Friday, 20 February 2015

20 Februari 2015



RICH FAMILY – POOR FAMILY




Yohanes 4:23-24, “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah- Nya dalam roh dan kebenaran.” Jadikan pujian & penyembahan kepadaNya sebagai kesungguhan dan kerinduan yang mendalam untuk bersekutu dengan DIA, jadi bukan hanya sekedar menyanyi dimulut tetapi dengan segenap hati, pikiran & roh kita fokus sepenuhnya kepada Tuhan. Jadilah PENYEMBAH-PENYEMBAH yang BENAR: memuji dalam Roh & Kebenaran. Amin.

Respon 1
SAAT TEDUH. Jumat, 20 Februari 2015. DIA Tak Lupa. Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya (Kejadian 40:23). Adik saya gembira dua kali lipat: diterima di sekolah Akitab idaman dan ada orang yang bersedia menanggung biaya studinya. Ia mengikuti kuliah dengan penuh semangat, tapi hingga bulan pertama berlalu ternyata beasiswa yang dijanjikan itu belum muncul. Ah, mungkin beliau amat sibuk, pikirnya. Namun, bulan-bulan berikutnya ternyata tak ada perubahan. Konyolnya, ketika mereka berjumpa, orang itu sama sekali tak menyinggung soal beasiswa itu! Pupuslah harapannya. Akhirnya, sang kakak yang membiayai kuliahnya sampai selesai. Orang cenderung mudah berjanji, mudah pula melupakannya. Bukan hanya dalam kasus berat seperti yang dialami Yusuf, juga dalam hal-hal sepele. Dalam hal Yusuf, syukurlah, akhirnya kepala juru minuman itu ingat lagi padanya (lihat 41:9-13) sehingga Yusuf bisa menikmati kebebasannya lagi, dan mulai menapaki keberhasilannya sebagai tangan kanan Firaun. Nah, apakah Tuhan melupakan Yusuf? Tidak. Saat Yusuf masih menjadi pegawai Potifar, tercatat empat kali ia “disertai Tuhan” (lihat 39:2, 3, 21, dan 23). Tatkala bani Israel ditindas bangsa Mesir, Allah ingat janji-Nya pada nenek moyang mereka (Keluaran 2:24, 6:4b), dan Dia bertindak! (Simak kata kerja “membebaskan”, “melepaskan”, “menebus”, “membawa”, dan “memberikan”, Kel. 6:5-7). Perempuan bisa saja melupakan bayinya, tetapi Dia tidak pernah melupakannya (Yes. 49:15). Kalau Dia seakan tidak segera menolong kita, itu karena “waktu-Nya” dan “waktu kita” berbeda (2 Pet. 3:8), bukan? DIA SELALU MENDENGAR, DAN PASTI MENOLONG, SESUAI DENGAN WAKTU DAN KEBIJAKSANAAN-NYA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 2
“Tanpa integritas tak ada pemimpin yang berkualitas.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
1 Pet 5:7, ‘Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada TUHAN, sebab IA yang memeliharamu!’ Pasti kita dipelihara, nggak akan kekurangan. Ayoo alami mujizat-NYA sekarang! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 4
KELAS RENDAH HATI. Manusia mempunyai sifat bawaan yang sombong & angkuh, jika sejak kecil anak-anak tidak pernah dididik bersikap rendah hati maka otomatis mereka sulit untuk belajar rendah hati, bahkan sampai dewasapun sifat bawaan ini perlu terus dikikis habis. Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN (Ulangan 8:3). Seringkali persoalan-persoalan yang kita hadapi diijinkan TUHAN untuk TUJUAN mendidik hati kita agar belajar terus rendah hati, sebab sebelum proses pendidikan di kelas rendah hati ini selesai, biasanya sesudah satu masalah beres, kita kembali menjadi sombong dengan segala keberadaan kita. Kunci untuk terus memiliki kerendahan hati adalah ‘SADAR DIRI’ bahwa semua yang kita miliki adalah PEMBERIAN ALLAH, & kita SADAR dari mana kita berasal, kita adalah debu tanah saja & penuh lumpur dosa sebelum TUHAN YESUS menebus kita. Marilah kita minta Roh Kudus untuk terus mengajari kita untuk rendah hati, & percayalah bahwa dengan kerendahan hati akan menjauhkan kita dari banyak persoalan-persoalan hidup, meluputkan kita dari banyak pertikaian, perbantahan & kemarahan karena gengsi yang tak perlu, bahkan kerendahan hati menuntun kita pada TERCURAHNYA BERKAT-BERKAT ALLAH dalam hidup kita. Amin. Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan (Ams 22:4). (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 5
Apapun firman yang kita terima dari Tuhan, mulai imajinasikan hal itu sambil memperkatakan apa yang kita pahami, yakini. Tindakan kita memperkatakan apa yang kita yakini berkaitan dengan firman yang kita terima akan mulai mengubahkan atmosfir rohani dalam hidup kita. Saat kebenaran diwahyukan dalam batin, kita jadi menerima kemerdekaan yang dari Roh. Apa yang sudah dimerdekakan oleh Roh tidak akan bisa dibatalkan oleh apapun juga! Teruslah membangun hidup kita selalu selaras dengan kebenaran fimanNya dan nikmatilah kemerdekaanmu yang sejati didalam Kristus...! (Ps. Steven Agustinus)

Respon 6
Dulu waktu di gereja lagi penyembahan dengan lagu “selidiki aku... lihat hatiku... apakah ku sungguh mengasihiMu Yesus...”. Aku mesti nggak mau nyanyi. Aku diam saja. Karena aku tahu ketika Tuhan menyelidiki itu pasti sesuatu terjadi. Karena ketika Tuhan menyelidiki itu pasti seperti memurnikan emas, “dibakar”, dengan “dibakar” maka akan muncul berapa kadarnya. Nah, saat itu aku takut sekali kalau “dibakar”. Setiap lagu yang kita nyanyikan dengan pengertian yang dalam... Itu menjadi doa kita. Jadi ketika kita melakukan penyembahan jangan hanya menyanyi dengan mulut, dengan suara yang menurut kita sudah merdu, tapi resapilah lagu-lagu itu, pahamilah setiap kata-katanya dan jadikan lagu itu menjadi sebuah doa, itu yang diinginkan Tuhan (Yoh 4:23-24). Ketika kita melakukan pujian dan penyembahan, fokuslah pada siapa yang kita sembah. Jangan jadikan pujian dan penyembahan hanya sebagai bagian dari ritual, melainkan jadikan kerinduan supaya ketika pujian dan penyembahan itu dinaikan, itu menyenangkan hati Tuhan. (Ibu Rita – PKS CL 8)

Respon 7
Ada beberapa faktor penyebab mengapa doa anak-anak Tuhan tidak dikabulkan oleh Tuhan. Yesaya menyampaikan teguran bahwa Allah sanggup menolong, namun ada dosa yang menghalangi Tuhan menyendengkan telinga-Nya pada kita (Yes. 5911-2). Ya, Dia tidak mau mendengar doa orang-orang fasik yang berkeras dalam dosa (Ams. 15:8,29). Faktor lainnya, apa yang kita mohonkan hendak dimaksudkan untuk kepentingan hawa nafsu kita & untuk hal-hal yang jahat di mata Tuhan-entah kita menyadarinya atau tidak (Yak. 4:3; Maz. 66:18). Kita mungkin telah minta sesuatu yang salah di hadapan-Nya! Namun bagaimana dengan permohonan-permohonan yang baik, yang sewajarnya, yang tidak melanggar ketetapan firman, bahkan didasari tujuan-tujuan yang mulia seperti meminta pasangan hidup, dikaruniai anak, terobosan keuangan atau suatu kelegaan dalam kondisi & situasi? Dalam kondisi seperti ini, muncul setidaknya dua pertanyaan besar. Hari ini, kita akan merenungkan lebih dahulu pertanyaan pertama: adakah Tuhan peduli & masih menjawab seru doa anak-anakNya? Mengenai ini Yesus menegaskan posisi Bapa. Dalam Lukas 18:1-8, Yesus menceritakan perumpamaan, kisah seorang hakim yang jahat yang terus menerus didatangi oleh seorang janda untuk memperjuangkan perkaranya. Meski semula terus menolak, ia memutuskan untuk menolong janda itu karena ia merasa terganggu dengan desakan tanpa henti dari sang janda. Yesus lalu membandingkan, jika hakim yang fasik akhirnya menanggapi permintaan yang diajukan kepadanya, betapa Tuhan jauh lebih rindu menjawab setiap permohonan yang baik yang sudah kita naikkan berkali-kali ke hadapan-Nya! Tuhan yang Anda sembah, ikuti & layani ialah Allah yang memikirkan Anda, penuh perhatian & peduli pada Anda. Jika Anda tulus mengasihi Dia, doa-doa Anda pasti terdengar jelas di telinga-Nya, menggerakkan hati-Nya yang penuh belas kasihan, takkan pernah diabaikan-Nya. Jika Anda telah tekun berdoa, tetaplah percaya. Dia tidak akan mengulur waktu untuk menjawab Anda. Dia pasti menjawab Anda tepat pada waktu-Nya. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment