RICH FAMILY – POOR FAMILY
Percaya kepada seseorang itu tidak mudah, butuh proses untuk membangun hubungan lebih lagi, sehingga timbul kepercayaan. Kisah Abisai yang sangat dipercaya oleh Raja Daud karena Abisai mempunyai dedikasi yang tinggi kepada Raja (Daud): 2 Samuel 20:6 & 10. Sebagai anak-anak Tuhan, apakah kita orang yang dapat dipercaya oleh atasan kita? Oleh rekan bisnis kita? Punyailah integritas (potensi, wibawa, kejujuran) & kompetensi, konsistensi, kesetiaan & keter-bukaan, sehingga kita menjadi orang-orang yang dapat dipercaya J.
Respon 1
“Hakikat puasa yang
sesungguhnya adalah membangkitkan asa dan membinaskan dosa.” Xavier Quentin
Pranata.
Respon 2
SAAT TEDUH. Sabtu,
7 Februari 2015. KETINGGALAN. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah
jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan (Wahyu
2:5). Ada pengalaman unik di perjalanan bisnis paman saya. Mobilnya berhenti di
pom bensin untuk mengisi bahan bakar. Setelah tangki penuh, sopir segera
membawa mobil melaju. Sementara paman tertinggal karena sedang berada di kamar
kecil. Setibanya di tujuan barulah sopir itu menyadari bahwa atasannya tidak
berada bersamanya di dalam mobil. Jemaat di Efesus boleh diacungi jempol untuk
banyak hal. Ibarat kendaraan mereka melaju cukup kencang dengan tangki bahan
bakar penuh. Dalam hal kegiatan, mereka tidak mengenal lelah. Kesediaan mereka
dalam berkurban tidak perlu disangsikan. Pengajaran tidak perlu ditanya: mereka
demikian kokoh. Sedikit saja ada ajaran sesat, langsung dibabat. Namun, Tuhan
Yesus justru mencela mereka. Mengapa? Karena “penumpang utama” yang harus ada
di tengah sebuah jemaat—yaitu kasih—justru tidak turut serta. Tertinggal jauh
di belakang karena “...engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula” (ay. 4).
Apa yang dilakukan oleh sopir paman saya tadi? Betul. Ia segera memutar kemudi
menuju pom bensin untuk menjemput atasannya. Di tengah lajunya aktivitas
pelayanan, gereja bisa kehilangan kasih. Begitu pun pasangan yang sudah
bertahun-tahun menikah, kasih bisa saja pudar. Jika hal itu terjadi, Anda
mutlak harus “memutar arah”. Bertobat. Berbalik arah. Segera kembali melakukan
apa yang semula Anda lakukan (ay. 5): bertekun saling mengasihi. Bergegas
“menjemput” kembali apa yang ketinggalan itu: kasih. Bersediakah Anda? TIDAK
PERLU MALU UNTUK BELAJAR KEMBALI SALING MENGASIHI DARI AWAL, DARIPADA KASIH,
SEBAGAI “PENUMPANG UTAMA” INI TERTINGGAL. Its weekend again... Morning all...
Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 3
Suatu hari, Khalil
Gibran bertanya kepada gurunya: “Bagaimana caranya agar kita mendapatkan
sesuatu yang paling sempurna dalam hidup...?” Sang Guru: “Berjalanlah lurus di
taman bunga, lalu petiklah bunga yang paling indah menurutmu dan jangan pernah
kembali kebelakang!” Setelah berjalan dan sampai di ujung taman, Khalil Gibran
kembali dengan tangan hampa, lalu Sang Guru bertanya: “Mengapa kamu tidak
mendapatkan bunga satu pun...???" Gibran: “Sebenarnya tadi aku sudah
menemukannya, tapi aku tidak memetiknya, karena aku pikir mungkin yang di depan
pasti ada yang lebih indah. Namun ketika aku sudah sampai di ujung, aku baru
sadar bahwa yang aku lihat tadi adalah yang TERINDAH, dan aku pun tak bisa
kembali kebelakang lagi..!” Sambil tersenyum, Sang Guru berkata: “Ya, itulah
hidup, semakin kita mencari kesempurnaan, semakin pula kita tak akan pernah mendapatkannya,
karena sejatinya kesempurnaan yang hakiki tidak pernah ada, yang ada hanyalah
keikhlasan hati kita utk menerima kekurangan.” Bila tak bisa memberi, jangan
mengambil. Bila mengasihi terlalu sulit, jangan membenci. Bila tak mampu
menghibur orang, jangan membuatnya sedih. Bila tak mungkin meringankan beban
orang lain, jangan mempersulit/memberatkannya. Bila tak sanggup memuji, jangan
menghujat. Bila tak bisa menghargai, jangan menghina. “JANGAN MENCARI
KESEMPURNA-AN,
tapi sempurnakanlah apa yang telah ada pada kita.” (Suwandi Taruna – PT. Kalbe
Farma Internasional)
Respon 4
2 Taw 15:7, Tetapi
kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada UPAH bagi
USAHAmu! Jangan pernah menyerah, kerja keras, percayai DIA pasti menolong dan
memberkatimu! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 5
MENJADI TELADAN
DALAM HAL MEMBERI. Malam itu Alex pergi bersama dengan ayahnya. Mereka hendak
membeli sebuah mainan yang pernah di janjikan oleh ayahnya pada Alex. Ketika
hendak memasuki sebuah toko, ayah Alex melihat ada 2 orang anak kecil tidak
jauh dari tempatnya sedang mengantri pada kios donat. Samar-samar didengarnya
percakapan dua anak itu. “Dik, kau masih ingin makan donat itu?” “Iya, kak...”
Anak yang lebih besar hanya terdiam sambil menghitung beberapa koin yang memang
sangat tidak cukup untuk membeli 1 buah donat. Ketika 2 anak itu sudah tiba
pada antrian pertama, tiba-tiba ayah Alex mendekat. “2 donat untuk anak ini,”
katanya sambil menyerahkan 2 lembar uang kertas. Terlihat anak yang paling besar
menangis & memeluk ayah Alex, “Terima kasih Om, 2 buah donat ini adalah
berkat terbaik yang pernah saya terima.” Tak lama kemudian Alex menghampiri
ayahnya. “Maaf Alex, rupanya ayah harus bekerja lebih keras lagi untuk
membelikanmu mainan...” “Alex tidak lagi mengingini mainan itu, ayah. Alex
sudah mempunyai yang lebih hebat, yaitu ayah.” Apakah memberi itu hanya berlaku
pada saat kita memiliki banyak harta? Apakah memberi hanya akan kita lakukan
saat kita bahagia? SESUNGGUHNYA PEMBERIAN yang BERARTI ADALAH MEMBERI SAAT KITA
SENDIRI SEDANG BERADA DALAM MASA SUKAR. Di situlah kasih kita yang sesungguhnya
sedang diuji. Untuk bisa menjadi berkat bagi orang lain, janganlah menunggu
ketika kehidupan kita sudah berkelimpahan. Jadilah berkat tanpa memandang kesukaran
dalam hidup kita, karena pada saat kita memberi, maka Tangan TUHAN juga akan
terbuka untuk kita. “Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi
bagianmu, jika engkau mendengarkan suara Tuhan, Allahmu.” (Ulangan 28:2).
“SALAM PEMENANG”. (Megawati Taruna – Ciputra Golf)
Respon 6
Emas dan perak.
Keduanya adalah logam-logam yang bernilai tinggi di pemandangan manusia.
Benda-benda biasa ketika memiliki kandungan atau dilapisi oleh bahan-bahan
tersebut akan menjadi sangat mahal melonjak jauh harganya -keduanya mengangkat
nilai setiap benda yang dilekatinya menjadi sangat berharga. Itu sebabnya
keduanya disebut sebagai logam mulia. Logam-logam itu memuliakan setiap benda
yang memiliki unsur-unsur mereka, juga orang-orang yang memakai benda-benda terkait
dengan itu. Dalam 2 Timotius 2:20-21 digambarkan perumpamaan mengenai
perabot-perabot yang dipakai manusia: ada yang dipakai untuk maksud-maksud yang
mulia, ada yang untuk kurang mulia. Maksud-maksud yang mulia berarti yang
membawa banyak kemuliaan bagi pemiliknya, yang kurang mulia tidak membawa
kehormatan bagi pemakainya. Yang mulia dibuat dari emas & perak, yang
kurang mulia dari kayu & tanah. Seperti halnya manusia yang memandang
berharga menggunakan alat-alat dari emas & perak, pula Dia rindu menggunakan
bahan-bahan yang sama: kualitas-kualitas emas & perak dalam hidup rohani
kita. Tuhan bisa menjadikan siapa saja dari kita menjadi alat bagi kepentingan
kerajaan-Nya. Tetapi Dia sungguh rindu kita memuliakan nama-Nya. Dia ingin
menggunakan alat-alat dari bahan-bahan terbaik! Semakin murni emas, makin mahal
harganya. Tanpa pemurnian, logam-logam itu belum bernilai begitu tingginya.
Diperlukan suatu proses pemurnian, pencetakan hingga pembentukan yang panjang
ditambah dengan sentuhan seni yang tinggi untuk menjadikannya sangat berharga
& ribuan kali lipat lebih mahal. Setiap kita yang rindu menjadi alat
kemuliaan Tuhan harus menyerahkan dirinya dengan segala kerelaan (2 Tim. 2:21),
bukan paksaan: untuk diproses, dimurnikan, dijadikan layak bagi Tuan Agung itu
hingga siap dipakai menyinarkan kemuliaan sang raja di atas segala raja.
Kerinduan kita menentukan apakah kita akan menjalani & bagaimana kita akan
menjalani proses pemurnian Tuhan. Saat hati & hidup kita dimurnikan dalam
segala bidang, kita akan siap menjadi alat kemuliaan-Nya. Andakah orangnya?
Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment