Wednesday, 25 February 2015

25 Februari 2015



RICH FAMILY – POOR FAMILY




Ulangan 20:1, “Apabila engkau keluar berperang melawan musuhmu, dan engkau melihat kuda dan kereta, yakni tentara yang lebih banyak dari padamu, maka janganlah engkau takut kepadanya, sebab TUHAN, Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir, menyertai engkau.” Memang benar banyak tantangan diluar kemampuan kita, tetapi tidak pernah diluar kemampuan Tuhan J. Peperangan adalah milik Tuhan, tetapi KEMENANGAN TELAH diberikan pada kita J. Berfokuslah pada KEMENANGAN maka kita akan kuat. “Tuhan itu Pahlawan Perang; Tuhan, itulah nama-Nya” (Keluaran 15:3). Amin.

Respon 1
“Perbuatan kecil dengan senyuman terasa besar bagi penerimanya.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
SAAT TEDUH. Rabu, 24 Februari 2015. Bulir yang Berisi. Alat penampi sudah di tangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi sekam itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan (Matius 3:12). Alat penampi dalam perumpamaan Yohanes Pembaptis ini berfungsi untuk memisahkan antara gandum dan jerami. Bentuknya berupa sekop garpu. Gandum akan dilindasi oleh papan eretan sehingga bulir-bulirnya lepas. Kemudian alat penampi digunakan untuk menyekop dan melemparkan gandum ke udara berlawanan dengan arah angin. Jerami yang ringan dan bulir gandum yang kosong akan terbang terbawa angin, sedangkan bulir gandum yang berisi penuh akan jatuh ke lantai pengirikan. Yohanes Pembaptis mengingatkan bahwa Allah akan memisahkan mana orang benar dan mana orang fasik; mana yang beriman dan mana yang menolak untuk percaya; mana yang menyambut keselamatan dari Tuhan dan mana yang merendahkannya. Seruan untuk bertobat menjadi inti khotbah Yohanes Pembaptis. Ia mengundang orang banyak agar memberi diri untuk diselamatkan. Mereka yang mendengarkan firman Allah dan memercayainya sehingga tergerak untuk mengakui dosa dan berbalik kepada Allah, mereka seperti gandum yang bernas-mereka menjadi anak Allah. Sebaliknya, mereka yang mendengarkan firman itu, namun menolaknya dan menutupi dosa mereka, mereka seperti gandum yang kosong dan kabur terbawa angin-mereka adalah anak Iblis. Jika kita telah menerima keselamatan itu, marilah kita mengerjakannya dengan mengandalkan pimpinan Roh Kudus yang menyertai kita dalam segala keadaan. Kita juga berdoa bagi mereka yang belum percaya agar telinga mereka dibukakan untuk menyambut kebenaran. FIRMAN TUHAN ITU SEPERTI ALAT PENAMPI: AKAN MEMISAHKAN MANA ORANG BENAR DAN MANA ORANG FASIK. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
Ya amin! Setiap orang yang memiliki kerinduan untuk hidup dalam anugerah harus memahami bahwa saat seseorang dengan sungguh-sungguh mencari Tuhan untuk menerima anugerahNya, ia tidak akan dikecewakan! Tuhan akan selalu mencurahkan anugerahNya kepada setiap orang yang meminta kepadaNya (Ibrani4:16). Pertumbuhan anugerah yang akan kita nikmati adalah saat menumbuhkan kehidupan rohani dalam hidup kita. Tidak ada satupun dari kita yang menerima keselamatan anugerah karena perbuatan baik / keistimewaan yang kita miliki, kita dipilih & diselamatkan karena anugerahNya Ia sudah memilih kita sebelum dunia ini dijadikan (Ef 1:4-8). Amin. Jbu all J. (Tante Elisabeth – Maumere)

Respon 4
Ulangan 20:1, “Apabila engkau keluar berperang melawan musuhmu, dan engkau melihat kuda dan kereta, yakni tentara yang lebih banyak dari padamu, maka janganlah engkau takut kepadanya, sebab TUHAN, Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir, menyertai engkau.” Fokus pada kemenangan, pegang janji TUHAN. Jangan tawar hati agar tidak menjadi lemah. Jangan lupa kita anak-anak spesial, kita harus menyadari bahwa kita dianugerahi kekuatan yang luar biasa yang tidak dimiliki oleh anak-anak dunia lainnya. Oleh karena itu jangan sia-siakan anugrah TUHAN, jangan kita justru menjadi lemah ketika berada di dalam medan peperangan. Sehingga kita akan mati sia-sia di tangan musuh dan kita tidak mengijinkan kuasa TUHAN ikut bekerja di dalam menolong kita menjadi seorang pemenang. Jadilah Pemenang!!!! Jbu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 5
Terima kasih tanggapannya Bu Susanti. Juga buat renungan singkatnya tiap hari… Tuhan memberkati ibu sekeluarga. Amin. (Bp. Peter – Worship Center Surabaya)

Respon 6
Secara umum sebagian besar kehidupan kita sehari hari terdiri dari 2 kehidupan yaitu. Satu kehidupan nyata sehari-hari. Yang kedua adalah yang terakhir ini jadi trend yaitu kehidupan di dunia maya, sosial media, digital dan online sudah semakin menjadi budaya / gaya hidup sebagian masyarakat. Namun Paulus mengajarkan kepada kita untuk hidup di dalam Kristus atau tinggal di dalam Kristus. I Korintus 4:17 – Justru itulah sebabnya aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan. Ia akan memperingatkan kamu akan “HIDUP YANG KUTURUTI DALAM KRISTUS YESUS”, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat. II Timotius 1:1 – Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah untuk memberitakan janji tentang “HIDUP DALAM KRISTUS YESUS”. Bahkan anjuran untuk TETAP TINGGAL Di Dalam Dia. Kolose 2:6 – Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah “HIDUPMU TETAP DI DALAM DIA”. (Taswin Taruna – PT. Sayap Mas Utama)

Respon 7
Ketika pengharapan tidak sesuai dengan kenyataan maka dengan gampang orang akan kecewa. Tetapi pengharapan kepada Yesus TIDAK MENGECEWAKAN. (GNCC)

Respon 8
Ketidakadilan telah terjadi sepanjang peradaban manusia. Selalu ada orang-orang yang memilih jalan-jalan jahat yang mendatangkan kemalangan besar bagi orang-orang yang terkena akibatnya. Di usia dunia yang semakin mendekati akhir, akan ada suatu masa yang gelap dimana orang-orang fasik merajalela & orang-orang jujur ditindas habis-habisan. Dosa & kejahatan menjadi kebanggaan, perbuatan-perbuatan keji, sadis, tak berbelas kasih dipertontonkan dengan segala keangkuhan. Terhadap ketidakadilan yang menimpanya, orang memberikan tanggapannya sendiri-sendiri. Sebagian tenggelam dalam kepahitan & menjadi semakin anti sosial: tidak lagi percaya kepada orang lain & membatasi kedekatan dengan banyak orang, hidup dalam ketertutupan. Yang lain memilih untuk melakukan perlawanan terhadap ketidakadilan bahkan dengan berbagai cara. Sebagian lagi berubah menjadi pribadi-pribadi yang sama dengan yang memperlakukan mereka secara tidak adil -turut berlaku tidak adil & menambah bilangan orang-orang fasik di muka bumi. Mazmur 12 ialah petunjuk bagaimana kita harus bersikap terhadap orang-orang atau situasi dimana orang-orang yang tulus sukar ditemukan, orang-orang saleh habis & orang-orang yang setia telah lenyap. Berbeda dengan kebanyakan orang lain di dunia, Daud sang penulis Mazmur 12 (yang sangat sering diperlakukan tidak adil) membawa perkaranya kepada Tuhan (12:2). Ini tidak mudah. Lebih-lebih Daud kerap punya kesempatan untuk turun tangan sendiri membalas orang-orang yang berlaku jahat padanya. Kepada Tuhan yang berjanji & juga meneguhkan janji-Nya untuk bangkit & membela orang-orang yang merindukan kelepasan atas penindasan, Daud meletakkan segala pengharapannya (12:7-8). Adakah hari ini Anda difitnah, direndahkan & diperlakukan tidak adil? Jangan bertindak sendiri sebab takkan jadi lebih baik. Mengadulah. Mengaduhlah. Menangislah. Pada Yang Berkuasa Melakukan Segalanya. Dia yang tumpuan takhta-Nya ialah keadilan & hukum (Maz. 89:15;97:2) akan segera bertindak sesuai janji-Nya yang dapat dipercaya -apapun cara yang dipilih-Nya! Nantikan & buktikan Dia Tuhan yang bertindak bagi Anda. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)


No comments:

Post a Comment