THE END
Mulai dari
Mana?? Roma 1:16, “Sebab aku mempunyai
keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang
menyelamatkan setiap orang yang percaya. Pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga
orang Yunani.” Amin. Setelah kita diselamatkan tentunya kita
memiliki kerinduan agar banyak orang juga diselamatkan & dapat mengalami
kasih Kristus sebagaimana kita alami. Oleh karena itu kita harus bersaksi
tentang bagaimana Tuhan menjamah & mengubah hidup kita . Kuasa Perubahan
Hidup membawa banyak orang datang kepada Yesus. 3 poin yang dapat kita
gunakan untuk memulai bersaksi:
1. Kehidupan SEBELUM menerima Kristus.
2. Peristiwa SAAT menerima Kristus.
3. Perubahan SETELAH menerima Kristus.
Percayalah bahwa
Injil harus diberitakan agar banyak orang diselamatkan, tanpa injil tidak
seorangpun dapat diselamatkan! Ada 3 poin tentang kebenaran tentang Injil) semua manusia berdosa, semua usaha manusia
sia-sia, hanya dengan PERCAYA Yesus sebagai Tuhan & Juruselamat kita dapat
diselamatkan. Amin . Bagaimana dengan kita sudahkah kita membagikan kesaksian
pertobatan hidup kita?? Apakah kita rindu menjangkau sebanyak mungkin jiwa-jiwa
agar mereka juga diselamatkan??
Xavier
Quentin Pranata
“Orang yang suka
merendahkan sesama biasanya tidak siap jika diperlakukan yang sama.” Xavier
Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Selasa, 26 April 2016. Pak Karyo Ditinggal. Dialah gambar Allah yang tidak
kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan (Kolose 1:15).
Ada seorang guru di Kendal yang memasuki masa pensiun, sebut saja namanya Pak
Karyo. Sebagai penghargaan untuknya, sekolah mengadakan acara perpisahan di
Yogya. Rombongan para guru beserta Pak Karyo pun berangkat ke Yogya. Seharian
mereka berkunjung ke beberapa tempat wisata di kota itu dan berakhir di Jalan
Malioboro. Di situ rombongan berpencar, sibuk dengan urusan dan tujuan
masing-masing. Pada waktu yang ditentukan, rombongan kembali ke bus dan segera
bergerak pulang ke Kendal. Sesampai di daerah Muntilan, kira-kira 20 km dari Yogya,
para rekan guru yang kecapekan itu teringat akan Pak Karyo. Mereka mencarinya,
dan ternyata Pak Karyo tidak ada di dalam bus! Gemparlah seluruh isi bus dan
serentak mereka meminta pak sopir untuk berbalik arah ke Malioboro. Tuhan
Yesus, dalam bacaan hari ini, adalah pokok dari segala sesuatu. Dia adalah yang
utama dari segala yang diciptakan (ay. 15). Dialah yang semestinya menjadi
pusat hidup orang percaya. Namun, yang sering terjadi, Tuhan Yesus malah
ditinggalkan di belakang. Bukannya hidup untuk menyenangkan hati-Nya, kita
sibuk mengejar kesenangan dan kepentingan kita masing-masing. Mungkin kita
dapat membandingkannya dengan pelayanan yang kita jalani. Apakah kita
benar-benar melakukannya untuk menyenangkan hati Tuhan, atau mengejar
kepentingan pribadi? Tak jarang, suatu acara pelayanan malah berakhir dengan
perselisihan, kekecewaan, dan kemarahan. Karena itu, penting menjadikan Dia
pusat hidup kita —ESO. KETIKA KITA MENEMPATKAN YESUS SEBAGAI PUSAT KEHIDUPAN,
KITA AKAN MELEPASKAN KEEGOISAN DAN MELAYANI SATU SAMA LAIN. Selamat pagi. Tuhan
Yesus memberkati.
Ibu
Caroline – Bandung
Whatever is your
best time in the day, give that to communion with God (Hudson Taylor). Apapun
waktu terbaik anda dalam satu hari, gunakanlah itu untuk bersekutu dengan Tuhan
(Hudson Taylor).
Bp.
Gwan – CL 8
1.) 30 tahun
lebih aku melupakan Tuhan Yesus, sewaktu kecil aku rajin Sekolah Minggu, tapi
makin lama aku makin melupakan Tuhan Yesus, aku nggak punya pegangan
sampai-sampai aku salah jalan, aku mengecewakan keluargaku. 2.) Peristiwa saat
aku menerima kembali Kristus aku dipertemukan seseorang yang waktu itu mengajak
aku ikutan komsel, awalnya aku menolak karena malu dan nggak ngerti apa itu
komsel, tapi dia terus mengajak dan ngejelasin apa itu komsel akhirnya aku
mencoba dan akhirnya ketagihan dan peristiwa penting juga, dia menyuruh aku ke
gereja dan peristiwa yang paling DAHSYAT, aku akhirnya bisa menerima Tuhan
seutuhnya aku di Baptis. 3.) Setelah aku bisa menerima Tuhan perubahan yang
paling mencolok adalah kehidupan aku yang lebih tenang dan selalu rindu akan
Kristus.
Bp.
Anto – Citraland
Renungan Pagi.
26 April 2016. Berdoa dengan Tidak Jemu-Jemu. Yesus mengatakan suatu
perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa
dengan tidak jemu-jemu —Lukas 18:1. Apakah Anda sedang mengalami masa-masa
ketika setiap upaya yang Anda tempuh untuk menyelesaikan suatu masalah justru
terhadang oleh kesulitan yang baru? Mungkin pada malam hari Anda bersyukur
karena masalah Anda sudah tertangani, tetapi ketika bangun keesokan paginya,
Anda menemukan ada hal lain yang tidak beres dan masalah itu masih ada. Suatu
kali, saat mengalami masa seperti itu, saya terpana oleh kata-kata pembuka dari
Lukas 18: “Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan,
bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu” (Luk 18:1). Saya sudah
sering membaca cerita tentang janda yang gigih itu tetapi saya belum pernah
memahami alasan Yesus menceritakannya (ay. 2-8). Sekarang saya dapat mengaitkan
kata-kata pembuka tersebut dengan perumpamaan yang diceritakan-Nya. Hikmah yang
diajarkan Yesus kepada para pengikut-Nya sangatlah jelas: “Teruslah berdoa
dengan tidak jemu-jemu.” Doa bukanlah alat untuk memaksa Allah agar Dia
melakukan apa yang kita inginkan. Doa merupakan suatu proses untuk menyadari
kuasa dan rencana-Nya atas hidup kita. Melalui doa, kita menyerahkan hidup dan
keadaan kita kepada Tuhan dan mempercayai-Nya untuk bertindak menurut waktu dan
cara-Nya. Pada saat kita mengandalkan anugerah Allah, tidak hanya untuk jawaban
dari permohonan kita tetapi juga untuk prosesnya, kita dapat selalu datang
kepada Tuhan melalui doa, dengan mempercayai hikmat dan kepedulian-Nya bagi
kita. Dorongan yang diberikan Tuhan untuk kita sangatlah jelas: Teruslah berdoa
dengan tidak jemu-jemu! Tuhan, dalam kesulitan-kesulitan yang kuhadapi hari
ini, jagalah hatiku, bimbinglah kata-kataku, dan tunjukkanlah anugerah-Mu.
Kiranya aku selalu berharap kepada-Mu dalam doa. Doa mengubah segalanya.
Bp.
Gunadi Cahyono
Mulai dari diri
kita sendiri, (tidak dikuasai tapi
kuasailah ego daging), keluarga, negara dan dunia. Amin.
Worship
Center Surabaya
Salah satu
perbuatan yang dipandang kejahatan & dihukum berat ialah tindakan makar
atau memberontak terhadap otoritas. Pengkhianatan dalam segala bentuknya adalah
kejahatan yang besar. 2 Timotius 3:4a memberitahu kita bahwa di akhir zaman
para pengkhianat akan bermunculan. Mereka menusuk dari belakang &
menggunting dalam lipatan. Pribadi-pribadi serupa Yudas Iskariot tak lagi asing
sebab cepat atau lambat kita dapat menjadi korbannya. Dan korban-korban yang
terluka akan melahirkan lebih banyak lagi pengkhianat yang serupa. Selagi kita
mungkin berpikir tidak akan pernah menjadi pengkhianat, kita perlu mengetahui
tanda-tanda awal seseorang menjadi musuh dalam selimut: •Diawali oleh
kemunafikan. Mereka yang berkhianat pada dasarnya adalah teman-teman palsu,
rekan-rekan yang menipu, sahabat-sahabat yang tampak baik di muka namun berbeda
di belakang kita. Para pengkhianat tidak pernah menunjukkan sikap keras atau
menentang secara langsung tapi bermulut manis bagai pendukung yang setia
padahal di balik semua itu menyimpan suatu kebencian & permusuhan.
Membiasakan bermuka dua mempersiapkan jalan orang menjadi pengkhianat. •Tampak
melalui sikap plin plan & tidak punya pendirian. Para pengkhianat secara
lahiriahmenyatakan dukungannya namun di lubuk hatinya, mereka belum benar-benar
setuju. Meski tampak setia mengikuti tetapi tak pernah ada komitmen nyata di
hati mereka pada yang diikutinya. Demikian pula saat kita mengikut Kristus.
Tanpa komitmen total, kita berpotensi menjadi pengkhianat-pengkhianat Tuhan
-saat hidup kita hanya mencari keuntungan pribadi dari Dia. Tuhan tidak mencari
simpatisan. Dia mencari murid-murid & hamba-hamba yang berjanji setia selamanya.
•Sering cedera janji & tidak dapat dipercaya. Memegang perjanjian adalah
sifat Tuhan yang karenanya takkan pernah berkhianat. Orang yang kerap berdusta
& melaggar janji adalah ciri-ciri utama orang yang akan memotong di
tikungan. Jika Tuhan berkarya dalam hidup kita, pastilah kita berkomitmen &
memegang janji hingga saat-saat terakhir. Bagaimana dengan Anda? Salam revival!
GBU.

No comments:
Post a Comment