RICH FAMILY – POOR FAMILY
Bertanya Sebelum Bertindak. Teladan dari sikap Abisai yang menghormati Raja Daud yaitu dia selalu meminta ijin / bertanya terlebih dahulu sebelum bertindak (Baca: 1 Samuel 26:8; 2 Samuel 3:30,16:9-11,19:21). Sebagai anak-anak Tuhan sudahkah kita bertanya kepada Tuhan sebelum kita mengambil keputusan-keputusan penting yang akan mempengaruhi jalan hidup kita?? Mintalah senantiasa tuntunanNya agar kita bertindak sesuai kehendakNya & jalan kitapun akan terarah. Amin J.
Respon 1
“Ibadah yang
berkenan bagi Tuhan diawali dengan kerinduan, bukan kewajiban.” Xavier Quentin
Pranata.
Respon 2
SAAT TEDUH. Selasa,
3 Februari 2015. Berubah Sebagai Anak. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah,
adalah anak Allah (Roma 8:14). Craig Barnes, pendeta National Presbyterian
Church, Washington DC, bercerita bahwa ketika ia masih kecil, ayahnya
mengangkat seorang anak lelaki bernama Roger. Orang tua Roger pecandu narkoba
dan meninggal karena overdosis. Dalam keluarga Craig, Roger harus berjuang
untuk berubah. Kerap Craig mendengar ayahnya berkata, “Roger, kita tidak
bersikap begitu dalam keluarga ini... Roger, anak dalam keluarga ini tidak
perlu menjerit-jerit untuk meminta sesuatu... Roger, kita biasa saling menghargai”
Lama kelamaan ia berubah-ia berpikir, bersikap, bertingkah laku seperti anggota
keluarga yang lain. Sebagai orang yang diangkat anak oleh Bapa surgawi (ay.
14-16), kita perlu tahu sifat dan watak keluarga baru kita, dan mengalami
perubahan demi perubahan yang selaras dengan kebaruan itu. Dalam hal apa
sajakah kita berubah? Dulu kita menaati “daging”, kini kita menaati Roh Tuhan
(ay. 4). Dulu kita memikirkan apa yang enak buat diri sendiri, kini kita
memikirkan apa yang sejalan dengan pikiran Roh Tuhan (ay. 5). Dulu kita
mengingini hal-hal duniawi, kini kita mengingini apa yang berkenan kepada Tuhan
(ay. 6-7). Saat Roger baru saja memasuki keluarga baru, bisa saja ia tak nyaman
karena segalanya berbeda. Namun ketika ia rela menerima nasihat dan bimbingan orang
tua barunya, ia dapat memiliki cara hidup yang baru. Demikian pula kita dalam
memasuki keluarga Allah. Izinkan Roh Tuhan bertakhta, memimpin, dan mengubahkan
kita menjadi anak-Nya yang semakin dewasa! HANYA DENGAN BERGANTUNG PADA
PIMPINAN ROH TUHAN, KITA BERTUMBUH DEWASA SEBAGAI ANAK-NYA. Selamat pagi. Tuhan
Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 3
Yer 29:12, Apabila
kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada TUHAN, maka TUHAN akan
mendengarkanmu! Terima kasih YESUSku, doaku pasti ENGKAU jawab. Yukkk kita
berdoa! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 4
1 Sam 26:8, Abisai
memohon kepada Daud untuk membunuh Saul. Yang perlu kita contoh dari Abisai,
walaupun ia memiliki power,saat itu menjadi pendamping raja tetapi ia tidak
gegabah dalam bertindak, memiliki kerendahan hati untuk menerima
masukan/pendapat dari orang lain, tidak merasa dirinya yang paling benar.
Selain hati kita harus terbuka menerima masukan dari sesama, kita juga harus
selalu bertanya kepada TUHAN dan selalu melibatkan TUHAN dalam segala aspek
kehidupan kita, ketika kita mau mengambil keputusan dalam hal pekerjaan, study,
jodoh, atau dalam hal menyelesaikan masalah-masalah / konflik-konflik dengan
sesama. Ybu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)
Respon 5
Selasa, 3 Februari
2015. Bacaan: Yohanes 15:9-17. Setahun: Imamat 7-8. Nats: Inilah perintah-Ku,
yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu (Yohanes
15:12). PERTOBATAN MINCAYE. Suku Waodani (Auca) di Ekuador terkenal pemarah dan
suka membalas dendam. Mereka bisa saling membunuh dalam satu keluarga. Pada
1956, lima misionaris memberitakan Injil ke sana. Mereka disalahpahami dan mati
ditikam tombak. Namun, keluarga para misionaris ini tidak menyerah. Mereka
datang ke Ekuador dan melanjutkan pelayanan di sana. Salah satunya adalah
Rachel Saint--kakak Nate Saint, seorang korban. Lewat pelayanan Rachel, suku
Waodani mulai terbuka terhadap Injil. Mincaye adalah orang Waodani yang
membunuh Nate Saint. Kepada Rachel, ia menyampaikan pengakuan. Ketika melihat
para misionaris datang dengan membawa senapan, ia berpikir akan dibunuh. Maka,
ia membunuh lebih dulu. Rachel menjelaskan bahwa para misionaris itu membawa
senapan hanya untuk menakut-nakuti. Tapi, Rachel menjamin bahwa mereka sudah
berjanji pada Tuhan untuk tidak menembak suku Waodani. Bahkan, mereka rela mati
buat suku Waodani--jadi tak mungkin mereka akan membunuh. Hal ini menggetarkan
hati Mincaye, dan membuatnya menerima Kristus! Tuhan memerintahkan kita untuk
mengasihi. Pertanyaannya, seberapa besar kita harus mengasihi? Perhatikan
standar ini: sebesar Kristus mengasihi kita (ay. 12). Ya, sebesar kerelaan-Nya
melepas segala kenyamanan, mengurbankan raga, dan menyerahkan nyawa bagi kita
(ay. 13). Adakah kita kadang merasa sudah cukup berkurban, lalu berhenti
mengasihi? Adakah kita rela melepas kenyamanan demi mengasihi sesama? Adakah
kasih kita menggetarkan hati sesama, dan membawanya kepada Kristus? --Agustina
Wijayani. BERI AKU KEBERANIAN UNTUK MENGASIHI SESAMAKU SEPERTI ENGKAU
MENGASIHIKU DENGAN MENYERAHKAN NYAWA-MU. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 6
1 Sam 26:8, 2 Sam
3:30 bercerita tentang Abisai yang begitu setia mendampingi Daud, dia sangat
mengasihi rajanya, sehingga kalau ada orang yang memusuhi rajanya dia nggak
sabar mau menghadapinya dan membunuhnya. Tapi meski begitu Abisai selalu
bertanya pada Daud sebelum bertindak supaya apa yang dilakukan tidak salah
dihadapan rajanya. Sikap ini harus kita contoh, setiap kali ingin melakukan
tindakan kita harusnya rundingan sama Tuhan, menyerahkan semua rencana kita di
hadapan Tuhan dan berserah pada tuntunan Tuhan. Selalu ada pertanyaan “gimana
tahu Tuhan bilang boleh apa nggak?”. Firman Tuhan bilang “Aku adalah Gembala,
domba-dombaku mengenal suaraKu”. Gembala itu setiap hari ngemong
domba-dombanya, jadi dombanya kalau dipanggil atau diarahkan pasti dengar dan
kenal suara gembalanya. Jadi supaya bisa dengar suara Tuhan ya harus bergaul
setiap hari dengan Tuhan supaya hafal mana suara Tuhan, mana yang bukan.
Libatkan Tuhan selalu dalam mengambil setiap keputusan kita, supaya kita tidak
salah langkah dan intim dengan Tuhan supaya kita bisa dengar tuntunan Tuhan.
Selamat pagi... (Ibu Rita – PKS CL 8)
Respon 7
Amin. Dengan minta
tuntunanNYA, hidup kita akan terarah ke jalan yang benar/terang. Sehingga kita
tidak akan tersesat pada jalan yang gelap. Selain itu kita juga perlu minta
petunjuk / pendapat / saran pada orang-orang yang tepat, seperti yang aku alami
selama ini, dimana aku juga pernah minta saran dari Tacik. Selamat siang, thank
you and Jbu all too. (Ibu Sintawati – CL 3)
Respon 8
Ratu Ester
tersentak. Kedatangan Mordekhai, pamannya, yang memberitahukan bahwa bangsa
Yahudi dalam ancaman yang besar untuk dibinasakan bukan penyebabnya sedemikian
tergoncang. Kata-kata Mordekhai inilah yang menusuk hatinya, “Jangan kira,
karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara
semua orang Yahudi.”~Est 4:13. Kedudukan Ester sebenarnya sangat aman meskipun
dia seorang Yahudi. Dia adalah ratu Media Persia. Mungkin yang terbaik dari
yang pernah ada. Sulit memikirkan bahwa raja akan berbuat jahat padanya. Ester
dapat memilih untuk diam & tak melakukan apa-apa -bahkan sebisanya dia
menyembunyikan asal usulnya. Itu saja kira-kira cukup demi menjamin keamanan
jiwa & nasibnya. Untuk apa dia harus membahayakan dirinya dengan membuka
identitasnya atau malah memohon pada raja untuk mengubah keputusannya? Bukankah
hanya orang yang tidak berakal sehat yang berpikir untuk mengambil risiko
semacam itu? Perlu diakui, sebagian besar manusia di dunia mengejar rasa aman
& kesejahteraannya sendiri (setidaknya bagi keluarganya). Itu sebabnya
masuk akal bila keputusan-keputusan & pilihan-pilihan dengan risiko besar
dihindari; bahkan jika mungkin ditiadakan. Akibatnya, usaha-usaha &
pengejaran-pengejaran dalam hidup hanya berkisar mencari jaminan duniawi demi
hari-hari selanjutnya. Secara terang-terangan atau tidak, sejak kecil kita
telah diberitahu bahwa menjadi kaya itu enak. Masalahnya, kuasa untuk
menentukan nasib manusia tidak hanya ada pada manusia. Sekuat, sehebat, serapi
apapun orang merancang takdirnya, Tuhan jua yang berkuasa menentukan segalanya.
Ada pribadi Tuhan yang sering dilupakan dalam hidup manusia, padahal Dialah
penulis skenario agung yang menuliskan setiap bagian & hasil akhir cerita. Jadi, jangan
mengira hari ini Anda telah terjamin dengan segenap keberadaan Anda. Sebab
jaminan akan hidup yang baik & penuh kemuliaan, di dunia ini maupun di
kekekalan, hanya ada dalam penyerahan diri pada Tuhan. Maukah Anda merisikokan
diri Anda hari ini menjadi murid Kristus? Salam revival! GBU. (Worship Center
Surabaya)

No comments:
Post a Comment