Thursday, 19 February 2015

19 Februari 2015


RICH FAMILY – POOR FAMILY




Baca: Lukas 18:9-14. Apakah kita sudah menjadi pelaku firman, yaitu menerapkan SELURUH firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari?? Apakah kita hanya menjadi pelaku firman untuk 1 (SATU) perintah firman Tuhan saja?? Adalah salah / keliru kalau kita hanya melakukan 1 (SATU) perintah saja tanpa melalukan perintah firman Tuhan yang lain J. Jadikan AlKITAB / SELURUH FIRMAN TUHAN sebagai pedoman & tuntunan untuk kita menjalani kehidupan kita sehari-hari J. Ya Tuhan, buatlah kami peka terhadap suaraMu & berilah kami hati yang mau TAAT untuk melakukan semua perintahMu. Amin J. #HappyChinneseNewYear2566#

Respon 1
SAAT TEDUH. Kamis, 19 Februari 2015. Sang Pencuri Hati. Lalu datanglah seseorang mengabarkan kepada Daud, katanya: ‘Hati orang Israel telah condong kepada Absalom’ (2 Samuel 15:13). Absalom mencuri hati orang Israel! Bagaimana Absalom memikat bangsa Israel untuk memihak kepadanya? Ia memberikan perlakuan khusus pada rakyat yang mengadukan kasus padanya. Perlakuan yang berbeda dari perlakuan raja yang dianggap tidak adil. Ini membuka kesempatan bagi Absalom untuk menghimpun massa dan kemudian berupaya merebut kekuasaan dari tangan Daud. Kelicikan Absalom tidak berhenti di situ. Ia juga berusaha mengelabui Raja Daud dengan alasan membayar nazar. Ia mengutarakan niatnya kepada Daud, ‘Izinkanlah aku pergi supaya di Hebron aku bayar nazarku, yang telah kuikrarkan kepada Tuhan’ (2 Sam. 15:7). Niat yang baik, bukan? Dan raja pun memandang baik tanpa mengetahui maksud jahat di balik niat itu. Untunglah kelicikan Absalom tercium oleh para pengikut Raja Daud sehingga rencana buruknya dapat dicegah dan digagalkan. Bila ambisi tidak benar dan hati sudah gelap, segala cara akan dihalalkan untuk mencapai keinginan. Absalom bahkan berusaha mencuri hati Allah dengan alasan hendak beribadah kepada Tuhan (ay. 8). Kedengarannya sangat rohani, namun sesungguhnya ia hanya memperalat ibadah dan mencoba mengelabui Tuhan. Apa motivasi kita beribadah kepada Tuhan? Tidak sedikit orang berusaha tampak setia dalam beribadah untuk ‘mencuri’ hati Tuhan. Mereka berpikir dengan cara itu mereka bisa mengambil hati Tuhan dan akan menerima berkat-Nya. Kita semestinya setia karena mensyukuri kebaikan-Nya, bukan karena mengejar berkat-Nya. KETULUSAN HATI KITA AKAN TERBUKTI KETIKA KITA TIDAK MEMPEROLEH APA YANG KITA KEHENDAKI. Gong Xi Fat Cai. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 2
“Angpao terindah di Hari Imlek adalah pengampunan dan kue keranjang terenak adalah kasih sayang.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
Syalom. Amin... Untuk tahu bahwa kita kuat maka harus ada keberanian melihat dan mengakui kelemahan kita. Sehebat apapun seseorang, pasti ada titik lemahnya. Namun orang yang mengandalkan TUHAN justru menjadikan kelemahan-nya sebagai inspirasi untuk lakukan yang berkualitas... Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku (Filipi 4:13). Terima kasih ibu Siu. Selamat hari raya Imlek. TUHAN YESUS selalu memberkati. (Bp. Oktovianus – Nabire)



Respon 4
Ada yang beranggapan bahwa Allah Israel di Perjanjian Lama dengan yang menyatakan diri dalam Perjanjian Baru bukan figur yang sama. Di masa PL, Tuhan seolah menampilkan kesan yang keras, kejam, tanpa belas kasihan. Allah yang memerintahkan perang, pembunuhan, pembasmian etnis & suka menghukum mati. Benarkah? Bacalah pernyataan Yahweh tentang diri-Nya sendiri dalam Keluaran 34:6-7. Dari mulut-Nya -yang tak pernah berdusta & berbicara palsu- Dia menyatakan tegas bahwa Dialah Allah penyayang & pengasih, panjang sabar, limpah kasih dan setia, suka mengampuni kesalahan, pelanggaran & dosa. Namun sekaligus Allah yang akan menghakimi & menghukum setiap orang yang memang bersalah & yang menuntut balas hingga beberapa generasi-generasi! Dari sini, selidiki & renungkan Perjanjian Lama, Anda akan menemukan bahwa Dia konsisten dengan pernyataan-Nya sendiri. Bahwa Dia lambat untuk marah. Bahwa Dia memberikan banyak kesempatan untuk orang menyadari kesalahannya & bertobat. Bukan hanya sekali tapi berkali-kali melalui berbagai cara & sarana Dia akan berbicara, memperingatkan, menegur orang atau bangsa yang menyimpang dari jalan-jalanNya untuk berbalik pada-Nya -sebelum pada akhirnya menjatuhkan putusan untuk menghajar & mengganjar mereka dengan hukuman. Bagaimana sikap Anda mengetahui Dia penuh kasih & panjang sabar? Beberapa orang justru menguji kesabaran Tuhan & mempermainkan kasih karunia-Nya. Mereka tidak segera berbalik, menunda & berpikir untuk bertobat setelah mereka terjepit atau puas hidup dalam dosa. Berbeda dengan Musa. Mendengar hal itu, ia sujud menyembah. Ia meminta supaya Tuhan berjalan sertanya & bangsanya. Musa tahu tiada berguna hidup jauh dari Tuhan atau melawan Tuhan. Sadar bahwa hati manusia keras & suka melawan Tuhan, dia mohon kasih karunia untuk tetap menjadi milik Tuhan. Jangan menarik ulur kasih karunia-Nya. Rendahkan diri & menyembah Dia. Minta supaya Anda tidak jauh dari-Nya. Supaya Dia membimbing Anda di jalan-Nya sehingga Anda menjadi milik-Nya sepenuhnya. Salam revival! GBU (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment