Friday, 6 February 2015

6 Februari 2015




RICH FAMILY – POOR FAMILY


Ketika KASIH Kristus ada dalam hati & hidup kita, maka bukan lagi ego kita yang bekerja tetapi karya Roh Kudus-lah yang akan berkarya didalam HATI kita J. Seperti juga kisah Abisai & kedua temannya berani menerobos perkema-han tentara Filistin untuk mendapatkan “AIR” yang ingin diminum oleh Raja Daud (2 Sam 23:13-17). Menggambarkan bagaimana ketiganya sangat MENGASIHI Rajanya / Daud. Bagaimana dengan kita? Adakah kita memiliki KASIH yang sedemikian BESAR kepada orang-orang di sekitar kita? Kepada pemimpin kita? Rekan sekerja? Keluarga & teman-teman? Apakah kita mengasihi dengan tulus? Atau ada motivasi yang lain? Biarlah KASIH yang kita BERIKAN kepada sesama adalah KASIH yang mencerminkan KASIH yang kita TERIMA dari Kristus J. Amin.

Respon 1
“Bersama Tuhan kemampuan yang sedikit bisa membuat kita melejit.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
SAAT TEDUH. Jumat, 6 Februari 2015. Melihat Kulit Luar. Lalu Boas mengambil Rut dan perempuan itu menjadi isterinya dan dihampirinyalah dia. Maka atas karunia TUHAN perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki (Rut 4:13). Ketika ia berusia 7 tahun, keluarganya diusir dari rumah karena masalah hukum. Pada usia 9 tahun, ibunya meninggal. Ia kehilangan pekerjaan yang sangat dibutuhkan pada usia 22 tahun. Empat tahun kemudian, ia terjerat utang besar karena bermitra dengan orang yang salah. Pada umur 41 tahun, pernikahannya berantakan, bahkan anak laki-lakinya yang masih kecil meninggal. Ketika usianya memasuki hampir setengah abad, ia mencalonkan diri sebagai anggota senat untuk kesekian kalinya, dan lagi-lagi gagal. Tetapi, pada akhirnya, Amerika Serikat mengangkatnya menjadi Presiden. Ia tidak lain adalah Abraham Lincoln. Kebanyakan orang hanya melihat lapisan luar. Mereka kagum atau bahkan iri akan kesuksesan seseorang. Dan jarang melacak proses menuju puncak itu. Air mata. Perlakuan tidak adil. Kesepian. Rasa sakit. Hal itu tidak diperhitungkan. Apakah kita menganggap Rut sebagai perempuan paling beruntung sedunia karena dinikahi Boas, seorang pengusaha kaya raya? Mungkin kita berpikir, “Alangkah bahagianya dia, seorang janda namun dipinang oleh perjaka. Rut pasti senang bukan main, hidupnya yang kekurangan berubah jadi berkelimpahan.” Kita lupa dengan kesetiaannya mengikut Naomi. Kita tidak memperhatikan keuletannya dalam bertahan hidup. Kita tidak menghitung berapa banyak air mata yang berlelehan. Hari ini kalau kita melihat keberhasilan seseorang, jangan buru-buru cemburu. Lihatlah lebih dalam. Perhatikan dengan saksama. Belajarlah dari proses yang dialaminya. JIKA RUMPUT DI HALAMAN TETANGGA KITA TERLIHAT LEBIH HIJAU, PASTILAH BIAYA PERAWATANNYA LEBIH BESAR. Selamat pagi... Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
Aku mengutip dari kata-kata seseorang. Dia bilang, “Bahasa Indonesia itu bagus banget, setelah kita menerima sesuatu kita pasti bilang terima kasih, habis terima terus kasih/beri.” Kasih selalu identik dengan memberi. Kalo kita mengasihi seseorang kita pasti pengen memberi sesuatu buat orang itu. Dikomsel kita saja contohnya... Kalau ada yang lagi bepergian, pasti ingat saudara-saudaranya yang di komsel dan pengen memberi oleh-oleh, karena mengasihi. Dan kasih juga berbicara loyalitas seperti yang dilakukan Abisai, dia rela mati untuk rajanya. Seperti kasih Tuhan kepada kita yang sampai rela mati dikayu salib buat kita semua. Kalau kita sudah menikmati kasih dari Tuhan yang benar-benar mengagumkan, kita pasti juga bisa memberi kasih kepada orang lain (keluarga, teman, dll). 2 Sam 23:13-17. (Ibu Rita – PKS CL 8)

Respon 4
Ef 1:19 dan betapa hebat kuasa-NYA bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-NYA! Kehebatan kuasa ROH KUDUS pasti kita alami. Percayai kehebatan-NYA.! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 5
Jumat, 6 Februari 2015. Bacaan: Roma 3:1-8. Setahun: Imamat 14-15. Nats: Tidak adilkah Allah-aku berkata sebagai manusia-jika Ia menampakkan murka-Nya? Sekali-kali tidak! Andaikata demikian, bagaimanakah Allah dapat menghakimi dunia? (Roma 3:5-6) KESETIAAN ALLAH. Seorang anak SD sengaja tidak mengerjakan tugas dari gurunya. Ia hanya tersenyum melihat teman-temannya berusaha keras mengerjakan tugas itu. Ia merasa yakin sang guru tidak akan memarahinya. Kenapa? Ternyata guru itu ayahnya sendiri. Namun, perkiraannya meleset. Sang guru tetap menghukumnya. Meskipun berdosa, orang Yahudi tetap memiliki kelebihan. Bukan pada diri mereka, melainkan pada panggilan Allah yang memercayakan firman-Nya kepada mereka supaya mereka bisa menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain (ay. 2). Lalu, apa jadinya jika bangsa pilihan Allah itu gagal dalam melakukan kehendak Allah? Apakah berpengaruh terhadap kasih dan kesetiaan Allah? Ternyata tidak (ay. 3-4). Kegagalan manusia semakin menegaskan kesetiaan Allah. Semakin besar kesalahan manusia, semakin besar pula pengampunan yang Dia berikan. Allah memang setia. Bahkan kesetiaan-Nya mengatasi keberdosaan kita. Tetapi, bukan berarti manusia bisa berlaku seenaknya, bahkan menyepelekan kasih Allah dan hidup cemar (ay. 8). Allah bertindak adil, maka Dia pasti menghukum manusia yang berdosa. Tetapi, jika Allah menghukum manusia, di manakah letak kasih-Nya? Karena itulah, Allah mengutus Putra Tunggal-Nya, yaitu Yesus Kristus, untuk menggantikan manusia menerima hukuman. Yesus adalah kurban bagi dosa kita. Yesus adalah wujud keadilan Allah yang menghukum dosa dan menyatakan kasih. Itulah mengapa keselamatan kita hanya ada di dalam Yesus Kristus. Di luar Dia, kita harus menanggung hukuman kita sendiri. --Endang Lestari. ALLAH ITU BENAR DAN ADIL. DIA MENGHUKUM YANG BERDOSA DAN MENYELAMATKAN ORANG YANG PERCAYA AKAN PENEBUSAN-NYA. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 6
2 Sam 23:13-17. Kita belajar dari Abisai yang mengasihi Daud dengan tulus. Kita adalah anak-anak ALLAH, ALLAH adalah kasih, setiap kita yang berasal dari ALLAH, lahir dari ALLAH dan mengenal ALLAH akan saling mengasihi (1 Yoh 4:7). Ybu. (Ibu Inggita – PKS CL 8)

Respon 7
1 Korintus 13:11, “ketika saya masih kanak-kanak, saya berkata-kata dan berpikir seperti kanak-kanak. Tetapi sesudah menjadi dewasa, pikiran saya berkembang melampaui masa kanak-kanak saya dan sekarang segala hal yang kekanak-kanakan sudah saya tinggalkan.” (FAYH) Kita bisa menjadi dewasa dalam Kristus ketika kita mempraktekan karakter kasih didalam kehidupan kita. Sebab hanya kasih yang bisa mendewasakan hubungan. Maka dari itu hiduplah dalam kasih. (GNCC)

Respon 8
Ada satu karakter buruk yang melekat dalam jiwa manusia, yang cukup aneh jika dipikirkan. Acapkali ditemui bahwa terhadap orang lain yang memperlakukan dirinya dengan sabar & ramah, manusia cenderung semakin seenaknya -yang diperibahasakan dengan “diberi hati lalu minta jantung”. Pada sisi lain, saat bertemu dengan orang-orang yang keras & suka menindas, faktanya orang menjadi lebih penurut & segan. Jadi, kelonggaran yang diberikan sering disalahartikan, disalahgunakan bahkan dimanfaatkan bertindak makin ceroboh; tapi tekanan yang kuat justru menyebabkan rasa takut & tunduk. Sikap sedemikian akan mempersulit hidup kita sendiri di hadapan Tuhan. Dalam 2 Pet. 3:9 tertulis bahwa kesabaran Tuhan (yang belum datang kedua kali & menghukum dunia selamanya) ialah karena Dia masih sabar pada manusia & memberikan manusia kesempatan untuk bertobat. Sayangnya, kasih karunia ini justru diperolok dengan menganggap Tuhan lupa & lalai menepati janji kedatangan-Nya yang kedua. Manusia pun makin gila dalam berbuat dosa bahkan menghujat Tuhan. Tidak demikian dengan Paulus. Bacalah 1 Tim. 1:12-17. Ia merasakan belas kasihan Tuhan (ayat 13,16), menjadi orang yang sadar bahwa dirinya dilimpahi kasih karunia (14) serta seluruh kesabaran Tuhan (16). Kesadaran akan kebaikan & kemurahan Tuhan dalam hidupnya akhirnya ia pandang sebagai jalan untuk pertobatan (15), hidup penuh syukur (12), mengabdi & melayani Tuhan (12b), menjadi teladan bagi banyak orang (16). Hari ini, buka pikiran Anda & sadarilah: setiap tarikan nafas Anda adalah bukti dari kasih & kesabaran Tuhan. Dan ketika Ia sabar kepada Anda, apakah yang Anda lakukan sebagai respon bagi kesabaran Tuhan itu? Apakah menjadi sinis & berpikir bahwa Tuhan hanya imajinasi manusia lemah semata? Atau Anda ingat kepada pencipta Anda & datang mohon pemulihan bagi hidup Anda? Apakah kesabaran-Nya, menjadikan Anda makin bebas berbuat dosa? Atau justru membuat Anda mempersembahkan hidup yang singkat ini bagi kemuliaan-Nya? Tuhan menunggu respon Anda. Salam revival! GBU (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment