Saturday, 9 April 2016

9 April 2016

THE END




1 Korintus 13:2, “Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai KASIH, aku sama sekali tidak berguna.” Satu ayat yang sangat powerful (ayat 2c): tetapi jika aku tidak mempunyai KASIH, aku sama sekali TIDAK BERGUNA. Artinya kalau kita hidup hanya mementingkan diri sendiri (tidak peduli) dengan orang lain = tidak punya KASIH artinya SAMA SEKALI TiDAK BERGUNA. Benarkah demikian?? KASIH yang seperti apa yang bisa kita berikan kepada orang lain? Yaitu KASIH Agape/KASIH-Nya Tuhan (KASIH yang ‘walaupun‘). Walaupun dia sudah memfitnahku, walaupun dia sudah mengecewakanku, dstnya... Namun, yang sering kita berikan adalah: Kasih yang  Bersyarat ya J. Aku mengasihi kalau dia baik, kalau dia menyenangkan dst... Tuhan mengasihi kita tanpa syarat: apa adanya kita, “MEMBERI KASIH itu artinya ya seperti Tuhan MEMBERI kan KASIH-Nya buat saya dan Saudara (TANPA SYARAT).” Amin.

Ibu Caroline – Bandung
Jika Tuhan mengangkat. Ulangan 28:13. Hidup manusia penuh dengan dinamika. Ada naik dan turun, ada waktu yang dilewati baik ataupun buruk. Tetapi banyak pemikiran yang keliru jikalau mereka berada di suatu posisi yang tidak enak, susah, menderita, maka muncul suatu pemikiran bahwa ini karena ulah sendiri ataupun Tuhan tidak menyertai mereka. Jelas ini pemikiran dan pandangan yang salah. Manusia tidak akan mampu menyelami setiap pekerjaan Tuhan Pengkotbah 3:11. Bahkan dikatakan semua ada masanya. Tidak selalu kita ada dalam keadaan baik. Tentu setiap keadaan itu indah jika kita melibatkan Tuhan... dan sekalipun mengalami yang buruk bukan berarti Tuhan tidak menyertai. Apakah Yusuf dibuang dalam sumur, dijual jadi budak dan masuk dalam penjara berarti Tuhan tidak menyertai? Ataukah Daniel masuk gua singa berarti dia dijauhi Tuhan? Atau Paulus disiksa dipenjara berarti Tuhan membencinya atau taburannya? Jelas bukan!!!! Setiap keadaan yang terjadi itu selalu baik adanya. Persoalannya bukan salah atau Tuhan tidak menyertai. Tapi persoalannya kita sering tidak bisa melihat rencana Tuhan, kita tidak percaya, kita takut bahkan hidup kita tidak pernah bersyukur. Jika hidup kita selalu intim dengan Tuhan maka percayalah Tuhan tidak akan membiarkanmu. Ia sedang membentuk engkau untuk dapat menjadi hebat seperti Yusuf, berhikmat seperti Daniel dan kuat seperti Paulus. Ketika Ia mengangkat hidup kita, percayalah tidak akan satu pun yang dapat menggagalkannya. Amin... Tuhan Yesus Kristus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
“Orang yang gampang tersinggung anehnya tidak peka kalau dia sendiri sering melukai hati orang lain.” Xavier Quentin Pranata.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Mat 10:31 YESUS: “Janganlah kamu takut, sebab kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit!” YESUS menjamin hidup kita, pasti dipelihara, pasti ditolong dan diberkati. Percayai kemampuan YESUS! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 9 April 2016. Seratus Kali Lipat. Setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, atau bapak atau ibunya, atau anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal (Matius 19:29). Soal berita penipuan penggandaan uang bukan lagi barang baru. Ada orang mengaku bisa menggandakan uang lima kali lipat. Anehnya, meskipun sudah banyak orang tertipu, masih ada saja korban baru. Seorang guru, misalnya, kehilangan 40 juta rupiah gara-gara tergiur tawaran dukun untuk menggandakan uangnya dengan ritual tertentu. Guru itu menjalani ritual menurut arahan si dukun, tetapi tidak ada hasilnya. Bukannya bertambah banyak, seluruh uangnya raib dibawa kabur si dukun. Janji Yesus lebih hebat lagi: para pendengar-Nya akan mendapatkan ganti seratus kali lipat dan hidup yang kekal! Benarkah? Janji Yesus ini berbicara tentang harta yang nilainya jauh lebih berharga dari harta dunia. Dan janji itu diberikan kepada mereka yang berani meninggalkan rumahnya, saudara-saudaranya, segala miliknya, demi mengikuti Yesus. Bukan perkara mudah sebab mengikut Dia berarti kita kehilangan segala sesuatu dan mengutamakan Dia dalam hidup kita. Di sinilah pemenuhan janji terjadi: bukan pelipatgandaan harta di dunia, tetapi bersatunya kita bersama Allah, Sumber berkat dan sumber hidup kekal itu (bdk. Yoh. 17:3). Menakjubkan, bukan? Bersatunya kita dengan Allah adalah penggenapan janji itu. Yesus menggenapinya saat Dia mati di kayu salib dan mempersatukan kembali hubungan kita dengan Allah. Bukankah karunia Allah ini sudah cukup untuk kita? Ketika kita bersatu dengan Allah, kita mengalami kedamaian, ketenangan, dan bersukacita yang tak terkatakan —SYS. JANJI TUHAN ITU PASTI. SAAT YESUS MEMPERSATUKAN KITA DENGAN ALLAH, KASIH KARUNIA-NYA TERUS-MENERUS MELIMPAH DALAM HIDUP KITA. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! Ibrani 4:12 – Firman Allah hidup, Dia akan bicara, kita harus menyerah, kalau firman datang. Kita tidak bisa berbuah kalau kita tidak dekat dengan Tuhan dan memandang wajahNya. Kata Tuhan kita harus berbuah lebat kalau kita tinggal di dalam firmanNya bukan hanya berbuah lebat, tapi apa saja yang kita minta dikabulkan. Maz 126:1-6 kita harus setiap hari memasuki hadiratNya, semua hal yang instan itu tidak baik (tidak sehat) sama hidup dalam kerohanian, tidak ada yang instan Tuhan selalu memangkas supaya banyak berbuah, dan tetap melekat pada pokok-Nya, kita terus dibersihkan, oleh firmanNya. Amin saudaraku. Happy Weekend. JBU All.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
DI SAAT KITA BIMBANG, ADA TUHAN MENEGUHKAN. Siapa yang tak kenal Bunda Teresa? Beliau dikenal sebagai rohaniwati yang mendedikasikan hidupnya bagi TUHAN & sesama. Kasih & imannya tak perlu diragukan lagi. Namun tahukah kita bahwa beliau pernah menulis di buku hariannya tentang kebimbangan hatinya kepada TUHAN? Ibu Teresa menulis seperti ini, “aku memanggil & ingin bergantung padaMU, tapi ENGKAU seakan tidak menjawab. Aku dalam kesendirian, di mana imanku? Yang ada hanyalah kehampaan & kegelapan semata.” Saat tulisan tersebut dipublikasikan, banyak orang kaget, bahkan tak habis pikir bagaimana mungkin seorang saleh seperti ibu Teresa bisa mengalami kebimbangan hidup. Dalam situasi sulit & penuh tekanan kita berdoa kepada TUHAN; pada saat berdoa, kita tidak membuahkan apa-apa, saat itulah kita mengalami kebimbangan. Kita mulai meragukan TUHAN & KuasaNYA, bahkan kita bertanya-tanya, “Benarkah TUHAN itu ada?” Setiap orang mungkin pernah mengalami bimbang & meragukan TUHAN, namun satu hal yang perlu kita ingat adalah saat kita mengalami kebimbangan, jangan pernah sekalipun melepaskan hidup kita dari TUHAN. Mintalah TUHAN meneguhkan hati kita dengan dipenuhi oleh kasihNYA, sehingga kepercayaan, iman, & pengaharapan kita kepada TUHAN dipulihkan lagi. Itu juga yang dilakukan Bunda Teresa saat imannya digoncang keraguan. Dalam kebimbangannya, Bunda Teresa tidak mundur, sebaliknya ia tetap melayani sesamanya dengan sepenuh hati. Tekadnya untuk tetap berjalan di jalan TUHAN itulah yang membuat TUHAN mengokohkan imannya kembali. Kita pun dapat memilih untuk tetap berada di jalan TUHAN, meskipun kehadiranNYA tidak nyata terasa. SAAT KITA TIDAK MERASAKAN KEHADIRAN TUHAN, TETAPKAN HATI UNTUK TETAP MEMPERCAYAI-NYA. “Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu” (Yesaya 50:7). Gbu all...

No comments:

Post a Comment