RICH FAMILY – POOR FAMILY
Respon 1
“Ketegasan demi
perbaikan lebih baik ketimbang kelembutan yang disalahgunakan.” Xavier Quentin
Pranata.
Respon 2
SAAT TEDUH. Minggu,
1 Februari 2015. Tradisi di Meja Makan. Sebab di mana dua atau tiga orang
berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka (Matius
18:20). Tradisi ini kini semakin jarang dilakukan: seluruh keluarga berkumpul
di meja makan untuk makan bersama. Semua anggota keluarga ditunggu kehadirannya
sebelum acara makan dimulai. Bagi beberapa orang, tradisi bersama ini bagaikan oase
di tengah padang gurun perjalanan hidup. Di meja makan ini mereka bisa
menghilangkan kepenatan setelah bekerja, menguatkan kembali kondisi fisik yang
melemah, dan bertatap muka dengan sesama saudara. Meja makan juga dipandang
sebagai tempat yang ideal untuk menyelesaikan masalah keluarga dengan kasih.
Dan selama makan, setiap anggota keluarga berkesempatan menyampaikan isi
hatinya. Yesus menegaskan pentingnya kesatuan dan kesepakatan (ay. 19). Dia
berkata, jika dua orang bersepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu
akan dikabulkan oleh Bapa yang di surga. Hal ini dapat diterapkan dalam
kehidupan berkeluarga. Saat keluarga sepakat berkumpul dalam nama Tuhan, Dia
hadir di tengah-tengah keluarga itu. Jika kehadiran Tuhan nyata dalam sebuah
keluarga, persoalan yang rumit pun akan teratasi. Bagi kita yang pernah
mengalaminya, kenangan makan bersama itu, indahnya kebersamaan dan hadirat
Tuhan, pasti masih membekas di hati. Betapa kehadiran Tuhan dapat dirasakan
begitu dekat dan tangan-Nya terentang memberkati setiap pribadi yang hadir saat
itu. Di tengah kesibukan hidup, barangkali kita dapat meluangkan waktu untuk
melakukannya kembali dan merayakan berkat Allah atas keluarga kita. TRADISI
MAKAN BERSAMA DAPAT MENJADI OASE KASIH DALAM PERJALANAN HIDUP KELUARGA.
Morning... Welcome Month of ❤. Happy Sunday Service. Jesus Christ bless us.
(Madam Ossy)
Respon 3
Sewaktu kuliah kita
pernah diajar tentang teknologi dasar pemancar radio komunikasi. Bahwa
gelombang radio dipancarkan melalui frekuensi yang tertentu, sehingga kita
perlu menyamakan frekuensi penerimaan kita supaya dapat menangkap siaran yang
kita mau. Saya tertarik mengenai bagaimana pesan-pesan rahasia militer
dikodekan sehingga walaupun musuh dapat menangkap frekuensi gelombang yang
disiarkan, mereka belum tentu dapat membaca/mengerti isi pesan yang disampaikan
jika mereka tidak bisa memecahkan kode-kodenya. Demikian juga dengan pesan
TUHAN yang disampaikan pada umatNya, ada banyak Firman di dalam alkitab yang
semua orang bisa baca, tetapi jika kita tidak menyetel hati & seluruh
SENSOR di dalam diri kita, kita akan sulit menangkap SINYAL2 SURGAWI yang TUHAN
ingin sampaikan. Ada orang yang begitu bebalnya sehingga pesan yang TUHAN beri
jelas-jelas didepan mata mereka masih berdalih & tidak mau menangkap &
bertobat. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi
dongeng - 2 Timotius 4:4. Namun bagi kita yang sungguh-sungguh mau belajar
mengikuti kehendakNya yang sempurna bagi masing-masing jalan hidup kita, kita
harus lebih lagi belajar bahwa ada pesan-pesan khusus & rahasia yang hanya
bisa dimengerti bagi mereka yang mau bersekutu secara pribadi dengan ROH KUDUS,
sehingga setiap pesan rahasia yang TUHAN sampaikan, akan diterjemahkan oleh Roh
Kudus sehingga kita mengerti. Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan
diutus oleh Bapa dalam namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu
kepadamu & akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu
(Yoh 14:26). PESAN-PESAN RAHASIA inilah yang akan bisa membuat kita bisa
memenangi setiap PERTEMPURAN KEHIDUPAN & membuat kita melaju cepat menuju
destiny yang TUHAN tetapkan bagi anak-anakNya. Mari belajarlah bergaul intim
dengan Roh Kudus-Nya karena hanya Dialah Penolong kita yang diberikan TUHAN
khusus untuk mengerti isi hati & kehendakNya. Amin. PESAN-PESAN RAHASIA
TUHAN BERISI KUNCI-KUNCI KEHIDUPAN, HANYA BISA DITANGKAP BAGI MEREKA yang MAU
BERSEKUTU KARIB dengan ROH KUDUS-NYA. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 4
1 Kor 15:33,
Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik! Ayo
dijaga pergaulan kita, bergaullah sama TUHAN, pasti sip... Selamat ibadah dan
melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA.
Respon 5
Dalam pengajaran
tentang akhir zaman, Yesus menutupnya dengan suatu pernyataan yang begitu berani
dan tiada duanya, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan
berlalu”~Mat. 24:35. Manusia manakah sepanjang sejarah dunia yang berani
mengatakan sedemikian? Yang menyamakan kata-katanya seperti firman dari Yang
Kekal itu, yang tetap ada hingga kesudahan segalanya? Sesungguhnya inilah bukti
bahwa Yesus itu Tuhan. Meski tak pernah dikatakan-Nya secara langsung, puluhan
kali Ia menyamakan diri-Nya dengan Bapa-Nya, Tuhan semesta alam. Pengakuan
Yesus, “Aku & Bapa adalah satu, sudah menjelaskan bahwa Dialah pribadi
Tuhan yang menyatakan diri dalam rupa manusia dalam rencana menebus manusia
dari dosa & kutuk. Dari yang dikatakan Yesus, kita diberitahu bahwa
perkataan-perkataanNya bukan dusta atau untaian-untaian merdu di telinga semata
tapi suatu firman yang berkuasa, yang akan berlaku hingga akhir semesta, yang
pasti akan terjadi & terbukti, yang akan tetap ada sekalipun segala sesuatu
tidak ada lagi; tak berubah, tak berganti, tak mungkin salah, pasti akan
digenapi pada akhirnya. Mendasarkan diri pada perkataan Yesus, kita semestinya
menyadari bahwa firman Tuhan harus menjadi pegangan hidup kita. Dia yang telah
berfirman pasti akan melakukan sesuai yang dikatakan-Nya itu. Jangan pernah
meragukan Dia. Sebab itu, percayalah sepenuh hati. Dia yang berkata akan
mengampuni Anda, pasti akan menyucikan Anda dari segala kesalahan & dosa
sekeji apapun -jika Anda datang kepada Yesus. Dia yang telah berjanji tidak
akan pernah meninggalkan Anda tetapi memelihara & menyertai Anda, Dia pasti
ada di sisi Anda apapun yang sedang Anda hadapi & jalani. Di akhir segala
sesuatu, bahkan ketika langit & bumi- tempat kita ada sekarang- tidak ada
lagi, firman-Nya menjadi jaminan bagi kita bahwa ada langit & bumi yang
baru disediakan bagi kita yang sungguh-sungguh percaya Yesus itu Tuhan.
Berbahagialah orang yang percaya pada firman-Nya. Hidupnya beroleh jaminan.
Kini, nanti, selama-lamanya. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment