Thursday, 12 February 2015

12 Februari 2015



RICH FAMILY – POOR FAMILY




Ayub 23:11-13, “Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang. Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya. Tetapi Ia tidak pernah berubah-- siapa dapat menghalangi Dia? Apa yang dikehendaki-Nya, dilaksanakan-Nya juga.” Apa yang menjadi komitmen Ayub dalam mengikut Tuhan? Yaitu: Ayub tetap mengikut jalan Tuhan dengan SETIA & TIDAK MENYIMPANG (Ayub 23:11-12). Bagaimana dengan kita? Apakah kita tetap SETIA didalam mengiring Tuhan?? Seperti Ayub sekalipun mengalami masa-masa yang terkelam didalam hidupnya? Percayalah KASIH SETIA Tuhan itu TIDAK BERUBAH untuk SELAMA-LAMANya (Ayub 23:13) & KESETIAAN-Nya TETAP TURUN TEMURUN (Mazmur 100:5). Amin. TETAP SETIA,TETAP BERGAIRAH dalam mengiring Tuhan, amin.

Respon 1
Ayub 23:11-13 contoh dari Ayub yang tetap setia. Dimasa kelimpahan setia, dimasa kesusahan tetap setia. Rahasia Ayub bisa seperti itu adalah kedekatannya dengan Tuhannya. Ayub bilang “kakiku mengikuti jejakNya, aku menuruti jalannya dan tidak menyimpang. Perintah dari bibirNya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulutNya (Ayub 23:11-12). Teladani sikap Ayub ini maka kitapun bisa setia walau musim dihidup kita selalu berganti. Semangat pagi...!!!! (Ibu Rita – PKS CL 8)

Respon 2
“Cinta sejati tidak mencurigai apalagi menyakiti.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
Prinsip Hari-Hari Terakhir: Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri… (2Tim 3:1-2). Di berbagai belahan bumi lain pun kita kerap diperhadapkan pada sikap acuh tak acuh yang memilukan. Firman Tuhan sudah mengingatkan kita akan datangnya masa-masa seperti ini. Masa ketika manusia lebih mencintai dirinya sendiri & ketika kasih manusia terhadap sesamanya semakin dingin. Banyak orang semakin menggebu-gebu mengejar kesuksesan & ambisi pribadinya sehingga akhirnya menjadi hamba uang. Hanya keuntungan materiil yang diperhitungkan, termasuk dalam berhubungan dengan sesama. Tidak sedikit pula yang rajin beribadah, namun mengingkari kekuatan ibadah itu sendiri karena mereka tidak menjadi pelaku firman. Kondisi itu semakin hari akan semakin intensif belaka. Namun, orang percaya semestinya tidak terhanyut oleh kecenderungan tersebut. Tuhan menghendaki umat-Nya hidup dengan sikap yang berbeda dari dunia. Kita adalah tubuh-Nya di dunia ini, yang berperan untuk menyatakan kasih kepedulian-Nya kepada orang-orang di sekitar kita, khususnya mereka yang telantar & tersisih. Dunia dapat merasakan kasih Allah yang tidak kelihatan melalui karya & pelayanan gereja-Nya yang kelihatan. (Ibu Caroline - Bandung)

Respon 4
SAAT TEDUH. Kamis, 12 Februari 2015. Belum Pernah Dilihat. Orang itu pun bangun, segera mengangkat tikarnya dan pergi ke luar dari hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya, ‘Yang begini belum pernah kita lihat.’ (Markus 2:12). Bob Sadino adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Masa kejayaannya dimulai ketika seorang teman menyarankannya memelihara dan berbisnis telur ayam negeri. Ketika itu, ayam kampung masih mendominasi pasar. Ia menjadi orang pertama yang memperkenalkan ayam negeri dan telurnya ke Indonesia. Selain itu, ia juga orang pertama yang menggunakan perladangan sayur sistem hidroponik di negeri ini. Suatu ketika, Yesus tengah berkhotbah di sebuah rumah. Sementara Dia menyampaikan firman, ada empat orang terpaksa menurunkan seseorang yang lumpuh dari atap rumah tepat di atas Yesus. Rumah itu sudah penuh sesak. Lalu Yesus berkata kepada orang lumpuh itu, “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Orang itu pun segera bangkit. Melihat hal itu, orang-orang takjub dan berkata, “Yang begini belum pernah kita lihat.” Keseluruhan kejadian itu--menggotong orang sakit melalui atap dan penyembuhan orang sakit melalui pengampunan dosa--belum pernah dilihat orang-orang itu. Para ahli Taurat menganggap Yesus menghujat Allah, namun orang banyak merasa kagum dan memuliakan Allah. Tuhan Yesus telah membuka jalan yang baru kepada Allah dan menyediakan pengampunan dosa bagi kita. Dalam mengungkapkan iman kita kepada-Nya, kita memiliki peluang untuk mencoba hal-hal yang baru, tidak takut melangkah, dan menjadi pionir. Meskipun mungkin gagal, Tuhan menghargai langkah iman kita. Bisa juga, langkah iman kita membuat orang memuliakan Tuhan. IMAN ADALAH PERCAYA PADA APA YANG TIDAK ANDA LIHAT; BUAH DARI IMAN ADALAH MELIHAT APA YANG ANDA PERCAYAI. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 5
Biarlah yang bernafas memuji Tuhan. Yakobus 3:9-11, “Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, TIDAK BOLEH demikian terjadi. Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?” (GNCC)

Respon 6
Miliki dasar pengenalan yang benar akan Yesus Kristus, karena dengan pengenalan yang benar akan Kristus akan membuat hidup kita terbangun dan terpola akan karakter Kristus. Terus paksa diri untuk selaras dengan kebenaran Tuhan setiap hari. Selamat beraktivitas. Gbu. (Bryan – PT. Wings Surya, Maumere)

Respon 7
Ul 28:12, jangan kita kaget kalau TUHAN mulai membuka perbendaharaan-NYA, untuk memberkati segala pekerjaan kita. Pasti kita diberkati! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 8
Ya amin! Menjadi pribadi membawa pemerintahan surga yaitu: Tuhan memanggil dan membawa kita pada dimensi yang baru, yakni hidup dalam kerajaanNya. Bertobatlah sebab kerajaan sorga sudah dekat (Mat.3:1-2). Pertama-tama Tuhan akan membawa kita masuk pada dimensi “bertobatlah” sebelum kita hidup dalam kerajaanNya. Di area ini tidak lagi menjadi pertanyaan dosa atau tidak dosa waktu kita berbuat jahat di mata Tuhan. Seorang pemimpin tokoh agama Yahudi Nikodemus datang kepada Yesus dan Yesus berkata kepadanya “jika seorang tidak dilahirkan kembali, Ia tidak dapat melihat kerajaan Allah” (Yohanes 3:1-3). Level dalam kerajaan Allah: Waktu kita bertobat, lahir baru, maka kita dapat melihat kerajaan Allah-see the Kingdom (Yoh 3:1-3). Kerajaan Allah bukan soal makan dan minum tapi damai sejahtera dan sukacita oleh Roh kudus (Roma14:17). Amin. Selamat pagi, semua bersyukur dan bersukacitalah dalam Tuhan. Jbu. (Tante Elisabeth, 76 Tahun – Maumere)

Respon 9
Ayub 23:11-12, “Kakiku tetap mengikuti jejakNya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang. Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulutNya.” Ayub tetap bersyukur,tetap komitment mengikuti jalanNYA TUHAN walaupun ia mengalami hal-hal buruk yang berlawanan dengan sebelumnya karena dia tahu TUHAN yang memberi dan TUHAN yang mengambil semuanya, tetapi Ayub tetap percaya bahwa jalan TUHAN adalah jalan terbaik untuknya dan ia harus tetap setia mengikutiNYA. Amin. JalanNYA adalah jalan yang terbaik untuk kita semua. (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 10
Ai Siu Siang... Terima kasih banyak... CD dan buku tentang BBM Bible Message-nya sudah Ivan terima 2 lembar. Ivan banyak-banyak terima kasih Ai... J. Iya... Mudah-mudahan menjadi berkat dan membawa damai buat pegawaiku dan tamu di tempat makan Ivan Ai... Terima kasih banyak. Baru dengar ini Ivan grup rohani dari Surabaya itu. (Ivan – Dapur Inovasi, Nusa Dua Bali)

Respon 11
Dalam penglihatan waktu malam, Salomo menangkap dengan jelas perkataan TUHAN, berkenaan dengan bait suci yang dibangunnya, “telah Kudengar doamu dan telah Kupilih tempat ini bagi-Ku sebagai rumah persembahan” dan lagi, “sekarang telah Kupilih dan Kukuduskan rumah ini, supaya nama-Ku tinggal di situ untuk selama-lamanya, maka mata-Ku dan hati-Ku akan ada di situ sepanjang masa.”~2 Taw. 7:12,16. Bait Salomo telah dipilih Tuhan sebagai tempat keintiman Tuhan bersama umat-Nya. Di masa Perjanjian Baru, Tuhan memilih bait yang lain. Bukan berupa bangunan berarsitektur klasik nan indah atau gedung megah dengan berbagai fasilitas. Bait yang dipilihnya adalah tubuh kita: “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?”~ 1Kor. 3:16; 6:19. Lebih luas lagi, dalam Efesus 2:21-22 setiap orang percaya diibaratkan serupa bangunan yang terus tumbuh & rapi tersusun menjadi suatu bait Allah yang kudus, suatu tempat kediaman bagi Allah -yang merupakan gambaran dari gereja Tuhan, satu kumpulan besar orang-orang percaya. Kesimpulannya, Tuhan memilih keberadaan kita baik secara individu maupun secara korporat menjadi wadah untuk Dia mendekat & menyatakan diri-Nya. Pemahaman ini membawa kita pada suatu titik kesadaran. Seperti halnya doa-doa dari bait Salomo diperhatikan oleh Tuhan maka Tuhan pun mendengar doa-doa dari bait-Nya yang sekarang ini yaitu kita, gereja-Nya. Sama seperti Tuhan menantikan sikap merendahkan diri, mencari wajah Tuhan, & bertobat dari hal-hal yang jahat di bait Salomo; Dia menunggu sikap yang sama dari kita -demi pemulihan hidup kita pribadi maupun bangsa ini. Jadi hati & hidup kita, pertobatan kita, sikap kita pada Tuhan & doa-doa kita berarti bagi Tuhan. Melalui semuanya, Dia ingin menyalurkan berkat & pemulihan, bahkan atas negeri kita. Pemulihan bukan dari apa yang di luar kita. Pemulihan dikerjakan Tuhan dari & melalui kita. Tuhan mau kita dipulihkan, lalu menjadi alat pemulihan-Nya. Maukah Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment