Saturday, 14 February 2015

14 Februari 2015



RICH FAMILY – POOR FAMILY




Ulangan 1:22, “Lalu kamu sekalian mendekati aku dan berkata: Marilah kita menyuruh beberapa orang mendahului kita untuk menyelidiki negeri itu bagi kita dan membawa kabar kepada kita tentang jalan yang akan kita lalui, dan tentang kota-kota yang akan kita datangi.” Sungguh merupakan suatu kelegaan yang luar biasa ketika kita tahu Tuhan Yesus senantiasa menyertai, membimbing & MENUNTUN setiap langkah kita melalui Roh KudusNya J. Jadikan DIA PENUNTUN / KOMPAS dalam hidup kita, sebab hanya DIA-lah PEMIMPIN yang kita perlukan & yang dapat kita andalkan (Yosua 3:3-4). Sudahkah kita menjadikan Tuhan Yesus sebagai KOMPAS dalam setiap kehidupan kita? Masihkah kita percaya bahwa DIAlah yang menuntun setiap langkah hidup kita? Amin.

Respon 1
“Kasih sejati justru memberi saat disakiti.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
Shalom. Pagi Siu. Happy Valentine. Biarlah kasih TUHAN terus mengalir dan terpancar melalui kehidupan kita. FT: 1 Yohanes 4:7-8, “Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 3
Ulangan 1 bercerita tentang Tuhan memerintahkan bangsa Israel untuk menduduki negeri orang Amori yang akan diserahkan oleh Tuhan. Meski sudah ada janji Tuhan bahwa “Tuhan, Allahmu yang berjalan di depanmu, Dialah yang akan berperang untukmu” tapi bangsa ini ngotot mau mengirim mata-mata dulu supaya bisa mengetahui kondisi dan bisa menyusun strategi perang (Ul 1:22). Ya ini yang sering kita lakukan. Kita sudah tahu janji Tuhan bahwa kita diciptakan lebih dari pemenang, hari depan yang penuh pengharapan, penyertaan yang tidak pernah berhenti, tapi sering kali kita selalu mau tahu apa rencana Tuhan dalam hidup kita. Biasanya kalau awal tahun di TV itu itu ada paranormal yang mulai meramalkan bahwa tahun ini bakal terjadi ini, itu dll, bahkan ada yang mendatangi suhu-suhu untuk lebih tahu apa yang akan terjadi dalam setahun ini. Pagi ini kita diingatkan bahwa kita nggak perlu mengerti dan tahu bagaimana jalan Tuhan dalam membawa kita pada kemenangan demi kemenangan, yang perlu kita lakukan adalah tetap menggandeng tanganNYA, karena cuma iman dan percaya yang akan membawa kita pada kemenangan. Nggak usah berusaha mencari tahu apa yang akan terjadi besok tapi percayalah bahwa penyertaanNYA sempurna dalam hidup kita dan hari depan yang penuh pengharapan itu adalah milik kita. Happy weekend... (Ibu Rita – PKS CL 8)

Respon 4
Valentine day. Kita tidak tahu laut itu seberapa DALAM, tapi kita harus tahu seberapa DALAM kita MENGENAL orang yang kita cintai. Kita tidak tahu langit itu seberapa TINGGI, tapi kita harus tahu seberapa TINGGI kita MENGHARGAI orang yang kita cintai. Kita tidak tahu bulan itu seberapa INDAH, tapi kita harus tahu seberapa INDAH MASA-MASA yang telah kita LEWATI dengan orang yang kita cintai. Kita tidak tahu bintang itu seberapa BANYAK, tapi kita harus tahu seberapa BANYAK PERHATIAN yang kita berikan untuk orang yang kita cintai. Kita tidak tahu angkasa itu seberapa LUAS, tapi kita harus tahu seberapa LUAS kita MENGERTI orang yang kita cintai. Kita tidak harus MENCINTAI SESEORANG yang Sempurna, tapi kita harus MENCINTAI orang yang tidak sempurna DENGAN CARA yang sempurna. Bukan karena ia SEMPURNA, tapi karena ia dapat MENYEMPURNAKAN hidup kita. Bukan karena ia INDAH, tapi karena ia dapat MEMBUAT segalanya menjadi INDAH untuk kita. Cintailah orang APA ADANYA, bukan karena ADA APANYA... (ARTI CINTA). C = “Ceria bila dijalani berdua”. I = “Indah bila diingat”. N = “Nikmat bila dirasakan”. T = “Takut bila kehilangan”. A = “Abadi bila saling mencintai”. (Elly – Citraland)

Respon 5
Apa yang Anda dapat pikirkan tentang cinta Tuhan? Bagaikan apakah kasih Kristus dalam hidup Anda? Salah satu gambaran paling indah tentang kasih illahi itu ada dalam Kidung Agung 1:2, “Cintamu lebih baik (better) daripada anggur.” Mari kita menyelami makna yang luar biasa dari pernyataan ini. Pertama-tama, anggur adalah komoditi yang mahal di Timur Tengah. Bukan minuman sehari-hari, anggur digunakan sebagai minuman pesta atau persembahan bagi Tuhan dalam ibadah. Ada harga yang harus dibayar untuk dapat menikmati anggur & bisa menikmatinya secara gratis adalah suatu keistimewaan (Yes. 55:1)! Demikian cinta Tuhan bagi kita. Saat kita dikasihi-Nya, yang kita peroleh ialah sesuatu yang sangat mahal, berharga, mulia. Dicintai seseorang terasa begitu spesial, betapa lebih dilimpahi kasih sayang dari Pribadi terbaik di alam semesta! Lalu, seperti halnya anggur membawa gairah & sukacita bagi yang meminumnya, begitu pula kasih Tuhan membawa dampak dalam hidup kita. Kasih-Nya mengubah hidup. Ratap menjadi tarian, kain kabung menjadi pakaian pesta saat kita mereguk nikmat cinta-Nya dalam hidup kita. Jiwa kita, bahkan seluruh kehidupan kita tak akan pernah sama lagi karena sentuhan cinta-Nya (Yes. 55:12-13). Sukacitanya tak terkatakan (1 Pet. 1:8), menjadikan hidup kita indah & berarti. Berbahagia orang yang mengecap cinta-Nya. Akhirnya, anggur pun memabukkan mereka yang meminumnya banyak-banyak. Dan mereka yang mabuk ‘lupa’ keberadaan dirinya. Demikian pula saat suatu takaran kasih-Nya dicurahkan limpah di hati kita, maka kitapun dimabuk cinta. Tidak heran begitu banyak kekasih Tuhan yang demi cintanya pada Yesus melepaskan keakuan, melupakan dirinya & segala sesuatu demi mengabdikan diri pada Dia dengan apa yang ada padanya seumur hidupnya! “I could sing of Your love forever” (ku akan memuji kasih-Nya selama-lamanya), demikian syair lagu pujian. Selama-lamanya kita harus bersyukur sebab dikasihi-Nya. Meski tak mampu membalas kasih-Nya, biarkan diri kita tenggelam & mabuk oleh cinta-Nya. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 6
Maz 91:7, ‘Walau 1.000 orang rebah disisimu dan 10.000 disebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu!’ Wow, sip puol... Perlindungan TUHAN luar biasa, jangan takut menjalani hidup ini! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

No comments:

Post a Comment