THE END
Roma 15:7-13.
Ayat 7: “Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga
telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.” Diayat 7-13 Rasul Paulus
mengatakan bahwa mereka yang berkeyakinan kuat maupun yang lemah harus
sama-sama mengambil inisiatif & menerima satu dengan yang lain. Tuhan Yesus
telah menjadi TELADAN bagi penerimaan tersebut. Allah tidak membeda-bedakan
antara kaum yang lemah (Yahudi) & yang kuat (bangsa-bangsa bukan Yahudi).
Penerimaan Allah terhadap kedua belah pihak menjadi dasar bagi penerimaan kita
terhadap satu sama lainnya . Menjaga kesatuan dalam pelayanan memang
membutuhkan kerja keras & kita perlu mengarahkan pandangan kita pada
upahnya. Itulah yang diberikan oleh PENGHARAPAN. Upah kita adalah surga, untuk tinggal
bersama Yesus dan saudara seiman kita dalam kesatuan yang sempurna. Kita
perlu saling menerima dengan tangan terbuka & saling menopang sembari kita
menjalani hidup didalam pengharapan itu . Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Saat karya kita
tidak dihargai manusia, tidak apa-apa, asal Tuhan melihat kita sudah melakukan
yang terbaik bagi-Nya.” Xavier Quentin Pranata.
Tante
Elisabeth – NTT
Ya amin! Tuhan
akan memakai kita menandai datangnya hari Tuhan atas komunitas/daerah yang kita
masuki (Yoel 2:1-2). Ketika kita melangkah dan mentaati apa yang menjadi arahan
dan perintah Tuhan akan datang atas daerah tersebut. Ketaatan kita terhadap
arahan Tuhan akan mengakhiri pekerjaan orang fasik dan bagi orang yang
mencintai kebenaran, kedatangan kita sama seperti fajar yang memberikan
pengharapan, karena itu kita pasti menghadapi konflik dari orang fasik,
orang-orang yang tidak suka akan kebenaran. Karena itu Tuhan harus pertama-tama
mengubahkan dan menyiapkan kehidupan kita sedemikian rupa untuk menghadapi
semua konflik yang ada dengan penuh keberanian. Apa yang benar harus saya
nyatakan benar, dan apa yang salah harus saya nyatakan salah. Pasti kita terus
hidup dalam kebenaran firman Tuhan sampai memiliki Strong Conviction (keyakinan
yang teguh atas kebenaran). Muncul, sehingga kita tidak tidak akan pernah
mengkompromikan kebenaran dan siap menghadapi berbagai konfrontasi. Pastikan
sebagai jemaat kita berjalan dalam ikat janji terhadap satu sama lain. Amin.
Selamat beribadah dan melayani. JBU All.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Minggu, 17 April 2016. Rest Area. Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa
pun di bawah langit ada waktunya (Pengkhotbah 3:1). Ketika bepergian jarak jauh
melewati jalan tol atau mengunjungi tempat wisata tertentu, di beberapa tempat
kita akan menemukan Rest Area. Kita dapat memanfaatkan Rest Area ini untuk
berhenti sejenak, sekadar beristirahat, menyegarkan tubuh dan memulihkan
tenaga. Dampaknya sangat terasa karena kita akan dapat melanjutkan perjalanan
dengan kondisi lebih bugar. Dalam menjalani kehidupan ini, manusia memang
membutuhkan istirahat. Pengkhotbah menuliskan bahwa untuk segala sesuatu ada
masanya. Ada masanya seseorang bekerja, melayani Tuhan, atau menjalankan
aktivitas harian, tetapi ada masanya untuk beristirahat. Tidur hanyalah salah
satu cara untuk beristirahat. Masih banyak cara lainnya seperti jalan-jalan ke
mal, bersantai di pinggir pantai, menonton film di bioskop, bertamasya dengan
komunitas kawan dekat. Caranya boleh berbeda, tetapi tujuan yang hendak dicapai
kurang lebih sama, yakni kondisi fisik, pikiran, dan hati menjadi lebih tenang
dan segar. Tubuh manusia bukanlah mesin yang bisa dioperasikan terus menerus
tanpa waktu istirahat yang cukup. Masa istirahat yang memadai diperlukan oleh
siapa saja, sesibuk apa pun pekerjaan dan aktivitas kita. Pengkhotbah mendorong
kita “menikmati kesenangan dalam segala jerih payah” kita (ay. 13).
Beristirahat memungkinkan hal itu. Tanpa beristirahat, kita dapat menanggung dampak fatal: penurunan kekuatan dan
kesehatan secara cepat. Apakah kita cenderung mengabaikan pentingnya
beristirahat? Luangkanlah waktu untuk beristirahat —GHJ. ISTIRAHAT ADALAH
SEBENTUK PEMELIHARAAN ATAS TUBUH SEHINGGA TUBUH DAPAT DIDAYAGUNAKAN UNTUK
MEMULIAKAN TUHAN. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan
Yesus memberkati.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Ibr 4:7 – Pada
hari ini, jika kamu mendengar suara-NYA, janganlah keraskan hatimu! Buka hati,
percaya dan lakukan firman maka mujizat-NYA terjadi sekarang. Selamat Ibadah
dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:
Post a Comment