RICH FAMILY – POOR FAMILY
KONFLIK
-RICH FAMILY POOR
FAMILY #2-
(Diambil dari Khotbah Ps. Lukas Soetopo, 08 Februari
2015)
Intro:
Hari ini, kita akan diingatkan lagi…
Matius 5:23 – 24
“Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah
dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai
dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk memper-sembahkan
persembahanmu itu.”
“Berdamai itu prioritas, itu refleksi dari penyembahan.” Arti kata lain: It’s always my initiative untuk berdamai. Dalam confict management, ini yang disebut PEACE MAKER.
Menyelesaikan konflik mulai dari mana?
Berikut, ada 5 cara untuk atur pertemuan dengan orang yang ada konflik
dengan Anda:
1. Tentukan waktu yang tepat
The best time is when you both are at your best! That’s when you do it.
2. Tentukan tempat yang tepat
Where is the good time to do this? Dimana anda
relax, bisa ngobrol tanpa gangguan.
3. Berdoa sebelum bertemu
Anda perlu tuntunan Tuhan. Anda perlu kata-kata hikmat, bukan sembarang
kata. Anda juga perlu Tuhan terlibat di hati anda dan di hati orang itu.
4. Datang dengan sikap yang
positif
You come together to work on the problem, not to attack each other!
You’re not coming to disagree. But to solve something.
5. Pikirkan, dengan siapa
Anda perlu bicara
Semisal Anda konflik dengan 2 orang: lihat kalau salah 1 lebih bisa
diajak bicara, ngobrol dulu dengan yang paling bisa diajak bicara. Pertanyaan
selanjutnya, saya harus berbuat apa? Ngomong apa? Mulai dari mana?
WHAT TO DO:
Saat Anda lagi ketemuan:
1.
Mengakui konflik yang
terjadi
Mereka mungkin 99% salah, kamu cuma 1%, tapi kamu ngaku dulu 1% mu, itu
namanya humility (rendah hati). You start with you. Jangan start
blaming, dan menuduh. “You will change the atmosphere by being humble.”
2.
Datanglah dan dengarkan
cerita terluka mereka
Hurt people hurt people (Kalau Anda terluka, itu karena Anda dilukai
dan Anda punya kecenderungan melukai orang lain).
3.
Dengarkan kebutuhan mereka
Look at their view points. Coba dengakan perspective
mereka. “You will never get into trouble, by understanding other’s point of
view.” “There is magic, when you can understand other’s point of view.” Fil
2:4-5, “dan jangalah tiap tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya
sendiri, tetapi kepentingan orang lain”. Arti kata lain: coba lihat dari
kacamata orang lain, jangan cuma dari kacamata kita saja. Pepatah China:
you seek first to understand before you seek to be understood.
4.
Menyampaikan kebenaran
dengan bijaksana
Amsal 12:18, “Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang,
tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan.” “You’re never persuasive
by being aggresive.” “Truth without love is resistance - Truth wrap with love
is received.”
5.
Menyelesaikan masalah bukan
menyalahkan
Where do you use your energy? You don’t have enough energy to fix both.
Blaming is judging. Nobody like to be judged. Fixing problem is being
positive.
Kolose 3:8
“tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan,
fitnah, dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu”.
“Little people belittle people” (Kalau kamu mengecilkan
orang, kamu menunjukkan betapa kecilnya kamu). “Great people make people
feels great”.
Reconciliation: means reestablishing the relationship.
Resolution: means resolving every
issue. That’s not gonna happen most of the time. Karena ada hal-hal yang
tidak bisa jadi persetujuan bersama. Tidak ada di planet ini orang yang akan
selalu setuju dengan Anda.
Jadilah wall breakers, not a wall builders. Karena semua
orang mau bangun tembok di sekitar dirinya sendiri. Jadilah bridge builder,
not a bridge breaker. Bangun jembatan biar orang bisa terhubung dengan
Anda.
Mat 5:9, “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan
disebut anak-anak Allah (Blessed are the PEACE MAKER).”
No comments:
Post a Comment