THE END
Melayani.
Matius 20:28, “sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani,
melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi
banyak orang.” Standard Allah dan dunia sungguh berbeda, menurut standard
dunia, setiap orang ingin dihargai, dihormati dan dilayani. Secara nomal
manusia akan marah dan kecewa jika tidak mendapat pelayanan yang semestinya.
Namun standard Allah sangat berbeda, yaitu miliki HATI yang SIAP untuk MELAYANI
sesama tanpa mengharapkan pujian atau balasan. Sikap seperti inilah yang bisa
memenuhi standard Kerajaan Allah. Ini berarti, jika kita ingin menjadi
PEMIMPIN, kita HARUS SIAP SEDIA MELAYANI orang lain . Apakah kita sudah
memiliki respon otomatis untuk melayani orang lain?? Seberapa jauh kita telah
melatih diri untuk selalu SIAP SEDIA dalam MELAYANI orang lain ??
Xavier
Quentin Pranata
“Bunga terharum
di dunia disebut ‘Nama Baik.‘” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Sabtu, 16 April 2016. Roda Zaman. Kemudian bangkitlah seorang raja baru
memerintah tanah Mesir, yang tidak mengenal Yusuf (Keluaran 1:8). Sering orang
berkata, hidup ini seperti roda. Sekali waktu di atas, lain kesempatan di
bawah. Ada saatnya kita senang, ada saatnya kita susah. Silih berganti. Ada
kalanya melambung ringan di atas, ada kalanya tertindih berat di bawah. Begitu
pun melajunya zaman. Ada zaman cerlang-gemilang, ada zaman hitam suram.
Layaknya roda. Roda zaman. Kitab Keluaran dibuka dengan pengantar situasi zaman
yang telah berubah. Yusuf dan generasi seangkatannya telah tiada (ay. 6).
Namanya tidak dikenal lagi oleh penguasa yang baru. Artinya, zaman sudah
berubah. Masa keturunan Yakub terbopong di atas bersama melejitnya karir Yusuf
sudah lewat. Tibalah masa Israel tertindas di era pemerintahan baru (ay.
10-11). Namun, di tengah situasi inilah Tuhan sedang menyiapkan datangnya
seorang pemimpin besar dan peristiwa besar: Musa dan keluarnya bangsa Israel
dari tanah Mesir. Keadaan politik, sosial, dan ekonomi bisa berubah kapan saja.
Roda zaman boleh berputar. Namun, Allah tetap memegang kendali perputarannya.
Di aras “atas”, zaman emas, Dia bertindak. Dilapis “bawah”, zaman keras, Dia
menjalankan rencana-Nya. Maka, jangan lengah dan jangan hanya mengeluh. Dalam
segala situasi, bersiagalah dalam Tuhan dan berharaplah kepada-Nya. Dia tak
akan pernah berubah —PAD. ZAMAN BOLEH BERUBAH, NAMUN KESETIAAN DAN PIMPINAN
TUHAN TETAP SAMA. Selamat pagi. Selamat berakhirpekan. Selalu bersukacita.
Tuhan Yesus memberkati.
Worship
Center Surabaya
Iman-kebajikan-pengetahuan-penguasaan
diri-ketekunan-kesalehan-kasih akan saudara-saudara-kasih akan semua orang (2
Pet 3.5-7). Itulah tahapan rohani yang semestinya dijalani setiap orang percaya
yang mengaku sebagai pengikut-pengikut Kristus. Ayat selanjutnya mengatakan
bahwa pada kita semuanya itu harus ada secara BERLIMPAH-LIMPAH -bukan
sekedarnya atau asal dimiliki. Itu berarti iman, kebajikan, pengetahuan dst
harus terus ditambah-tambahkan dalam hidup kita. Dari iman kepada iman yang
makin teguh. Dari pengetahuan pada pengetahuan yang lebih mendalam. Dari
ketekunan pada ketekunan akan berbagai disiplin rohani. Dari kesalehan pada
kehidupan yang makin suci. Dari kasih pada sedikit orang diluaskan pada lebih
banyak orang. Mengapa harus berkelimpahan akan semua itu? 2 Pet 1:8b mengatakan
bahwa jika kita berkelimpahan dalam perkara-perkara rohani di atas maka kita
menjadi RAJIN dan MENGHASILKAN dalam pengenalan akan Tuhan kita. Suatu
kerohanian yang maju, bertumbuh & progresif bahkan berbuah-buah akan menjadi
milik kita! Mungkin di benak kita masih digelisahkan dengan pertanyaan: mengapa
ada orang-orang yang begitu bersemangat bagi Tuhan, sangat antusias mengejar
& mendalami hal-hal rohani sedangkan ada orang-orang yang tampaknya kurang
berminat dengannya? Jawabannya bisa jadi karena orang-orang yang tidak
antuasias akan perkara-perkara rohani tidak pernah benar-benar mengalami
pertumbuhan rohani yang seharusnya. Dari tahun ke tahun mereka tak berusaha
mengenal pribadi Tuhan lebih lagi. Ibadah mereka rutin, sekedar memenuhi
kewajiban. Peningkatan yang ada hanyalah hubungan sosial dengan rekan-rekan
segereja atau sepelayanan -namun tidak dengan Tuhan. Jika tiada pertumbuhan
rohani, sukar mengharapkan adanya buah-buah rohani. Hanya mereka yang bertumbuh
secara baik & sehatlah yang akan produktif dalam karya-karya rohani yang
menjadi berkat bagi umat Tuhan. Dan buah-buah terbaik hanya dihasilkan dari
ranting-ranting yang MELEKAT SEMATA-MATA PADA KRISTUS (yaitu memiliki keintiman
dengan Tuhan), bukan yang lain. Jadi sudah berlimpah-limpahkah kehidupan rohani
Anda hari ini? Salam revival! GBU.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Pengkh 3:11 –
TUHAN membuat segala sesuatu indah pada waktunya! TUHAN tidak pernah terlambat
pertolongan-NYA. Tapi selalu tepat waktu. Sip dehhh! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA
Ministry.
Ibu
Caroline – Bandung
Orang orang yang
periang bisa diibaratkan sinar matahari, yang membuat orang –orang
disekelilingnya ikut riang pula. Keriangan hati memberi sayap pada kaki, otot
pada tungkai dan lengan, serta keluwesan pada setiap gerakan »Henry Ward
Beecheer«. Amsal 17:22, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi
semangat yang patah mengeringkan tulang.” Hati yang GEMBIRA menimbulkan ENERGI
POSITIF dalam tubuh membangkitkan semangat dan gairah hidup yang tinggi,
seluruh metabolisme tubuh jadi baik, peredaran darah jadi lancar hidup jadi
sehat. Matius 15:18, “Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan
itulah yang menajiskan orang.” Wajah adalah cerminan hati, bila hati kita penuh
dengan kegembiraan maka darinya akan terpancar keriangan yang membawa sinar
kehidupan. Bila hati kita benar, bukan hanya kita, tapi seluruh keluarga,
sahabat dan lingkungan akan ikut menikmati suasana hati kita, sehingga orang
yang susah hati ketika dekat pada kita menjadi sukacita. Roma 12:12-13,
“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesengsaraan, dan bertekunlah
dalam doa! Turutlah menanggung kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah
dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!” Selamat pagi.
Bp.
Anto – Citraland
Barak Obama
mengintrusikan bahwa pada tahun 2017 di seluruh dunia harus dan semua sudah
menggunakan biochip bagi memudahkan segala urusan. Siapapun yang tidak bersedia
menggunakannya tidak akan dilayani. Di Indonesia sebagian para pendeta telah
mengadakan musyawarah dan menghimbau bagi umat Tuhan untuk menyediakan ladang
untuk pertenakan, penanaman padi dan sebagainya untuk persediaan di masa sulit
yang akan datang, supaya umat Kristen terhindar dari menggunakan chip (666)
yang dipasang pada tangan kanan atau pada dahi seseorang (Wahyu 13:15-18).
Siapapun yang sudah menggunakan chip itu beratt "sudah SAH" menjadi
pengikut antikristus. Para pendeta yang lain juga telah mengumumkan bahwa 2
tahun terakhir ini semua pendeta diwajibkan untuk berkhotbah tentang akhir
zaman. Ini bukan untuk menakut-nakuti kita, tetapi ini sebagai persiapan kita
sebagai anak-anak Tuhan yang sudah tahu kebenaran Firman Tuhan. Masa kita sudah
harus serius, tidak ada waktu bermain-main. Mari menangkan jiwa bagi Tuhan. Di
dalam Alkitab pun sudah berulang-ulang mengatakan tentang akhir zaman. Jangan
kita anggap hal ini sebagai lelucon atau omong kosong!! SUDAHKAH SAUDARA SIAP
MENGHADAPI AKHIR ZAMAN? Ataukah kita menganggap itu hanya biasa-biasa saja?
Sebagai alat transaksi saja seperti ATM, kredit card, chip dalam HP, dll
sebagainya. Jika jawaban kita sama-sama mengaminkan Firman Tuhan, mari kita
share kepada saudara-saudara kita yang ada di dalam iman kepada YESUS KRISTUS,
TUHAN kita! Copy & paste! Kirim kepada semua orang KRISTEN yang
sungguh-sungguh mengasihi Tuhan Yesus! GOD BLESS YOU ALL.

No comments:
Post a Comment