Saturday, 28 February 2015

KONFLIK #2



RICH FAMILY – POOR FAMILY




KONFLIK
-RICH FAMILY POOR FAMILY #2-
(Diambil dari Khotbah Ps. Lukas Soetopo, 08 Februari 2015)

Intro:
Hari ini, kita akan diingatkan lagi…
Matius 5:23 – 24
“Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk memper-sembahkan persembahanmu itu.”

Berdamai itu prioritas, itu refleksi dari penyembahan.” Arti kata lain: It’s always my initiative untuk berdamai. Dalam confict management, ini yang disebut PEACE MAKER.

Menyelesaikan konflik mulai dari mana?
Berikut, ada 5 cara untuk atur pertemuan dengan orang yang ada konflik dengan Anda:
1.  Tentukan waktu yang tepat
The best time is when you both are at your best! That’s when you do it.
2.  Tentukan tempat yang tepat
Where is the good time to do this? Dimana anda relax, bisa ngobrol tanpa gangguan.
3.  Berdoa sebelum bertemu
Anda perlu tuntunan Tuhan. Anda perlu kata-kata hikmat, bukan sembarang kata. Anda juga perlu Tuhan terlibat di hati anda dan di hati orang itu.
4.  Datang dengan sikap yang positif
You come together to work on the problem, not to attack each other! You’re not coming to disagree. But to solve something.
5.  Pikirkan, dengan siapa Anda perlu bicara
Semisal Anda konflik dengan 2 orang: lihat kalau salah 1 lebih bisa diajak bicara, ngobrol dulu dengan yang paling bisa diajak bicara. Pertanyaan selanjutnya, saya harus berbuat apa? Ngomong apa? Mulai dari mana?

WHAT TO DO:
Saat Anda lagi ketemuan:
1.      Mengakui konflik yang terjadi
Mereka mungkin 99% salah, kamu cuma 1%, tapi kamu ngaku dulu 1% mu, itu namanya humility (rendah hati). You start with you. Jangan start blaming, dan menuduh. “You will change the atmosphere by being humble.”
2.      Datanglah dan dengarkan cerita terluka mereka
Hurt people hurt people  (Kalau Anda terluka, itu karena Anda dilukai dan Anda punya kecenderungan melukai orang lain).
3.      Dengarkan kebutuhan mereka
Look at their view points. Coba dengakan perspective mereka. “You will never get into trouble, by understanding other’s point of view.” “There is magic, when you can understand other’s point of view.” Fil 2:4-5, “dan jangalah tiap tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain”. Arti kata lain: coba lihat dari kacamata orang lain, jangan cuma dari kacamata kita saja. Pepatah China: you seek first to understand before you seek to be understood.
4.      Menyampaikan kebenaran dengan bijaksana
Amsal 12:18, “Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan.” “You’re never persuasive by being aggresive.” “Truth without love is resistance - Truth wrap with love is received.”
5.      Menyelesaikan masalah bukan menyalahkan
Where do you use your energy? You don’t have enough energy to fix both. Blaming is judging. Nobody like to be judged. Fixing problem is being positive.

Kolose 3:8
“tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah, dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu”.

Little people belittle people” (Kalau kamu mengecilkan orang, kamu menunjukkan betapa kecilnya kamu). “Great people make people feels great”.

Reconciliation: means reestablishing the relationship.
Resolution: means resolving every issue. That’s not gonna happen most of the time. Karena ada hal-hal yang tidak bisa jadi persetujuan bersama. Tidak ada di planet ini orang yang akan selalu setuju dengan Anda.

Jadilah wall breakers, not a wall builders. Karena semua orang mau bangun tembok di sekitar dirinya sendiri. Jadilah bridge builder, not a bridge breaker. Bangun jembatan biar orang bisa terhubung dengan Anda.

Mat 5:9, “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah (Blessed are the PEACE MAKER).”


No comments:

Post a Comment