RICH FAMILY – POOR FAMILY
Yohanes 4:23-24, “Tetapi
saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar
akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki
penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus
menyembah- Nya dalam roh dan kebenaran.” Jadikan pujian & penyembahan
kepadaNya sebagai kesungguhan dan kerinduan yang mendalam untuk bersekutu
dengan DIA, jadi bukan hanya sekedar menyanyi dimulut tetapi dengan segenap
hati, pikiran & roh kita fokus sepenuhnya kepada Tuhan. Jadilah
PENYEMBAH-PENYEMBAH yang BENAR: memuji dalam Roh & Kebenaran. Amin.
Respon 1
SAAT TEDUH. Jumat,
20 Februari 2015. DIA Tak Lupa. Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru
minuman itu, melainkan dilupakannya (Kejadian 40:23). Adik saya gembira dua
kali lipat: diterima di sekolah Akitab idaman dan ada orang yang bersedia
menanggung biaya studinya. Ia mengikuti kuliah dengan penuh semangat, tapi
hingga bulan pertama berlalu ternyata beasiswa yang dijanjikan itu belum muncul.
Ah, mungkin beliau amat sibuk, pikirnya. Namun, bulan-bulan berikutnya ternyata
tak ada perubahan. Konyolnya, ketika mereka berjumpa, orang itu sama sekali tak
menyinggung soal beasiswa itu! Pupuslah harapannya. Akhirnya, sang kakak yang
membiayai kuliahnya sampai selesai. Orang cenderung mudah berjanji, mudah pula
melupakannya. Bukan hanya dalam kasus berat seperti yang dialami Yusuf, juga
dalam hal-hal sepele. Dalam hal Yusuf, syukurlah, akhirnya kepala juru minuman
itu ingat lagi padanya (lihat 41:9-13) sehingga Yusuf bisa menikmati
kebebasannya lagi, dan mulai menapaki keberhasilannya sebagai tangan kanan
Firaun. Nah, apakah Tuhan melupakan Yusuf? Tidak. Saat Yusuf masih menjadi
pegawai Potifar, tercatat empat kali ia “disertai Tuhan” (lihat 39:2, 3, 21,
dan 23). Tatkala bani Israel ditindas bangsa Mesir, Allah ingat janji-Nya pada
nenek moyang mereka (Keluaran 2:24, 6:4b), dan Dia bertindak! (Simak kata kerja
“membebaskan”, “melepaskan”, “menebus”, “membawa”, dan “memberikan”, Kel.
6:5-7). Perempuan bisa saja melupakan bayinya, tetapi Dia tidak pernah
melupakannya (Yes. 49:15). Kalau Dia seakan tidak segera menolong kita, itu
karena “waktu-Nya” dan “waktu kita” berbeda (2 Pet. 3:8), bukan? DIA SELALU
MENDENGAR, DAN PASTI MENOLONG, SESUAI DENGAN WAKTU DAN KEBIJAKSANAAN-NYA.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 2
“Tanpa integritas
tak ada pemimpin yang berkualitas.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
1 Pet 5:7,
‘Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada TUHAN, sebab IA yang memeliharamu!’
Pasti kita dipelihara, nggak akan kekurangan. Ayoo alami mujizat-NYA sekarang!
Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 4
KELAS RENDAH HATI.
Manusia mempunyai sifat bawaan yang sombong & angkuh, jika sejak kecil
anak-anak tidak pernah dididik bersikap rendah hati maka otomatis mereka sulit
untuk belajar rendah hati, bahkan sampai dewasapun sifat bawaan ini perlu terus
dikikis habis. Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi
engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek
moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti
saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN (Ulangan 8:3).
Seringkali persoalan-persoalan yang kita hadapi diijinkan TUHAN untuk TUJUAN
mendidik hati kita agar belajar terus rendah hati, sebab sebelum proses
pendidikan di kelas rendah hati ini selesai, biasanya sesudah satu masalah
beres, kita kembali menjadi sombong dengan segala keberadaan kita. Kunci untuk
terus memiliki kerendahan hati adalah ‘SADAR DIRI’ bahwa semua yang kita miliki
adalah PEMBERIAN ALLAH, & kita SADAR dari mana kita berasal, kita adalah
debu tanah saja & penuh lumpur dosa sebelum TUHAN YESUS menebus kita.
Marilah kita minta Roh Kudus untuk terus mengajari kita untuk rendah hati,
& percayalah bahwa dengan kerendahan hati akan menjauhkan kita dari banyak
persoalan-persoalan hidup, meluputkan kita dari banyak pertikaian, perbantahan
& kemarahan karena gengsi yang tak perlu, bahkan kerendahan hati menuntun
kita pada TERCURAHNYA BERKAT-BERKAT ALLAH dalam hidup kita. Amin. Ganjaran
kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan
(Ams 22:4). (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 5
Apapun firman yang
kita terima dari Tuhan, mulai imajinasikan hal itu sambil memperkatakan apa
yang kita pahami, yakini. Tindakan kita memperkatakan apa yang kita yakini
berkaitan dengan firman yang kita terima akan mulai mengubahkan atmosfir rohani
dalam hidup kita. Saat kebenaran diwahyukan dalam batin, kita jadi menerima
kemerdekaan yang dari Roh. Apa yang sudah dimerdekakan oleh Roh tidak akan bisa
dibatalkan oleh apapun juga! Teruslah membangun hidup kita selalu selaras
dengan kebenaran fimanNya dan nikmatilah kemerdekaanmu yang sejati didalam
Kristus...! (Ps. Steven Agustinus)
Respon 6
Dulu waktu di
gereja lagi penyembahan dengan lagu “selidiki aku... lihat hatiku... apakah ku
sungguh mengasihiMu Yesus...”. Aku mesti nggak mau nyanyi. Aku diam saja.
Karena aku tahu ketika Tuhan menyelidiki itu pasti sesuatu terjadi. Karena ketika
Tuhan menyelidiki itu pasti seperti memurnikan emas, “dibakar”, dengan
“dibakar” maka akan muncul berapa kadarnya. Nah, saat itu aku takut sekali
kalau “dibakar”. Setiap lagu yang kita nyanyikan dengan pengertian yang
dalam... Itu menjadi doa kita. Jadi ketika kita melakukan penyembahan jangan
hanya menyanyi dengan mulut, dengan suara yang menurut kita sudah merdu, tapi
resapilah lagu-lagu itu, pahamilah setiap kata-katanya dan jadikan lagu itu
menjadi sebuah doa, itu yang diinginkan Tuhan (Yoh 4:23-24). Ketika kita
melakukan pujian dan penyembahan, fokuslah pada siapa yang kita sembah. Jangan
jadikan pujian dan penyembahan hanya sebagai bagian dari ritual, melainkan
jadikan kerinduan supaya ketika pujian dan penyembahan itu dinaikan, itu
menyenangkan hati Tuhan. (Ibu Rita – PKS CL 8)
Respon 7
Ada beberapa faktor
penyebab mengapa doa anak-anak Tuhan tidak dikabulkan oleh Tuhan. Yesaya
menyampaikan teguran bahwa Allah sanggup menolong, namun ada dosa yang
menghalangi Tuhan menyendengkan telinga-Nya pada kita (Yes. 5911-2). Ya, Dia
tidak mau mendengar doa orang-orang fasik yang berkeras dalam dosa (Ams.
15:8,29). Faktor lainnya, apa yang kita mohonkan hendak dimaksudkan untuk
kepentingan hawa nafsu kita & untuk hal-hal yang jahat di mata Tuhan-entah
kita menyadarinya atau tidak (Yak. 4:3; Maz. 66:18). Kita mungkin telah minta
sesuatu yang salah di hadapan-Nya! Namun bagaimana dengan permohonan-permohonan
yang baik, yang sewajarnya, yang tidak melanggar ketetapan firman, bahkan
didasari tujuan-tujuan yang mulia seperti meminta pasangan hidup, dikaruniai
anak, terobosan keuangan atau suatu kelegaan dalam kondisi & situasi? Dalam
kondisi seperti ini, muncul setidaknya dua pertanyaan besar. Hari ini, kita
akan merenungkan lebih dahulu pertanyaan pertama: adakah Tuhan peduli &
masih menjawab seru doa anak-anakNya? Mengenai ini Yesus menegaskan posisi
Bapa. Dalam Lukas 18:1-8, Yesus menceritakan perumpamaan, kisah seorang hakim
yang jahat yang terus menerus didatangi oleh seorang janda untuk memperjuangkan
perkaranya. Meski semula terus menolak, ia memutuskan untuk menolong janda itu
karena ia merasa terganggu dengan desakan tanpa henti dari sang janda. Yesus
lalu membandingkan, jika hakim yang fasik akhirnya menanggapi permintaan yang
diajukan kepadanya, betapa Tuhan jauh lebih rindu menjawab setiap permohonan
yang baik yang sudah kita naikkan berkali-kali ke hadapan-Nya! Tuhan yang Anda
sembah, ikuti & layani ialah Allah yang memikirkan Anda, penuh perhatian
& peduli pada Anda. Jika Anda tulus mengasihi Dia, doa-doa Anda pasti
terdengar jelas di telinga-Nya, menggerakkan hati-Nya yang penuh belas kasihan,
takkan pernah diabaikan-Nya. Jika Anda telah tekun berdoa, tetaplah percaya.
Dia tidak akan mengulur waktu untuk menjawab Anda. Dia pasti menjawab Anda
tepat pada waktu-Nya. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment