Sunday, 24 April 2016

24 April 2016



THE END




Lukas 16:19-31. Kisah Orang Kaya dan Lazarus hendaknya menjadi inspirasi buat kita semua, tidak harus mengalami kisah tragis seperti orang kaya & tidak takut mengalami “ujian” saat ada di dalam dunia . Bagikan “kisah hidup pertobatan” kita untuk menjangkau jiwa-jiwa & saya percaya kita bisa melakukan karena ada Roh Kudus yang menolong kita untuk berkata-kata saat kita bersaksi . Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus Tuhan “yang ditebusNya dari kuasa yang menyesakkan” (Mazmur 107:2). Amin.

Worship Center Surabaya
Tahukah Anda persamaan antara sikap-sikap atau perbuatan-perbuatan yang disebutkan di bawah ini: -membantu kekurangan orang-orang kudus; -berusaha selalu memberikan tumpangan; -memberkati orang yang mengutuk kita; -bersukacita dengan yang bersukacita, menangis dengan orang yang menangis; -sehati sepikir sebagai saudara seiman, tidak bersikap sok pandai di hadapan saudara-saudara seiman; -tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tapi tetap melakukan yang baik; -hidup dalam perdamaian dengan semua orang; -tidak menuntut pembalasan terhadap yang menyakiti kita; -jika musuh kita lapar atau haus berikan padanya makan & minum; -mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Semua itu dituliskan sebagai nasihat & petunjuk dari rasul Paulus kepada jemaat di Roma untuk memperjelas seperti apakah praktek-praktek ibadah sejati yang disebutkan sebagai “mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, kudus & berkenan kepada Allah.” Uraian dari nats di atas yang tercantum dalam Roma 12:13-21 merupakan bentuk-bentuk praktek nyata ibadah yang sesungguhnya dalam sikap hidup kita sehari-hari yaitu PERBUATAN-PERBUATAN KASIH. Kasih yang nyata dalam sikap hidup & perbuatan nyata sehari-hari (bukan sekedar perkataan yang tampak manis & rohani atau kelihatan rajin datang beribadah ke gereja) ialah bentuk penerapan ibadah yang dipandang, diperhatikan & dinilai oleh Tuhan sendiri. Kasih di dalam hati yang kemudian nyata melalui perbuatan-perbuatan yang tidak mementingkan diri namun penuh simpati, empati, belas kasih, suka berkorban dalam segala hal yang dilakukan dalam ketulusan SANGAT BERHARGA DI MATA TUHAN. Lebih-lebih jika semuanya dilakukan karena kita terlebih dulu mengasihi Tuhan, mencari tuntunan-Nya dalam menyatakan kasih pada semua orang. Kasih sejati rela mengalami kerugian & penderitaan demi orang lain: bersabar, mengampuni, berbagi hidup, tetap berbuat baik walau diperlakukan jahat, rendah hati & tidak mencari pujian manusia. Tanpa ini, semuanya sia-sia (1 Kor 13:1-3). Sudahkah perbuatan-perbuatan kasih menjadi ibadah Anda di hadapan Tuhan? Salam revival! GBU.

Xavier Quentin Pranata
“Hidup ini hanya transit. Jangan belanja terlalu banyak. Nanti kelebihan bagasi saat 'terbang' pulang ke surga.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 24 April 2016. Sekadar Ibadah. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu (Matius 11:28). Banyak orang Kristen beribadah dengan harapan ibadah itu dapat menyelesaikan masalah dan pergumulan hidup yang mereka alami. Tak salah memang. Namun, faktanya sering berbeda dari harapan, dan banyak orang tidak menyadarinya. Mereka menjadi kecewa, lalu berhenti beribadah karena, setelah sekian lama beribadah, masalah dan pergumulan hidup itu tak kunjung beres. Bukan berarti kita memandang remeh ibadah atau menganggap ibadah itu tidak perlu. Firman-Nya mengingatkan kita untuk tidak menjauhkan diri dari pertemuan ibadah kita (Ibr 10:25). Namun, perlu diingat, ibadah adalah langkah awal untuk kita terbebas dari masalah dan pergumulan hidup. Ibadah bukanlah tujuan akhir. Tujuan akhirnya tidak lain bertemu dengan Yesus. Untuk apa? Yesus yang berjanji, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (ay. 28). Dengan kata lain, yang akan menyelesaikan masalah dan pergumulan hidup kita bukanlah ibadah itu sendiri, melainkan perjumpaan dengan Yesus. Bandingkan dengan orang sakit. Pergi ke rumah sakit tidak membuatnya jadi sembuh. Untuk sembuh, ia harus bertemu dengan dokter, mengizinkan dokter memeriksanya, meminum obat secara teratur, dan mengikuti saran dokter. Kiranya kita pun tidak sekadar beribadah. Sebaliknya, kita sungguh-sungguh bertemu dengan Yesus, Sang Pemilik Ibadah. Mengizinkan Dia memeriksa hidup kita, lalu hidup seturut dengan kehendak dan rencana-Nya. Dan, pada waktu-Nya, masalah dan pergumulan hidup kita akan teratasi —OKS. BANYAK ORANG PERGI BERIBADAH, NAMUN TIDAK SEMUA ORANG BERTEMU SANG PEMILIK IBADAH. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati.


No comments:

Post a Comment