Wednesday, 4 February 2015

4 Februari 2015



RICH FAMILY – POOR FAMILY



Sebagai anak-anak Tuhan baik kita sebagai karyawan / pimpinan, ibu rumah tangga, guru, apapun status kita, apakah kita sudah bertanggung jawab penuh atas tugas yang kita kerjakan? Apakah kita melibatkan Tuhan & mempertahankan iman kita? (Kisah Abisai yang dengan keberanian menemani Raja Daud menerobos perkemahan Saul, membuktikan kesetiaannya untuk menyelamatkan Raja / 1 Sam 26:6-7 & 2 Sam 21:17). Tuhan akan memberikan Keberanian & Kekuatan senatiasa agar kita dimampukan menghadapi tantangan dalam hidup ini. Amin J.

Respon 1
SAAT TEDUH. Rabu, 4 Januari 2015. Berusaha Menguasai Diri. Dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan (2 Petrus 1:6). Menurut saya, salah satu tempat terbaik untuk melatih penguasaan diri adalah di jalan raya. Jalan raya adalah tempat bertemunya segala macam manusia dengan berbagai watak dan gaya mengemudi. Pengendara yang gagal menguasai diri bisa berakhir dengan membayar denda tilang karena melanggar lampu lalu lintas, mengalami kecelakaan, bahkan terbunuh karena terlalu menuruti emosi. Selain iman, kekristenan identik dengan kesungguhan dalam menjalani hidup supaya iman itu semakin sempurna. Dalam suratnya, Petrus menasihatkan agar orang percaya sungguh-sungguh berusaha menambahkan iman kepada Kristus dengan beberapa hal lainnya, salah satunya penguasaan diri. Frasa “sungguh-sungguh berusaha” (ay. 5) menyiratkan bahwa penguasaan diri tidak dihasilkan secara instan sehingga dalam semalam seseorang dapat memiliki penguasaan diri yang baik. Ada kalanya kita gagal dalam menguasai diri, bahkan sampai lepas kendali. Kondisi ini hendaknya dibarengi dengan keinginan kuat untuk bangkit dan kembali berusaha. Bukan dengan kekuatan sendiri, melainkan dengan kuasa ilahi yang telah dianugerahkan-Nya kepada kita. Jika dibandingkan dengan dua, tiga, atau lima tahun lalu, sudahkah kita bertumbuh dalam penguasaan diri? Jika “nilainya” cenderung turun, ada baiknya kita bersungguh-sungguh lagi untuk berlatih menguasai diri. Ingatlah, pihak pertama sekaligus utama yang diuntungkan jika kita bertumbuh adalah diri kita, bukan orang lain. Jadi, tidak ada alasan menolak untuk bertumbuh, bukan? SEMAKIN LAMA KITA HIDUP DI BUMI, SEHARUSNYA SEMAKIN CAKAP MENGUASAI DIRI. Selamat pagi. Semangat!!!! Tuhan Yesus memberkati.

Respon 2
“Kata 'tidak' sama baiknya dengan kata 'ya' dalam mendidik anak-anak kita.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
Ams 16:3, Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu! Awali segala sesuatu dengan DOA. Serahkan hidup kita pada-NYA. Pasti SUKSES! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 4
Sebagian orang merasa bangga memiliki keluarga atau sanak saudara yang punya pengaruh & kedudukan di pemerintahan. Sebagian lagi merasa percaya diri manakala memiliki hubungan dengan pejabat tinggi, orang-orang di posisi-posisi kekuasaan, atau pimpinan-pimpinan angkatan bersenjata. Ada pula yang merasa aman karena memiliki hubungan baik dengan tokoh-tokoh agama & masyarakat. Apa sebab? Karena hubungan-hubungan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mencari kemudahan & solusi dalam hidup. Inilah benih awal pemikiran yang lalu mengakar & berkembang menjadi kolusi, korupsi & nepotisme (KKN). Demi beroleh solusi & pertolongan, pemazmur justru melihat ada yang lebih baik: “Lebih baik berlindung pada TUHAN (Allah Israel) daripada percaya pada manusia, para bangsawan sekalipun!” (lihat Maz. 118:8-9). Setidaknya ada 3 hal utama, mengapa berharap kepada TUHAN selalu lebih baik ketimbang pada manusia: -Dalam kemampuan. Manusia, sekalipun memiliki kuasa & sarana yang besar, tetaplah makhluk yang sangat terbatas -yang bahkan tidak punya kuasa untuk mengetahui apa yang akan terjadi padanya satu jam ke depan saja. Tetapi TUHAN ialah El Shaddai: mahakuasa, mahahadir, mahatahu. Tak terbatas apa yang dapat dilakukan-Nya! Pertolongan akan datang melalui segala kemungkinan yang ada (lihat Est.4:14); -Dalam keteguhan janji. Manusia mudah berubah. Pertolongan yang dijanjikan hari ini, bisa diingkari tatkala kondisi-kondisi berubah & berkembang. Yang dikatakan selanjutnya bisa diralat & dimintakan maaf. Tidak demikian dengan Tuhan yang tiap janji-Nya disertai komitmen total untuk melaksanakan-Nya. Janji-Nya teguh, murni, sangat terjamin; -Dalam ketulusan. Jarang sekali manusia tidak berpamrih. Hari ini tampak tulus, tapi ke depan menuntut meski secara halus. Iblis pun meminta tumbal. Hanya Tuhan yang menyediakan diri menjadi sahabat di setiap waktu semata-mata demi cinta-Nya. Dia pasti menjadi pembela orang-orang yang dicintai-Nya! TUHAN punya solusi yang tak terbatas bagi Anda. Adakah yang lebih baik daripada berlindung pada-Nya? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)


No comments:

Post a Comment