Saturday, 28 February 2015

28 Februari 2015



RICH FAMILY – POOR FAMILY




Bilangan 16:13-14, “Belum cukupkah engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami? Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang.” Jangan pernah memfitnah pemimpin rohani yang diurapi Tuhan, sebab akan mendatangkan hukuman dari Tuhan. Sebab IA setia & adil. Bersikap bijaksana dalam menyikapi setiap informasi yang kita terima, baik dari media maupun secara langsung akan membentuk kwalitas karakter kita. Miliki karakter yang berkwalitas agar pantas disebut Pemimpin Teratas. Amin.

Respon 1
“Kanker komunikasi adalah asumsi, vaksinnya adalah klarifikasi.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
SAAT TEDUH. Sabtu, 28 Februari 2015. Tak Seperti Aladin. “Berfirmanlah Allah: ‘Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.’” (1 Raja-raja 3:5b). Dalam Kisah 1001 Malam ada dongeng tentang Aladin, orang miskin yang terpenjara dalam gua. Tanpa sengaja, ia menemukan lampu tua dan membersihkannya. Tiba-tiba dari lampu itu keluarlah jin yang selama ini terjebak di sana. Karena telah dibebaskan, jin itu memberi upah kepada Aladin. Tiga permintaannya akan dikabulkan. Ia pun meminta kekayaan dan kekuasaan agar dapat mengawini putri raja. Salomo adalah raja muda yang memerintah Israel menggantikan Daud, ayahnya dengan segala kejayaannya. Menyadari beratnya tanggung jawab yang dipikul anaknya, Daud berpesan sebelum kematiannya agar Salomo setia dan taat kepada Allah (1 Raj. 2:3). Itulah kunci kesuksesan yang Daud wariskan. Di awal pemerintahannya, Salomo menaatinya. Ia beribadah dengan sungguh kepada Allah. Ketika ia mempersembahkan pengurbanan yang sangat besar atas nama umat Allah (ay. 4), Tuhan mengindahkannya. Melalui mimpi, Allah berjanji mengabulkan apa saja permintaannya. Salomo hanya meminta satu hal: diberi hikmat untuk memimpin umat Allah yang besar itu (ay. 9). Ya, tak seperti Aladin, Salomo meminta karunia bukan untuk kepentingan diri sendiri, melainkan untuk kesejahteraan orang banyak. Tak heran Allah bersukacita mengabulkannya, bahkan melimpahinya dengan hal baik yang tidak dimintanya (ay. 13). Pengalaman Salomo ini hendaknya mengajari kita untuk tidak hanya peduli dengan diri sendiri. Ketika kita memperhatikan kepentingan orang lain, Tuhan juga memperhatikan kepentingan kita. TIDAK MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI ADALAH BUKTI KASIH SEJATI. Selamat pagi. Happy weekend. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
Bil 16:13-14. Sekarang memang lagi musim fitnah menfitnah melalui media massa, banyak berita-berita yang mengejutkan tentang kejelekan seseorang/kelompok, dimana orang-orang yang membaca/ mendengar tidak tahu kebenarannya, tetapi menjadi berita yang hangat. Sering kali berita itu dibuat untuk menjatuhkan seseorang/kelompok atau untuk mencapai kekuasaan atau menghalalkan segala cara untuk mencapai suatu tujuan. Kita sebagai anak-anak TUHAN harus bijaksana dan tidak mudah termakan oleh berita-berita yang belum tentu benar apalagi kita sendiri sebagai pelaku pemfitnahan. TUHAN kita adalah TUHAN yang adil,akan menghukum orang-orang yang suka menfitnah sesamanya. Berkompetisilah secara jujur dengan mengandalkan TUHAN maka TUHAN akan memberkati segala tujuan kita asal tujuan itu benar dihadapanNYA. Happy weekend and Jbu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 4
Momentum Tuhan. Dalam hidup kita seringkali once in a life time, atau sekali seumur hidup. Jarang datang yang namanya second chance, atau kesempatan kedua. Jika itu halnya, hiduplah dengan waspada dan berjaga-jaga. Karena sewaktu-waktu air itu akan bergoncang. Ini adalah saat-saat kairos-Nya. Sewaktu-waktu akan terjadi sesuatu yang akan mengubah nasib dan masa depan. Jangan letih, malas dan lengah. Tetap berpaut dengan Roh Kudus, sebab hanya Roh Kudus yang bisa memberi signal yang sangat jelas. Ini Kairos kita. Be Ready... Haleluyah! Morning, sister.. GBU. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 5
Kasih Tuhan tak terduga seberapa batasnya. Rasul Paulus berdoa supaya kita sebagai umat Tuhan beroleh pengertian “betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan” (Ef 3:18-19). Kasih Tuhan dikatakan sebagai kasih yang hebat atas kita (Maz. 117:2) yang berarti kasih itu sedemikian kuat, kokoh, teguh, tak tergoyahkan oleh apapun juga atas kita. Itulah kasih yang sempurna, lengkap, tak ada kurangnya sama sekali. Bahkan setiap teguran, hajaran, atau mungkin keputusan penghukuman-Nya atas kita -semuanya dilakukan-Nya karena kasih kepada kita, demi kebaikan & keselamatan bagi jiwa kita. Kasih manusiawi, yang ada pada kita, sangat jauh dibandingkan kasih Tuhan. Sebelum mengenal Sang Kasih itu, manusia bahkan hanya mengasihi dirinya sendiri dengan berjuang & mengutamakan kepentingannya sendiri (meski acap dibalut alasan-alasan untuk kepentingan yang lain). Setelah Tuhan menjamah kita, mulailah kita mengenal bahwa ada kasih yang tak mementingkan diri seperti kasih Tuhan itu, yang membangkitkan kasih yang murni dalam hati. Itulah kasih mula-mula yang terbit sehingga kita mulai mengasihi Tuhan & orang-orang di sekitar kita, jauh atau tanpa motif-motif egois lagi. Kasih mula-mula sangat penting. Itu tingkat kasih yang paling mendasar dalam hubungan kita dengan Tuhan. Tanpanya kita telah terjerumus dalam kejatuhan rohani yang dalam & mustahil mengasihi Tuhan lebih lagi. Hanya, meskipun memiliki & mempertahankan kasih mula-mula itu sangat baik, itu bukan tujuan akhir perjalanan. Kasih kita harus bertumbuh semakin kuat, teguh, tak mudah lemah & lelah. Itu ditandai dengan hati yang tidak lagi mudah terluka namun penuh roh yang manis sebagai kebalikan dari hati yang pahit. Bahkan lebih dari itu, hidup kita diserahkan sebagai suatu korban persembahan menjadi saluran berkat & berita keselamatan dalam Kristus. Dari kasih mula-mula kita dipanggil beranjak pada kasih yang termulia. Seperti kasihnya Tuhan. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment