THE END
1 Korintus 13:2,
“Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala
rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang
sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai KASIH, aku
sama sekali tidak berguna.” Satu ayat yang sangat powerful (ayat
2c): tetapi jika aku tidak mempunyai KASIH, aku sama sekali TIDAK BERGUNA.
Artinya kalau kita hidup hanya mementingkan diri sendiri (tidak peduli) dengan
orang lain = tidak punya KASIH artinya SAMA SEKALI TiDAK BERGUNA. Benarkah
demikian?? KASIH yang seperti apa yang bisa kita berikan kepada orang lain?
Yaitu KASIH Agape/KASIH-Nya Tuhan (KASIH yang ‘walaupun‘). Walaupun dia
sudah memfitnahku, walaupun dia sudah mengecewakanku, dstnya... Namun, yang
sering kita berikan adalah: Kasih yang
Bersyarat ya J.
Aku mengasihi kalau dia baik, kalau dia menyenangkan dst... Tuhan mengasihi
kita tanpa syarat: apa adanya kita, “MEMBERI KASIH itu artinya ya seperti
Tuhan MEMBERI kan KASIH-Nya buat saya dan Saudara (TANPA SYARAT).” Amin.
Ibu
Caroline – Bandung
Jika Tuhan
mengangkat. Ulangan 28:13. Hidup manusia penuh dengan dinamika. Ada naik dan
turun, ada waktu yang dilewati baik ataupun buruk. Tetapi banyak pemikiran yang
keliru jikalau mereka berada di suatu posisi yang tidak enak, susah, menderita,
maka muncul suatu pemikiran bahwa ini karena ulah sendiri ataupun Tuhan tidak
menyertai mereka. Jelas ini pemikiran dan pandangan yang salah. Manusia tidak
akan mampu menyelami setiap pekerjaan Tuhan Pengkotbah 3:11. Bahkan dikatakan
semua ada masanya. Tidak selalu kita ada dalam keadaan baik. Tentu setiap
keadaan itu indah jika kita melibatkan Tuhan... dan sekalipun mengalami yang
buruk bukan berarti Tuhan tidak menyertai. Apakah Yusuf dibuang dalam sumur,
dijual jadi budak dan masuk dalam penjara berarti Tuhan tidak menyertai?
Ataukah Daniel masuk gua singa berarti dia dijauhi Tuhan? Atau Paulus disiksa
dipenjara berarti Tuhan membencinya atau taburannya? Jelas bukan!!!! Setiap
keadaan yang terjadi itu selalu baik adanya. Persoalannya bukan salah atau
Tuhan tidak menyertai. Tapi persoalannya kita sering tidak bisa melihat rencana
Tuhan, kita tidak percaya, kita takut bahkan hidup kita tidak pernah bersyukur.
Jika hidup kita selalu intim dengan Tuhan maka percayalah Tuhan tidak akan
membiarkanmu. Ia sedang membentuk engkau untuk dapat menjadi hebat seperti
Yusuf, berhikmat seperti Daniel dan kuat seperti Paulus. Ketika Ia mengangkat
hidup kita, percayalah tidak akan satu pun yang dapat menggagalkannya. Amin...
Tuhan Yesus Kristus memberkati.
Xavier
Quentin Pranata
“Orang yang
gampang tersinggung anehnya tidak peka kalau dia sendiri sering melukai hati
orang lain.” Xavier Quentin Pranata.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Mat 10:31 YESUS:
“Janganlah kamu takut, sebab kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit!”
YESUS menjamin hidup kita, pasti dipelihara, pasti ditolong dan diberkati.
Percayai kemampuan YESUS! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Sabtu, 9 April 2016. Seratus Kali Lipat. Setiap orang yang karena nama-Ku
meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, atau
bapak atau ibunya, atau anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus
kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal (Matius 19:29). Soal berita
penipuan penggandaan uang bukan lagi barang baru. Ada orang mengaku bisa menggandakan
uang lima kali lipat. Anehnya, meskipun sudah banyak orang tertipu, masih ada
saja korban baru. Seorang guru, misalnya, kehilangan 40 juta rupiah gara-gara
tergiur tawaran dukun untuk menggandakan uangnya dengan ritual tertentu. Guru
itu menjalani ritual menurut arahan si dukun, tetapi tidak ada hasilnya.
Bukannya bertambah banyak, seluruh uangnya raib dibawa kabur si dukun. Janji
Yesus lebih hebat lagi: para pendengar-Nya akan mendapatkan ganti seratus kali
lipat dan hidup yang kekal! Benarkah? Janji Yesus ini berbicara tentang harta
yang nilainya jauh lebih berharga dari harta dunia. Dan janji itu diberikan
kepada mereka yang berani meninggalkan rumahnya, saudara-saudaranya, segala
miliknya, demi mengikuti Yesus. Bukan perkara mudah sebab mengikut Dia berarti
kita kehilangan segala sesuatu dan mengutamakan Dia dalam hidup kita. Di
sinilah pemenuhan janji terjadi: bukan pelipatgandaan harta di dunia, tetapi
bersatunya kita bersama Allah, Sumber berkat dan sumber hidup kekal itu (bdk.
Yoh. 17:3). Menakjubkan, bukan? Bersatunya kita dengan Allah adalah penggenapan
janji itu. Yesus menggenapinya saat Dia mati di kayu salib dan mempersatukan
kembali hubungan kita dengan Allah. Bukankah karunia Allah ini sudah cukup
untuk kita? Ketika kita bersatu dengan Allah, kita mengalami kedamaian,
ketenangan, dan bersukacita yang tak terkatakan —SYS. JANJI TUHAN ITU PASTI.
SAAT YESUS MEMPERSATUKAN KITA DENGAN ALLAH, KASIH KARUNIA-NYA TERUS-MENERUS
MELIMPAH DALAM HIDUP KITA. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus
memberkati.
Tante
Elisabeth – NTT
Ya amin! Ibrani
4:12 – Firman Allah hidup, Dia akan bicara, kita harus menyerah, kalau firman
datang. Kita tidak bisa berbuah kalau kita tidak dekat dengan Tuhan dan
memandang wajahNya. Kata Tuhan kita harus berbuah lebat kalau kita tinggal di
dalam firmanNya bukan hanya berbuah lebat, tapi apa saja yang kita minta
dikabulkan. Maz 126:1-6 kita harus setiap hari memasuki hadiratNya, semua hal
yang instan itu tidak baik (tidak sehat) sama hidup dalam kerohanian, tidak ada
yang instan Tuhan selalu memangkas supaya banyak berbuah, dan tetap melekat
pada pokok-Nya, kita terus dibersihkan, oleh firmanNya. Amin saudaraku. Happy
Weekend. JBU All.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
DI SAAT KITA
BIMBANG, ADA TUHAN MENEGUHKAN. Siapa yang tak kenal Bunda Teresa? Beliau
dikenal sebagai rohaniwati yang mendedikasikan hidupnya bagi TUHAN &
sesama. Kasih & imannya tak perlu diragukan lagi. Namun tahukah kita bahwa
beliau pernah menulis di buku hariannya tentang kebimbangan hatinya kepada
TUHAN? Ibu Teresa menulis seperti ini, “aku memanggil & ingin bergantung
padaMU, tapi ENGKAU seakan tidak menjawab. Aku dalam kesendirian, di mana
imanku? Yang ada hanyalah kehampaan & kegelapan semata.” Saat tulisan
tersebut dipublikasikan, banyak orang kaget, bahkan tak habis pikir bagaimana
mungkin seorang saleh seperti ibu Teresa bisa mengalami kebimbangan hidup.
Dalam situasi sulit & penuh tekanan kita berdoa kepada TUHAN; pada saat
berdoa, kita tidak membuahkan apa-apa, saat itulah kita mengalami kebimbangan.
Kita mulai meragukan TUHAN & KuasaNYA, bahkan kita bertanya-tanya,
“Benarkah TUHAN itu ada?” Setiap orang mungkin pernah mengalami bimbang &
meragukan TUHAN, namun satu hal yang perlu kita ingat adalah saat kita
mengalami kebimbangan, jangan pernah sekalipun melepaskan hidup kita dari
TUHAN. Mintalah TUHAN meneguhkan hati kita dengan dipenuhi oleh kasihNYA,
sehingga kepercayaan, iman, & pengaharapan kita kepada TUHAN dipulihkan
lagi. Itu juga yang dilakukan Bunda Teresa saat imannya digoncang keraguan.
Dalam kebimbangannya, Bunda Teresa tidak mundur, sebaliknya ia tetap melayani
sesamanya dengan sepenuh hati. Tekadnya untuk tetap berjalan di jalan TUHAN
itulah yang membuat TUHAN mengokohkan imannya kembali. Kita pun dapat memilih
untuk tetap berada di jalan TUHAN, meskipun kehadiranNYA tidak nyata terasa.
SAAT KITA TIDAK MERASAKAN KEHADIRAN TUHAN, TETAPKAN HATI UNTUK TETAP
MEMPERCAYAI-NYA. “Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat
noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku
tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu” (Yesaya 50:7). Gbu all...

No comments:
Post a Comment