RICH FAMILY – POOR FAMILY
Baca: Lukas
18:9-14. Apakah kita sudah menjadi pelaku firman, yaitu menerapkan SELURUH
firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari?? Apakah kita hanya menjadi pelaku
firman untuk 1 (SATU) perintah firman Tuhan saja?? Adalah salah / keliru kalau
kita hanya melakukan 1 (SATU) perintah saja tanpa melalukan perintah firman
Tuhan yang lain J. Jadikan AlKITAB / SELURUH FIRMAN TUHAN sebagai
pedoman & tuntunan untuk kita menjalani kehidupan kita sehari-hari J.
Ya Tuhan, buatlah kami peka terhadap suaraMu & berilah kami hati yang mau
TAAT untuk melakukan semua perintahMu. Amin J.
#HappyChinneseNewYear2566#
Respon 1
SAAT TEDUH. Kamis,
19 Februari 2015. Sang Pencuri Hati. Lalu datanglah seseorang mengabarkan
kepada Daud, katanya: ‘Hati orang Israel telah condong kepada Absalom’ (2
Samuel 15:13). Absalom mencuri hati orang Israel! Bagaimana Absalom memikat
bangsa Israel untuk memihak kepadanya? Ia memberikan perlakuan khusus pada
rakyat yang mengadukan kasus padanya. Perlakuan yang berbeda dari perlakuan
raja yang dianggap tidak adil. Ini membuka kesempatan bagi Absalom untuk
menghimpun massa dan kemudian berupaya merebut kekuasaan dari tangan Daud.
Kelicikan Absalom tidak berhenti di situ. Ia juga berusaha mengelabui Raja Daud
dengan alasan membayar nazar. Ia mengutarakan niatnya kepada Daud, ‘Izinkanlah
aku pergi supaya di Hebron aku bayar nazarku, yang telah kuikrarkan kepada
Tuhan’ (2 Sam. 15:7). Niat yang baik, bukan? Dan raja pun memandang baik tanpa
mengetahui maksud jahat di balik niat itu. Untunglah kelicikan Absalom tercium
oleh para pengikut Raja Daud sehingga rencana buruknya dapat dicegah dan
digagalkan. Bila ambisi tidak benar dan hati sudah gelap, segala cara akan
dihalalkan untuk mencapai keinginan. Absalom bahkan berusaha mencuri hati Allah
dengan alasan hendak beribadah kepada Tuhan (ay. 8). Kedengarannya sangat
rohani, namun sesungguhnya ia hanya memperalat ibadah dan mencoba mengelabui
Tuhan. Apa motivasi kita beribadah kepada Tuhan? Tidak sedikit orang berusaha tampak
setia dalam beribadah untuk ‘mencuri’ hati Tuhan. Mereka berpikir dengan cara
itu mereka bisa mengambil hati Tuhan dan akan menerima berkat-Nya. Kita
semestinya setia karena mensyukuri kebaikan-Nya, bukan karena mengejar
berkat-Nya. KETULUSAN HATI KITA AKAN TERBUKTI KETIKA KITA TIDAK MEMPEROLEH APA
YANG KITA KEHENDAKI. Gong Xi Fat Cai. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 2
“Angpao terindah di
Hari Imlek adalah pengampunan dan kue keranjang terenak adalah kasih sayang.”
Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
Syalom. Amin...
Untuk tahu bahwa kita kuat maka harus ada keberanian melihat dan mengakui
kelemahan kita. Sehebat apapun seseorang, pasti ada titik lemahnya. Namun orang
yang mengandalkan TUHAN justru menjadikan kelemahan-nya sebagai inspirasi untuk
lakukan yang berkualitas... Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang
memberi kekuatan kepadaku (Filipi 4:13). Terima kasih ibu Siu. Selamat hari
raya Imlek. TUHAN YESUS selalu memberkati. (Bp. Oktovianus – Nabire)
Respon 4
Ada yang
beranggapan bahwa Allah Israel di Perjanjian Lama dengan yang menyatakan diri
dalam Perjanjian Baru bukan figur yang sama. Di masa PL, Tuhan seolah
menampilkan kesan yang keras, kejam, tanpa belas kasihan. Allah yang
memerintahkan perang, pembunuhan, pembasmian etnis & suka menghukum mati.
Benarkah? Bacalah pernyataan Yahweh tentang diri-Nya sendiri dalam Keluaran
34:6-7. Dari mulut-Nya -yang tak pernah berdusta & berbicara palsu- Dia
menyatakan tegas bahwa Dialah Allah penyayang & pengasih, panjang sabar,
limpah kasih dan setia, suka mengampuni kesalahan, pelanggaran & dosa.
Namun sekaligus Allah yang akan menghakimi & menghukum setiap orang yang
memang bersalah & yang menuntut balas hingga beberapa generasi-generasi!
Dari sini, selidiki & renungkan Perjanjian Lama, Anda akan menemukan bahwa
Dia konsisten dengan pernyataan-Nya sendiri. Bahwa Dia lambat untuk marah.
Bahwa Dia memberikan banyak kesempatan untuk orang menyadari kesalahannya &
bertobat. Bukan hanya sekali tapi berkali-kali melalui berbagai cara & sarana
Dia akan berbicara, memperingatkan, menegur orang atau bangsa yang menyimpang
dari jalan-jalanNya untuk berbalik pada-Nya -sebelum pada akhirnya menjatuhkan
putusan untuk menghajar & mengganjar mereka dengan hukuman. Bagaimana sikap
Anda mengetahui Dia penuh kasih & panjang sabar? Beberapa orang justru
menguji kesabaran Tuhan & mempermainkan kasih karunia-Nya. Mereka tidak
segera berbalik, menunda & berpikir untuk bertobat setelah mereka terjepit
atau puas hidup dalam dosa. Berbeda dengan Musa. Mendengar hal itu, ia sujud
menyembah. Ia meminta supaya Tuhan berjalan sertanya & bangsanya. Musa tahu
tiada berguna hidup jauh dari Tuhan atau melawan Tuhan. Sadar bahwa hati
manusia keras & suka melawan Tuhan, dia mohon kasih karunia untuk tetap
menjadi milik Tuhan. Jangan menarik ulur kasih karunia-Nya. Rendahkan diri
& menyembah Dia. Minta supaya Anda tidak jauh dari-Nya. Supaya Dia
membimbing Anda di jalan-Nya sehingga Anda menjadi milik-Nya sepenuhnya. Salam
revival! GBU (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment