Tuesday, 10 February 2015

10 Februari 2015



RICH FAMILY – POOR FAMILY

Berkunjung/mengunjungi orang-orang yang membutuhkan serta memberikan bantuan & penghiburan adalah suatu pelayanan yang luar biasa J. Matius 25:36, “ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.” Mazmur 25:39, “Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?” Ayat 40: “Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” Sesungguhnya kita sedang melayani Tuhan secara langsung ketika kita mengunjungi mereka yang membutuhkan, mendoakan serta memberi bantuan & penghiburan kepada mereka. Sudahkah kita punya jadwal untuk berkunjung & adakah yang terhibur dengan kunjungan kita selama ini??

Respon 1
Ams 17:17, ‘Seorang sahabat mengasihi di segala waktu dan jadi saudara dalam kesukaran!’ Tiada sahabat yang seperti YESUS. Yuk, belajar jadi sahabat yang baik, biar kita jadi berkat! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
Giat bekerja beroleh pujian yang hangat; bekerja dengan bermalas-malasan beroleh hardikan. Pekerjaan kita mewakili kemampuan kita. Pergunakanlah talenta yang ada padamu dan perjuangkanlah dengan sepenuhnya maka kesuksesan akan menghampirimu. Have a nice day. Selamat pagi di hari Selasa. Selamat beraktivitas. Jesus loves you... (Han Hartanto – PT. SAS, Solo)
Respon 3
SAAT TEDUH. Selasa, 10 Februari 2015. Pertobatan Mincaye. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu (Yohanes 15:12). Suku Waodani (Auca) di Ekuador terkenal pemarah dan suka membalas dendam. Mereka bisa saling membunuh dalam satu keluarga. Pada 1956, lima misionaris memberitakan Injil ke sana. Mereka disalahpahami dan mati ditikam tombak. Namun, keluarga para misionaris ini tidak menyerah. Mereka datang ke Ekuador dan melanjutkan pelayanan di sana. Salah satunya adalah Rachel Saint--kakak Nate Saint, seorang korban. Lewat pelayanan Rachel, suku Waodani mulai terbuka terhadap Injil. Mincaye adalah orang Waodani yang membunuh Nate Saint. Kepada Rachel, ia menyampaikan pengakuan. Ketika melihat para misionaris datang dengan membawa senapan, ia berpikir akan dibunuh. Maka, ia membunuh lebih dulu. Rachel menjelaskan bahwa para misionaris itu membawa senapan hanya untuk menakut-nakuti. Tapi, Rachel menjamin bahwa mereka sudah berjanji pada Tuhan untuk tidak menembak suku Waodani. Bahkan, mereka rela mati buat suku Waodani--jadi tak mungkin mereka akan membunuh. Hal ini menggetarkan hati Mincaye, dan membuatnya menerima Kristus! Tuhan memerintahkan kita untuk mengasihi. Pertanyaannya, seberapa besar kita harus mengasihi? Perhatikan standar ini: sebesar Kristus mengasihi kita (ay. 12). Ya, sebesar kerelaan-Nya melepas segala kenyamanan, mengurbankan raga, dan menyerahkan nyawa bagi kita (ay. 13). Adakah kita kadang merasa sudah cukup berkurban, lalu berhenti mengasihi? Adakah kita rela melepas kenyamanan demi mengasihi sesama? Adakah kasih kita menggetarkan hati sesama, dan membawanya kepada Kristus? BERI AKU KEBERANIAN UNTUK MENGASIHI SESAMAKU SEPERTI ENGKAU MENGASIHIKU DENGAN MENYERAHKAN NYAWA-MU. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 4
Mazmur 37:23-24, ‘TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepadaNYA. Apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tanganya.’ Orang yang berhasil dalam hidupnya adalah orang yang selalu rendah hati dihadapan TUHAN, benar-benar mengandalkan TUHAN dalam setiap langkah hidupnya dan selalu mau belajar dari orang-orang. juga dari lingkungan di sekitarnya. Jangan pernah menyerah sekalipun harus jatuh dan merasa sakit, percayalah tangan TUHAN akan siap menopang orang-orang yang senantiasa berharap kepadaNYA. Ybu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 5
Maz 37:23-24, ‘TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepadaNYA. Apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tanganya.’ Hidup berkenan dihadapan Tuhan itu bukan hidup yang sudah sempurna dihadapan Tuhan, tapi hidup yang BERUSAHA terus mendekati standartnya Tuhan. Belajar melakukan firmanNya walau harus jatuh bangun. Tapi Tuhan melihat usaha kita itu. Dan janjiNya, Dia akan terus menopang kita dan tidak membiarkan kita jatuh sampai tergeletak. TanganNya selalu memegang kita dan selalu menolong kita di waktu yang tepat. Hiduplah terus dalam perkenanan Tuhan dan Dia akan menjagai hidup kita. Amin... (Ibu Rita – PKS CL 8)



Respon 6
“Lebih banyak sakit hati yang menggerogoti fisik ketimbang sebaliknya.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 7
Hampir semua orang percaya mengharapkan pemulihan diberbagai bidang kehidupan. Suatu kehidupan yang lebih baik. Menjadi kepala, bukan ekor. Diberkati saat keluar & masuk. Pekerjaan & kesehatannya juga. Hanya, seberapa banyak yang memahami tahap-rahap Tuhan bekerja mendatangkan pemulihan dalam hidup kita? Bacalah Yesaya 30:18-26 dengan hati yang terbuka di hadapan Tuhan. Ayat 18 merupakan pernyataan yang luar biasa bahwa Tuhan rindu menyatakan kasih-Nya, bahkan saat Dia bangkit, Dia melakukannya untuk menyayangi kita. Kepada umat-Nya yang sedang terpuruk & sangat direndahkan, Dia akan melakukan itu. Oh, betapa Dia rindu menunjukkan kasih sayangnya pada kita! Menarik untuk mengetahui bahwa dari ayat 19 hingga ayat 22, tidak ada perubahan kondisi secara nyata. Bahkan dikatakan Tuhan hanya akan memberi roti & air serba sedikit (ayat 20). Berkat-berkat jasmani baru dicurahkan limpah pada ayat 23-26. Lalu, apakah sebetulnya kasih sayang Tuhan yang hendak ditunjukkan Tuhan tadi? Yang membedakan kondisi kita sebelum & sesudah dipulihkan terutama bukan berkat-berkat jasmani atau terobosan-terobosan bersifat materi (sebab iblis pun dapat memberikan kelimpahan materi). Keadaan kita dibedakan dengan ada tidaknya kehadiran Tuhan, dekat tidaknya hubungan kita dengan Dia, jelas atau tidaknya pimpinan Tuhan di dalam hidup kita, juga bagaimana Roh-Nya bekerja dengan kuat dalam kita menyadarkan kita dari segala yang jahat di mata-Nya! Itulah yang hendak disampaikan Tuhan di ayat 19-22. Apalah artinya perbaikan kondisi keuangan kita jika kemudian kita makin menjauh dari Tuhan? Apalah guna segala fasilitas yang mewah jika hati gelisah tanpa terhubung dengan Dia? Pemulihan, terutama dimulai dari jiwa kita -yang sadar bahwa kita tak mungkin hidup jauh dari Tuhan, di luar Dia, tanpa Dia. Pemulihan sejati adalah pemulihan hubungan dengan Tuhan. Ketika kita terhubung erat tak terpisahkan dengan sumber pemulihan, seluruh hidup kita akan dipulihkan. Pasti. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)


No comments:

Post a Comment