THE END
Saya Pun
Diberkati. Roma 12:11, “Janganlah hendaknya
kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”
Sungguh merupakan suatu kehormatan kalau kita bisa “melayani Tuhan”. Melayani
Tuhan punya arti yang sangat luas, bukan hanya “melayani” saat kita “di
gereja” . Melayani Tuhan dalam segala sesuatu yang kita kerjakan, baik saat
kita berinteraksi di tempat pekerjaan, melakukan pekerjaan rumah tangga, atau
menjalankan profesi kita sekalipun, semuanya itu punya arti “melayani”. Kasih
kita kepada Tuhan sesungguhnya hendaknya ditunjukkan dengan kerelaan hati kita
untuk “melayani” . Bahkan Rasul Paulus pun menutup bagian ini (Roma 12) dengan
3 nasihat sekaligus: Kerajinan kita haruslah didorong oleh Iman kita (ayat 11).
Janganlah kendor tetapi “jagalah Api Rohmu terus menyala agar kalau kita
melayani, layanilah sesamamu seperti ‘hamba‘ yang menanti perintah Tuannya” .
Jadi ‘memberi diri‘ untuk melayani Kristus bukan hanya orang lain yang
diberkati tetapi diri kita pun juga ‘diberkati‘ (buah nyata dari kerajinan kita
sekaligus syarat untuk menjaga Api Roh kita tetap menyala). Amin.
Worship
Center Surabaya
Kitab Amsal
berulang kali secara khusus membahas tentang 'PENCEMOOH' -satu tipe orang yang
sungguh-sungguh harus kita waspadai & jauhi supaya tidak menjadi bagian
dari diri kita. Siapakah 'pencemooh' ini sebenarnya? •Pencemooh ialah orang
yang suka melontarkan kata-kata hinaan & menertawakan, mengkritik dengan
kasar & keras; menunjukkan ketidaksukaan dengan cara-cara yang merendahkan,
menyatakan penolakan dengan cara yang melecehkan. Pencemooh dalam tingkatan
tertinggi sebagaimana yang dimaksud dalam Amsal ialah orang-orang yang -remark
dari hatinya- menolak & menghina segala sesuatu yang dari Tuhan. •Pencemooh
ialah orang-orang yang kurang ajar & sombong (Ams 21:24). Disamakan dengan
orang yang fasik (Ams.9:7) & dilawankan dengan orang yang rendah hati (Ams
3:34), seseorang menjadi pencemooh karena kesombongan telah merasukinya (Ams
11:2). Karena memandang dirinya terlalu tinggi, ia memandang rendah yang
lainnya & merasa sebagai yang paling benar. Meski dikatakan dalam Amsal
3:34a bahwa Tuhan pun mencemooh orang yang mencemooh Dia, jelas itu bukan
karena kesombongan Tuhan melainkan karena penghakiman & penghukuman-Nya
atas pencemooh itu sendiri (Ams 19:25a; 21:11). Dia memukul dengan kasih &
tidak mengambil kesenangan pada saat menghardik orang yang menyimpang dari
jalan-Nya. •Karena keangkuhannya, pencemooh juga disamakan & menanggung
hukuman seperti orang-orang bebal (Ams 19:29). Sejajar dengan orang bebal,
pencemooh sama-sama tidak mau mendengarkan teguran, hardikan, didikan atau
pengajaran (Ams 9:7;13:1;14:6;15:12). Bahkan mereka membenci orang yang
memberikan mereka masukan atau nasihat (Ams 9:8). Pendeknya, seseorang yang
sejak dari dalam hatinya merasa tahu banyak hal, merasa paling benar & tak
lagi merasa perlu mendengar atau belajar lebih lagi cepat atau lambat mudah
terjerumus menjadi seorang pencemooh. Dia yang lemah lembut & rendah hati
(Mat 11:29) mencari sikap hati seorang murid yang rela belajar & diajar
sambil menyelidiki segala sesuatu. Itulah jalan menjadi berhikmat. Bagaimana
dengan Anda? Salam revival! GBU.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Amsal 24:16 –
Sebab 7x orang BENAR jatuh, namun ia bangun kembali! Orang BENAR mana bisa
kalah? Pasti... Pastilah menang. Bahkan lebih dari Pemenang! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Xavier
Quentin Pranata
“If we see
people through eyes of love, not eyes of judgment, we'll live happier and
healthier.” Xavier Quentin Pranata.
GNCC
What a great day
today. The Lord protects the simple hearted, when I was in great need, He saved
me (Psalm 116:6).

No comments:
Post a Comment