Sunday, 10 April 2016

10 April 2016

THE END




Setia Memberi = Hidup Seimbang. 2 Kor 8:14-15, 14Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan. 15Seperti ada tertulis: ‘Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan.‘” Keseimbangan disini artinya: kita tidak hanya “setia menerima”, tetapi “setia memberi”. Setia menerima berkat-berkat Tuhan yang melimpah-limpah, setia menerima kasih karuniaNya, setia menerima... semua yang kita perlukan. Tetapi kita juga harus ‘setia memberi‘ berkat-berkatNya yang melimpah-limpah, setia memberi waktu kita, tenaga kita dengan sungguh-sungguh untuk pekerjaan kita, rumah tangga & pelayanan kita, dstnya. Maukah kita seimbang dalam setia menerima = setia memberi??

Bp. Anto – Citraland
Renungan pagi: SEBUAH MASAKAN menjadi SEDAP karena DIMASUKKAN bumbu-bumbu yang “dipilih” oleh KOKI yang memasaknya. Begitupun SEBUAH KEHIDUPAN, menjadi INDAH karena MASUKNYA ORANG-ORANG yang telah Tuhan “ijinkan” dalam kehidupan seseorang. Ada yang masuk seperti KUNYIT, walau penampilannya jelek, tapi sanggup memberi “WARNA INDAH” yang sulit dilupakan dan mempunya KHASIAT yang tak sedikit. Ada yang masuk seperti BAWANG MERAH yang semakin lama bersamanya, semakin banyak “AIR MATA” yang tertumpah, namun itu membersihkan kotoran, dan membuat kita belajar lebih bijaksana. Ada yang masuk seperti LADA, walau nampak kecil halus, tapi memberi “KEHANGATAN”. Ada juga yang masuk seperti CABAI, yang ‘menipu‘ dengan warnanya yang menarik tapi membuat “KERINGAT” bercucuran. Sahabatku... JAGALAH & JANGAN SIA-SIAKAN mereka yang MASUK memberi KEBAIKAN dalam hidupmu, serta SYUKURILAH & JANGANLAH MEMBENCI mereka yang masuk MENYAKITI hidupmu, karena merekapun juga berperan MENYEDAPKAN pribadimu. SEMUANYA itu telah Tuhan ijinkan MASUK untuk MERUBAH segala yang TIDAK BAIK yang ada dalam pribadimu, untuk kemudian MENJADI BAIK. Ingat: Dibalik suatu hal, pasti ada hikmah-Nya yang tersimpan. Selamat pagi. Happy Sunday. Salam damai sejahtera.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! Agenda Tuhan bagi gerejaNya. Tuhan akan memakai kita (gerejaNya) menandai dari Tuhan atas komunitas Daerah yang kita masuk (Yoel 1:2). -Ketika kita melangkah dan menanti apa yang menjadi arahan dan perintah Tuhan akan meyakini pekerjaan pekerjaan orang fasik dan bagi orang yang mencintai kebenaran, kedatangan kita sama seperti fajar yang memberikan pengharapan karena itu kita pasti akan menghadapi konflik dari orang fasik, orang-orang yang tidak suka akan kebenaran. Oleh sebab itu kita tidak babak belur di dunia kerja, kita harus sungguh-sungguh hidup dalam realita Tuhan. Amin. Happy Sunday. Happy Serving God.

Worship Center Surabaya
Rajin. Giat. Tidak mengendor. Memiliki roh yang menyala-nyala dalam Tuhan. Lalu melayani Tuhan. Adalah salah satu bentuk persembahan hidup kita di hadapan Dia yang kita sembah & muliakan. Itulah yang disampaikan oleh rasul Paulus dalam Roma 12:11. Lalu, apa hubungan semangat yang rajin & roh yang menyala-nyala dengan ibadah sejati? •Karena yang seperti itulah yang dicari, diharapkan & disukai dalam diri orang. Lebih-lebih Tuhan. Siapakah yang senang dengan orang-orang yang malas & hidup tanpa gairah? Adakah orang tua, atasan, pasangan hidup (atau siapapun itu) yang bergembira melihat anak-anak, bawahan, pasangan hidupnya bertumpang tangan & tak melakukan apapun sepanjang harinya? Amsal menyimpulkan bahwa berhubungan dengan orang-orang yang enggan lagi malas sangat menyakitkan hati (Ams 10:26; 26:14). Sesungguhnya tiada seorangpun yang menyukai para pemalas. Selagi mereka tak melakukan apapun, mereka justru mendatangkan kerusakan yang besar. Melemahkan semangat yang lain & membiarkan masalah terus menumpuk sampai-sampai tak tertangani lagi. Mencari jalan pintas & solusi mudah, pemalas menjadi korup & mencuri. •Tuhan berkenan dengan mereka yang rajin, yang hatinya berkobar-kobar akan hal-hal rohani, yang bergairah mengejar kemuliaan ilahi. Sewaktu pemimpin-pemimpin Israel terhenyak melihat tulah yang membunuh ribuan orang Israel yang berdosa pada Tuhan karena berzinah dengan bangsa Moab, seorang pemuda bernama Pinehas tanpa ragu bangkit & membalaskan sakit hati Tuhan sehingga padamlah amarah Tuhan. Tuhan memuji perbuatannya & mengadakan perjanjian abadi dengan cucu Harun itu (Bil.25:1-13). Selagi semua orang 'bergairah' akan urusan-urusan duniawi, adakah yang rohnya seperti Pinehas yang berkobar-kobar bagi Tuhan? • Menjadi rajin dengan roh yang menyala-nyala merupakan dasar & syarat utama kita melayani Tuhan. “Biarlah rohmu menyala-nyala & LAYANILAH TUHAN!” Itulah teladan Kristus yang penuh gairah menunaikan misi pelayanan yang ditugaskan pada-Nya (Yoh 2:13-17; Ibr 12:1-4). Adakah Anda sebergairah Kristus saat beribadah & melayani Raja kita hari ini? Salam revival! GBU.

Xavier Quentin Pranata
“Racun paling ganas adalah ciuman Yudas.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 9 April 2016. Seratus Kali Lipat. Setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, atau bapak atau ibunya, atau anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal (Matius 19:29). Soal berita penipuan penggandaan uang bukan lagi barang baru. Ada orang mengaku bisa menggandakan uang lima kali lipat. Anehnya, meskipun sudah banyak orang tertipu, masih ada saja korban baru. Seorang guru, misalnya, kehilangan 40 juta rupiah gara-gara tergiur tawaran dukun untuk menggandakan uangnya dengan ritual tertentu. Guru itu menjalani ritual menurut arahan si dukun, tetapi tidak ada hasilnya. Bukannya bertambah banyak, seluruh uangnya raib dibawa kabur si dukun. Janji Yesus lebih hebat lagi: para pendengar-Nya akan mendapatkan ganti seratus kali lipat dan hidup yang kekal! Benarkah? Janji Yesus ini berbicara tentang harta yang nilainya jauh lebih berharga dari harta dunia. Dan janji itu diberikan kepada mereka yang berani meninggalkan rumahnya, saudara-saudaranya, segala miliknya, demi mengikuti Yesus. Bukan perkara mudah sebab mengikut Dia berarti kita kehilangan segala sesuatu dan mengutamakan Dia dalam hidup kita. Di sinilah pemenuhan janji terjadi: bukan pelipatgandaan harta di dunia, tetapi bersatunya kita bersama Allah, Sumber berkat dan sumber hidup kekal itu (bdk. Yoh. 17:3). Menakjubkan, bukan? Bersatunya kita dengan Allah adalah penggenapan janji itu. Yesus menggenapinya saat Dia mati di kayu salib dan mempersatukan kembali hubungan kita dengan Allah. Bukankah karunia Allah ini sudah cukup untuk kita? Ketika kita bersatu dengan Allah, kita mengalami kedamaian, ketenangan, dan bersukacita yang tak terkatakan —SYS. JANJI TUHAN ITU PASTI. SAAT YESUS MEMPERSATUKAN KITA DENGAN ALLAH, KASIH KARUNIA-NYA TERUS-MENERUS MELIMPAH DALAM HIDUP KITA. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Ibr 12:2a – Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada YESUS! Fokus ibadah kita hanya kepada YESUS, maka ibadah kita akan diberkati. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:

Post a Comment