Sunday, 17 April 2016

17 April 2016



THE END




Roma 15:7-13. Ayat 7: “Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.” Diayat 7-13 Rasul Paulus mengatakan bahwa mereka yang berkeyakinan kuat maupun yang lemah harus sama-sama mengambil inisiatif & menerima satu dengan yang lain. Tuhan Yesus telah menjadi TELADAN bagi penerimaan tersebut. Allah tidak membeda-bedakan antara kaum yang lemah (Yahudi) & yang kuat (bangsa-bangsa bukan Yahudi). Penerimaan Allah terhadap kedua belah pihak menjadi dasar bagi penerimaan kita terhadap satu sama lainnya . Menjaga kesatuan dalam pelayanan memang membutuhkan kerja keras & kita perlu mengarahkan pandangan kita pada upahnya. Itulah yang diberikan oleh PENGHARAPAN. Upah kita adalah surga, untuk tinggal bersama Yesus dan saudara seiman kita dalam kesatuan yang sempurna. Kita perlu saling menerima dengan tangan terbuka & saling menopang sembari kita menjalani hidup didalam pengharapan itu . Amin.

Xavier Quentin Pranata
“Saat karya kita tidak dihargai manusia, tidak apa-apa, asal Tuhan melihat kita sudah melakukan yang terbaik bagi-Nya.” Xavier Quentin Pranata.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! Tuhan akan memakai kita menandai datangnya hari Tuhan atas komunitas/daerah yang kita masuki (Yoel 2:1-2). Ketika kita melangkah dan mentaati apa yang menjadi arahan dan perintah Tuhan akan datang atas daerah tersebut. Ketaatan kita terhadap arahan Tuhan akan mengakhiri pekerjaan orang fasik dan bagi orang yang mencintai kebenaran, kedatangan kita sama seperti fajar yang memberikan pengharapan, karena itu kita pasti menghadapi konflik dari orang fasik, orang-orang yang tidak suka akan kebenaran. Karena itu Tuhan harus pertama-tama mengubahkan dan menyiapkan kehidupan kita sedemikian rupa untuk menghadapi semua konflik yang ada dengan penuh keberanian. Apa yang benar harus saya nyatakan benar, dan apa yang salah harus saya nyatakan salah. Pasti kita terus hidup dalam kebenaran firman Tuhan sampai memiliki Strong Conviction (keyakinan yang teguh atas kebenaran). Muncul, sehingga kita tidak tidak akan pernah mengkompromikan kebenaran dan siap menghadapi berbagai konfrontasi. Pastikan sebagai jemaat kita berjalan dalam ikat janji terhadap satu sama lain. Amin. Selamat beribadah dan melayani. JBU All.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 17 April 2016. Rest Area. Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya (Pengkhotbah 3:1). Ketika bepergian jarak jauh melewati jalan tol atau mengunjungi tempat wisata tertentu, di beberapa tempat kita akan menemukan Rest Area. Kita dapat memanfaatkan Rest Area ini untuk berhenti sejenak, sekadar beristirahat, menyegarkan tubuh dan memulihkan tenaga. Dampaknya sangat terasa karena kita akan dapat melanjutkan perjalanan dengan kondisi lebih bugar. Dalam menjalani kehidupan ini, manusia memang membutuhkan istirahat. Pengkhotbah menuliskan bahwa untuk segala sesuatu ada masanya. Ada masanya seseorang bekerja, melayani Tuhan, atau menjalankan aktivitas harian, tetapi ada masanya untuk beristirahat. Tidur hanyalah salah satu cara untuk beristirahat. Masih banyak cara lainnya seperti jalan-jalan ke mal, bersantai di pinggir pantai, menonton film di bioskop, bertamasya dengan komunitas kawan dekat. Caranya boleh berbeda, tetapi tujuan yang hendak dicapai kurang lebih sama, yakni kondisi fisik, pikiran, dan hati menjadi lebih tenang dan segar. Tubuh manusia bukanlah mesin yang bisa dioperasikan terus menerus tanpa waktu istirahat yang cukup. Masa istirahat yang memadai diperlukan oleh siapa saja, sesibuk apa pun pekerjaan dan aktivitas kita. Pengkhotbah mendorong kita “menikmati kesenangan dalam segala jerih payah” kita (ay. 13). Beristirahat memungkinkan hal itu. Tanpa beristirahat, kita dapat menanggung  dampak fatal: penurunan kekuatan dan kesehatan secara cepat. Apakah kita cenderung mengabaikan pentingnya beristirahat? Luangkanlah waktu untuk beristirahat —GHJ. ISTIRAHAT ADALAH SEBENTUK PEMELIHARAAN ATAS TUBUH SEHINGGA TUBUH DAPAT DIDAYAGUNAKAN UNTUK MEMULIAKAN TUHAN. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Ibr 4:7 – Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-NYA, janganlah keraskan hatimu! Buka hati, percaya dan lakukan firman maka mujizat-NYA terjadi sekarang. Selamat Ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.


No comments:

Post a Comment