Saturday, 16 April 2016

16 April 2016



THE END




Melayani. Matius 20:28, “sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” Standard Allah dan dunia sungguh berbeda, menurut standard dunia, setiap orang ingin dihargai, dihormati dan dilayani. Secara nomal manusia akan marah dan kecewa jika tidak mendapat pelayanan yang semestinya. Namun standard Allah sangat berbeda, yaitu miliki HATI yang SIAP untuk MELAYANI sesama tanpa mengharapkan pujian atau balasan. Sikap seperti inilah yang bisa memenuhi standard Kerajaan Allah. Ini berarti, jika kita ingin menjadi PEMIMPIN, kita HARUS SIAP SEDIA MELAYANI orang lain . Apakah kita sudah memiliki respon otomatis untuk melayani orang lain?? Seberapa jauh kita telah melatih diri untuk selalu SIAP SEDIA dalam MELAYANI orang lain ??

Xavier Quentin Pranata
“Bunga terharum di dunia disebut ‘Nama Baik.‘” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 16 April 2016. Roda Zaman. Kemudian bangkitlah seorang raja baru memerintah tanah Mesir, yang tidak mengenal Yusuf (Keluaran 1:8). Sering orang berkata, hidup ini seperti roda. Sekali waktu di atas, lain kesempatan di bawah. Ada saatnya kita senang, ada saatnya kita susah. Silih berganti. Ada kalanya melambung ringan di atas, ada kalanya tertindih berat di bawah. Begitu pun melajunya zaman. Ada zaman cerlang-gemilang, ada zaman hitam suram. Layaknya roda. Roda zaman. Kitab Keluaran dibuka dengan pengantar situasi zaman yang telah berubah. Yusuf dan generasi seangkatannya telah tiada (ay. 6). Namanya tidak dikenal lagi oleh penguasa yang baru. Artinya, zaman sudah berubah. Masa keturunan Yakub terbopong di atas bersama melejitnya karir Yusuf sudah lewat. Tibalah masa Israel tertindas di era pemerintahan baru (ay. 10-11). Namun, di tengah situasi inilah Tuhan sedang menyiapkan datangnya seorang pemimpin besar dan peristiwa besar: Musa dan keluarnya bangsa Israel dari tanah Mesir. Keadaan politik, sosial, dan ekonomi bisa berubah kapan saja. Roda zaman boleh berputar. Namun, Allah tetap memegang kendali perputarannya. Di aras “atas”, zaman emas, Dia bertindak. Dilapis “bawah”, zaman keras, Dia menjalankan rencana-Nya. Maka, jangan lengah dan jangan hanya mengeluh. Dalam segala situasi, bersiagalah dalam Tuhan dan berharaplah kepada-Nya. Dia tak akan pernah berubah —PAD. ZAMAN BOLEH BERUBAH, NAMUN KESETIAAN DAN PIMPINAN TUHAN TETAP SAMA. Selamat pagi. Selamat berakhirpekan. Selalu bersukacita. Tuhan Yesus memberkati.

Worship Center Surabaya
Iman-kebajikan-pengetahuan-penguasaan diri-ketekunan-kesalehan-kasih akan saudara-saudara-kasih akan semua orang (2 Pet 3.5-7). Itulah tahapan rohani yang semestinya dijalani setiap orang percaya yang mengaku sebagai pengikut-pengikut Kristus. Ayat selanjutnya mengatakan bahwa pada kita semuanya itu harus ada secara BERLIMPAH-LIMPAH -bukan sekedarnya atau asal dimiliki. Itu berarti iman, kebajikan, pengetahuan dst harus terus ditambah-tambahkan dalam hidup kita. Dari iman kepada iman yang makin teguh. Dari pengetahuan pada pengetahuan yang lebih mendalam. Dari ketekunan pada ketekunan akan berbagai disiplin rohani. Dari kesalehan pada kehidupan yang makin suci. Dari kasih pada sedikit orang diluaskan pada lebih banyak orang. Mengapa harus berkelimpahan akan semua itu? 2 Pet 1:8b mengatakan bahwa jika kita berkelimpahan dalam perkara-perkara rohani di atas maka kita menjadi RAJIN dan MENGHASILKAN dalam pengenalan akan Tuhan kita. Suatu kerohanian yang maju, bertumbuh & progresif bahkan berbuah-buah akan menjadi milik kita! Mungkin di benak kita masih digelisahkan dengan pertanyaan: mengapa ada orang-orang yang begitu bersemangat bagi Tuhan, sangat antusias mengejar & mendalami hal-hal rohani sedangkan ada orang-orang yang tampaknya kurang berminat dengannya? Jawabannya bisa jadi karena orang-orang yang tidak antuasias akan perkara-perkara rohani tidak pernah benar-benar mengalami pertumbuhan rohani yang seharusnya. Dari tahun ke tahun mereka tak berusaha mengenal pribadi Tuhan lebih lagi. Ibadah mereka rutin, sekedar memenuhi kewajiban. Peningkatan yang ada hanyalah hubungan sosial dengan rekan-rekan segereja atau sepelayanan -namun tidak dengan Tuhan. Jika tiada pertumbuhan rohani, sukar mengharapkan adanya buah-buah rohani. Hanya mereka yang bertumbuh secara baik & sehatlah yang akan produktif dalam karya-karya rohani yang menjadi berkat bagi umat Tuhan. Dan buah-buah terbaik hanya dihasilkan dari ranting-ranting yang MELEKAT SEMATA-MATA PADA KRISTUS (yaitu memiliki keintiman dengan Tuhan), bukan yang lain. Jadi sudah berlimpah-limpahkah kehidupan rohani Anda hari ini? Salam revival! GBU.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Pengkh 3:11 – TUHAN membuat segala sesuatu indah pada waktunya! TUHAN tidak pernah terlambat pertolongan-NYA. Tapi selalu tepat waktu. Sip dehhh! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Ibu Caroline – Bandung
Orang orang yang periang bisa diibaratkan sinar matahari, yang membuat orang –orang disekelilingnya ikut riang pula. Keriangan hati memberi sayap pada kaki, otot pada tungkai dan lengan, serta keluwesan pada setiap gerakan »Henry Ward Beecheer«. Amsal 17:22, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” Hati yang GEMBIRA menimbulkan ENERGI POSITIF dalam tubuh membangkitkan semangat dan gairah hidup yang tinggi, seluruh metabolisme tubuh jadi baik, peredaran darah jadi lancar hidup jadi sehat. Matius 15:18, “Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.” Wajah adalah cerminan hati, bila hati kita penuh dengan kegembiraan maka darinya akan terpancar keriangan yang membawa sinar kehidupan. Bila hati kita benar, bukan hanya kita, tapi seluruh keluarga, sahabat dan lingkungan akan ikut menikmati suasana hati kita, sehingga orang yang susah hati ketika dekat pada kita menjadi sukacita. Roma 12:12-13, “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesengsaraan, dan bertekunlah dalam doa! Turutlah menanggung kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!” Selamat pagi.

Bp. Anto – Citraland
Barak Obama mengintrusikan bahwa pada tahun 2017 di seluruh dunia harus dan semua sudah menggunakan biochip bagi memudahkan segala urusan. Siapapun yang tidak bersedia menggunakannya tidak akan dilayani. Di Indonesia sebagian para pendeta telah mengadakan musyawarah dan menghimbau bagi umat Tuhan untuk menyediakan ladang untuk pertenakan, penanaman padi dan sebagainya untuk persediaan di masa sulit yang akan datang, supaya umat Kristen terhindar dari menggunakan chip (666) yang dipasang pada tangan kanan atau pada dahi seseorang (Wahyu 13:15-18). Siapapun yang sudah menggunakan chip itu beratt "sudah SAH" menjadi pengikut antikristus. Para pendeta yang lain juga telah mengumumkan bahwa 2 tahun terakhir ini semua pendeta diwajibkan untuk berkhotbah tentang akhir zaman. Ini bukan untuk menakut-nakuti kita, tetapi ini sebagai persiapan kita sebagai anak-anak Tuhan yang sudah tahu kebenaran Firman Tuhan. Masa kita sudah harus serius, tidak ada waktu bermain-main. Mari menangkan jiwa bagi Tuhan. Di dalam Alkitab pun sudah berulang-ulang mengatakan tentang akhir zaman. Jangan kita anggap hal ini sebagai lelucon atau omong kosong!! SUDAHKAH SAUDARA SIAP MENGHADAPI AKHIR ZAMAN? Ataukah kita menganggap itu hanya biasa-biasa saja? Sebagai alat transaksi saja seperti ATM, kredit card, chip dalam HP, dll sebagainya. Jika jawaban kita sama-sama mengaminkan Firman Tuhan, mari kita share kepada saudara-saudara kita yang ada di dalam iman kepada YESUS KRISTUS, TUHAN kita! Copy & paste! Kirim kepada semua orang KRISTEN yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan Yesus! GOD BLESS YOU ALL.

No comments:

Post a Comment