THE END
Setia Memberi =
Hidup Seimbang. 2 Kor 8:14-15, “14Maka
hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar
kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.
15Seperti ada tertulis: ‘Orang yang mengumpulkan banyak, tidak
kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan.‘”
Keseimbangan disini artinya: kita tidak hanya “setia menerima”, tetapi
“setia memberi”. Setia menerima berkat-berkat Tuhan yang melimpah-limpah, setia
menerima kasih karuniaNya, setia menerima... semua yang kita perlukan.
Tetapi kita juga harus ‘setia memberi‘ berkat-berkatNya yang melimpah-limpah,
setia memberi waktu kita, tenaga kita dengan sungguh-sungguh untuk pekerjaan
kita, rumah tangga & pelayanan kita, dstnya. Maukah kita seimbang dalam
setia menerima = setia memberi??
Bp.
Anto – Citraland
Renungan pagi:
SEBUAH MASAKAN menjadi SEDAP karena DIMASUKKAN bumbu-bumbu yang “dipilih” oleh
KOKI yang memasaknya. Begitupun SEBUAH KEHIDUPAN, menjadi INDAH karena MASUKNYA
ORANG-ORANG yang telah Tuhan “ijinkan” dalam kehidupan seseorang. Ada yang
masuk seperti KUNYIT, walau penampilannya jelek, tapi sanggup memberi “WARNA INDAH”
yang sulit dilupakan dan mempunya KHASIAT yang tak sedikit. Ada yang masuk
seperti BAWANG MERAH yang semakin lama bersamanya, semakin banyak “AIR MATA”
yang tertumpah, namun itu membersihkan kotoran, dan membuat kita belajar lebih
bijaksana. Ada yang masuk seperti LADA, walau nampak kecil halus, tapi memberi
“KEHANGATAN”. Ada juga yang masuk seperti CABAI, yang ‘menipu‘ dengan warnanya
yang menarik tapi membuat “KERINGAT” bercucuran. Sahabatku... JAGALAH &
JANGAN SIA-SIAKAN mereka yang MASUK memberi KEBAIKAN dalam hidupmu, serta
SYUKURILAH & JANGANLAH MEMBENCI mereka yang masuk MENYAKITI hidupmu, karena
merekapun juga berperan MENYEDAPKAN pribadimu. SEMUANYA itu telah Tuhan ijinkan
MASUK untuk MERUBAH segala yang TIDAK BAIK yang ada dalam pribadimu, untuk
kemudian MENJADI BAIK. Ingat: Dibalik suatu hal, pasti ada hikmah-Nya yang
tersimpan. Selamat pagi. Happy Sunday. Salam damai sejahtera.
Tante
Elisabeth – NTT
Ya amin! Agenda
Tuhan bagi gerejaNya. Tuhan akan memakai kita (gerejaNya) menandai dari Tuhan atas
komunitas Daerah yang kita masuk (Yoel 1:2). -Ketika kita melangkah dan menanti
apa yang menjadi arahan dan perintah Tuhan akan meyakini pekerjaan pekerjaan
orang fasik dan bagi orang yang mencintai kebenaran, kedatangan kita sama
seperti fajar yang memberikan pengharapan karena itu kita pasti akan menghadapi
konflik dari orang fasik, orang-orang yang tidak suka akan kebenaran. Oleh
sebab itu kita tidak babak belur di dunia kerja, kita harus sungguh-sungguh
hidup dalam realita Tuhan. Amin. Happy Sunday. Happy Serving God.
Worship
Center Surabaya
Rajin. Giat.
Tidak mengendor. Memiliki roh yang menyala-nyala dalam Tuhan. Lalu melayani
Tuhan. Adalah salah satu bentuk persembahan hidup kita di hadapan Dia yang kita
sembah & muliakan. Itulah yang disampaikan oleh rasul Paulus dalam Roma
12:11. Lalu, apa hubungan semangat yang rajin & roh yang menyala-nyala
dengan ibadah sejati? •Karena yang seperti itulah yang dicari, diharapkan &
disukai dalam diri orang. Lebih-lebih Tuhan. Siapakah yang senang dengan orang-orang
yang malas & hidup tanpa gairah? Adakah orang tua, atasan, pasangan hidup
(atau siapapun itu) yang bergembira melihat anak-anak, bawahan, pasangan
hidupnya bertumpang tangan & tak melakukan apapun sepanjang harinya? Amsal
menyimpulkan bahwa berhubungan dengan orang-orang yang enggan lagi malas sangat
menyakitkan hati (Ams 10:26; 26:14). Sesungguhnya tiada seorangpun yang
menyukai para pemalas. Selagi mereka tak melakukan apapun, mereka justru
mendatangkan kerusakan yang besar. Melemahkan semangat yang lain &
membiarkan masalah terus menumpuk sampai-sampai tak tertangani lagi. Mencari
jalan pintas & solusi mudah, pemalas menjadi korup & mencuri. •Tuhan
berkenan dengan mereka yang rajin, yang hatinya berkobar-kobar akan hal-hal
rohani, yang bergairah mengejar kemuliaan ilahi. Sewaktu pemimpin-pemimpin
Israel terhenyak melihat tulah yang membunuh ribuan orang Israel yang berdosa
pada Tuhan karena berzinah dengan bangsa Moab, seorang pemuda bernama Pinehas
tanpa ragu bangkit & membalaskan sakit hati Tuhan sehingga padamlah amarah
Tuhan. Tuhan memuji perbuatannya & mengadakan perjanjian abadi dengan cucu
Harun itu (Bil.25:1-13). Selagi semua orang 'bergairah' akan urusan-urusan
duniawi, adakah yang rohnya seperti Pinehas yang berkobar-kobar bagi Tuhan? •
Menjadi rajin dengan roh yang menyala-nyala merupakan dasar & syarat utama
kita melayani Tuhan. “Biarlah rohmu menyala-nyala & LAYANILAH TUHAN!”
Itulah teladan Kristus yang penuh gairah menunaikan misi pelayanan yang
ditugaskan pada-Nya (Yoh 2:13-17; Ibr 12:1-4). Adakah Anda sebergairah Kristus
saat beribadah & melayani Raja kita hari ini? Salam revival! GBU.
Xavier
Quentin Pranata
“Racun paling
ganas adalah ciuman Yudas.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Sabtu, 9 April 2016. Seratus Kali Lipat. Setiap orang yang karena nama-Ku
meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, atau
bapak atau ibunya, atau anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus
kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal (Matius 19:29). Soal berita
penipuan penggandaan uang bukan lagi barang baru. Ada orang mengaku bisa
menggandakan uang lima kali lipat. Anehnya, meskipun sudah banyak orang
tertipu, masih ada saja korban baru. Seorang guru, misalnya, kehilangan 40 juta
rupiah gara-gara tergiur tawaran dukun untuk menggandakan uangnya dengan ritual
tertentu. Guru itu menjalani ritual menurut arahan si dukun, tetapi tidak ada
hasilnya. Bukannya bertambah banyak, seluruh uangnya raib dibawa kabur si
dukun. Janji Yesus lebih hebat lagi: para pendengar-Nya akan mendapatkan ganti
seratus kali lipat dan hidup yang kekal! Benarkah? Janji Yesus ini berbicara
tentang harta yang nilainya jauh lebih berharga dari harta dunia. Dan janji itu
diberikan kepada mereka yang berani meninggalkan rumahnya, saudara-saudaranya,
segala miliknya, demi mengikuti Yesus. Bukan perkara mudah sebab mengikut Dia
berarti kita kehilangan segala sesuatu dan mengutamakan Dia dalam hidup kita.
Di sinilah pemenuhan janji terjadi: bukan pelipatgandaan harta di dunia, tetapi
bersatunya kita bersama Allah, Sumber berkat dan sumber hidup kekal itu (bdk.
Yoh. 17:3). Menakjubkan, bukan? Bersatunya kita dengan Allah adalah penggenapan
janji itu. Yesus menggenapinya saat Dia mati di kayu salib dan mempersatukan
kembali hubungan kita dengan Allah. Bukankah karunia Allah ini sudah cukup
untuk kita? Ketika kita bersatu dengan Allah, kita mengalami kedamaian,
ketenangan, dan bersukacita yang tak terkatakan —SYS. JANJI TUHAN ITU PASTI.
SAAT YESUS MEMPERSATUKAN KITA DENGAN ALLAH, KASIH KARUNIA-NYA TERUS-MENERUS
MELIMPAH DALAM HIDUP KITA. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus
memberkati.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Ibr 12:2a –
Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada YESUS! Fokus ibadah
kita hanya kepada YESUS, maka ibadah kita akan diberkati. Selamat ibadah dan
melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:
Post a Comment