Thursday, 5 February 2015

5 Februari 2015




RICH FAMILY – POOR FAMILY


Pemimpin yang hebat itu “dilahirkan” / “faktor genetik” atau dibentuk / mengalami proses pembelajaran?? Pemimpin yang hebat itu mempunyai pengaruh (positif / berdampak) atau tidak? Salah satu contoh pemimpin yang hebat adalah: Abisai, yang memulai segala sesuatunya dari awal & penuh tanggung jawab hingga berhasil menjadi pemimpin yang hebat (Baca: 2 Sam 10:10,14; 18:2; 23:18-19 & 1 Tawarikh 18:12). Siapapun kita, baik ibu rumah tangga, karyawan di perusahaan ataupun businessman / businesswoman, jadilah pemimpin minimal bagi diri sendri dan jadilah pemimpin yang hebat (punya kemampuan & tanggung jawab) atas setiap pekerjaan yang kita lakukan J. Amin.

Respon 1
“Kegagalan yang mematikan terjadi saat kita enggan bangkit lagi.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
SAAT TEDUH. Kamis, 5 Februari 2013. Gembala Kreatif. Dan kejujuranku akan terbukti di kemudian hari, apabila engkau datang memeriksa upahku (Kejadian 30:33). Bekerja 20 tahun bagi Laban, Yakub memperoleh empat istri dan 12 anak laki-laki. Ia lalu bersedia bekerja lagi demi membangun rumah tangganya (ay. 30b). Kali ini ia boleh menentukan upah sendiri (ay. 28). Permintaan Yakub aneh: hanya “domba hitam” dan “kambing belang-belang” (ay. 32). Aneh? Ya-karena jumlahnya sedikit! Umumnya domba berwarna putih, sedangkan kambing cokelat atau hitam. Laban langsung menyanggupinya (ay. 34). Gilakah Yakub? Atau, ia sedang merancang pembalasan dendam atas “kasus Lea” (29:23-25)? Ternyata tidak. Meskipun Laban telah 10 kali mencuranginya (31:7, 41), Yakub sekarang bukanlah penipu, melainkan pekerja keras yang jujur dan takut Tuhan (30:33, 31:38-42). Sebagai gembala kawakan, ia tampaknya paham sebagian induk ternaknya punya gen resesif yang dalam kondisi tertentu, akan muncul pada anaknya sehingga menghasilkan jenis yang berbeda. Dengan pemahamannya akan pengaruh penglihatan induk terhadap kandungannya, ia berusaha mempercepat munculnya anakan yang diinginkannya itu melalui pancingan dahan belang-belang ketika kambing-domba itu kawin (ay. 37-38). Dan, sesuai dengan janji dalam mimpinya (31:10-12), ia berhasil! Upayanya mendapatkan bibit unggul itu (ay. 41-42) adalah kreativitasnya sebagai gembala, bukan kecurangan, karena tak termasuk dalam perjanjiannya dengan Laban (ay. 32). Ya, dalam hal ini, Yakub bukan penipu. Kerja keras, keahlian, kejujuran, dan berkat Tuhanlah yang membuatnya berhasil, bukan kelicikan dan kelihaiannya dalam memperdaya Laban! BERKAT TUHAN MEMBANGKITKAN KREATIVITAS DALAM BEKERJA, MEMBUKA PELUANG MENUJU KESUKSESAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
Maz 107:35, Dibuat TUHAN padang gurun menjadi kolam air dan tanah kering menjadi pancaran-pancaran air! Pasti bisa. Bersama YESUS pasti bisa ditolong dan diberkati berlimpah-limpah! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 4
Ulangan 30:9, “TUHAN, Allahmu, akan melimpahi engakau dengan kebaikan dalam segala pekerjaanmu, dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu dan dalam hasil bumimu, sebab TUHAN, Allahmu, akan bergirang kembali karena engkau dalam keberuntunganmu, seperti Ia bergirang karena nenek moyangmu dahulu.” TUHAN kita adalah TUHAN yang senang bila dalam segala aspek hidup kita diberkati. Mari terima segala kebaikanNya hari ini. Dia pasti akan memberkati kita apapun yang sedang kita kerjakan hari ini. Amin. (GNCC)

Respon 5
12 RAHASIA AWET MUDA, ternyata ada di Alkitab... 1) Hadapilah segala masalah dengan santai dan tenang.(1 KOR 10:13). 2) Bersedih hati janganlah terlalu berkepanjangan (NEH 8:10, ROM 12:12, PKH 3:1-11). 3) Aktiflah dalam kerja dan pelayanan (ROM 12:11). 4) Jauhkanlah amarah karena amarah memakan energi yang berpengaruh buruk terhadap fisik (AMSAL 19:19). 5) Bila segala sesuatu dapat diselesaikan dengan ketenangan, mengapa harus dibarengi dengan ketegangan? (AMSAL 17:19-20). 6) Kedengkian dan iri hati berpengaruh buruk terhadap peredaran darah dan jantung (MAZ 37:1). 7) Hadapi orang marah dengan tenang dan jangan masukkan dalam hati. (AMSAL 14:29). 8) Jangan mempedulikan hal-hal yang dilakukan orang lain, bereaksilah dengan benar (ROMA 12:17-21). 9) Dunia ini berputar, bila kita sedang berada di bawah, jangan putus asa, ada saatnya kita pasti naik ke atas. Tetapi bila sudah berada di atas berhati-hatilah supaya kita tidak jatuh (2 KOR 4:17). 10) Hadapilah penderitaan dengan percaya kepada TUHAN, karena penderitaan selalu membawa hikmah suatu kebahagiaan (KEJ 50:20). 11) Fisik harus kita jaga dengan olahraga dan makanan sehat (1 TIM 4:8). 12) Jangan lekas merasa tua karena dibanding dengan hari esok kita masih muda sekarang (AMSAL 3:1-7). Selamat pagi. Gbu J. (Sandy Suciawan – Wings Group)


Respon 6
Syalom. Amin... “Allah Israel berfirman, gunung batu Israel berkata kepadaku: Apabila seorang memerintah manusia dengan adil, memerintah dengan takut akan Allah, ia bersinar seperti fajar di waktu pagi, pagi yang tidak berawan, yang sesudah hujan membuat berkilauan rumput muda di tanah.” (2 Samuel 23:3-4). Terima kasih ibu Siu, selamat beraktivitas, TUHAN YESUS selalu memberkati. (Bp. Oktovianus – Nabire)

Respon 7
“Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN... Dan Yehuda berkumpul untuk meminta pertolongan dari pada TUHAN. Mereka datang dari semua kota di Yehuda untuk mencari TUHAN.” Demikian catatan 2 Tawarikh 20:3-4. Bangsa Amon & Moab bersatu bersama pasukan orang Meunim mengepung & hendak menyerang Kerajaan Yehuda. Suatu pasukan yang besar. Yosafat merasa tidak berdaya. Akhirnya mereka memilih untuk berseru-seru pada Tuhan, yang kemudian menjawab mereka dengan menghancurkan musuh-musuh mereka dengan cara yang ajaib yang tak terpahami siapapun (2 Taw. 20:22-24). Kisah Yosafat & rakyat Yehuda memberikan pesan berharga bagi kita tentang bagaimana memohon pertolongan & hanya bergantung pada Tuhan akan pertolongan. Harus diakui acapkali kita meminta pertolongan Tuhan tetapi masih memutar otak mencari solusi-solusi yang cenderung instan menurut cara yang kita pandang tepat dengan kondisi kita sendiri. Tanpa mengecilkan peran pikiran yang memang diberikan Tuhan pada kita, harus disadari bahwa pikiran tidak akan diterangi oleh hikmat Tuhan sebagai solusi sebelum pikiran itu diperbaharui oleh kebenaran sejati & diserahkan penuh dalam kendali Tuhan. Jauh lebih baik kita mengakui apa adanya seperti Yosafat: “Kami tidak mampu & kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan...” (20:12b). Kita pun terkadang mengharap pertolongan Tuhan tapi kita terus mencari sumber-sumber selain Dia sebagai solusi. Bukan berarti pertolongan jatuh dari langit begitu saja tapi banyak kali itu merupakan refleksi keraguan kita bahwa Tuhan sanggup memberikan solusi terbaik. Kita seharusnya mohon pertolongan lalu menanti-nantikan Dia; mata kita tertuju hanya kepada-Nya. Bersabarlah hingga Tuhan berbicara & menyatakan janji-Nya pada kita. Setelah itu, baru kita melangkah & berusaha. Mohon pertolongan pada Tuhan = mencari Tuhan terlebih dahulu. Saat Anda berserah total & menantikan-Nya, Dia akan mulai berbicara pada Anda. Hikmat, janji, damai sejahtera, bahkan pintu-pintu terbuka akan dinyatakan bagi Anda. Salam revival! GBU (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment