Thursday, 28 April 2016

28 April 2016



THE END




Saya Pun Diberkati. Roma 12:11, “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” Sungguh merupakan suatu kehormatan kalau kita bisa “melayani Tuhan”. Melayani Tuhan punya arti yang sangat luas, bukan hanya “melayani” saat kita “di gereja” . Melayani Tuhan dalam segala sesuatu yang kita kerjakan, baik saat kita berinteraksi di tempat pekerjaan, melakukan pekerjaan rumah tangga, atau menjalankan profesi kita sekalipun, semuanya itu punya arti “melayani”. Kasih kita kepada Tuhan sesungguhnya hendaknya ditunjukkan dengan kerelaan hati kita untuk “melayani” . Bahkan Rasul Paulus pun menutup bagian ini (Roma 12) dengan 3 nasihat sekaligus: Kerajinan kita haruslah didorong oleh Iman kita (ayat 11). Janganlah kendor tetapi “jagalah Api Rohmu terus menyala agar kalau kita melayani, layanilah sesamamu seperti ‘hamba‘ yang menanti perintah Tuannya” . Jadi ‘memberi diri‘ untuk melayani Kristus bukan hanya orang lain yang diberkati tetapi diri kita pun juga ‘diberkati‘ (buah nyata dari kerajinan kita sekaligus syarat untuk menjaga Api Roh kita tetap menyala). Amin.

Worship Center Surabaya
Kitab Amsal berulang kali secara khusus membahas tentang 'PENCEMOOH' -satu tipe orang yang sungguh-sungguh harus kita waspadai & jauhi supaya tidak menjadi bagian dari diri kita. Siapakah 'pencemooh' ini sebenarnya? •Pencemooh ialah orang yang suka melontarkan kata-kata hinaan & menertawakan, mengkritik dengan kasar & keras; menunjukkan ketidaksukaan dengan cara-cara yang merendahkan, menyatakan penolakan dengan cara yang melecehkan. Pencemooh dalam tingkatan tertinggi sebagaimana yang dimaksud dalam Amsal ialah orang-orang yang -remark dari hatinya- menolak & menghina segala sesuatu yang dari Tuhan. •Pencemooh ialah orang-orang yang kurang ajar & sombong (Ams 21:24). Disamakan dengan orang yang fasik (Ams.9:7) & dilawankan dengan orang yang rendah hati (Ams 3:34), seseorang menjadi pencemooh karena kesombongan telah merasukinya (Ams 11:2). Karena memandang dirinya terlalu tinggi, ia memandang rendah yang lainnya & merasa sebagai yang paling benar. Meski dikatakan dalam Amsal 3:34a bahwa Tuhan pun mencemooh orang yang mencemooh Dia, jelas itu bukan karena kesombongan Tuhan melainkan karena penghakiman & penghukuman-Nya atas pencemooh itu sendiri (Ams 19:25a; 21:11). Dia memukul dengan kasih & tidak mengambil kesenangan pada saat menghardik orang yang menyimpang dari jalan-Nya. •Karena keangkuhannya, pencemooh juga disamakan & menanggung hukuman seperti orang-orang bebal (Ams 19:29). Sejajar dengan orang bebal, pencemooh sama-sama tidak mau mendengarkan teguran, hardikan, didikan atau pengajaran (Ams 9:7;13:1;14:6;15:12). Bahkan mereka membenci orang yang memberikan mereka masukan atau nasihat (Ams 9:8). Pendeknya, seseorang yang sejak dari dalam hatinya merasa tahu banyak hal, merasa paling benar & tak lagi merasa perlu mendengar atau belajar lebih lagi cepat atau lambat mudah terjerumus menjadi seorang pencemooh. Dia yang lemah lembut & rendah hati (Mat 11:29) mencari sikap hati seorang murid yang rela belajar & diajar sambil menyelidiki segala sesuatu. Itulah jalan menjadi berhikmat. Bagaimana dengan Anda? Salam revival! GBU.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Amsal 24:16 – Sebab 7x orang BENAR jatuh, namun ia bangun kembali! Orang BENAR mana bisa kalah? Pasti... Pastilah menang. Bahkan lebih dari Pemenang! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Xavier Quentin Pranata
“If we see people through eyes of love, not eyes of judgment, we'll live happier and healthier.” Xavier Quentin Pranata.

GNCC
What a great day today. The Lord protects the simple hearted, when I was in great need, He saved me (Psalm 116:6).

No comments:

Post a Comment