RICH FAMILY – POOR FAMILY
Belajar seperti
Yusuf, ketegaran & ketekunannya bagai pohon buah-buahan yang muda pada mata
air yang daunnya merambat mengatasi “tembok” / “mengatasi semua masalah atau
tekanan” (Kejadian 49:22-24). Dalam hidup ini kita butuh ketekunan &
ketabahan untuk menjalaninya, agar kita bisa menikmati kekuatan &
penghiburan yang diberikanNya. Pilihlah untuk mengucap syukur dari pada
mengeluh L. Mengucap syukur adalah kunci bagi kesehatan jiwa kita J. Amin.
Respon 1
“Tanpa kasih di hati tak ada kata ‘Saya memaafkanmu’ yang bisa keluar
dari mulut kita.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
Kej 49:22 – Yusuf adalah seperti pohon buah-buahan yang muda, pohon
buah-buahan yang muda pada mata air. Dahan-dahannya naik mengatasi tembok. Kita
sudah sering membaca kisah Yusuf yang sangat menginspirasi, tentang
ketegarannya, tentang ketaatannya, dan yang paling mengagumkan adalah tentang
integritasnya. Yusuf digambarkan seperti pohon buah-buahan pada MATA AIR. Ya
itulah kuncinya bagaimana Yusuf bisa bertahan tetap memegang MIMPInya yaitu
tetap tinggal di dalam MATA AIR (gambaran kasih Tuhan). Ketika masalah demi
masalah datang bertubi-tubi, masalah yang satu baru selesai datang lagi masalah
yang lain, untuk bisa bertahan ya cuma satu kuncinya yaitu tetap tinggal dalam
kasih karunia Tuhan. Fokus pada kebesaran Tuhan, berusaha sepikir dengan Tuhan.
Bukan mengeluh dan mengasihani diri tapi tetap berpikir positif dan percaya
bahwa rancangan Tuhan adalah hari depan yang penuh pengharapan bukan rancangan
kecelakaan. Selamat pagi... Tuhan Yesus memberkati kita semua... (Ibu Rita –
PKS CL 8)
Respon 3
SAAT TEDUH. Jumat, 27 Februari 2015. Seni Mengkritik. Ia mulai mengajar
dengan berani di rumah ibadat. Tetapi setelah Priskila dan Akwila mendengarnya,
mereka membawa dia ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya
Jalan Allah (Kisah Para Rasul 18:26). Ketika dipercaya berkhotbah dalam
kebaktian berbahasa Inggris, saya tertantang dan sekaligus bergumul. Suatu kali,
seusai kebaktian, seorang mantan dekan fakultas sastra mendekati saya dan
mengomentari beberapa pelafalan yang kurang tepat. Mendengarnya, saya merasa
khotbah saya buruk sekali. Kemudian datang beberapa orang, sebagian penutur
bahasa Inggris dan pernah bersekolah di luar negeri, menyemangati saya. Mereka
menghargai usaha saya, mengatakan khotbah saya dapat dipahami. Mereka bahkan
bersedia menolong memperbaiki kemampuan bahasa Inggris saya. Apolos pemberita
Injil yang fasih dan mahir dalam soal-soal Kitab Suci. Ia bersemangat mengajar
banyak orang, termasuk di rumah ibadat. Namun, karena keterbatasan pengetahuan,
ia hanya mengajarkan baptisan Yohanes. Ketika Priskila dan Akwila mendengarnya,
mereka tidak mempermalukannya. Mereka membawanya ke rumah dan menjelaskan apa
yang perlu Apolos tahu. Mereka tidak hanya menunjukkan masalahnya, tetapi juga
memberikan solusi. Hasilnya, Apolos menjadi seorang yang sangat berguna bagi
orang-orang percaya di Akhaya. Ia bahkan mempergunakan keterampilannya
memberitakan Injil Kristus di depan umum. Umumnya, kita lebih senang mengkritik
daripada dikritik. Jika harus mengkritik, pakailah cara terbaik untuk
membangun, bukan menjatuhkan. Dan saat dikritik, belajarlah menyimak isi
kritik, bukan berfokus pada caranya, sehingga kita dapat belajar memperbaiki
diri. KRITIK DIMAKSUDKAN UNTUK MENGOREKSI DAN MEMPERBAIKI KEADAAN, BUKAN UNTUK
MENYOMBONGKAN KEHEBATAN PRIBADI. Thanks GOD its Friday. Tuhan Yesus memberkati.
(Madam Ossy)
Respon 4
Jumat, 27 Februari 2015. Bacaan: Yesaya 41:8-20. Setahun: Bilangan
32-33. Nats: Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang,
sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku
akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan (Yesaya 41:10).
DIPEGANG TUHAN. Saat Sekolah Minggu, guru memberikan tugas kepada anak-anak
untuk mewarnai gambar. Seorang anak berumur kurang dari tiga tahun tampaknya
belum mengerti apa yang harus dilakukan dengan gambar itu. Secara spontan saya
mendekati anak itu dan memberinya sebuah pensil warna. Lalu saya pegang
tangannya dan menuntunnya untuk mewarnai gambar itu. Terkadang ia tampak jenuh,
tetapi setelah itu, terlihat wajah sukacita pada anak itu saat melihat bahwa
akhirnya ia mampu menyelesaikan gambarnya. Pengalaman masa pembuangan
sungguh-sungguh membuat bangsa Israel menderita sekaligus menempa iman mereka.
Masa di mana Allah juga memberikan janji peneguhan-Nya, dan meminta umat Israel
untuk tidak bimbang karena Pribadi Allah yang akan membebaskan mereka pada
saatnya nanti. Dia sumber penolong, Dia memberikan tangan kanan-Nya. Tangan
kanan menunjukkan kuasa dan otoritas Allah. Bangsa-bangsa lain akan mengenal
pula siapa Allah Israel. Pengalaman itu menolong saya memahami janji Tuhan
dalam kitab Yesaya. Ketika Tuhan memegang tangan saya, saya belajar bahwa Dia
adalah Tuhan yang menuntun langkah kita. Ada saat-saat ketika kita begitu lelah
untuk melewati persoalan hidup, tetapi Dia ingin agar kita taat untuk terus
hidup dalam tuntunan-Nya dan memberi kita kemenangan. Seperti saya sangat
bersukacita melihat anak kecil itu bersukacita, terlebih Tuhan kita! Dia sangat
bersukacita tatkala kita mampu melewati setiap persoalan dalam tuntunan tangan
kanan-Nya. --Samuel Yudi. HIDUP DALAM PEGANGAN TANGAN TUHAN ADALAH HIDUP PENUH
KEMENANGAN. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 5
Renungan pagi hari... JUJUR 6 SEN. Honest Abe—alias Abe yang
jujur—nyatanya bukan julukan kosong bagi Abraham Lincoln, Presiden ke-16
Amerika Serikat. Sejak kecil ia konsisten bersikap jujur. Ibu tirinya
berkomentar, “Ia tak pernah berdusta pada saya seumur hidupnya, tak pernah
berdalih atau mengelak untuk menghindari hukuman atau tanggung jawab lain...”
Ia bersikap jujur dalam perkara kecil sekalipun, seperti ditunjukkannya ketika
menjadi penjaga toko di New Salem, Illinois. Suatu petang, saat mencatat neraca
keuangan, Lincoln mendapatkan bahwa ia telah memungut bayaran sekitar 6 sen
lebih banyak dari seorang pelanggan. Malam itu juga, ia berjalan kaki beberapa
mil ke rumah pelanggan itu untuk mengembalikan uang tersebut. Salomo menguntai
beberapa amsal tentang berkat dari KEJUJURAN: Berjalan dalam KEJUJURAN
mendatangkan rasa aman yang kudus; KEJUJURAN itu seperti jalan yang sekalipun
tidak gampang untuk ditempuh, tidak akan menyesatkan. dengan demikian,
KEJUJURAN membebaskan & melindungi kita. KEJUJURAN membebaskan kita dari
daya pikat dosa & sistem dunia yang penuh jebakan, serta melindungi kita
dari ancaman kerusakan & kebinasaan yang menyertainya. Di negeri kita
belakangan ini, KEJUJURAN terasa begitu sulit untuk di temukan. Sebaliknya,
korupsi merajalela. Keadaan memprihatinkan ini sejatinya merupakan KESEMPATAN
bagi orang benar untuk bersinar. Di tengah kegelapan korupsi, biarlah kita
menjalankan pekerjaan, termasuk pekerjaan yang tampak remeh sekalipun, dengan
penuh KEJUJURAN. KETIKA KITA HIDUP DALAM KEJUJURAN, KEJUJURAN AKAN MEMBELA
& MELINDUNGI KITA. “Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi
pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya” (Amsal 11:6). Good morning... God
bless you. (Vili – CL 7)
Respon 6
Lukas 16:10, “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia
juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam
perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” Ketika
Daud SETIA menggembalakan kambing domba ayahnya yang tidak terlalu banyak,
Tuhan berikan seluruh Israel kepada Daud. Tuhan melihat hati! (GNCC)
Respon 7
Pertanyaan yang cukup sering diajukan anak-anak Tuhan adalah ‘bagaimana
menjaga api cinta tetap menyala pada Tuhan’? Adalah kenyataan bahwa sebagian
anak-anak Tuhan telah kehilangan kasih yang membara itu & yang ada kini
hanya kesuaman atau rohani yang dingin. Seringkali semua terjadi sangat pelahan
& sedikit demi sedikit,tanpa disadari kita tidak lagi bergairah bagi Tuhan.
Yesus pernah berkata, “Di mana hartamu, di situ hatimu” (Mat.6:21). Dan itulah
penjelasan mengapa orang-orang mencintai harta dunia seumur hidup mereka. Bagi
banyak orang dunia, kekayaan materi adalah yang utama, puncak segala harapan
& keinginan, yang terpenting bagi hidup di dunia, bahkan segala-galanya
dalam hidup mereka. Hati mereka terikat dengan penuh cinta pada harta. Itu
sebabnya hasrat mereka begitu besar sepanjang hidup untuk mengejar &
mengumpulkan harta melebihi apapun. Tetapi bukan hanya itu, apapun yang
dianggap sebagai harta dalam hidup seseorang maka di sana ia menaruh hatinya:
jabatan, pasangan hidup, anggota-anggota keluarga, pekerjaan -apapun itu yang
dipandang tinggi dalam hidup. Terhadap setiap hal itu, kita biasanya akan
memperjuangkan dengan penuh hasrat cinta! Sekarang baca Alkitab Anda: Kerajaan
sorga diumpamakan seperti harta terpendam & mutiara yang mahal
(Mat.13:44-46); Titah perkataan Tuhan itu lebih mulia & lebih berharga dari
emas tua (Maz. 19:11;119:72,127); Menerima pimpinan Tuhan bagai beroleh segala
harta (Maz.119:14); Yesus sendiri memberikan pilihan pada seorang anak muda,
mana yang lebih berharga: mengikut Yesus atau mempertahankan segala harta dunia
yang dicintainya itu! (Mat. 19:21) Mereka yang dipenuhi cinta yang tak pernah
padam pada Tuhan memandang Tuhan sebagai harta yang terbesar dalam hidup
mereka. Jadi, seberapa berhargakah Kristus bagi Anda -sehingga hati Anda
melekat pada-Nya & tak dapat lepas dari Dia? Adakah Dia menjadi hasrat
terbesar & segala yang ingin Anda miliki dalam hidup? Sebelum itu terjadi,
jangan berharap Anda memiliki gairah cinta yang terus menyala bagi Dia! Salam
revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment