RICH FAMILY – POOR FAMILY
Ketika KASIH Kristus ada dalam hati & hidup kita, maka bukan lagi ego kita yang bekerja tetapi karya Roh Kudus-lah yang akan berkarya didalam HATI kita J. Seperti juga kisah Abisai & kedua temannya berani menerobos perkema-han tentara Filistin untuk mendapatkan “AIR” yang ingin diminum oleh Raja Daud (2 Sam 23:13-17). Menggambarkan bagaimana ketiganya sangat MENGASIHI Rajanya / Daud. Bagaimana dengan kita? Adakah kita memiliki KASIH yang sedemikian BESAR kepada orang-orang di sekitar kita? Kepada pemimpin kita? Rekan sekerja? Keluarga & teman-teman? Apakah kita mengasihi dengan tulus? Atau ada motivasi yang lain? Biarlah KASIH yang kita BERIKAN kepada sesama adalah KASIH yang mencerminkan KASIH yang kita TERIMA dari Kristus J. Amin.
Respon 1
“Bersama Tuhan
kemampuan yang sedikit bisa membuat kita melejit.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
SAAT TEDUH. Jumat,
6 Februari 2015. Melihat Kulit Luar. Lalu Boas mengambil Rut dan perempuan itu
menjadi isterinya dan dihampirinyalah dia. Maka atas karunia TUHAN perempuan
itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki (Rut 4:13). Ketika ia
berusia 7 tahun, keluarganya diusir dari rumah karena masalah hukum. Pada usia
9 tahun, ibunya meninggal. Ia kehilangan pekerjaan yang sangat dibutuhkan pada
usia 22 tahun. Empat tahun kemudian, ia terjerat utang besar karena bermitra
dengan orang yang salah. Pada umur 41 tahun, pernikahannya berantakan, bahkan
anak laki-lakinya yang masih kecil meninggal. Ketika usianya memasuki hampir
setengah abad, ia mencalonkan diri sebagai anggota senat untuk kesekian
kalinya, dan lagi-lagi gagal. Tetapi, pada akhirnya, Amerika Serikat
mengangkatnya menjadi Presiden. Ia tidak lain adalah Abraham Lincoln.
Kebanyakan orang hanya melihat lapisan luar. Mereka kagum atau bahkan iri akan
kesuksesan seseorang. Dan jarang melacak proses menuju puncak itu. Air mata. Perlakuan
tidak adil. Kesepian. Rasa sakit. Hal itu tidak diperhitungkan. Apakah kita
menganggap Rut sebagai perempuan paling beruntung sedunia karena dinikahi Boas,
seorang pengusaha kaya raya? Mungkin kita berpikir, “Alangkah bahagianya dia,
seorang janda namun dipinang oleh perjaka. Rut pasti senang bukan main,
hidupnya yang kekurangan berubah jadi berkelimpahan.” Kita lupa dengan
kesetiaannya mengikut Naomi. Kita tidak memperhatikan keuletannya dalam
bertahan hidup. Kita tidak menghitung berapa banyak air mata yang berlelehan.
Hari ini kalau kita melihat keberhasilan seseorang, jangan buru-buru cemburu.
Lihatlah lebih dalam. Perhatikan dengan saksama. Belajarlah dari proses yang
dialaminya. JIKA RUMPUT DI HALAMAN TETANGGA KITA TERLIHAT LEBIH HIJAU, PASTILAH
BIAYA PERAWATANNYA LEBIH BESAR. Selamat pagi... Tuhan Yesus memberkati. (Madam
Ossy)
Respon 3
Aku mengutip dari
kata-kata seseorang. Dia bilang, “Bahasa Indonesia itu bagus banget, setelah
kita menerima sesuatu kita pasti bilang terima kasih, habis terima terus
kasih/beri.” Kasih selalu identik dengan memberi. Kalo kita mengasihi seseorang
kita pasti pengen memberi sesuatu buat orang itu. Dikomsel kita saja
contohnya... Kalau ada yang lagi bepergian, pasti ingat saudara-saudaranya yang
di komsel dan pengen memberi oleh-oleh, karena mengasihi. Dan kasih juga
berbicara loyalitas seperti yang dilakukan Abisai, dia rela mati untuk rajanya.
Seperti kasih Tuhan kepada kita yang sampai rela mati dikayu salib buat kita
semua. Kalau kita sudah menikmati kasih dari Tuhan yang benar-benar
mengagumkan, kita pasti juga bisa memberi kasih kepada orang lain (keluarga,
teman, dll). 2 Sam 23:13-17. (Ibu Rita – PKS CL 8)
Respon 4
Ef 1:19 dan betapa
hebat kuasa-NYA bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-NYA! Kehebatan
kuasa ROH KUDUS pasti kita alami. Percayai kehebatan-NYA.! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 5
Jumat, 6 Februari
2015. Bacaan: Roma 3:1-8. Setahun: Imamat 14-15. Nats: Tidak adilkah Allah-aku
berkata sebagai manusia-jika Ia menampakkan murka-Nya? Sekali-kali tidak!
Andaikata demikian, bagaimanakah Allah dapat menghakimi dunia? (Roma 3:5-6)
KESETIAAN ALLAH. Seorang anak SD sengaja tidak mengerjakan tugas dari gurunya.
Ia hanya tersenyum melihat teman-temannya berusaha keras mengerjakan tugas itu.
Ia merasa yakin sang guru tidak akan memarahinya. Kenapa? Ternyata guru itu
ayahnya sendiri. Namun, perkiraannya meleset. Sang guru tetap menghukumnya.
Meskipun berdosa, orang Yahudi tetap memiliki kelebihan. Bukan pada diri
mereka, melainkan pada panggilan Allah yang memercayakan firman-Nya kepada
mereka supaya mereka bisa menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain (ay. 2). Lalu,
apa jadinya jika bangsa pilihan Allah itu gagal dalam melakukan kehendak Allah?
Apakah berpengaruh terhadap kasih dan kesetiaan Allah? Ternyata tidak (ay.
3-4). Kegagalan manusia semakin menegaskan kesetiaan Allah. Semakin besar
kesalahan manusia, semakin besar pula pengampunan yang Dia berikan. Allah
memang setia. Bahkan kesetiaan-Nya mengatasi keberdosaan kita. Tetapi, bukan berarti
manusia bisa berlaku seenaknya, bahkan menyepelekan kasih Allah dan hidup cemar
(ay. 8). Allah bertindak adil, maka Dia pasti menghukum manusia yang berdosa.
Tetapi, jika Allah menghukum manusia, di manakah letak kasih-Nya? Karena
itulah, Allah mengutus Putra Tunggal-Nya, yaitu Yesus Kristus, untuk
menggantikan manusia menerima hukuman. Yesus adalah kurban bagi dosa kita.
Yesus adalah wujud keadilan Allah yang menghukum dosa dan menyatakan kasih.
Itulah mengapa keselamatan kita hanya ada di dalam Yesus Kristus. Di luar Dia,
kita harus menanggung hukuman kita sendiri. --Endang Lestari. ALLAH ITU BENAR
DAN ADIL. DIA MENGHUKUM YANG BERDOSA DAN MENYELAMATKAN ORANG YANG PERCAYA AKAN
PENEBUSAN-NYA. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 6
2 Sam 23:13-17.
Kita belajar dari Abisai yang mengasihi Daud dengan tulus. Kita adalah
anak-anak ALLAH, ALLAH adalah kasih, setiap kita yang berasal dari ALLAH, lahir
dari ALLAH dan mengenal ALLAH akan saling mengasihi (1 Yoh 4:7). Ybu. (Ibu
Inggita – PKS CL 8)
Respon 7
1 Korintus 13:11,
“ketika saya masih kanak-kanak, saya berkata-kata dan berpikir seperti
kanak-kanak. Tetapi sesudah menjadi dewasa, pikiran saya berkembang melampaui
masa kanak-kanak saya dan sekarang segala hal yang kekanak-kanakan sudah saya
tinggalkan.” (FAYH) Kita bisa menjadi dewasa dalam Kristus ketika kita
mempraktekan karakter kasih didalam kehidupan kita. Sebab hanya kasih yang bisa
mendewasakan hubungan. Maka dari itu hiduplah dalam kasih. (GNCC)
Respon 8
Ada satu karakter
buruk yang melekat dalam jiwa manusia, yang cukup aneh jika dipikirkan.
Acapkali ditemui bahwa terhadap orang lain yang memperlakukan dirinya dengan
sabar & ramah, manusia cenderung semakin seenaknya -yang diperibahasakan
dengan “diberi hati lalu minta jantung”. Pada sisi lain, saat bertemu dengan
orang-orang yang keras & suka menindas, faktanya orang menjadi lebih
penurut & segan. Jadi, kelonggaran yang diberikan sering disalahartikan,
disalahgunakan bahkan dimanfaatkan bertindak makin ceroboh; tapi tekanan yang
kuat justru menyebabkan rasa takut & tunduk. Sikap sedemikian akan
mempersulit hidup kita sendiri di hadapan Tuhan. Dalam 2 Pet. 3:9 tertulis
bahwa kesabaran Tuhan (yang belum datang kedua kali & menghukum dunia
selamanya) ialah karena Dia masih sabar pada manusia & memberikan manusia
kesempatan untuk bertobat. Sayangnya, kasih karunia ini justru diperolok dengan
menganggap Tuhan lupa & lalai menepati janji kedatangan-Nya yang kedua.
Manusia pun makin gila dalam berbuat dosa bahkan menghujat Tuhan. Tidak
demikian dengan Paulus. Bacalah 1 Tim. 1:12-17. Ia merasakan belas kasihan
Tuhan (ayat 13,16), menjadi orang yang sadar bahwa dirinya dilimpahi kasih
karunia (14) serta seluruh kesabaran Tuhan (16). Kesadaran akan kebaikan &
kemurahan Tuhan dalam hidupnya akhirnya ia pandang sebagai jalan untuk
pertobatan (15), hidup penuh syukur (12), mengabdi & melayani Tuhan (12b),
menjadi teladan bagi banyak orang (16). Hari ini, buka pikiran Anda &
sadarilah: setiap tarikan nafas Anda adalah bukti dari kasih & kesabaran
Tuhan. Dan ketika Ia sabar kepada Anda, apakah yang Anda lakukan sebagai respon
bagi kesabaran Tuhan itu? Apakah menjadi sinis & berpikir bahwa Tuhan hanya
imajinasi manusia lemah semata? Atau Anda ingat kepada pencipta Anda &
datang mohon pemulihan bagi hidup Anda? Apakah kesabaran-Nya, menjadikan Anda
makin bebas berbuat dosa? Atau justru membuat Anda mempersembahkan hidup yang
singkat ini bagi kemuliaan-Nya? Tuhan menunggu respon Anda. Salam revival! GBU
(Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment