THE END
Lukas 16:19-31.
Kisah Orang Kaya dan Lazarus hendaknya menjadi inspirasi buat kita semua, tidak
harus mengalami kisah tragis seperti orang kaya & tidak takut mengalami
“ujian” saat ada di dalam dunia . Bagikan “kisah hidup pertobatan” kita untuk
menjangkau jiwa-jiwa & saya percaya kita bisa melakukan karena ada
Roh Kudus yang menolong kita untuk berkata-kata saat kita bersaksi . Biarlah
itu dikatakan orang-orang yang ditebus Tuhan “yang ditebusNya dari kuasa
yang menyesakkan” (Mazmur 107:2). Amin.
Worship
Center Surabaya
Tahukah Anda
persamaan antara sikap-sikap atau perbuatan-perbuatan yang disebutkan di bawah
ini: -membantu kekurangan orang-orang kudus; -berusaha selalu memberikan
tumpangan; -memberkati orang yang mengutuk kita; -bersukacita dengan yang
bersukacita, menangis dengan orang yang menangis; -sehati sepikir sebagai
saudara seiman, tidak bersikap sok pandai di hadapan saudara-saudara seiman;
-tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tapi tetap melakukan yang baik; -hidup
dalam perdamaian dengan semua orang; -tidak menuntut pembalasan terhadap yang
menyakiti kita; -jika musuh kita lapar atau haus berikan padanya makan &
minum; -mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Semua itu dituliskan sebagai
nasihat & petunjuk dari rasul Paulus kepada jemaat di Roma untuk
memperjelas seperti apakah praktek-praktek ibadah sejati yang disebutkan
sebagai “mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, kudus &
berkenan kepada Allah.” Uraian dari nats di atas yang tercantum dalam Roma
12:13-21 merupakan bentuk-bentuk praktek nyata ibadah yang sesungguhnya dalam
sikap hidup kita sehari-hari yaitu PERBUATAN-PERBUATAN KASIH. Kasih yang nyata
dalam sikap hidup & perbuatan nyata sehari-hari (bukan sekedar perkataan
yang tampak manis & rohani atau kelihatan rajin datang beribadah ke gereja)
ialah bentuk penerapan ibadah yang dipandang, diperhatikan & dinilai oleh
Tuhan sendiri. Kasih di dalam hati yang kemudian nyata melalui
perbuatan-perbuatan yang tidak mementingkan diri namun penuh simpati, empati,
belas kasih, suka berkorban dalam segala hal yang dilakukan dalam ketulusan
SANGAT BERHARGA DI MATA TUHAN. Lebih-lebih jika semuanya dilakukan karena kita
terlebih dulu mengasihi Tuhan, mencari tuntunan-Nya dalam menyatakan kasih pada
semua orang. Kasih sejati rela mengalami kerugian & penderitaan demi orang
lain: bersabar, mengampuni, berbagi hidup, tetap berbuat baik walau
diperlakukan jahat, rendah hati & tidak mencari pujian manusia. Tanpa ini,
semuanya sia-sia (1 Kor 13:1-3). Sudahkah perbuatan-perbuatan kasih menjadi
ibadah Anda di hadapan Tuhan? Salam revival! GBU.
Xavier
Quentin Pranata
“Hidup ini hanya
transit. Jangan belanja terlalu banyak. Nanti kelebihan bagasi saat 'terbang'
pulang ke surga.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Minggu, 24 April 2016. Sekadar Ibadah. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu
dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu (Matius 11:28). Banyak
orang Kristen beribadah dengan harapan ibadah itu dapat menyelesaikan masalah
dan pergumulan hidup yang mereka alami. Tak salah memang. Namun, faktanya
sering berbeda dari harapan, dan banyak orang tidak menyadarinya. Mereka
menjadi kecewa, lalu berhenti beribadah karena, setelah sekian lama beribadah,
masalah dan pergumulan hidup itu tak kunjung beres. Bukan berarti kita
memandang remeh ibadah atau menganggap ibadah itu tidak perlu. Firman-Nya
mengingatkan kita untuk tidak menjauhkan diri dari pertemuan ibadah kita (Ibr
10:25). Namun, perlu diingat, ibadah adalah langkah awal untuk kita terbebas
dari masalah dan pergumulan hidup. Ibadah bukanlah tujuan akhir. Tujuan
akhirnya tidak lain bertemu dengan Yesus. Untuk apa? Yesus yang berjanji,
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi
kelegaan kepadamu” (ay. 28). Dengan kata lain, yang akan menyelesaikan masalah
dan pergumulan hidup kita bukanlah ibadah itu sendiri, melainkan perjumpaan
dengan Yesus. Bandingkan dengan orang sakit. Pergi ke rumah sakit tidak
membuatnya jadi sembuh. Untuk sembuh, ia harus bertemu dengan dokter,
mengizinkan dokter memeriksanya, meminum obat secara teratur, dan mengikuti
saran dokter. Kiranya kita pun tidak sekadar beribadah. Sebaliknya, kita
sungguh-sungguh bertemu dengan Yesus, Sang Pemilik Ibadah. Mengizinkan Dia
memeriksa hidup kita, lalu hidup seturut dengan kehendak dan rencana-Nya. Dan,
pada waktu-Nya, masalah dan pergumulan hidup kita akan teratasi —OKS. BANYAK
ORANG PERGI BERIBADAH, NAMUN TIDAK SEMUA ORANG BERTEMU SANG PEMILIK IBADAH.
Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment