RICH FAMILY – POOR FAMILY
Ulangan 20:1, “Apabila
engkau keluar berperang melawan musuhmu, dan engkau melihat kuda dan kereta,
yakni tentara yang lebih banyak dari padamu, maka janganlah engkau takut
kepadanya, sebab TUHAN, Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah
Mesir, menyertai engkau.” Memang benar banyak tantangan diluar kemampuan
kita, tetapi tidak pernah diluar kemampuan Tuhan J. Peperangan adalah
milik Tuhan, tetapi KEMENANGAN TELAH diberikan pada kita J.
Berfokuslah pada KEMENANGAN maka kita akan kuat. “Tuhan itu Pahlawan
Perang; Tuhan, itulah nama-Nya” (Keluaran 15:3). Amin.
Respon 1
“Perbuatan kecil dengan senyuman terasa besar bagi penerimanya.” Xavier
Quentin Pranata.
Respon 2
SAAT TEDUH. Rabu, 24 Februari 2015. Bulir yang Berisi. Alat penampi
sudah di tangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan
mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi sekam itu akan dibakar-Nya
dalam api yang tidak terpadamkan (Matius 3:12). Alat penampi dalam perumpamaan
Yohanes Pembaptis ini berfungsi untuk memisahkan antara gandum dan jerami.
Bentuknya berupa sekop garpu. Gandum akan dilindasi oleh papan eretan sehingga
bulir-bulirnya lepas. Kemudian alat penampi digunakan untuk menyekop dan
melemparkan gandum ke udara berlawanan dengan arah angin. Jerami yang ringan
dan bulir gandum yang kosong akan terbang terbawa angin, sedangkan bulir gandum
yang berisi penuh akan jatuh ke lantai pengirikan. Yohanes Pembaptis
mengingatkan bahwa Allah akan memisahkan mana orang benar dan mana orang fasik;
mana yang beriman dan mana yang menolak untuk percaya; mana yang menyambut
keselamatan dari Tuhan dan mana yang merendahkannya. Seruan untuk bertobat
menjadi inti khotbah Yohanes Pembaptis. Ia mengundang orang banyak agar memberi
diri untuk diselamatkan. Mereka yang mendengarkan firman Allah dan
memercayainya sehingga tergerak untuk mengakui dosa dan berbalik kepada Allah,
mereka seperti gandum yang bernas-mereka menjadi anak Allah. Sebaliknya, mereka
yang mendengarkan firman itu, namun menolaknya dan menutupi dosa mereka, mereka
seperti gandum yang kosong dan kabur terbawa angin-mereka adalah anak Iblis.
Jika kita telah menerima keselamatan itu, marilah kita mengerjakannya dengan
mengandalkan pimpinan Roh Kudus yang menyertai kita dalam segala keadaan. Kita
juga berdoa bagi mereka yang belum percaya agar telinga mereka dibukakan untuk
menyambut kebenaran. FIRMAN TUHAN ITU SEPERTI ALAT PENAMPI: AKAN MEMISAHKAN
MANA ORANG BENAR DAN MANA ORANG FASIK. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
(Madam Ossy)
Respon 3
Ya amin! Setiap orang yang memiliki kerinduan untuk hidup dalam
anugerah harus memahami bahwa saat seseorang dengan sungguh-sungguh mencari
Tuhan untuk menerima anugerahNya, ia tidak akan dikecewakan! Tuhan akan selalu
mencurahkan anugerahNya kepada setiap orang yang meminta kepadaNya
(Ibrani4:16). Pertumbuhan anugerah yang akan kita nikmati adalah saat
menumbuhkan kehidupan rohani dalam hidup kita. Tidak ada satupun dari kita yang
menerima keselamatan anugerah karena perbuatan baik / keistimewaan yang kita
miliki, kita dipilih & diselamatkan karena anugerahNya Ia sudah memilih
kita sebelum dunia ini dijadikan (Ef 1:4-8). Amin. Jbu all J. (Tante Elisabeth
– Maumere)
Respon 4
Ulangan 20:1, “Apabila engkau keluar berperang melawan musuhmu, dan
engkau melihat kuda dan kereta, yakni tentara yang lebih banyak dari padamu,
maka janganlah engkau takut kepadanya, sebab TUHAN, Allahmu, yang telah
menuntun engkau keluar dari tanah Mesir, menyertai engkau.” Fokus pada
kemenangan, pegang janji TUHAN. Jangan tawar hati agar tidak menjadi lemah.
Jangan lupa kita anak-anak spesial, kita harus menyadari bahwa kita dianugerahi
kekuatan yang luar biasa yang tidak dimiliki oleh anak-anak dunia lainnya. Oleh
karena itu jangan sia-siakan anugrah TUHAN, jangan kita justru menjadi lemah
ketika berada di dalam medan peperangan. Sehingga kita akan mati sia-sia di
tangan musuh dan kita tidak mengijinkan kuasa TUHAN ikut bekerja di dalam
menolong kita menjadi seorang pemenang. Jadilah Pemenang!!!! Jbu. (Ibu Inggita
– PKS CL 4)
Respon 5
Terima kasih tanggapannya Bu Susanti. Juga buat renungan singkatnya
tiap hari… Tuhan memberkati ibu sekeluarga. Amin. (Bp. Peter – Worship Center
Surabaya)
Respon 6
Secara umum sebagian besar kehidupan kita sehari hari terdiri dari 2
kehidupan yaitu. Satu kehidupan nyata sehari-hari. Yang kedua adalah yang
terakhir ini jadi trend yaitu kehidupan di dunia maya, sosial media, digital
dan online sudah semakin menjadi budaya / gaya hidup sebagian masyarakat. Namun
Paulus mengajarkan kepada kita untuk hidup di dalam Kristus atau tinggal di
dalam Kristus. I Korintus 4:17 – Justru itulah sebabnya aku mengirimkan
kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan.
Ia akan memperingatkan kamu akan “HIDUP YANG KUTURUTI DALAM KRISTUS YESUS”,
seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat. II Timotius 1:1 – Dari
Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah untuk memberitakan janji
tentang “HIDUP DALAM KRISTUS YESUS”. Bahkan anjuran untuk TETAP TINGGAL Di
Dalam Dia. Kolose 2:6 – Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena
itu hendaklah “HIDUPMU TETAP DI DALAM DIA”. (Taswin Taruna – PT. Sayap Mas
Utama)
Respon 7
Ketika pengharapan tidak sesuai dengan kenyataan maka dengan gampang
orang akan kecewa. Tetapi pengharapan kepada Yesus TIDAK MENGECEWAKAN. (GNCC)
Respon 8
Ketidakadilan telah terjadi sepanjang peradaban manusia. Selalu ada
orang-orang yang memilih jalan-jalan jahat yang mendatangkan kemalangan besar
bagi orang-orang yang terkena akibatnya. Di usia dunia yang semakin mendekati
akhir, akan ada suatu masa yang gelap dimana orang-orang fasik merajalela &
orang-orang jujur ditindas habis-habisan. Dosa & kejahatan menjadi
kebanggaan, perbuatan-perbuatan keji, sadis, tak berbelas kasih dipertontonkan
dengan segala keangkuhan. Terhadap ketidakadilan yang menimpanya, orang
memberikan tanggapannya sendiri-sendiri. Sebagian tenggelam dalam kepahitan
& menjadi semakin anti sosial: tidak lagi percaya kepada orang lain &
membatasi kedekatan dengan banyak orang, hidup dalam ketertutupan. Yang lain
memilih untuk melakukan perlawanan terhadap ketidakadilan bahkan dengan
berbagai cara. Sebagian lagi berubah menjadi pribadi-pribadi yang sama dengan
yang memperlakukan mereka secara tidak adil -turut berlaku tidak adil &
menambah bilangan orang-orang fasik di muka bumi. Mazmur 12 ialah petunjuk
bagaimana kita harus bersikap terhadap orang-orang atau situasi dimana
orang-orang yang tulus sukar ditemukan, orang-orang saleh habis &
orang-orang yang setia telah lenyap. Berbeda dengan kebanyakan orang lain di
dunia, Daud sang penulis Mazmur 12 (yang sangat sering diperlakukan tidak adil)
membawa perkaranya kepada Tuhan (12:2). Ini tidak mudah. Lebih-lebih Daud kerap
punya kesempatan untuk turun tangan sendiri membalas orang-orang yang berlaku
jahat padanya. Kepada Tuhan yang berjanji & juga meneguhkan janji-Nya untuk
bangkit & membela orang-orang yang merindukan kelepasan atas penindasan,
Daud meletakkan segala pengharapannya (12:7-8). Adakah hari ini Anda difitnah,
direndahkan & diperlakukan tidak adil? Jangan bertindak sendiri sebab
takkan jadi lebih baik. Mengadulah. Mengaduhlah. Menangislah. Pada Yang
Berkuasa Melakukan Segalanya. Dia yang tumpuan takhta-Nya ialah keadilan &
hukum (Maz. 89:15;97:2) akan segera bertindak sesuai janji-Nya yang dapat
dipercaya -apapun cara yang dipilih-Nya! Nantikan & buktikan Dia Tuhan yang
bertindak bagi Anda. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment