RICH FAMILY – POOR FAMILY
Pemimpin yang hebat itu “dilahirkan” / “faktor genetik” atau dibentuk / mengalami proses pembelajaran?? Pemimpin yang hebat itu mempunyai pengaruh (positif / berdampak) atau tidak? Salah satu contoh pemimpin yang hebat adalah: Abisai, yang memulai segala sesuatunya dari awal & penuh tanggung jawab hingga berhasil menjadi pemimpin yang hebat (Baca: 2 Sam 10:10,14; 18:2; 23:18-19 & 1 Tawarikh 18:12). Siapapun kita, baik ibu rumah tangga, karyawan di perusahaan ataupun businessman / businesswoman, jadilah pemimpin minimal bagi diri sendri dan jadilah pemimpin yang hebat (punya kemampuan & tanggung jawab) atas setiap pekerjaan yang kita lakukan J. Amin.
Respon 1
“Kegagalan yang
mematikan terjadi saat kita enggan bangkit lagi.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
SAAT TEDUH. Kamis,
5 Februari 2013. Gembala Kreatif. Dan kejujuranku akan terbukti di kemudian
hari, apabila engkau datang memeriksa upahku (Kejadian 30:33). Bekerja 20 tahun
bagi Laban, Yakub memperoleh empat istri dan 12 anak laki-laki. Ia lalu
bersedia bekerja lagi demi membangun rumah tangganya (ay. 30b). Kali ini ia
boleh menentukan upah sendiri (ay. 28). Permintaan Yakub aneh: hanya “domba
hitam” dan “kambing belang-belang” (ay. 32). Aneh? Ya-karena jumlahnya sedikit!
Umumnya domba berwarna putih, sedangkan kambing cokelat atau hitam. Laban
langsung menyanggupinya (ay. 34). Gilakah Yakub? Atau, ia sedang merancang
pembalasan dendam atas “kasus Lea” (29:23-25)? Ternyata tidak. Meskipun Laban
telah 10 kali mencuranginya (31:7, 41), Yakub sekarang bukanlah penipu,
melainkan pekerja keras yang jujur dan takut Tuhan (30:33, 31:38-42). Sebagai
gembala kawakan, ia tampaknya paham sebagian induk ternaknya punya gen resesif
yang dalam kondisi tertentu, akan muncul pada anaknya sehingga menghasilkan
jenis yang berbeda. Dengan pemahamannya akan pengaruh penglihatan induk
terhadap kandungannya, ia berusaha mempercepat munculnya anakan yang
diinginkannya itu melalui pancingan dahan belang-belang ketika kambing-domba
itu kawin (ay. 37-38). Dan, sesuai dengan janji dalam mimpinya (31:10-12), ia
berhasil! Upayanya mendapatkan bibit unggul itu (ay. 41-42) adalah
kreativitasnya sebagai gembala, bukan kecurangan, karena tak termasuk dalam
perjanjiannya dengan Laban (ay. 32). Ya, dalam hal ini, Yakub bukan penipu.
Kerja keras, keahlian, kejujuran, dan berkat Tuhanlah yang membuatnya berhasil,
bukan kelicikan dan kelihaiannya dalam memperdaya Laban! BERKAT TUHAN
MEMBANGKITKAN KREATIVITAS DALAM BEKERJA, MEMBUKA PELUANG MENUJU KESUKSESAN.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 3
Maz 107:35, Dibuat
TUHAN padang gurun menjadi kolam air dan tanah kering menjadi pancaran-pancaran
air! Pasti bisa. Bersama YESUS pasti bisa ditolong dan diberkati
berlimpah-limpah! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 4
Ulangan 30:9,
“TUHAN, Allahmu, akan melimpahi engakau dengan kebaikan dalam segala
pekerjaanmu, dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu dan dalam hasil
bumimu, sebab TUHAN, Allahmu, akan bergirang kembali karena engkau dalam
keberuntunganmu, seperti Ia bergirang karena nenek moyangmu dahulu.” TUHAN kita
adalah TUHAN yang senang bila dalam segala aspek hidup kita diberkati. Mari
terima segala kebaikanNya hari ini. Dia pasti akan memberkati kita apapun yang
sedang kita kerjakan hari ini. Amin. (GNCC)
Respon 5
12 RAHASIA AWET
MUDA, ternyata ada di Alkitab... 1) Hadapilah segala masalah dengan santai dan
tenang.(1 KOR 10:13). 2) Bersedih hati janganlah terlalu berkepanjangan (NEH
8:10, ROM 12:12, PKH 3:1-11). 3) Aktiflah dalam kerja dan pelayanan (ROM
12:11). 4) Jauhkanlah amarah karena amarah memakan energi yang berpengaruh
buruk terhadap fisik (AMSAL 19:19). 5) Bila segala sesuatu dapat diselesaikan
dengan ketenangan, mengapa harus dibarengi dengan ketegangan? (AMSAL 17:19-20).
6) Kedengkian dan iri hati berpengaruh buruk terhadap peredaran darah dan
jantung (MAZ 37:1). 7) Hadapi orang marah dengan tenang dan jangan masukkan
dalam hati. (AMSAL 14:29). 8) Jangan mempedulikan hal-hal yang dilakukan orang
lain, bereaksilah dengan benar (ROMA 12:17-21). 9) Dunia ini berputar, bila
kita sedang berada di bawah, jangan putus asa, ada saatnya kita pasti naik ke
atas. Tetapi bila sudah berada di atas berhati-hatilah supaya kita tidak jatuh
(2 KOR 4:17). 10) Hadapilah penderitaan dengan percaya kepada TUHAN, karena
penderitaan selalu membawa hikmah suatu kebahagiaan (KEJ 50:20). 11) Fisik
harus kita jaga dengan olahraga dan makanan sehat (1 TIM 4:8). 12) Jangan lekas
merasa tua karena dibanding dengan hari esok kita masih muda sekarang (AMSAL
3:1-7). Selamat pagi. Gbu J. (Sandy Suciawan – Wings Group)
Respon 6
Syalom. Amin...
“Allah Israel berfirman, gunung batu Israel berkata kepadaku: Apabila seorang
memerintah manusia dengan adil, memerintah dengan takut akan Allah, ia bersinar
seperti fajar di waktu pagi, pagi yang tidak berawan, yang sesudah hujan
membuat berkilauan rumput muda di tanah.” (2 Samuel 23:3-4). Terima kasih ibu
Siu, selamat beraktivitas, TUHAN YESUS selalu memberkati. (Bp. Oktovianus –
Nabire)
Respon 7
“Yosafat menjadi
takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN... Dan Yehuda berkumpul
untuk meminta pertolongan dari pada TUHAN. Mereka datang dari semua kota di
Yehuda untuk mencari TUHAN.” Demikian catatan 2 Tawarikh 20:3-4. Bangsa Amon
& Moab bersatu bersama pasukan orang Meunim mengepung & hendak
menyerang Kerajaan Yehuda. Suatu pasukan yang besar. Yosafat merasa tidak
berdaya. Akhirnya mereka memilih untuk berseru-seru pada Tuhan, yang kemudian
menjawab mereka dengan menghancurkan musuh-musuh mereka dengan cara yang ajaib
yang tak terpahami siapapun (2 Taw. 20:22-24). Kisah Yosafat & rakyat Yehuda
memberikan pesan berharga bagi kita tentang bagaimana memohon pertolongan &
hanya bergantung pada Tuhan akan pertolongan. Harus diakui acapkali kita
meminta pertolongan Tuhan tetapi masih memutar otak mencari solusi-solusi yang
cenderung instan menurut cara yang kita pandang tepat dengan kondisi kita
sendiri. Tanpa mengecilkan peran pikiran yang memang diberikan Tuhan pada kita,
harus disadari bahwa pikiran tidak akan diterangi oleh hikmat Tuhan sebagai
solusi sebelum pikiran itu diperbaharui oleh kebenaran sejati & diserahkan
penuh dalam kendali Tuhan. Jauh lebih baik kita mengakui apa adanya seperti
Yosafat: “Kami tidak mampu & kami tidak tahu apa yang harus kami
lakukan...” (20:12b). Kita pun terkadang mengharap pertolongan Tuhan tapi kita
terus mencari sumber-sumber selain Dia sebagai solusi. Bukan berarti
pertolongan jatuh dari langit begitu saja tapi banyak kali itu merupakan
refleksi keraguan kita bahwa Tuhan sanggup memberikan solusi terbaik. Kita
seharusnya mohon pertolongan lalu menanti-nantikan Dia; mata kita tertuju hanya
kepada-Nya. Bersabarlah hingga Tuhan berbicara & menyatakan janji-Nya pada
kita. Setelah itu, baru kita melangkah & berusaha. Mohon pertolongan pada
Tuhan = mencari Tuhan terlebih dahulu. Saat Anda berserah total & menantikan-Nya,
Dia akan mulai berbicara pada Anda. Hikmat, janji, damai sejahtera, bahkan
pintu-pintu terbuka akan dinyatakan bagi Anda. Salam revival! GBU (Worship
Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment