Thursday, 14 April 2016

14 April 2016



THE END




Rumah Bapa. Yohanes 14:1-3, 1Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. 2Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 3Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.”  Seri pembahasan kita dalam bulan April ini adalah: The End/Akhir Zaman & bukan kebetulan sharing kita semalam dalam Komsel adalah: tentang tujuan akhir dari kita semua adalah: surga. Dan pertanyaannya adalah: surga yang mana? Firman Tuhan dengan jelas mengatakan: Surga dimana BAPA-Ku ada di sana & Yesus duduk di sebelah kanan BAPA. Jadi kepastian surga bagi kita itu sangat jelas (baca ayat: 3). Dan aplikasi apa yang Tuhan mau agar kita melakukanNya (sampai tujuan: ke surga ). 1 Yohanes 2:28, “Maka sekarang, anak-anakku, TINGGALLAH DIDALAM KRISTUS, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.” Tinggallah dalam KRISTUS maksudnya:
  1. Tinggalah dalam Hadirat Kristus (doa, pujian/penyembahan dan firman)
  2. Tinggalah dalan Komunitas Sel & Ibadah
  3. Tinggallah dalam rumahNya (maksudnya: kalau kita punya rumah itu artinya pasti peduli dengan rumah kita: terlibatlah dalam pelayanan)
  4. Tinggallah dalam anugerahNya bukan tentang baiknya diri kita tetapi karena kebaikan-kebaikan Tuhan Amin.
Bagaimana dengan kita? Rindukah kita sampai ke rumah BAPA?? Amin.

Xavier Quentin Pranata
“Saat tua, kecantikan kita berpindah dari wajah ke hati.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 14 April 2016. Hikayat Kecap. Apabila aku bertemu dengan perkataanperkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku… (Yeremia 15:16). Semasa kuliah, kecap menjadi pertanda bahwa saya sedang dalam krisis finansial. Dompet mengempis dan uang untuk makan nyaris habis. Kecap pun menjadi pilihan menu yang tepat. Cukuplah di atas sepiring nasi diwarnai semburat kecap; tempe dan krupuk ikut memeriahkan santapan saya. Meski menandai krisis, kecap melecutkan rasa senang, bukan karena menyelamatkan saya dari lapar, tetapi juga karena saya menyukai rasanya yang manis. Hikayat kecap itu membersitkan fakta, ternyata di masa-masa sulit kita masih bisa menemukan pilihan yang menyukakan hati. Yeremia, ketika dalam kesulitan, juga menemukan pilihan yang menyukakan hatinya, yakni firman Tuhan. Kita pun bisa menemukan firman Tuhan yang memberi penghiburan, kekuatan, dan hikmat ilahi. Firman Tuhan itu memberi kelegaan hati, menerangi pikiran, dan meneguhkan iman kita. Sabda Tuhan tidak hanya menyingkapkan sikap dan keputusan yang keliru, tetapi juga menyantuni kita dengan kebenaran. Itulah rahasia di balik firman Tuhan yang menjadi kegirangan dan kesukaan hati Yeremia. Seperti Yeremia, hari demi hari, kita seharusnya belajar menikmati firman, sabda atau perkataan Tuhan, terlebih di saat melawan kesulitan dan penderitaan. Firman Tuhan itu terang dan perisai yang memampukan kita saat melewati lembah kekelaman sekalipun. Pagi ini, mari membuka Alkitab kita, khusyuk membaca dan menikmati firman-Nya yang memberi kegirangan dan yang menyukakan hati itu —ASA. KIRANYA FIRMAN-NYA MEMBERI KITA KEGIRANGAN; KIRANYA FIRMAN-NYA MEMBERI KITA KEKUATAN. Selamat pagi Saudara. Apa kabar hari ini? Bersukacita selalu. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Caroline – Bandung
Kamis, 14 April 2016. Bacaan: Yunus 3:1-10. Setahun: 2 Samuel 10-12. Nats: Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya... (Yunus 3:1). Anugerah Kesempatan Kedua. Tak jarang “pengenalan kanak-kanak” kita akan Allah terus melekat di benak kita walau kita sudah dewasa secara usia. Bahwa Allah itu bagaikan penguasa yang penuh wibawa, perkasa, yang keras dan tak terbantahkan. Segala perintah-Nya pantang untuk ditawar, ditunda, atau diabaikan. Sekali saja kita berani tidak menaati perintah-Nya, pasti kita akan disikat habis! Namun, jika kita mendalami kitab Yunus, kita akan tercengang. Ternyata Allah itu panjang sabar dan besar kasih setia-Nya (bdk. Yun. 3:10, 4:2, 11)! Bayangkan, Yunus, seorang nabi, seharusnya memiliki kedekatan dan ketaatan lebih dari orang kebanyakan. Nyatanya, ia gagal. Dengan sadar ia melarikan diri menjauhi Allah. Yunus mengabaikan tugas panggilan-Nya untuk memberitakan maksud Allah kepada bangsa Niniwe. Dengan penuh kesabaran, Allah menyelamatkan Yunus. Melalui seekor ikan besar Allah membawa Yunus kembali pada panggilan hidupnya, yakni ke Niniwe, bukan ke Tarsis (2:10). Dan, “datanglah firman Tuhan kepada Yunus untuk kedua kalinya”, menunjukkan bahwa kemurahan Tuhan sungguh tiada habisnya. Tuhan memberi kesempatan baru. Seperti ungkapan Yeremia: “Selalu baru tiap pagi, besar kesetiaan-Mu” (Rat 3:23). Sebagai hamba dan anak Tuhan, kita bisa gagal dalam mengiring dan menaati perintah-Nya. Namun, selalu tersedia anugerah kesempatan kedua dari Dia, agar kita bangkit dan kembali pada jalan ketaatan. Ke Niniwe, itu yang Tuhan mau. Bukan ke Tarsis, seperti yang kita mau. Bersediakah kita menerima kesempatan yang kedua? --Susanto. Selalu tersedia anugerah kesempatan kedua, namun janganlah menyia-nyiakan kemurahan-Nya.

Ibu Rita – PKS CL 8
Amiiiinn... Seperti Rhema dari komsel kemarin, kita ini SUDAH termasuk dalam bilangan orang-orang yang mengalami pengangkatan, kita punya kepastian bahwa tempat kita di sorga karena Tuhan Yesus sendiri yang bilang bahwa Dia pergi ke sorga untuk mempersiapkan tempat bagi kita di sana karena di sana banyak tempat. Dan kita akan berada di mana Bapa berada. Tapi... Kemarin dibilang untuk menghadapi akhir jaman kita harus hidup dekat-dekat dengan Tuhan terus, bukan karena kita takut ketinggalan melainkan kita harus berlomba-lomba untuk mendapatkan mahkota-mahkota yang sudah disediakan Tuhan buat kita semua. Firman Tuhan kemarin memotivasi kita supaya kita semakin hari hidup semakin berkenan dihadapan Tuhan bukan karena kita takut tidak layak masuk sorga melainkan perbuatan baik kita itu akan kita tukarkan dengan mahkota saat kita sampai di sorga. Amiiiiin...

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 108:13-14 – Pertolongan manusia itu sia-sia, tapi dengan TUHAN kita akan melakukan perbuatan-perbuatan yang gagah perkasa! YESUS sumber MUJIZATku. Alami mujizat-NYA sekarang juga! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Worship Center Surabaya
Tuhanlah yang menguji hati. Amsal 17:3 menyimpulkan. Sebagaimana kui (semacam panci) digunakan melebur perak & perapian untuk melebur emas, Tuhan menguji hati manusia melalui api, gambaran berbagai hal yang menyakitkan yang kita alami dalam hidup sehari-hari. Untuk tujuan apa Tuhan menguji hati kita? •Untuk MENYINGKAPKAN sifat-sifat buruk yang masih ada pada kepribadian kita. Dengan dipanaskannya mereka pada suhu yang sangat tinggi dalam api, mereka menjadi cair dan setiap kandungan-kandungan mainin muncul dengan sendirinya di permukaan sehingga dapat dipisahkan dari logam-logam mulia itu. Setiap masalah atau bahkan krisis dalam hidup kita berguna untuk menampilkan apa yang masih kurang dari karakter kita. Jeruk yang diperas akan mengeluarkan sari jeruk -entah manis atau masam. Dalam tekanan, manusia seperti apakah yang kita akan tampilkan? Umumnya, itulah kita apa adanya dengan segala kelebihan, terutama kekurangannya sehingga kita tahu manusia seperti apakah kita sesungguhnya. •Untuk MEMURNIKAN karakter kita sebagai anak-anak Allah. Jika kandungan atau zat yang lain yang muncul dalam proses peleburan perak & emas dibuang maka kita akan mendapati logam-logam berharga yang murni, tanpa campuran. Pemurnian kita ialah kehendak Tuhan. Sudah seharusnya sebagai manusia-manusia rohani yang berasal dari Allah kita menerima proses yang mematikan yang duniawi dalam kita, menanggalkan manusia lama yang berdosa namun kini mengenakan sifat-sifat manusia baru yang terus menerus diperbarui dalam pengenalan yang benar akan Tuhan (Kol 3:5-17). Melalui ‘api‘ masalah, kesusahan & tantangan hidup sehari-hari barulah kita dapat belajar hidup dalam kehendak & kekuatan Tuhan -jika kita memilih demikian. •Untuk MENINGKATKAN kualitas manusia rohani kita. Emas & perak murni sangat mahal harganya. Demikian pula manusia-manusia berhati murni & benar di hadapan Tuhan. Mereka akan menjadi perabot atau alat demi menyatakan kemuliaan-Nya  pada dunia yang tak mengenal Allah ini. Jadi, masihkah Anda akan menolak ujian Tuhan di hidup Anda? Salam revival! GBU.

No comments:

Post a Comment