RICH FAMILY – POOR FAMILY
Sebagai anak-anak Tuhan baik kita sebagai karyawan / pimpinan, ibu rumah tangga, guru, apapun status kita, apakah kita sudah bertanggung jawab penuh atas tugas yang kita kerjakan? Apakah kita melibatkan Tuhan & mempertahankan iman kita? (Kisah Abisai yang dengan keberanian menemani Raja Daud menerobos perkemahan Saul, membuktikan kesetiaannya untuk menyelamatkan Raja / 1 Sam 26:6-7 & 2 Sam 21:17). Tuhan akan memberikan Keberanian & Kekuatan senatiasa agar kita dimampukan menghadapi tantangan dalam hidup ini. Amin J.
Respon 1
SAAT TEDUH. Rabu, 4
Januari 2015. Berusaha Menguasai Diri. Dan kepada pengetahuan penguasaan diri,
kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan (2 Petrus
1:6). Menurut saya, salah satu tempat terbaik untuk melatih penguasaan diri
adalah di jalan raya. Jalan raya adalah tempat bertemunya segala macam manusia
dengan berbagai watak dan gaya mengemudi. Pengendara yang gagal menguasai diri
bisa berakhir dengan membayar denda tilang karena melanggar lampu lalu lintas,
mengalami kecelakaan, bahkan terbunuh karena terlalu menuruti emosi. Selain
iman, kekristenan identik dengan kesungguhan dalam menjalani hidup supaya iman
itu semakin sempurna. Dalam suratnya, Petrus menasihatkan agar orang percaya
sungguh-sungguh berusaha menambahkan iman kepada Kristus dengan beberapa hal
lainnya, salah satunya penguasaan diri. Frasa “sungguh-sungguh berusaha” (ay.
5) menyiratkan bahwa penguasaan diri tidak dihasilkan secara instan sehingga
dalam semalam seseorang dapat memiliki penguasaan diri yang baik. Ada kalanya
kita gagal dalam menguasai diri, bahkan sampai lepas kendali. Kondisi ini
hendaknya dibarengi dengan keinginan kuat untuk bangkit dan kembali berusaha.
Bukan dengan kekuatan sendiri, melainkan dengan kuasa ilahi yang telah
dianugerahkan-Nya kepada kita. Jika dibandingkan dengan dua, tiga, atau lima
tahun lalu, sudahkah kita bertumbuh dalam penguasaan diri? Jika “nilainya”
cenderung turun, ada baiknya kita bersungguh-sungguh lagi untuk berlatih
menguasai diri. Ingatlah, pihak pertama sekaligus utama yang diuntungkan jika
kita bertumbuh adalah diri kita, bukan orang lain. Jadi, tidak ada alasan
menolak untuk bertumbuh, bukan? SEMAKIN LAMA KITA HIDUP DI BUMI, SEHARUSNYA SEMAKIN
CAKAP MENGUASAI DIRI. Selamat pagi. Semangat!!!! Tuhan Yesus memberkati.
Respon 2
“Kata 'tidak' sama
baiknya dengan kata 'ya' dalam mendidik anak-anak kita.” Xavier Quentin
Pranata.
Respon 3
Ams 16:3,
Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu!
Awali segala sesuatu dengan DOA. Serahkan hidup kita pada-NYA. Pasti SUKSES!
Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 4
Sebagian orang
merasa bangga memiliki keluarga atau sanak saudara yang punya pengaruh &
kedudukan di pemerintahan. Sebagian lagi merasa percaya diri manakala memiliki
hubungan dengan pejabat tinggi, orang-orang di posisi-posisi kekuasaan, atau
pimpinan-pimpinan angkatan bersenjata. Ada pula yang merasa aman karena
memiliki hubungan baik dengan tokoh-tokoh agama & masyarakat. Apa sebab?
Karena hubungan-hubungan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk
mencari kemudahan & solusi dalam hidup. Inilah benih awal pemikiran yang
lalu mengakar & berkembang menjadi kolusi, korupsi & nepotisme (KKN). Demi
beroleh solusi & pertolongan, pemazmur justru melihat ada yang lebih baik:
“Lebih baik berlindung pada TUHAN (Allah Israel) daripada percaya pada manusia,
para bangsawan sekalipun!” (lihat Maz. 118:8-9). Setidaknya ada 3 hal utama,
mengapa berharap kepada TUHAN selalu lebih baik ketimbang pada manusia: -Dalam
kemampuan. Manusia, sekalipun memiliki kuasa & sarana yang besar, tetaplah
makhluk yang sangat terbatas -yang bahkan tidak punya kuasa untuk mengetahui
apa yang akan terjadi padanya satu jam ke depan saja. Tetapi TUHAN ialah El
Shaddai: mahakuasa, mahahadir, mahatahu. Tak terbatas apa yang dapat
dilakukan-Nya! Pertolongan akan datang melalui segala kemungkinan yang ada
(lihat Est.4:14); -Dalam keteguhan janji. Manusia mudah berubah. Pertolongan
yang dijanjikan hari ini, bisa diingkari tatkala kondisi-kondisi berubah &
berkembang. Yang dikatakan selanjutnya bisa diralat & dimintakan maaf.
Tidak demikian dengan Tuhan yang tiap janji-Nya disertai komitmen total untuk
melaksanakan-Nya. Janji-Nya teguh, murni, sangat terjamin; -Dalam ketulusan.
Jarang sekali manusia tidak berpamrih. Hari ini tampak tulus, tapi ke depan
menuntut meski secara halus. Iblis pun meminta tumbal. Hanya Tuhan yang
menyediakan diri menjadi sahabat di setiap waktu semata-mata demi cinta-Nya. Dia
pasti menjadi pembela orang-orang yang dicintai-Nya! TUHAN punya solusi yang
tak terbatas bagi Anda. Adakah yang lebih baik daripada berlindung pada-Nya?
Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment