RICH FAMILY – POOR FAMILY
Berkunjung/mengunjungi orang-orang yang membutuhkan serta memberikan bantuan & penghiburan adalah suatu pelayanan yang luar biasa J. Matius 25:36, “ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.” Mazmur 25:39, “Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?” Ayat 40: “Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” Sesungguhnya kita sedang melayani Tuhan secara langsung ketika kita mengunjungi mereka yang membutuhkan, mendoakan serta memberi bantuan & penghiburan kepada mereka. Sudahkah kita punya jadwal untuk berkunjung & adakah yang terhibur dengan kunjungan kita selama ini??
Respon 1
Ams 17:17, ‘Seorang
sahabat mengasihi di segala waktu dan jadi saudara dalam kesukaran!’ Tiada
sahabat yang seperti YESUS. Yuk, belajar jadi sahabat yang baik, biar kita jadi
berkat! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
Giat bekerja
beroleh pujian yang hangat; bekerja dengan bermalas-malasan beroleh hardikan.
Pekerjaan kita mewakili kemampuan kita. Pergunakanlah talenta yang ada padamu
dan perjuangkanlah dengan sepenuhnya maka kesuksesan akan menghampirimu. Have a
nice day. Selamat pagi di hari Selasa. Selamat beraktivitas. Jesus loves you...
(Han Hartanto – PT. SAS, Solo)
Respon 3
SAAT TEDUH. Selasa,
10 Februari 2015. Pertobatan Mincaye. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu
saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu (Yohanes 15:12). Suku
Waodani (Auca) di Ekuador terkenal pemarah dan suka membalas dendam. Mereka
bisa saling membunuh dalam satu keluarga. Pada 1956, lima misionaris
memberitakan Injil ke sana. Mereka disalahpahami dan mati ditikam tombak.
Namun, keluarga para misionaris ini tidak menyerah. Mereka datang ke Ekuador
dan melanjutkan pelayanan di sana. Salah satunya adalah Rachel Saint--kakak
Nate Saint, seorang korban. Lewat pelayanan Rachel, suku Waodani mulai terbuka
terhadap Injil. Mincaye adalah orang Waodani yang membunuh Nate Saint. Kepada
Rachel, ia menyampaikan pengakuan. Ketika melihat para misionaris datang dengan
membawa senapan, ia berpikir akan dibunuh. Maka, ia membunuh lebih dulu. Rachel
menjelaskan bahwa para misionaris itu membawa senapan hanya untuk
menakut-nakuti. Tapi, Rachel menjamin bahwa mereka sudah berjanji pada Tuhan
untuk tidak menembak suku Waodani. Bahkan, mereka rela mati buat suku Waodani--jadi
tak mungkin mereka akan membunuh. Hal ini menggetarkan hati Mincaye, dan
membuatnya menerima Kristus! Tuhan memerintahkan kita untuk mengasihi.
Pertanyaannya, seberapa besar kita harus mengasihi? Perhatikan standar ini:
sebesar Kristus mengasihi kita (ay. 12). Ya, sebesar kerelaan-Nya melepas
segala kenyamanan, mengurbankan raga, dan menyerahkan nyawa bagi kita (ay. 13).
Adakah kita kadang merasa sudah cukup berkurban, lalu berhenti mengasihi?
Adakah kita rela melepas kenyamanan demi mengasihi sesama? Adakah kasih kita
menggetarkan hati sesama, dan membawanya kepada Kristus? BERI AKU KEBERANIAN
UNTUK MENGASIHI SESAMAKU SEPERTI ENGKAU MENGASIHIKU DENGAN MENYERAHKAN
NYAWA-MU. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 4
Mazmur 37:23-24,
‘TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepadaNYA.
Apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tanganya.’
Orang yang berhasil dalam hidupnya adalah orang yang selalu rendah hati
dihadapan TUHAN, benar-benar mengandalkan TUHAN dalam setiap langkah hidupnya
dan selalu mau belajar dari orang-orang. juga dari lingkungan di sekitarnya.
Jangan pernah menyerah sekalipun harus jatuh dan merasa sakit, percayalah
tangan TUHAN akan siap menopang orang-orang yang senantiasa berharap kepadaNYA.
Ybu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)
Respon 5
Maz 37:23-24,
‘TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepadaNYA.
Apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tanganya.’
Hidup berkenan dihadapan Tuhan itu bukan hidup yang sudah sempurna dihadapan
Tuhan, tapi hidup yang BERUSAHA terus mendekati standartnya Tuhan. Belajar
melakukan firmanNya walau harus jatuh bangun. Tapi Tuhan melihat usaha kita
itu. Dan janjiNya, Dia akan terus menopang kita dan tidak membiarkan kita jatuh
sampai tergeletak. TanganNya selalu memegang kita dan selalu menolong kita di
waktu yang tepat. Hiduplah terus dalam perkenanan Tuhan dan Dia akan menjagai
hidup kita. Amin... (Ibu Rita – PKS CL 8)
Respon 6
“Lebih banyak sakit
hati yang menggerogoti fisik ketimbang sebaliknya.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 7
Hampir semua orang
percaya mengharapkan pemulihan diberbagai bidang kehidupan. Suatu kehidupan
yang lebih baik. Menjadi kepala, bukan ekor. Diberkati saat keluar & masuk.
Pekerjaan & kesehatannya juga. Hanya, seberapa banyak yang memahami
tahap-rahap Tuhan bekerja mendatangkan pemulihan dalam hidup kita? Bacalah
Yesaya 30:18-26 dengan hati yang terbuka di hadapan Tuhan. Ayat 18 merupakan
pernyataan yang luar biasa bahwa Tuhan rindu menyatakan kasih-Nya, bahkan saat
Dia bangkit, Dia melakukannya untuk menyayangi kita. Kepada umat-Nya yang
sedang terpuruk & sangat direndahkan, Dia akan melakukan itu. Oh, betapa
Dia rindu menunjukkan kasih sayangnya pada kita! Menarik untuk mengetahui bahwa
dari ayat 19 hingga ayat 22, tidak ada perubahan kondisi secara nyata. Bahkan
dikatakan Tuhan hanya akan memberi roti & air serba sedikit (ayat 20).
Berkat-berkat jasmani baru dicurahkan limpah pada ayat 23-26. Lalu, apakah
sebetulnya kasih sayang Tuhan yang hendak ditunjukkan Tuhan tadi? Yang
membedakan kondisi kita sebelum & sesudah dipulihkan terutama bukan
berkat-berkat jasmani atau terobosan-terobosan bersifat materi (sebab iblis pun
dapat memberikan kelimpahan materi). Keadaan kita dibedakan dengan ada tidaknya
kehadiran Tuhan, dekat tidaknya hubungan kita dengan Dia, jelas atau tidaknya
pimpinan Tuhan di dalam hidup kita, juga bagaimana Roh-Nya bekerja dengan kuat
dalam kita menyadarkan kita dari segala yang jahat di mata-Nya! Itulah yang
hendak disampaikan Tuhan di ayat 19-22. Apalah artinya perbaikan kondisi
keuangan kita jika kemudian kita makin menjauh dari Tuhan? Apalah guna segala
fasilitas yang mewah jika hati gelisah tanpa terhubung dengan Dia? Pemulihan,
terutama dimulai dari jiwa kita -yang sadar bahwa kita tak mungkin hidup jauh
dari Tuhan, di luar Dia, tanpa Dia. Pemulihan sejati adalah pemulihan hubungan
dengan Tuhan. Ketika kita terhubung erat tak terpisahkan dengan sumber
pemulihan, seluruh hidup kita akan dipulihkan. Pasti. Salam revival! GBU.
(Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment