RICH FAMILY – POOR FAMILY
Kisah Para Rasul
9:36, “Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita-- dalam bahasa
Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.”
Selain Dorkas (Kis 9:36), Kornelius (Kis 10:1-2) juga menjadi TELADAN dalam hal
MURAH HATI kepada orang lain. Rahasia kebahagiaan bukanlah saat kita
“memuaskan” diri sendiri tetapi saat kita MEMBERIkan HATI kita
(perhatian, dll) & HIDUP kita (waktu, tenaga & materi) kita dalam KASIH
kepada sesama J. MEMBERI kepada sesama yang membutuhkan merupakan tindakan yang
memuliakan Tuhan. Sudahkan kita belajar BERMURAH HATI kepada sesama kita yang
membutuhkan?? Amin.
Respon 1
Maz 145:3, ‘Besarlah
TUHAN dan sangat terpuji, kebesaran-NYA tidak terduga!’ DIA luar biasa, ajaib,
dahsyat. Kita sekarang pasti alami mujizat-NYA. Pujilah DIA! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
Belajar Bermurah
Hati. Lukas 12:33-34, “Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah
bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang
tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan
ngengat. Karena dimana hartamu berada, disitu juga hatimu berada.” Kita sebagai
manusia bisa lupa diri, dari pagi hingga petang terus bekerja untuk
mengumpulkan harta di dunia ini. Memang TUHAN tidak pernah melarang kita rajin
bekerja dan menjadi kaya, tetapi Firman TUHAN mengingatkan kita untuk menjadi
berkat bagi sesama, bahkan di Mat 12:33 secara ekstrim TUHAN meminta untuk
menjual segala milik kita dan memberikan sedekah kepada orang-orang yang
membutuhkannya, untuk membuat pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu
harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan
yang tidak dirusakkan ngengat. Ketika seseorang bermurah hati untuk selalu
memberi, terutama bagi sesama yang membutuhkan maka ia telah mengumpulkan harta
di sorga. Apakah hati kita melekat kepada harta dunia yang fana ataukah hati kita
melekat kepada TUHAN???? Hati yang melekat kepada TUHAN adalah hati yang
dipenuhi dengan kemurahan. Amin. Diberkati-Memberkati. (Ibu Inggita – CL 4)
Respon 3
“Bisikan selembut
apa pun bisa kita dengar jika kita membuka telinga, namun teriakan sekeras apa
pun tidak akan terdengar jika kita mengabaikannya.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 4
SAAT TEDUH. Jumat,
13 Februari 2015. Kesetiaan ALLAH. Tidak adilkah Allah—aku berkata sebagai
manusia—jika Ia menampakkan murka-Nya? Sekali-kali tidak! Andaikata demikian,
bagaimanakah Allah dapat menghakimi dunia? (Roma 3:5-6). Seorang anak SD
sengaja tidak mengerjakan tugas dari gurunya. Ia hanya tersenyum melihat
teman-temannya berusaha keras mengerjakan tugas itu. Ia merasa yakin sang guru
tidak akan memarahinya. Kenapa? Ternyata guru itu ayahnya sendiri. Namun,
perkiraannya meleset. Sang guru tetap menghukumnya. Meskipun berdosa, orang
Yahudi tetap memiliki kelebihan. Bukan pada diri mereka, melainkan pada
panggilan Allah yang memercayakan firman-Nya kepada mereka supaya mereka bisa
menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain (ay. 2). Lalu, apa jadinya jika bangsa
pilihan Allah itu gagal dalam melakukan kehendak Allah? Apakah berpengaruh
terhadap kasih dan kesetiaan Allah? Ternyata tidak (ay. 3-4). Kegagalan manusia
semakin menegaskan kesetiaan Allah. Semakin besar kesalahan manusia, semakin
besar pula pengampunan yang Dia berikan. Allah memang setia. Bahkan
kesetiaan-Nya mengatasi keberdosaan kita. Tetapi, bukan berarti manusia bisa
berlaku seenaknya, bahkan menyepelekan kasih Allah dan hidup cemar (ay. 8).
Allah bertindak adil, maka Dia pasti menghukum manusia yang berdosa. Tetapi,
jika Allah menghukum manusia, di manakah letak kasih-Nya? Karena itulah, Allah
mengutus Putra Tunggal-Nya, yaitu Yesus Kristus, untuk menggantikan manusia
menerima hukuman. Yesus adalah kurban bagi dosa kita. Yesus adalah wujud
keadilan Allah yang menghukum dosa dan menyatakan kasih. Itulah mengapa
keselamatan kita hanya ada di dalam Yesus Kristus. Di luar Dia, kita harus
menanggung hukuman kita sendiri. ALLAH ITU BENAR DAN ADIL. DIA MENGHUKUM YANG
BERDOSA DAN MENYELAMATKAN ORANG YANG PERCAYA AKAN PENEBUSAN-NYA. Selamat pagi.
Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 5
DO NOT UNDER
ESTIMATE GOD that you follow... Sepenggal lagu di pagi hari yang mendung. Yesus
kita luar biasa dan besar. Yesus sanggup menolong kita dalam keadaan apapun.
JANGAN BATASI DIA dengan cara berpikir kita yang terbatas. He is The Almighty
God! (GNCC)
Respon 6
Jumat, 13 Februari
2015. Bacaan: Amsal 31:10-31. Setahun: Bilangan 3-4. Nats: Anak-anaknya bangun,
dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia: Banyak wanita telah
berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua (Amsal 31:28-29). PUJIAN UNTUK
IBUKU. Saya tertarik membaca ungkapan hati Dena Dyer tentang ibunya. Ia
menulis, “Ibu belum pernah ikut lari maraton, namun tengah malam ia bisa lari
ke toko membeli obat ketika aku sakit. Ibu belum pernah bekerja di luar rumah,
namun ia menjadikan rumah kami seperti oasis. Ibu adalah panutanku. Ibu menyeka
begitu banyak air mata ketika aku menghadapi masalah dengan anak laki-laki,
menenangkanku ketika aku bermimpi buruk, dan melantunkan ribuan doa untukku.
Aku sudah berkali-kali memberi tahu ibu: dialah pahlawanku. Aku tersenyum
senang jika orang berkata aku mirip ibuku karena aku tidak ingin mirip siapa
pun di dunia ini selain ibuku.” Berapa sering anak kita memberikan pernyataan
yang tulus dengan menyebut ibunya sebagai orang yang berbahagia? Bukan
pernyataan yang dibuat-buat, melainkan lahir dari pengalaman anak dalam
kehidupan rumah tangga, dalam melihat sikap dan perilaku seorang ibu di tengah
keluarga. Penulis kitab Amsal menyebutkan bahwa istri yang takut akan Tuhan
merupakan modal penting dalam rumah tangga yang berbahagia. Ia menjadi
kebanggaan dan membangkitkan sukacita bagi suami dan anak-anaknya. Sungguh
besar peran seorang ibu di tengah-tengah keluarga kita. Mereka dipanggil Tuhan
menjadi penolong bagi suami dan ibu bagi anak-anak mereka. Ketika badai menerpa
perahu kehidupan rumah tangga, para ibu diharapkan tetap berdiri dengan iman
yang teguh, mendukung sang suami dan menenangkan anak-anak. Mari kita
meluangkan waktu untuk berdoa bagi para ibu. --Samuel Yudi. PEREMPUAN YANG
CAKAP DAN TAKUT AKAN TUHAN MENDATANGKAN BERKAT BAGI SUAMI DAN ANAK-ANAKNYA.
(Ibu Caroline – Bandung)
Respon 7
Haleluyahh. Amin.
Itulah Allah yang kita sembah dahsyat, Dia sanggup menjadikan yang tidak ada
menjadi ada. Wow, kami sekeluarga diberkati lewat firman yang dibagikan hari
ini. Shalom. (Manasye – Malinau, Tarakan)

No comments:
Post a Comment