Sunday, 3 April 2016

3 April 2016



THE END




Dear Saudara-Saudaraku PKS CL 1-8, bahan Saat Teduh Makmur edisi April sudah bisa didapatkan di counter depan ya pagi ini! Dibawah ini adalah kesaksian Saudara-Saudara yang sudah kita jangkau untuk bergabung dalam Komsel Gabungan pada hari Rabu 30 Maret 2016 ya: Saudara Amir dan Debby (CL 5) dan Saudara Andrea & Yohana (CL 8). Mereka senang sekali bisa datang dan merasakan berkat-berkatNya melalui komsel kita Citraland, mereka antusias dan akan bergabung di minggu-minggu ya. Bahkan mereka ingin membeli dan memiliki kaos Citraland yang baru: wow J. Di bawah ini kesaksian Saudari Yohana:
“Terima kasih Bu. Kami sangat senang sudah diundang. Ya kami bersyukur semoga keluarga kami bisa bertumbuh melalui komsel. Kami juga ingin memiliki kaosnya, berapa harganya Bu??”

Mari Saudara-Saudaraku, kita akan terus menjangkau jiwa-jiwa baru ya agar mereka tertanam dalam komsel dan gereja lokal. Tetap didoakan agar kita semua bergerak bersama-sama: Memliki HATI TUHAN & menjadi “kepanjangan TANGAN-Nya” menjadi KOMUNITAS yang MENGUBAH HIDUP. Amin. Salam Antusias: Yestoya Yess Yess Yess.


Bagaimana Memberi. Matius 6:1-4, 1Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. 2Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 3Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. 4Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” Amin. Tuhan Yesus berbicara tentang kewajban agama di 3 bidang: Memberikan Sedekah, berDOA & berPUASA. Apabila kita melakukan ke 3 hal tersebut jika hanya ingin dipuji orang lain/mementingkan diri sendiri maka kita akan kehilangan pahala/upah yang sudah Tuhan sediakan buat kita. Bagaimana dengan kita? Apakah motivasi kita dalam ke 3 hal tersebut sudah benar?? Jika kita melakukan hanya untuk dipuji maka sesungguhnya kita hanya mencari kemuliaan untuk diri sendiri L.

Worship Center Surabaya
Masih dalam konteks membahas mengenai ibadah sejati, rasul Paulus memberikan beberapa panduan yang sangat berharga bagi kita mengenai pelaksanaannya. Roma 12:10 adalah salah satunya: “Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara & saling mendahului dalam memberi hormat.” Intinya, ibadah sejati dinilai tidak lepas dari sikap kita terhadap sesama jemaat Tuhan. Ritual atau acara-acara ibadah yang kita lakukan kecil nilainya di hadapan Tuhan jika Dia tidak mendapati kasih bagi sesama orang-orang percaya: memperlakukan mereka seperti seorang saudara. Kasih persaudaraan yang tulus ikhlas ialah praktek ibadah sejati. Siapa yang tidak mengasihi saudaranya yang kelihatan secara jasmani, mustahil mengasihi Tuhan yang tidak kelihatan & siapa yang mengasihi Tuhan harus mengasihi saudaranya (1 Yoh 4:20-21). Lalu, bagaimana kita semestinya mengasihi sebagai saudara itu? •Kita perlu hidup dalam suatu kondisi rohani yang benar di hadapan Tuhan karena itulah dasar yang memampukan kita mengasihi saudara-saudara kita di dalam Kristus. 1 Pet 1:22 mengatakan bahwa hanya melalui suatu kehidupan yang telah diserahkan pada Tuhan untuk taat pada kebenaran (yaitu yang disucikan Tuhan saat kita menjadi pelaku-pelaku firman) maka kita dapat mengasihi saudara-saudara seiman kita dengan tulus ikhlas. Saat kita memutuskan tak lagi hidup bagi diri sendiri, melainkan hidup untuk menyenangkan hati Tuhan, maka kasih kita tak lagi berpamrih, tapi tulus & murni pada saudara-saudara kita. •Kita dapat memulainya dengan tak lagi menyimpan hal-hal yang negatif atas saudara-saudara dalam Tuhan. Kita dipanggil untuk menaruh pikiran & perasaan Kristus dalam hubungan dengan sesama murid Kristus: pikiran yang suci, penuh kasih, merendahkan diri senantiasa (Fil 2:5-8). Itu sebabnya kita diperintahkan untuk saling mendahului dalam memberi hormat, menganggap yang lain lebih utama dari dirinya sendiri & memperhatikan kepentingan yang lainnya (Roma 12:10b; Fil 2:2-4). Kebalikan dari itu semua adalah cinta diri belaka. Sudahkah ibadah kita sedemikian? Salam revival! GBU.

Xavier Quentin Pranata
“Saat orang bicara buruk di BELAKANG kita, artinya kita sudah berada jauh di DEPAN mereka.” Xavier Quentin Pranata.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin, amin, amin. Roma 6:1-14. ADA BEBERAPA HAL. Perlu kita perhatikan, untuk MATI dan BANGKIT dengan Kristus: MATI BERSAMA KRISTUS. Kita harus sadar bahwa kita semua yang telah diBAPTIS di DALAM KRISTUS: Telah dibaptis dalam kematianNya; dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan DIA oleh baptisan dalam kematianNya (ay 3-4). Apa yang dikuburkan? Manusia lamany,a kelakuan yang berdosa. Kita harus menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematianNya. “Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan KEMATIAN-NYA. Kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan KEBANGKITAN-NYA. (ay 5). Karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan dan di dalam Dia, kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati (Kolose 2:12). Karena kita tahu manusia lama kita turut disalibkan. (1) Supaya TUBUH DOSA kita HILANG KUASANYA. (2) Agar JANGAN kita MENGHAMBAKAN diri lagi kepada DOSA. (3) Sebab siapa yang TELAH MATI, ia TELAH BEBAS dari DOSA (ay 6). Demikianlah hendaknya kamu memandangnya bahwa: (a) Kamu telah mati bagi dosa (ay 11a). (b) Sebab itu hendaklah DOSA jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana. (c) Supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya (ay 12). (d) Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota TUBUHmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman (ay 13). Tongkat kebenaranmu diulurkan dari Sion. Peningkatan dari pemerintahan Tuhan. Pengaruh dari damai dan hadiratNya. Amin. Selamat melayani. JBU All.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 3 April 2016. Sengat Maut. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu? (1 Korintus 15:55). Saat kecil di kampung, saya pernah disengat tawon. Kantung sengatnya akan terlepas dan tertancap pada bagian tubuh yang disengat. Rasanya menyakitkan dan kadang-kadang membengkak selama berhari-hari. Belakangan saya tahu, ternyata sengatan tawon tidak hanya berbahaya bagi korbannya, namun juga bagi dirinya sendiri. Tawon yang menyengat akan mati beberapa menit kemudian. Sebelum mati, ia masih terlihat menakutkan dan dapat mengancam, namun sesungguhnya, ia sama sekali tidak berbahaya lagi. Ketika Paulus berbicara tentang kebangkitan Kristus, ia mengibaratkan maut memiliki sengat. Maut menyengat Yesus hingga mati, namun kemudian Yesus bangkit dan mengalahkan maut. Dengan lantang, Paulus mengejek maut yang telah tidak berdaya itu. Kristus telah mempermalukannya melalui kebangkitkan-Nya dari kematian. Pada hari penyaliban, kematian-Nya seolah menjadi akhir dari segalanya: sebuah perjuangan yang berakhir memalukan dan kalah sebagai pecundang. Namun, kebangkitan Kristus menjungkirbalikkan keadaan. Paulus menegaskan, tanpa kebangkitan Kristus, sia-sia sajalah kepercayaan kita kepada-Nya. KebangkitanNya menunjukkan bahwa Allah sungguh dapat dipercaya dan janjiNya benar-benar terbukti. Apakah Kristus yang bangkit telah terpancar dari hidup kita? Apakah Dia telah membangkitkan kita sehingga dapat melayani-Nya dan menjadi berkat bagi sesama? Atau, kita masih hidup dalam ketakutan karena bayang-bayang maut yang sebenarnya sudah tak berdaya itu masih mengancam kita? —HT. BERSAMA KRISTUS YANG TELAH BANGKIT, BANGKITLAH DAN JADILAH BERKAT. Selamat pagi. Selamat menikmati Firman Tuhan. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Caroline – Bandung
SETIAP LANGKAH ADALAH ANUGERAH. Belajar dari Nilai kehidupan. Seorang professor diundang untuk berbicara disebuah basis militer. Disana ia berjumpa dengan seorang yang tak mungkin ia lupakan, yaitu RALPH yang diberi tugas menjemputnya dibandara. Ketika berada dibandara Ralph sering menghilang, ada saja yang dilalukannya, ia membantu seorang wanita tua yang kopernya jatuh dan terbuka, kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas, ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar. Namun ia selalu kembali kesisi sang Professor dengan senyum lebar. Waktu di dalam  mobil mereka ngobrol: “Dari mana Anda belajar melakukan semuanya ini?” tanya sang Prof. “Melakukan apa?” tanya Raplh. “Dari mana Anda belajar bersikap seperti ini?” desak sang Prof. “Oh,” kata Raplh ”selama perang…saya kira, perang telah mengajari saya banyak hal.” Lalu ia bercerita sewaktu ditugaskan di Vietnam. Ia dan timnya bertugas membersihkan ladang ranjau dan harus menyaksikan satu persatu teman-teman nya tewas terkena ledakan ranjau. “Saya belajar untuk hidup diantara pijakan setiap langkah,” katanya. Tegang disetiap langkah, Saya tidak tahu, apakah langkah berikutnya adalah pijakan terakhir bagi saya. Yang sanggup saya lakukan takkala mengangkat kaki dengan aman, mensyukuri langkah sebelumnya. Saya kira sejak itulah, saya menjalani kehidupan seperti ini. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, anugerah baru, dan kesempatan baru. KEMULIAAN HIDUP, tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang bermakna bagi orang lain. NILAI MANUSIA, tidak ditentukan bagaimana cara ia mati, tapi bagaimana cara ia hidup. KEKAYAAN MANUSIA, bukan apa yang ia telah peroleh, tapi apa yang ia telah berikan pada sesama. Selamat menikmati setiap langkah hidup Anda… Ingat!!! Setiap langkah adalah  ANUGERAH Tuhan. Selamat pagi.

Bp. Anto – Citraland
PINTU KESEMPATAN. Banyak PINTU ditempeli STICKER dengan tulisan “PUSH” atau “DORONG”. Karena bukan PINTU OTOMATIS, maka PINTU tersebut baru akan TERBUKA jika kita MENDORONGNYA. Jika kita hanya BERDIAM DIRI di depan pintu itu, sampai kapan pun juga PINTU tetap akan TERTUTUP. KEHIDUPAN juga seperti itu, KEHIDUPAN bukanlah PINTU OTOMATIS, seolah-olah segala sesuatu TERJADI begitu saja dengan sendirinya. KEHIDUPAN benar-benar seperti PINTU MANUAL, jika ingin TERBUKA maka kita harus MENDORONGNYA. Sebenarnya BANYAK PINTU-PINTU KESEMPATAN diberikan kepada kita. TUHAN sudah MENGATURNYA begitu rupa untuk MEMBAWA kita kepada PINTU-PINTU KESEMPATAN itu. Sayangnya, kita berharap ORANG LAIN MEMBUKAKAN PINTU KESEMPATAN itu bagi kita. Jika SIKAP kita dalam MEMANDANG KESEMPATAN seperti itu, terang saja kita MELEWATKAN KESEMPATAN demi KESEMPATAN yang MENGHAMPIRI kita. PINTU-PINTU KESEMPATAN itu ditandai dengan kata “PUSH” atau “DORONG”. Jika TUHAN sudah MEMBAWA kita di depan PINTU KESEMPATAN, maka kita harus bersedia MENDORONG untuk MEMBUKANYA. Mengapa BANYAK ORANG TIDAK BERUSAHA untuk MENDORONG dan MEMBUKA PINTU KESEMPATAN itu? Karena ia TIDAK YAKIN apakah PINTU itu MEMBAWANYA ke TEMPAT yang LEBIH BAIK. Banyak orang TAKUT kalau-kalau PINTU itu MEMBAWANYA makin TERPURUK, makin RUGI, makin BANGKRUT, dan hal-hal BURUK lainnya. Jadi, LEBIH BAIK MAIN AMAN saja. Tahukah Anda bahwa dalam SITUASI KRISIS seperti sekarang ini, TUHAN banyak MEMBUKAKAN PINTU-PINTU KESEMPATAN bagi kita. Sayangnya, KETAKUTAN begitu MENGUASAI kita sehingga kita bahkan TIDAK BERANI MENGAMBIL LANGKAH apa-apa. Maka, hanya orang-orang yang BERJIWA BESARLAH yang BERANI MENDORONG dan MEMBUKA PINTU KESEMPATAN itu. Memang TIDAK ADA JAMINAN bahwa KEADAANNYA menjadi LEBIH BAIK, tapi paling tidak ia PUNYA KEMUNGKINAN untuk BERHASIL. Dan biasanya, BERANI MENDORONG PINTU KESEMPATAN akan menjadi TITIK BALIK yang LUAR BIASA dalam KEHIDUPANNYA. Good Morning. Have a Blessed Day.

No comments:

Post a Comment