RICH FAMILY – POOR FAMILY
Ayub 23:11-13, “Kakiku
tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang.
Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan
mulut-Nya. Tetapi Ia tidak pernah berubah-- siapa dapat menghalangi Dia? Apa
yang dikehendaki-Nya, dilaksanakan-Nya juga.” Apa yang menjadi komitmen
Ayub dalam mengikut Tuhan? Yaitu: Ayub tetap mengikut jalan Tuhan dengan SETIA
& TIDAK MENYIMPANG (Ayub 23:11-12). Bagaimana dengan kita? Apakah kita
tetap SETIA didalam mengiring Tuhan?? Seperti Ayub sekalipun mengalami
masa-masa yang terkelam didalam hidupnya? Percayalah KASIH SETIA Tuhan itu
TIDAK BERUBAH untuk SELAMA-LAMANya (Ayub 23:13) & KESETIAAN-Nya TETAP TURUN
TEMURUN (Mazmur 100:5). Amin. TETAP SETIA,TETAP BERGAIRAH dalam mengiring
Tuhan, amin.
Respon 1
Ayub 23:11-13
contoh dari Ayub yang tetap setia. Dimasa kelimpahan setia, dimasa kesusahan
tetap setia. Rahasia Ayub bisa seperti itu adalah kedekatannya dengan Tuhannya.
Ayub bilang “kakiku mengikuti jejakNya, aku menuruti jalannya dan tidak
menyimpang. Perintah dari bibirNya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan
ucapan mulutNya (Ayub 23:11-12). Teladani sikap Ayub ini maka kitapun bisa
setia walau musim dihidup kita selalu berganti. Semangat pagi...!!!! (Ibu Rita
– PKS CL 8)
Respon 2
“Cinta sejati tidak
mencurigai apalagi menyakiti.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
Prinsip Hari-Hari
Terakhir: Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
Manusia akan mencintai dirinya sendiri… (2Tim 3:1-2). Di berbagai belahan bumi
lain pun kita kerap diperhadapkan pada sikap acuh tak acuh yang memilukan.
Firman Tuhan sudah mengingatkan kita akan datangnya masa-masa seperti ini. Masa
ketika manusia lebih mencintai dirinya sendiri & ketika kasih manusia
terhadap sesamanya semakin dingin. Banyak orang semakin menggebu-gebu mengejar
kesuksesan & ambisi pribadinya sehingga akhirnya menjadi hamba uang. Hanya
keuntungan materiil yang diperhitungkan, termasuk dalam berhubungan dengan
sesama. Tidak sedikit pula yang rajin beribadah, namun mengingkari kekuatan
ibadah itu sendiri karena mereka tidak menjadi pelaku firman. Kondisi itu
semakin hari akan semakin intensif belaka. Namun, orang percaya semestinya
tidak terhanyut oleh kecenderungan tersebut. Tuhan menghendaki umat-Nya hidup
dengan sikap yang berbeda dari dunia. Kita adalah tubuh-Nya di dunia ini, yang
berperan untuk menyatakan kasih kepedulian-Nya kepada orang-orang di sekitar
kita, khususnya mereka yang telantar & tersisih. Dunia dapat merasakan
kasih Allah yang tidak kelihatan melalui karya & pelayanan gereja-Nya yang
kelihatan. (Ibu Caroline - Bandung)
Respon 4
SAAT TEDUH. Kamis,
12 Februari 2015. Belum Pernah Dilihat. Orang itu pun bangun, segera mengangkat
tikarnya dan pergi ke luar dari hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua
takjub lalu memuliakan Allah, katanya, ‘Yang begini belum pernah kita lihat.’
(Markus 2:12). Bob Sadino adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan
Kemchick. Masa kejayaannya dimulai ketika seorang teman menyarankannya
memelihara dan berbisnis telur ayam negeri. Ketika itu, ayam kampung masih mendominasi
pasar. Ia menjadi orang pertama yang memperkenalkan ayam negeri dan telurnya ke
Indonesia. Selain itu, ia juga orang pertama yang menggunakan perladangan sayur
sistem hidroponik di negeri ini. Suatu ketika, Yesus tengah berkhotbah di
sebuah rumah. Sementara Dia menyampaikan firman, ada empat orang terpaksa
menurunkan seseorang yang lumpuh dari atap rumah tepat di atas Yesus. Rumah itu
sudah penuh sesak. Lalu Yesus berkata kepada orang lumpuh itu, “Kepadamu
Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Orang
itu pun segera bangkit. Melihat hal itu, orang-orang takjub dan berkata, “Yang
begini belum pernah kita lihat.” Keseluruhan kejadian itu--menggotong orang
sakit melalui atap dan penyembuhan orang sakit melalui pengampunan dosa--belum
pernah dilihat orang-orang itu. Para ahli Taurat menganggap Yesus menghujat
Allah, namun orang banyak merasa kagum dan memuliakan Allah. Tuhan Yesus telah
membuka jalan yang baru kepada Allah dan menyediakan pengampunan dosa bagi
kita. Dalam mengungkapkan iman kita kepada-Nya, kita memiliki peluang untuk
mencoba hal-hal yang baru, tidak takut melangkah, dan menjadi pionir. Meskipun
mungkin gagal, Tuhan menghargai langkah iman kita. Bisa juga, langkah iman kita
membuat orang memuliakan Tuhan. IMAN ADALAH PERCAYA PADA APA YANG TIDAK ANDA
LIHAT; BUAH DARI IMAN ADALAH MELIHAT APA YANG ANDA PERCAYAI. Selamat pagi.
Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 5
Biarlah yang
bernafas memuji Tuhan. Yakobus 3:9-11, “Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa
kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa
Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini,
saudara-saudaraku, TIDAK BOLEH demikian terjadi. Adakah sumber memancarkan air
tawar dan air pahit dari mata air yang sama?” (GNCC)
Respon 6
Miliki dasar
pengenalan yang benar akan Yesus Kristus, karena dengan pengenalan yang benar
akan Kristus akan membuat hidup kita terbangun dan terpola akan karakter
Kristus. Terus paksa diri untuk selaras dengan kebenaran Tuhan setiap hari.
Selamat beraktivitas. Gbu. (Bryan – PT. Wings Surya, Maumere)
Respon 7
Ul 28:12, jangan
kita kaget kalau TUHAN mulai membuka perbendaharaan-NYA, untuk memberkati
segala pekerjaan kita. Pasti kita diberkati! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 8
Ya amin! Menjadi
pribadi membawa pemerintahan surga yaitu: Tuhan memanggil dan membawa kita pada
dimensi yang baru, yakni hidup dalam kerajaanNya. Bertobatlah sebab kerajaan
sorga sudah dekat (Mat.3:1-2). Pertama-tama Tuhan akan membawa kita masuk pada
dimensi “bertobatlah” sebelum kita hidup dalam kerajaanNya. Di area ini tidak
lagi menjadi pertanyaan dosa atau tidak dosa waktu kita berbuat jahat di mata
Tuhan. Seorang pemimpin tokoh agama Yahudi Nikodemus datang kepada Yesus dan
Yesus berkata kepadanya “jika seorang tidak dilahirkan kembali, Ia tidak dapat
melihat kerajaan Allah” (Yohanes 3:1-3). Level dalam kerajaan Allah: Waktu kita
bertobat, lahir baru, maka kita dapat melihat kerajaan Allah-see the Kingdom
(Yoh 3:1-3). Kerajaan Allah bukan soal makan dan minum tapi damai sejahtera dan
sukacita oleh Roh kudus (Roma14:17). Amin. Selamat pagi, semua bersyukur dan
bersukacitalah dalam Tuhan. Jbu. (Tante Elisabeth, 76 Tahun – Maumere)
Respon 9
Ayub 23:11-12,
“Kakiku tetap mengikuti jejakNya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang.
Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan
mulutNya.” Ayub tetap bersyukur,tetap komitment mengikuti jalanNYA TUHAN
walaupun ia mengalami hal-hal buruk yang berlawanan dengan sebelumnya karena
dia tahu TUHAN yang memberi dan TUHAN yang mengambil semuanya, tetapi Ayub
tetap percaya bahwa jalan TUHAN adalah jalan terbaik untuknya dan ia harus
tetap setia mengikutiNYA. Amin. JalanNYA adalah jalan yang terbaik untuk kita
semua. (Ibu Inggita – PKS CL 4)
Respon 10
Ai Siu Siang...
Terima kasih banyak... CD dan buku tentang BBM Bible Message-nya sudah Ivan
terima 2 lembar. Ivan banyak-banyak terima kasih Ai... J.
Iya... Mudah-mudahan menjadi berkat dan membawa damai buat pegawaiku dan tamu
di tempat makan Ivan Ai... Terima kasih banyak. Baru dengar ini Ivan grup
rohani dari Surabaya itu. (Ivan – Dapur Inovasi, Nusa Dua Bali)
Respon 11
Dalam penglihatan
waktu malam, Salomo menangkap dengan jelas perkataan TUHAN, berkenaan dengan
bait suci yang dibangunnya, “telah Kudengar doamu dan telah Kupilih tempat ini
bagi-Ku sebagai rumah persembahan” dan lagi, “sekarang telah Kupilih dan
Kukuduskan rumah ini, supaya nama-Ku tinggal di situ untuk selama-lamanya, maka
mata-Ku dan hati-Ku akan ada di situ sepanjang masa.”~2 Taw. 7:12,16. Bait
Salomo telah dipilih Tuhan sebagai tempat keintiman Tuhan bersama umat-Nya. Di
masa Perjanjian Baru, Tuhan memilih bait yang lain. Bukan berupa bangunan
berarsitektur klasik nan indah atau gedung megah dengan berbagai fasilitas.
Bait yang dipilihnya adalah tubuh kita: “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah
bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?”~ 1Kor. 3:16; 6:19. Lebih
luas lagi, dalam Efesus 2:21-22 setiap orang percaya diibaratkan serupa
bangunan yang terus tumbuh & rapi tersusun menjadi suatu bait Allah yang
kudus, suatu tempat kediaman bagi Allah -yang merupakan gambaran dari gereja
Tuhan, satu kumpulan besar orang-orang percaya. Kesimpulannya, Tuhan memilih
keberadaan kita baik secara individu maupun secara korporat menjadi wadah untuk
Dia mendekat & menyatakan diri-Nya. Pemahaman ini membawa kita pada suatu
titik kesadaran. Seperti halnya doa-doa dari bait Salomo diperhatikan oleh
Tuhan maka Tuhan pun mendengar doa-doa dari bait-Nya yang sekarang ini yaitu kita,
gereja-Nya. Sama seperti Tuhan menantikan sikap merendahkan diri, mencari wajah
Tuhan, & bertobat dari hal-hal yang jahat di bait Salomo; Dia menunggu
sikap yang sama dari kita -demi pemulihan hidup kita pribadi maupun bangsa ini.
Jadi hati & hidup kita, pertobatan kita, sikap kita pada Tuhan &
doa-doa kita berarti bagi Tuhan. Melalui semuanya, Dia ingin menyalurkan berkat
& pemulihan, bahkan atas negeri kita. Pemulihan bukan dari apa yang di luar
kita. Pemulihan dikerjakan Tuhan dari & melalui kita. Tuhan mau kita
dipulihkan, lalu menjadi alat pemulihan-Nya. Maukah Anda? Salam revival! GBU.
(Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment