THE END
Memberi dengan
Motivasi yang Benar. Lukas 6:38, “Berilah dan kamu akan
diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang
tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai
untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” Amin. Kalau kita memberi dengan
harapan dapat menerima kembali apa yang sudah kita berikan: itu adalah “pemberian”
dengan pamrih (punya maksud-maksud tertentu = motivasi yang salah). Memberilah
dengan hati yang tulus, memberilah dengan motivasi yang benar karena
sesungguhnya Tuhan sudah menyediakan berkat-berkatNya yang melimpah (bahkan tumpah/
meluber) keluar J
atas hidup kita, jika kita memberi/menabur dengan tulus. Sudahkah setiap “pemberian”
kita kepada Tuhan adalah pemberian yang tulus/tanpa pamrih??
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Yos 1:9 –
...Janganlah takut dan kecewa, sebab TUHAN, ALLAHmu, menyertaimu, ke manapun
kamu pergi! Kenapa masih takut? Masih kuatir? YESUS bersama kita. Pasti kita
ditolong dan diberkati. Ingatlah: WAKTU YANG DIHABISKAN BERSAMA TUHAN YESUS
MERUPAKAN WAKTU YANG DIHABISKAN DENGAN SANGAT BAIK dan LUAR BIASA! Samuel
Sianto-YESTOYA Ministry.
Xavier
Quentin Pranata
“If everything
you see is dingy and dirty, make sure to clean your glasses!” Xavier Quentin
Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Senin, 4 Maret 2016. Bukan Sekadar Penundaan. Ia telah dan akan menyelamatkan
kami dari kematian yang begitu ngeri (2 Korintus 1:10). Betapa menegangkan
detik-detik menjelang eksekusi terhadap sembilan terpidana mati kasus narkoba.
Iring-iringan ambulans berisi peti jenazah menyeberang ke Pulau Nusakambangan.
Kesempatan kunjungan terakhir membuat keluarga terpidana histeris. Empat puluh
menit sebelum pelaksanaan, eksekusi terhadap Mary Jane, salah seorang
terpidana, ditunda. Mary Jane dan keluarganya merasa lega dan sangat
bergembira, begitu pula dengan para pendukungnya. Mereka berlinang air mata,
berpelukan, dan mengepalkan tangan ke udara sebagai ungkapan kegembiraan.
Namun, sekalipun eksekusinya ditunda, suatu saat Mary Jane akan mengalami
kematian juga. Kematian yang tertunda dapat membangkitkan kegembiraan. Di dalam
Kristus, orang percaya mengalami sesuatu yang jauh lebih menggembirakan.
Kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib bukan sekadar penundaan, melainkan
pembatalan atas kematian kekal di neraka, yang seharusnya kita alami akibat
dosa. Rasul Paulus mengatakan bahwa semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan
kemuliaan Allah (Rm. 3:23). “Upah dosa ialah maut, tetapi karunia Allah ialah
hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Rm. 6:23). Pemazmur berkata,
“Dia yang menebus hidupmu dari lubang kubur, yang memahkotai engkau dengan
kasih setia dan rahmat” (Mzm. 103:4). Percayalah kepada Tuhan Yesus, yang
memampukan kita setia sampai mati, sehingga kita menikmati pembatalan atas
kematian kekal (Yoh. 3:16; Why. 2:10) –IN. KEMATIAN DAN PENEBUSAN TUHAN YESUS
MEMBEBASKAN KITA YANG PERCAYA KEPADA-NYA DARI KEMATIAN KEKAL. Selamat pagi.
Selamat berkarya. Tuhan Yesus memberkati.
Ibu
Caroline – Bandung
Senin, 4 April
2016. Bacaan: Matius 5:33-37. Setahun: 1 Samuel 12-14:23. Nats: Jika ya,
hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang
lebih dari pada itu berasal dari si jahat (Matius 5:37). Saya Doakan Ya.
“Tolong bantu doa, ya.” Kata-kata semacam ini sering terdengar saat kita
berhadapan dengan saudara seiman yang sedang mengalami musibah atau kejadian
tidak menyenangkan. Reaksi paling umum yang ditemui adalah anggukan kepala atau
sekadar jawaban singkat, “Iya.” Namun, yang menjadi pertanyaan, seberapa sering
kita benar-benar mendoakan orang tersebut? Dari pengalaman pribadi, saya sering
menemukan orang-orang--termasuk saya sendiri--yang katanya akan mendoakan,
ternyata tidak melakukannya. Tentu saja, ada banyak juga yang benar-benar
mendoakan. Yang menjadi masalah bukan mendoakan atau tidak, melainkan
integritas kita sebagai orang Kristen. Dari sekian banyak definisi tentang integritas,
salah satunya adalah “bisa dipercaya”. Dari contoh kasus sederhana di atas
tentang mendoakan, kita bisa menilai diri sendiri apakah kita termasuk orang
yang berintegritas atau tidak. Memang orang yang meminta bantuan doa kita tidak
akan tahu dan biasanya juga tidak akan mengecek apakah kita benar-benar
mendoakannya atau tidak. Tetapi, Tuhan tahu. Masalah integritas ini memang
tidak akan berpengaruh pada keselamatan kita, tetapi akan berpengaruh pada
kualitas hidup kita. Kualitas hidup yang baik akan menjadi kesaksian yang
berbicara lebih kuat daripada perkataan belaka. Apakah kita rindu menjadi saksi
yang efektif bagi Yesus? Mulailah dari hal sederhana, seperti menepati
perkataan dan janji kita --Denny Pranolo. Kesaksian hidup seseorang bisa terlihat
dari caranya menepati perkataannya.
Tante
Elisabeth – NTT
Ya amin!
BERJALAN DAN HIDUP DALAM KUASA KEBANGKITAN KRISTUS. Tetap bersyukur kepada
Allah yang telah memberikan kepada kita kemenangan, oleh Yesus Tuhan kita (1
Kor 15:57) karena itu saudara-saudaraku yang kekasih (1 Kor 15:58) Berdirilah
teguh jangan goyah, giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan sebab kamu tahu bahwa
dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia... Amin. PERWUJUDAN
YANG MENAKJUKAN DARI SANG RAJA. INSPIRASI DARI KERINDUA-NYA. AKAN MENEGAKKAN
KERAJAAN-NYA. Haleluya! Happy Monday. JBU All.
Worship
Center Surabaya
Dalam salah satu
catatan khotbahnya, pengkhotbah terkenal Inggris di abad 19, Charles Spurgeon
menyebutkan ada 5 tipe orang yang meskipun mereka mendapat kasih karunia untuk
mendengar firman & menjadi murid Kristus, nyatanya tidak pernah sampai
kepada perubahan hidup. Orang-orang itu antara lain: 1) Mereka yang pandai
berbicara (akan hal-hal rohani) tapi tetap hidup dalam dosa. Mereka penuh
dengan pengetahuan rohani namun tidak memiliki kasih. Ekspresi-ekspresi mereka
sempurna membicarakan hal-hal spiritual tapi praktek nyata mereka tak terbukti;
2) Para pengkritik yang suka mencatat kesalahan saudara-saudara seimannya namun
tak menyadari dirinya sendiri telah tersesat; 3) Mereka yang diajar
kebenaran-kebenaran yang murni tapi tetap memilih mengasihi dunia; 4) Mereka
yang terkesan & tergerak hatinya (dalam hal-hal rohani) tapi tidak pernah
taat melakukan kehendak Tuhan. Meski suka mendengar khotbah yang baik, mereka
tak mempunyai kehidupan rohani; 5) Orang-orang yang menyukai formalitas belaka,
menjalankan ibadah tanpa kerinduan di hati, hanya sekedar menjalankan
hukum-hukum rohani secara mekanis seperti sebuah mesin. Kelima tipe di atas,
meski terlihat baik dari luar, di hadapan Tuhan itu semua merupakan kegagalan rohani yang menyedihkan. Sebab
tujuan utama dari menjadi Kristen, yaitu menjadi pengikut-pengikut Kristus,
tidak pernah benar-benar tercapai. Sebelum terangkat ke sorga, Yesus
menyampaikan perintah kudus bagi setiap murid-muridNya: “Pergi, jadikan segala
bangsa murid-Ku, baptislah mereka.. dan ajarkan mereka MELAKUKAN SEGALA SESUATU
yang telah Kuperintahkan kepadamu” (Mat 2:18-20). Target ilahi dalam hidup
rohani kita sebagai murid Kristus tidak cukup menjadi pendengar, pemirsa,
penonton, atau penggemar berat ajaran-Nya melainkan menjadi pelaksana-pelaksana
setiap perintah-Nya (Yak 1:22,25). Kerohanian sejati yang berkenan di hadapan
Tuhan diukur dari apa yang Tuhan lihat di dasar hati & hidup kita sehari-hari
kita: adakah kita telah menjadi pelaku-pelaku Firman-Nya dengan segala
ketulusan di hadapan Dia. Bagaimana dengan Anda? Salam revival! GBU.

No comments:
Post a Comment