Monday, 2 February 2015

2 Februari 2015



RICH FAMILY – POOR FAMILY

 

Setiap kita pasti pernah mengalami KONFLIK, baik di tempat kerja, dengan pasangan, anak-anak, teman / sahabat dll. Tapi satu hal yang harus dimiliki oleh semua orang adalah bagaimana mengatasi konflik?? Firman Tuhan mengingatkan kita semua: Roma 12:17-18 (Ayat 17: “Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!” Ayat 18: “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!”). Sudahkah kita berani menghadapi & menyelesaikan konflik?? Hanya orang KUAT yang berani membereskan konflik J. Ambil keputusan untuk segera membereskan hati kita J. Bangun kembali hubungan yang rusak J. Percayalah: “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” (2 Timotius 1:7). Amin.

Respon 1
SAAT TEDUH. Senin, 2 Februari 2015. Penyesalan Terbesar. Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua (Matius 27:3). Di Belgia pernah dilakukan survey terhadap warga berusia 60 tahun tentang penyesalan terbesar yang mereka rasakan. Hasilnya? Ternyata 72% menyesal karena mengabaikan waktu untuk bekerja dengan baik pada masa muda; 67% karena merasa salah memilih pekerjaan; 63% karena tidak mendidik anak dengan benar; 58% karena kurang berolahraga dan menjaga kesehatan; dan 11% karena tidak memiliki cukup banyak uang. Ketika kita sadar telah mengambil langkah yang keliru, kita menyesal. Ketika kita sadar telah melakukan hal yang salah, kita menyesal. Ketika kita harus menerima konsekuensi atas suatu perbuatan dosa, kita menyesal. Setiap orang pernah melakukan hal yang keliru dan membuatnya menyesal. Tetapi, tidak semua orang mampu belajar dari kesalahan dan penyesalannya. Banyak orang menyesali perbuatannya, tetapi mereka tidak segera memperbaiki pola hidupnya yang salah. Akibatnya, seperti kata pepatah, penyesalan selalu datang terlambat. Yudas juga menyesali kekeliruannya. Sayang, ia memilih jalan bunuh diri untuk membayar kesalahannya. Tidak sedikit orang menunjukkan penyesalannya dengan cara yang salah. Sesungguhnya, penyesalan adalah sebuah kesempatan dan anugerah Allah! Masing-masing kita tentu pernah membuat kesalahan dan hal itu menimbulkan rasa bersalah di dalam hati. Allah menghargai penyesalan kita dan Dia sanggup memakai kesalahan itu untuk menyatakan rencana-Nya yang besar dalam hidup kita. Anugerah-Nya tetap tersedia untuk kita! PENYESALAN ADALAH KESEMPATAN BAGI ALLAH UNTUK MENCURAHKAN ANUGERAH PENGAMPUNAN DAN MEMULIHKAN HIDUP KITA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 2
Senin, 2 Februari 2015. Bacaan: Keluaran 14:1-14. Setahun: Imamat 4-6. Nats: Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu (Keluaran 14:13). TAK PERNAH SALAH. Ada yang berkata ketika kita mengikuti Tuhan, jalan kita pasti lurus dan tidak menemui hambatan. Nyatanya, yang terjadi sering kali justru sebaliknya. Perjalanan kita malah terasa rumit. Kita tidak sabar jika harus menunggu dan berharap dan tetap percaya di tengah persoalan pelik yang membelit kita. Mengapa jalan Tuhan sering tidak seperti yang kita inginkan? Melalui pembebasan bangsa Israel dari perbudakan Mesir, Tuhan mengajarkan kepada kita bahwa “tuntunan-Nya tidak pernah salah”. Sekalipun Israel dituntun Tuhan menuju Laut Teberau yang, bagi mereka, “bukan jalan keluar”, tapi itulah jalan yang Tuhan kehendaki. “Mereka harus menyeberangi-nya!” kata Tuhan. Bayangkan, apa yang ada dalam benak mereka ketika melihat laut itu di depan mata, sedangkan tentara Mesir mengejar di belakang mereka? Mereka sangat ketakutan dan mempersalahkan Musa (ay. 10-12). Perlu waktu sebelum mereka sadar bahwa Tuhan ingin menunjukkan keagungan dan kebesaran-Nya, yang lebih dahsyat daripada kemegahan dan kekuatan tentara Mesir (ay. 18). Ya, jalan Tuhan itu indah pada waktu-Nya. Untuk menguji hati kita, kadang Tuhan menghadirkan tantangan di dalam perjalanan hidup kita. Itulah salah satu maksud Tuhan membawa umat-Nya hingga Laut Teberau dan terdesak! Pada saat badai masalah menghadang kita, apakah kita tetap percaya bahwa Dia selalu menyertai hidup kita? Kita mungkin tidak memahami jalan-Nya, tetapi kita dapat percaya bahwa jalan-jalan-Nya tidak pernah salah. --Samuel Yudi. TUHAN SELALU MENUNTUN KITA DI JALAN YANG BENAR SEKALIPUN KITA MUNGKIN MENGANGGAPNYA SALAH.

Respon 3
“Satu ons aksi lebih bermanfaat dan bermartabat ketimbang satu ton janji.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 4
Bersifat Emosional. 1 Sam 26:8, 2 Sam 16:9. Sudahkah kita belajar dari pengalaman, apakah hidup kita berubah menjadi lebih baik ketika setiap kali kita bertemu dengan masalah langsung emosi?? Menyelesaikan masalah dengan emosi ternyata membuat masalah kita semakin bertambah, mengurangi damai sejahtera dan sukacita,membuat jantung tidak sehat karena setiap kali emosi jantung berdetak lebih kencang sehingga mempengaruhi jalannya seluruh tubuh dan yang terpenting lagi meninggalkan jejak-jejak sakit hati dan kemarin di gereja dibahas menghambat hubungan kita dengan TUHAN, membuat doa kita terhalang dan mencuri kebahagiaan kita. Pokoknya nggak ada untungnya deh!!!!! Mari kita selalu minta kepada TUHAN agar Roh Kudus selalu memberikan “Pengendalian Diri” kepada kita dan kita juga mau “belajar” mengendalikan emosi. Amin. Ybu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 5
Ketika uraian di bawah ini ditunjukkan kepada Anda, hal apa yang muncul di benak Anda? Itu harus disimpan seperti layaknya harta terpendam; dilindungi seperti menjaga biji mata; diikatkan di tangan kita sehingga tak terpisahkan & selalu dapat kita amat-amati; dituliskan di hati kita, dikasihi seperti layaknya saudara kandung; diperhitungkan sebagai sanak saudara atau sahabat. Apakah yang dimaksud oleh pernyataan-pernyataan di atas? Apakah sesuatu yang tampaknya begitu berharga sehingga harus diperlakukan sedemikian? Amsal 7:1-4 memberitahukan kita bahwa itu adalah hikmat yang berasal dari Tuhan. Lebih daripada apapun yang lain di dunia, Alkitab menunjukkan kepada kita bahwa hikmat adalah satu hal yang tergolong paling berharga di dunia. Melebihi emas, perak, permata. Melebihi kekayaan, kehormatan, umur panjang bahkan semua yang dapat diingini di dunia (lihat Ams. 4:13-18). Hikmat bernilai sangat tinggi di mata Tuhan. Dunia memandang tinggi kata-kata positif, ucapan-ucapan yang bermutu, nasihat-nasihat dari orang tua & yang berpengalaman, bahkan ajaran-ajaran nenek moyang yang nyata dalam berbagai tradisi yang ada di masyarakat khususnya masyarakat Indonesia yang kaya warisan budaya leluhur. Banyak dari semuanya itu masih dipegang & dipelihara hingga kini. Tanpa bermaksud mengecilkan semuanya itu, hikmat yang dari Tuhan jauh lebih penting menjadi pedoman bagi hidup kita. Hikmat sejati itu murni, suci & teruji. Jika ada warisan terbesar bagi anak cucu, itulah hikmat. Jika kita ingin mengetahui jalan-jalan Tuhan, kita perlu hikmat. Jika sukses sejati yang ingin kita raih maka kita butuh hikmat sejati. Kita seharusnya menjadikan hikmat sebagai pengejaran kita, milik kita yang paling berharga, sesuatu yang kita simpan & meteraikan di hati kita, yang kita jadikan penuntun sepanjang perjalanan hidup kita. Miliki & kumpulkanlah hikmat Tuhan. Dengan setiap hari belajar & merendahkan diri, meneliti & mengoreksi hidup kita di hadapan Tuhan. Kiranya yang paling berharga di dunia menjadi milik Anda! Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 6
Syalom. Amin... “Siapa berpegang pada perintah, memelihara nyawanya, tetapi siapa menghina firman, akan mati.” (Amsal 19:16). Terima kasih Ibu Siu, selamat beraktivitas, TUHAN memberkati. (Bp. Oktovianus – Nabire)


No comments:

Post a Comment