THE END
Rumah Bapa.
Yohanes 14:1-3, “1Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada
Allah, percayalah juga kepada-Ku. 2Di rumah Bapa-Ku banyak tempat
tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi
ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 3Dan apabila Aku telah
pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan
membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun
berada.” Seri pembahasan kita dalam
bulan April ini adalah: The End/Akhir Zaman & bukan kebetulan
sharing kita semalam dalam Komsel adalah: tentang tujuan akhir dari kita
semua adalah: surga. Dan pertanyaannya adalah: surga yang mana? Firman Tuhan dengan
jelas mengatakan: Surga dimana BAPA-Ku ada di sana & Yesus duduk di sebelah
kanan BAPA. Jadi kepastian surga bagi kita itu sangat jelas (baca ayat: 3). Dan
aplikasi apa yang Tuhan mau agar kita melakukanNya (sampai tujuan: ke surga ).
1 Yohanes 2:28, “Maka sekarang, anak-anakku, TINGGALLAH DIDALAM KRISTUS,
supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan
tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.” Tinggallah dalam
KRISTUS maksudnya:
- Tinggalah dalam Hadirat Kristus (doa, pujian/penyembahan dan firman)
- Tinggalah dalan Komunitas Sel & Ibadah
- Tinggallah dalam rumahNya (maksudnya: kalau kita punya rumah itu artinya pasti peduli dengan rumah kita: terlibatlah dalam pelayanan)
- Tinggallah dalam anugerahNya bukan tentang baiknya diri kita tetapi karena kebaikan-kebaikan Tuhan Amin.
Bagaimana dengan
kita? Rindukah kita sampai ke rumah BAPA?? Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Saat tua,
kecantikan kita berpindah dari wajah ke hati.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Kamis, 14 April 2016. Hikayat Kecap. Apabila aku bertemu dengan
perkataanperkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan
bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku… (Yeremia 15:16). Semasa kuliah, kecap
menjadi pertanda bahwa saya sedang dalam krisis finansial. Dompet mengempis dan
uang untuk makan nyaris habis. Kecap pun menjadi pilihan menu yang tepat.
Cukuplah di atas sepiring nasi diwarnai semburat kecap; tempe dan krupuk ikut
memeriahkan santapan saya. Meski menandai krisis, kecap melecutkan rasa senang,
bukan karena menyelamatkan saya dari lapar, tetapi juga karena saya menyukai
rasanya yang manis. Hikayat kecap itu membersitkan fakta, ternyata di masa-masa
sulit kita masih bisa menemukan pilihan yang menyukakan hati. Yeremia, ketika
dalam kesulitan, juga menemukan pilihan yang menyukakan hatinya, yakni firman
Tuhan. Kita pun bisa menemukan firman Tuhan yang memberi penghiburan, kekuatan,
dan hikmat ilahi. Firman Tuhan itu memberi kelegaan hati, menerangi pikiran, dan
meneguhkan iman kita. Sabda Tuhan tidak hanya menyingkapkan sikap dan keputusan
yang keliru, tetapi juga menyantuni kita dengan kebenaran. Itulah rahasia di
balik firman Tuhan yang menjadi kegirangan dan kesukaan hati Yeremia. Seperti
Yeremia, hari demi hari, kita seharusnya belajar menikmati firman, sabda atau
perkataan Tuhan, terlebih di saat melawan kesulitan dan penderitaan. Firman
Tuhan itu terang dan perisai yang memampukan kita saat melewati lembah
kekelaman sekalipun. Pagi ini, mari membuka Alkitab kita, khusyuk membaca dan
menikmati firman-Nya yang memberi kegirangan dan yang menyukakan hati itu —ASA.
KIRANYA FIRMAN-NYA MEMBERI KITA KEGIRANGAN; KIRANYA FIRMAN-NYA MEMBERI KITA
KEKUATAN. Selamat pagi Saudara. Apa kabar hari ini? Bersukacita selalu. Tuhan
Yesus memberkati.
Ibu
Caroline – Bandung
Kamis, 14 April
2016. Bacaan: Yunus 3:1-10. Setahun: 2 Samuel 10-12. Nats: Datanglah firman
TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya... (Yunus 3:1). Anugerah Kesempatan
Kedua. Tak jarang “pengenalan kanak-kanak” kita akan Allah terus melekat di
benak kita walau kita sudah dewasa secara usia. Bahwa Allah itu bagaikan
penguasa yang penuh wibawa, perkasa, yang keras dan tak terbantahkan. Segala
perintah-Nya pantang untuk ditawar, ditunda, atau diabaikan. Sekali saja kita
berani tidak menaati perintah-Nya, pasti kita akan disikat habis! Namun, jika
kita mendalami kitab Yunus, kita akan tercengang. Ternyata Allah itu panjang
sabar dan besar kasih setia-Nya (bdk. Yun. 3:10, 4:2, 11)! Bayangkan, Yunus,
seorang nabi, seharusnya memiliki kedekatan dan ketaatan lebih dari orang
kebanyakan. Nyatanya, ia gagal. Dengan sadar ia melarikan diri menjauhi Allah.
Yunus mengabaikan tugas panggilan-Nya untuk memberitakan maksud Allah kepada
bangsa Niniwe. Dengan penuh kesabaran, Allah menyelamatkan Yunus. Melalui
seekor ikan besar Allah membawa Yunus kembali pada panggilan hidupnya, yakni ke
Niniwe, bukan ke Tarsis (2:10). Dan, “datanglah firman Tuhan kepada Yunus untuk
kedua kalinya”, menunjukkan bahwa kemurahan Tuhan sungguh tiada habisnya. Tuhan
memberi kesempatan baru. Seperti ungkapan Yeremia: “Selalu baru tiap pagi,
besar kesetiaan-Mu” (Rat 3:23). Sebagai hamba dan anak Tuhan, kita bisa gagal
dalam mengiring dan menaati perintah-Nya. Namun, selalu tersedia anugerah
kesempatan kedua dari Dia, agar kita bangkit dan kembali pada jalan ketaatan.
Ke Niniwe, itu yang Tuhan mau. Bukan ke Tarsis, seperti yang kita mau.
Bersediakah kita menerima kesempatan yang kedua? --Susanto. Selalu tersedia
anugerah kesempatan kedua, namun janganlah menyia-nyiakan kemurahan-Nya.
Ibu
Rita – PKS CL 8
Amiiiinn...
Seperti Rhema dari komsel kemarin, kita ini SUDAH termasuk dalam bilangan
orang-orang yang mengalami pengangkatan, kita punya kepastian bahwa tempat kita
di sorga karena Tuhan Yesus sendiri yang bilang bahwa Dia pergi ke sorga untuk
mempersiapkan tempat bagi kita di sana karena di sana banyak tempat. Dan kita
akan berada di mana Bapa berada. Tapi... Kemarin dibilang untuk menghadapi
akhir jaman kita harus hidup dekat-dekat dengan Tuhan terus, bukan karena kita
takut ketinggalan melainkan kita harus berlomba-lomba untuk mendapatkan
mahkota-mahkota yang sudah disediakan Tuhan buat kita semua. Firman Tuhan
kemarin memotivasi kita supaya kita semakin hari hidup semakin berkenan
dihadapan Tuhan bukan karena kita takut tidak layak masuk sorga melainkan
perbuatan baik kita itu akan kita tukarkan dengan mahkota saat kita sampai di
sorga. Amiiiiin...
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz 108:13-14 –
Pertolongan manusia itu sia-sia, tapi dengan TUHAN kita akan melakukan
perbuatan-perbuatan yang gagah perkasa! YESUS sumber MUJIZATku. Alami
mujizat-NYA sekarang juga! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Worship
Center Surabaya
Tuhanlah yang
menguji hati. Amsal 17:3 menyimpulkan. Sebagaimana kui (semacam panci) digunakan
melebur perak & perapian untuk melebur emas, Tuhan menguji hati manusia
melalui api, gambaran berbagai hal yang menyakitkan yang kita alami dalam hidup
sehari-hari. Untuk tujuan apa Tuhan menguji hati kita? •Untuk MENYINGKAPKAN
sifat-sifat buruk yang masih ada pada kepribadian kita. Dengan dipanaskannya
mereka pada suhu yang sangat tinggi dalam api, mereka menjadi cair dan setiap
kandungan-kandungan mainin muncul dengan sendirinya di permukaan sehingga dapat
dipisahkan dari logam-logam mulia itu. Setiap masalah atau bahkan krisis dalam
hidup kita berguna untuk menampilkan apa yang masih kurang dari karakter kita.
Jeruk yang diperas akan mengeluarkan sari jeruk -entah manis atau masam. Dalam
tekanan, manusia seperti apakah yang kita akan tampilkan? Umumnya, itulah kita
apa adanya dengan segala kelebihan, terutama kekurangannya sehingga kita tahu
manusia seperti apakah kita sesungguhnya. •Untuk MEMURNIKAN karakter kita
sebagai anak-anak Allah. Jika kandungan atau zat yang lain yang muncul dalam
proses peleburan perak & emas dibuang maka kita akan mendapati logam-logam
berharga yang murni, tanpa campuran. Pemurnian kita ialah kehendak Tuhan. Sudah
seharusnya sebagai manusia-manusia rohani yang berasal dari Allah kita menerima
proses yang mematikan yang duniawi dalam kita, menanggalkan manusia lama yang
berdosa namun kini mengenakan sifat-sifat manusia baru yang terus menerus
diperbarui dalam pengenalan yang benar akan Tuhan (Kol 3:5-17). Melalui ‘api‘
masalah, kesusahan & tantangan hidup sehari-hari barulah kita dapat belajar
hidup dalam kehendak & kekuatan Tuhan -jika kita memilih demikian. •Untuk
MENINGKATKAN kualitas manusia rohani kita. Emas & perak murni sangat mahal
harganya. Demikian pula manusia-manusia berhati murni & benar di hadapan Tuhan.
Mereka akan menjadi perabot atau alat demi menyatakan kemuliaan-Nya pada dunia yang tak mengenal Allah ini. Jadi,
masihkah Anda akan menolak ujian Tuhan di hidup Anda? Salam revival! GBU.

No comments:
Post a Comment