Surya, Maumere)
Respon 7
Rasul Paulus
sepertinya memberikan kesimpulan utama mengenai bagian yang perlu kita lakukan
-selama kita berniat mengiring Kristus di dunia ini- ketika ia berkata,
“Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan
yang paling besar di antaranya ialah kasih”~1 Kor 13:13. Tiga hal inilah yang
paling mendasar & sangat vital harus ada pada kita dalam suatu kapasitas
yang terus ditumbuhkan sesuai dengan yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita.
Apabila kita rajin & tekun memelihara, memupuk, menumbuh kembangkan tiga
hal tersebut di atas dalam hidup kita maka hidup rohani kita akan berhasil,
naik tahap demi tahap, berbuah-buah bagi kemuliaan Bapa. Jika kebalikannya yang
terjadi, hidup rohani kita akan meredup apinya, gersang, kering, membosankan
bahkan melelahkan. Adalah maksud hati Tuhan untuk kita mengalami peningkatan
iman, harap & kasih. Tidakkah Anda sadari bahwa Dia melatih & memproses
kita setiap hari untuk tujuan itu? Setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup
kita, jika kita telusuri & renungkan dengan seksama, bermuara pada iman
yang lebih kuat, pengharapan yang lebih teguh & kasih yang makin melimpah.
Jadi setiap hari bagi kita adalah pelajaran iman, kelas pengharapan &
pelatihan kasih. Dialam setiap session-nya, jika kita peka, kita akan tahu
bahwa Dia sedang meningkatkan kekuatan iman kita, memantapkan pengharapan akan
keselamatan & soranga warisan kita, membentuk kita menjadi pribadi-pribadi
yang penuh kasih! Kuncinya ada pada pilihan-pilihan sikap kita terhadap setiap
situasi yang mau tidak mau harus kita hadapi & tanggapi. Pilihlah untuk
percaya & berserah saat menghadapi krisis & jalan buntu. Taruhlah
harapan pada janji yang kekal saat dunia menggoda & menarik kita. Tetapkan
diri untuk mengampuni & mengasihi meskipun yang ada cuma alasan untuk
membenci & membalas. Saat iman, harap & kasih kita menyala-nyala dalam
limpahan kasih karunia Tuhan, kita akan menjadi pengikut-pengikut Kristus yang
sukses. Andakah orangnya? Salam revival! GBU.

No comments:
Post a Comment