Friday, 13 February 2015

13 Februari 2015



RICH FAMILY – POOR FAMILY




Kisah Para Rasul 9:36, “Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita-- dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.” Selain Dorkas (Kis 9:36), Kornelius (Kis 10:1-2) juga menjadi TELADAN dalam hal MURAH HATI kepada orang lain. Rahasia kebahagiaan bukanlah saat kita “memuaskan” diri sendiri tetapi saat kita MEMBERIkan HATI kita (perhatian, dll) & HIDUP kita (waktu, tenaga & materi) kita dalam KASIH kepada sesama J. MEMBERI kepada sesama yang membutuhkan merupakan tindakan yang memuliakan Tuhan. Sudahkan kita belajar BERMURAH HATI kepada sesama kita yang membutuhkan?? Amin.

Respon 1
Maz 145:3, ‘Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, kebesaran-NYA tidak terduga!’ DIA luar biasa, ajaib, dahsyat. Kita sekarang pasti alami mujizat-NYA. Pujilah DIA! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
Belajar Bermurah Hati. Lukas 12:33-34, “Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat. Karena dimana hartamu berada, disitu juga hatimu berada.” Kita sebagai manusia bisa lupa diri, dari pagi hingga petang terus bekerja untuk mengumpulkan harta di dunia ini. Memang TUHAN tidak pernah melarang kita rajin bekerja dan menjadi kaya, tetapi Firman TUHAN mengingatkan kita untuk menjadi berkat bagi sesama, bahkan di Mat 12:33 secara ekstrim TUHAN meminta untuk menjual segala milik kita dan memberikan sedekah kepada orang-orang yang membutuhkannya, untuk membuat pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat. Ketika seseorang bermurah hati untuk selalu memberi, terutama bagi sesama yang membutuhkan maka ia telah mengumpulkan harta di sorga. Apakah hati kita melekat kepada harta dunia yang fana ataukah hati kita melekat kepada TUHAN???? Hati yang melekat kepada TUHAN adalah hati yang dipenuhi dengan kemurahan. Amin. Diberkati-Memberkati. (Ibu Inggita – CL 4)

Respon 3
“Bisikan selembut apa pun bisa kita dengar jika kita membuka telinga, namun teriakan sekeras apa pun tidak akan terdengar jika kita mengabaikannya.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 4
SAAT TEDUH. Jumat, 13 Februari 2015. Kesetiaan ALLAH. Tidak adilkah Allah—aku berkata sebagai manusia—jika Ia menampakkan murka-Nya? Sekali-kali tidak! Andaikata demikian, bagaimanakah Allah dapat menghakimi dunia? (Roma 3:5-6). Seorang anak SD sengaja tidak mengerjakan tugas dari gurunya. Ia hanya tersenyum melihat teman-temannya berusaha keras mengerjakan tugas itu. Ia merasa yakin sang guru tidak akan memarahinya. Kenapa? Ternyata guru itu ayahnya sendiri. Namun, perkiraannya meleset. Sang guru tetap menghukumnya. Meskipun berdosa, orang Yahudi tetap memiliki kelebihan. Bukan pada diri mereka, melainkan pada panggilan Allah yang memercayakan firman-Nya kepada mereka supaya mereka bisa menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain (ay. 2). Lalu, apa jadinya jika bangsa pilihan Allah itu gagal dalam melakukan kehendak Allah? Apakah berpengaruh terhadap kasih dan kesetiaan Allah? Ternyata tidak (ay. 3-4). Kegagalan manusia semakin menegaskan kesetiaan Allah. Semakin besar kesalahan manusia, semakin besar pula pengampunan yang Dia berikan. Allah memang setia. Bahkan kesetiaan-Nya mengatasi keberdosaan kita. Tetapi, bukan berarti manusia bisa berlaku seenaknya, bahkan menyepelekan kasih Allah dan hidup cemar (ay. 8). Allah bertindak adil, maka Dia pasti menghukum manusia yang berdosa. Tetapi, jika Allah menghukum manusia, di manakah letak kasih-Nya? Karena itulah, Allah mengutus Putra Tunggal-Nya, yaitu Yesus Kristus, untuk menggantikan manusia menerima hukuman. Yesus adalah kurban bagi dosa kita. Yesus adalah wujud keadilan Allah yang menghukum dosa dan menyatakan kasih. Itulah mengapa keselamatan kita hanya ada di dalam Yesus Kristus. Di luar Dia, kita harus menanggung hukuman kita sendiri. ALLAH ITU BENAR DAN ADIL. DIA MENGHUKUM YANG BERDOSA DAN MENYELAMATKAN ORANG YANG PERCAYA AKAN PENEBUSAN-NYA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 5
DO NOT UNDER ESTIMATE GOD that you follow... Sepenggal lagu di pagi hari yang mendung. Yesus kita luar biasa dan besar. Yesus sanggup menolong kita dalam keadaan apapun. JANGAN BATASI DIA dengan cara berpikir kita yang terbatas. He is The Almighty God! (GNCC)

Respon 6
Jumat, 13 Februari 2015. Bacaan: Amsal 31:10-31. Setahun: Bilangan 3-4. Nats: Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia: Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua (Amsal 31:28-29). PUJIAN UNTUK IBUKU. Saya tertarik membaca ungkapan hati Dena Dyer tentang ibunya. Ia menulis, “Ibu belum pernah ikut lari maraton, namun tengah malam ia bisa lari ke toko membeli obat ketika aku sakit. Ibu belum pernah bekerja di luar rumah, namun ia menjadikan rumah kami seperti oasis. Ibu adalah panutanku. Ibu menyeka begitu banyak air mata ketika aku menghadapi masalah dengan anak laki-laki, menenangkanku ketika aku bermimpi buruk, dan melantunkan ribuan doa untukku. Aku sudah berkali-kali memberi tahu ibu: dialah pahlawanku. Aku tersenyum senang jika orang berkata aku mirip ibuku karena aku tidak ingin mirip siapa pun di dunia ini selain ibuku.” Berapa sering anak kita memberikan pernyataan yang tulus dengan menyebut ibunya sebagai orang yang berbahagia? Bukan pernyataan yang dibuat-buat, melainkan lahir dari pengalaman anak dalam kehidupan rumah tangga, dalam melihat sikap dan perilaku seorang ibu di tengah keluarga. Penulis kitab Amsal menyebutkan bahwa istri yang takut akan Tuhan merupakan modal penting dalam rumah tangga yang berbahagia. Ia menjadi kebanggaan dan membangkitkan sukacita bagi suami dan anak-anaknya. Sungguh besar peran seorang ibu di tengah-tengah keluarga kita. Mereka dipanggil Tuhan menjadi penolong bagi suami dan ibu bagi anak-anak mereka. Ketika badai menerpa perahu kehidupan rumah tangga, para ibu diharapkan tetap berdiri dengan iman yang teguh, mendukung sang suami dan menenangkan anak-anak. Mari kita meluangkan waktu untuk berdoa bagi para ibu. --Samuel Yudi. PEREMPUAN YANG CAKAP DAN TAKUT AKAN TUHAN MENDATANGKAN BERKAT BAGI SUAMI DAN ANAK-ANAKNYA. (Ibu Caroline – Bandung)



Respon 7
Haleluyahh. Amin. Itulah Allah yang kita sembah dahsyat, Dia sanggup menjadikan yang tidak ada menjadi ada. Wow, kami sekeluarga diberkati lewat firman yang dibagikan hari ini. Shalom. (Manasye – Malinau, Tarakan)



No comments:

Post a Comment