Friday, 27 February 2015

27 Februari 2015



RICH FAMILY – POOR FAMILY




Belajar seperti Yusuf, ketegaran & ketekunannya bagai pohon buah-buahan yang muda pada mata air yang daunnya merambat mengatasi “tembok” / “mengatasi semua masalah atau tekanan” (Kejadian 49:22-24). Dalam hidup ini kita butuh ketekunan & ketabahan untuk menjalaninya, agar kita bisa menikmati kekuatan & penghiburan yang diberikanNya. Pilihlah untuk mengucap syukur dari pada mengeluh L. Mengucap syukur adalah kunci bagi kesehatan jiwa kita J. Amin.

Respon 1
“Tanpa kasih di hati tak ada kata ‘Saya memaafkanmu’ yang bisa keluar dari mulut kita.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
Kej 49:22 – Yusuf adalah seperti pohon buah-buahan yang muda, pohon buah-buahan yang muda pada mata air. Dahan-dahannya naik mengatasi tembok. Kita sudah sering membaca kisah Yusuf yang sangat menginspirasi, tentang ketegarannya, tentang ketaatannya, dan yang paling mengagumkan adalah tentang integritasnya. Yusuf digambarkan seperti pohon buah-buahan pada MATA AIR. Ya itulah kuncinya bagaimana Yusuf bisa bertahan tetap memegang MIMPInya yaitu tetap tinggal di dalam MATA AIR (gambaran kasih Tuhan). Ketika masalah demi masalah datang bertubi-tubi, masalah yang satu baru selesai datang lagi masalah yang lain, untuk bisa bertahan ya cuma satu kuncinya yaitu tetap tinggal dalam kasih karunia Tuhan. Fokus pada kebesaran Tuhan, berusaha sepikir dengan Tuhan. Bukan mengeluh dan mengasihani diri tapi tetap berpikir positif dan percaya bahwa rancangan Tuhan adalah hari depan yang penuh pengharapan bukan rancangan kecelakaan. Selamat pagi... Tuhan Yesus memberkati kita semua... (Ibu Rita – PKS CL 8)

Respon 3
SAAT TEDUH. Jumat, 27 Februari 2015. Seni Mengkritik. Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat. Tetapi setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawa dia ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Allah (Kisah Para Rasul 18:26). Ketika dipercaya berkhotbah dalam kebaktian berbahasa Inggris, saya tertantang dan sekaligus bergumul. Suatu kali, seusai kebaktian, seorang mantan dekan fakultas sastra mendekati saya dan mengomentari beberapa pelafalan yang kurang tepat. Mendengarnya, saya merasa khotbah saya buruk sekali. Kemudian datang beberapa orang, sebagian penutur bahasa Inggris dan pernah bersekolah di luar negeri, menyemangati saya. Mereka menghargai usaha saya, mengatakan khotbah saya dapat dipahami. Mereka bahkan bersedia menolong memperbaiki kemampuan bahasa Inggris saya. Apolos pemberita Injil yang fasih dan mahir dalam soal-soal Kitab Suci. Ia bersemangat mengajar banyak orang, termasuk di rumah ibadat. Namun, karena keterbatasan pengetahuan, ia hanya mengajarkan baptisan Yohanes. Ketika Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka tidak mempermalukannya. Mereka membawanya ke rumah dan menjelaskan apa yang perlu Apolos tahu. Mereka tidak hanya menunjukkan masalahnya, tetapi juga memberikan solusi. Hasilnya, Apolos menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang percaya di Akhaya. Ia bahkan mempergunakan keterampilannya memberitakan Injil Kristus di depan umum. Umumnya, kita lebih senang mengkritik daripada dikritik. Jika harus mengkritik, pakailah cara terbaik untuk membangun, bukan menjatuhkan. Dan saat dikritik, belajarlah menyimak isi kritik, bukan berfokus pada caranya, sehingga kita dapat belajar memperbaiki diri. KRITIK DIMAKSUDKAN UNTUK MENGOREKSI DAN MEMPERBAIKI KEADAAN, BUKAN UNTUK MENYOMBONGKAN KEHEBATAN PRIBADI. Thanks GOD its Friday. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 4
Jumat, 27 Februari 2015. Bacaan: Yesaya 41:8-20. Setahun: Bilangan 32-33. Nats: Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan (Yesaya 41:10). DIPEGANG TUHAN. Saat Sekolah Minggu, guru memberikan tugas kepada anak-anak untuk mewarnai gambar. Seorang anak berumur kurang dari tiga tahun tampaknya belum mengerti apa yang harus dilakukan dengan gambar itu. Secara spontan saya mendekati anak itu dan memberinya sebuah pensil warna. Lalu saya pegang tangannya dan menuntunnya untuk mewarnai gambar itu. Terkadang ia tampak jenuh, tetapi setelah itu, terlihat wajah sukacita pada anak itu saat melihat bahwa akhirnya ia mampu menyelesaikan gambarnya. Pengalaman masa pembuangan sungguh-sungguh membuat bangsa Israel menderita sekaligus menempa iman mereka. Masa di mana Allah juga memberikan janji peneguhan-Nya, dan meminta umat Israel untuk tidak bimbang karena Pribadi Allah yang akan membebaskan mereka pada saatnya nanti. Dia sumber penolong, Dia memberikan tangan kanan-Nya. Tangan kanan menunjukkan kuasa dan otoritas Allah. Bangsa-bangsa lain akan mengenal pula siapa Allah Israel. Pengalaman itu menolong saya memahami janji Tuhan dalam kitab Yesaya. Ketika Tuhan memegang tangan saya, saya belajar bahwa Dia adalah Tuhan yang menuntun langkah kita. Ada saat-saat ketika kita begitu lelah untuk melewati persoalan hidup, tetapi Dia ingin agar kita taat untuk terus hidup dalam tuntunan-Nya dan memberi kita kemenangan. Seperti saya sangat bersukacita melihat anak kecil itu bersukacita, terlebih Tuhan kita! Dia sangat bersukacita tatkala kita mampu melewati setiap persoalan dalam tuntunan tangan kanan-Nya. --Samuel Yudi. HIDUP DALAM PEGANGAN TANGAN TUHAN ADALAH HIDUP PENUH KEMENANGAN. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 5
Renungan pagi hari... JUJUR 6 SEN. Honest Abe—alias Abe yang jujur—nyatanya bukan julukan kosong bagi Abraham Lincoln, Presiden ke-16 Amerika Serikat. Sejak kecil ia konsisten bersikap jujur. Ibu tirinya berkomentar, “Ia tak pernah berdusta pada saya seumur hidupnya, tak pernah berdalih atau mengelak untuk menghindari hukuman atau tanggung jawab lain...” Ia bersikap jujur dalam perkara kecil sekalipun, seperti ditunjukkannya ketika menjadi penjaga toko di New Salem, Illinois. Suatu petang, saat mencatat neraca keuangan, Lincoln mendapatkan bahwa ia telah memungut bayaran sekitar 6 sen lebih banyak dari seorang pelanggan. Malam itu juga, ia berjalan kaki beberapa mil ke rumah pelanggan itu untuk mengembalikan uang tersebut. Salomo menguntai beberapa amsal tentang berkat dari KEJUJURAN: Berjalan dalam KEJUJURAN mendatangkan rasa aman yang kudus; KEJUJURAN itu seperti jalan yang sekalipun tidak gampang untuk ditempuh, tidak akan menyesatkan. dengan demikian, KEJUJURAN membebaskan & melindungi kita. KEJUJURAN membebaskan kita dari daya pikat dosa & sistem dunia yang penuh jebakan, serta melindungi kita dari ancaman kerusakan & kebinasaan yang menyertainya. Di negeri kita belakangan ini, KEJUJURAN terasa begitu sulit untuk di temukan. Sebaliknya, korupsi merajalela. Keadaan memprihatinkan ini sejatinya merupakan KESEMPATAN bagi orang benar untuk bersinar. Di tengah kegelapan korupsi, biarlah kita menjalankan pekerjaan, termasuk pekerjaan yang tampak remeh sekalipun, dengan penuh KEJUJURAN. KETIKA KITA HIDUP DALAM KEJUJURAN, KEJUJURAN AKAN MEMBELA & MELINDUNGI KITA. “Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya” (Amsal 11:6). Good morning... God bless you. (Vili – CL 7)

Respon 6
Lukas 16:10, “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” Ketika Daud SETIA menggembalakan kambing domba ayahnya yang tidak terlalu banyak, Tuhan berikan seluruh Israel kepada Daud. Tuhan melihat hati! (GNCC)

Respon 7
Pertanyaan yang cukup sering diajukan anak-anak Tuhan adalah ‘bagaimana menjaga api cinta tetap menyala pada Tuhan’? Adalah kenyataan bahwa sebagian anak-anak Tuhan telah kehilangan kasih yang membara itu & yang ada kini hanya kesuaman atau rohani yang dingin. Seringkali semua terjadi sangat pelahan & sedikit demi sedikit,tanpa disadari kita tidak lagi bergairah bagi Tuhan. Yesus pernah berkata, “Di mana hartamu, di situ hatimu” (Mat.6:21). Dan itulah penjelasan mengapa orang-orang mencintai harta dunia seumur hidup mereka. Bagi banyak orang dunia, kekayaan materi adalah yang utama, puncak segala harapan & keinginan, yang terpenting bagi hidup di dunia, bahkan segala-galanya dalam hidup mereka. Hati mereka terikat dengan penuh cinta pada harta. Itu sebabnya hasrat mereka begitu besar sepanjang hidup untuk mengejar & mengumpulkan harta melebihi apapun. Tetapi bukan hanya itu, apapun yang dianggap sebagai harta dalam hidup seseorang maka di sana ia menaruh hatinya: jabatan, pasangan hidup, anggota-anggota keluarga, pekerjaan -apapun itu yang dipandang tinggi dalam hidup. Terhadap setiap hal itu, kita biasanya akan memperjuangkan dengan penuh hasrat cinta! Sekarang baca Alkitab Anda: Kerajaan sorga diumpamakan seperti harta terpendam & mutiara yang mahal (Mat.13:44-46); Titah perkataan Tuhan itu lebih mulia & lebih berharga dari emas tua (Maz. 19:11;119:72,127); Menerima pimpinan Tuhan bagai beroleh segala harta (Maz.119:14); Yesus sendiri memberikan pilihan pada seorang anak muda, mana yang lebih berharga: mengikut Yesus atau mempertahankan segala harta dunia yang dicintainya itu! (Mat. 19:21) Mereka yang dipenuhi cinta yang tak pernah padam pada Tuhan memandang Tuhan sebagai harta yang terbesar dalam hidup mereka. Jadi, seberapa berhargakah Kristus bagi Anda -sehingga hati Anda melekat pada-Nya & tak dapat lepas dari Dia? Adakah Dia menjadi hasrat terbesar & segala yang ingin Anda miliki dalam hidup? Sebelum itu terjadi, jangan berharap Anda memiliki gairah cinta yang terus menyala bagi Dia! Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment