THE END
Dear
Saudara-Saudaraku PKS CL 1-8, bahan Saat Teduh Makmur edisi April sudah
bisa didapatkan di counter depan ya pagi ini! Dibawah ini adalah kesaksian
Saudara-Saudara yang sudah kita jangkau untuk bergabung dalam Komsel Gabungan
pada hari Rabu 30 Maret 2016 ya: Saudara Amir dan Debby (CL 5) dan Saudara
Andrea & Yohana (CL 8). Mereka senang sekali bisa datang dan merasakan
berkat-berkatNya melalui komsel kita Citraland, mereka antusias dan akan
bergabung di minggu-minggu ya. Bahkan mereka ingin membeli dan memiliki kaos
Citraland yang baru: wow J.
Di bawah ini kesaksian Saudari Yohana:
“Terima
kasih Bu. Kami sangat senang sudah diundang. Ya kami bersyukur semoga keluarga
kami bisa bertumbuh melalui komsel. Kami juga ingin memiliki kaosnya, berapa
harganya Bu??”
Mari
Saudara-Saudaraku, kita akan terus menjangkau jiwa-jiwa baru ya agar mereka
tertanam dalam komsel dan gereja lokal. Tetap didoakan agar kita semua bergerak
bersama-sama: Memliki HATI TUHAN & menjadi “kepanjangan TANGAN-Nya” menjadi
KOMUNITAS yang MENGUBAH HIDUP. Amin. Salam Antusias: Yestoya Yess Yess
Yess.
Bagaimana
Memberi. Matius 6:1-4, “1Ingatlah,
jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka,
karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. 2Jadi
apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang
dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya
mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat
upahnya. 3Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui
tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. 4Hendaklah
sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang
tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” Amin. Tuhan Yesus berbicara tentang
kewajban agama di 3 bidang: Memberikan Sedekah, berDOA & berPUASA.
Apabila kita melakukan ke 3 hal tersebut jika hanya ingin dipuji orang
lain/mementingkan diri sendiri maka kita akan kehilangan pahala/upah yang sudah
Tuhan sediakan buat kita. Bagaimana dengan kita? Apakah motivasi kita dalam ke
3 hal tersebut sudah benar?? Jika kita melakukan hanya untuk dipuji maka
sesungguhnya kita hanya mencari kemuliaan untuk diri sendiri L.
Worship
Center Surabaya
Masih dalam
konteks membahas mengenai ibadah sejati, rasul Paulus memberikan beberapa
panduan yang sangat berharga bagi kita mengenai pelaksanaannya. Roma 12:10
adalah salah satunya: “Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara &
saling mendahului dalam memberi hormat.” Intinya, ibadah sejati dinilai tidak
lepas dari sikap kita terhadap sesama jemaat Tuhan. Ritual atau acara-acara
ibadah yang kita lakukan kecil nilainya di hadapan Tuhan jika Dia tidak
mendapati kasih bagi sesama orang-orang percaya: memperlakukan mereka seperti
seorang saudara. Kasih persaudaraan yang tulus ikhlas ialah praktek ibadah
sejati. Siapa yang tidak mengasihi saudaranya yang kelihatan secara jasmani,
mustahil mengasihi Tuhan yang tidak kelihatan & siapa yang mengasihi Tuhan
harus mengasihi saudaranya (1 Yoh 4:20-21). Lalu, bagaimana kita semestinya
mengasihi sebagai saudara itu? •Kita perlu hidup dalam suatu kondisi rohani
yang benar di hadapan Tuhan karena itulah dasar yang memampukan kita mengasihi
saudara-saudara kita di dalam Kristus. 1 Pet 1:22 mengatakan bahwa hanya
melalui suatu kehidupan yang telah diserahkan pada Tuhan untuk taat pada
kebenaran (yaitu yang disucikan Tuhan saat kita menjadi pelaku-pelaku firman)
maka kita dapat mengasihi saudara-saudara seiman kita dengan tulus ikhlas. Saat
kita memutuskan tak lagi hidup bagi diri sendiri, melainkan hidup untuk
menyenangkan hati Tuhan, maka kasih kita tak lagi berpamrih, tapi tulus &
murni pada saudara-saudara kita. •Kita dapat memulainya dengan tak lagi
menyimpan hal-hal yang negatif atas saudara-saudara dalam Tuhan. Kita dipanggil
untuk menaruh pikiran & perasaan Kristus dalam hubungan dengan sesama murid
Kristus: pikiran yang suci, penuh kasih, merendahkan diri senantiasa (Fil
2:5-8). Itu sebabnya kita diperintahkan untuk saling mendahului dalam memberi
hormat, menganggap yang lain lebih utama dari dirinya sendiri &
memperhatikan kepentingan yang lainnya (Roma 12:10b; Fil 2:2-4). Kebalikan dari
itu semua adalah cinta diri belaka. Sudahkah ibadah kita sedemikian? Salam
revival! GBU.
Xavier
Quentin Pranata
“Saat orang
bicara buruk di BELAKANG kita, artinya kita sudah berada jauh di DEPAN mereka.”
Xavier Quentin Pranata.
Tante
Elisabeth – NTT
Ya amin, amin,
amin. Roma 6:1-14. ADA BEBERAPA HAL. Perlu kita perhatikan, untuk MATI dan
BANGKIT dengan Kristus: MATI BERSAMA KRISTUS. Kita harus sadar bahwa kita semua
yang telah diBAPTIS di DALAM KRISTUS: Telah dibaptis dalam kematianNya; dengan
demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan DIA oleh baptisan dalam
kematianNya (ay 3-4). Apa yang dikuburkan? Manusia lamany,a kelakuan yang
berdosa. Kita harus menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematianNya.
“Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan KEMATIAN-NYA.
Kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan KEBANGKITAN-NYA. (ay
5). Karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan dan di dalam Dia, kamu
turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah
membangkitkan Dia dari orang mati (Kolose 2:12). Karena kita tahu manusia lama
kita turut disalibkan. (1) Supaya TUBUH DOSA kita HILANG KUASANYA. (2) Agar
JANGAN kita MENGHAMBAKAN diri lagi kepada DOSA. (3) Sebab siapa yang TELAH
MATI, ia TELAH BEBAS dari DOSA (ay 6). Demikianlah hendaknya kamu memandangnya
bahwa: (a) Kamu telah mati bagi dosa (ay 11a). (b) Sebab itu hendaklah DOSA
jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana. (c) Supaya kamu jangan lagi
menuruti keinginannya (ay 12). (d) Dan janganlah kamu menyerahkan
anggota-anggota TUBUHmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman (ay
13). Tongkat kebenaranmu diulurkan dari Sion. Peningkatan dari pemerintahan
Tuhan. Pengaruh dari damai dan hadiratNya. Amin. Selamat melayani. JBU All.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Minggu, 3 April 2016. Sengat Maut. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut,
di manakah sengatmu? (1 Korintus 15:55). Saat kecil di kampung, saya pernah
disengat tawon. Kantung sengatnya akan terlepas dan tertancap pada bagian tubuh
yang disengat. Rasanya menyakitkan dan kadang-kadang membengkak selama
berhari-hari. Belakangan saya tahu, ternyata sengatan tawon tidak hanya
berbahaya bagi korbannya, namun juga bagi dirinya sendiri. Tawon yang menyengat
akan mati beberapa menit kemudian. Sebelum mati, ia masih terlihat menakutkan
dan dapat mengancam, namun sesungguhnya, ia sama sekali tidak berbahaya lagi.
Ketika Paulus berbicara tentang kebangkitan Kristus, ia mengibaratkan maut memiliki
sengat. Maut menyengat Yesus hingga mati, namun kemudian Yesus bangkit dan
mengalahkan maut. Dengan lantang, Paulus mengejek maut yang telah tidak berdaya
itu. Kristus telah mempermalukannya melalui kebangkitkan-Nya dari kematian.
Pada hari penyaliban, kematian-Nya seolah menjadi akhir dari segalanya: sebuah
perjuangan yang berakhir memalukan dan kalah sebagai pecundang. Namun,
kebangkitan Kristus menjungkirbalikkan keadaan. Paulus menegaskan, tanpa
kebangkitan Kristus, sia-sia sajalah kepercayaan kita kepada-Nya.
KebangkitanNya menunjukkan bahwa Allah sungguh dapat dipercaya dan janjiNya
benar-benar terbukti. Apakah Kristus yang bangkit telah terpancar dari hidup
kita? Apakah Dia telah membangkitkan kita sehingga dapat melayani-Nya dan
menjadi berkat bagi sesama? Atau, kita masih hidup dalam ketakutan karena
bayang-bayang maut yang sebenarnya sudah tak berdaya itu masih mengancam kita?
—HT. BERSAMA KRISTUS YANG TELAH BANGKIT, BANGKITLAH DAN JADILAH BERKAT. Selamat
pagi. Selamat menikmati Firman Tuhan. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati.
Ibu
Caroline – Bandung
SETIAP LANGKAH
ADALAH ANUGERAH. Belajar dari Nilai kehidupan. Seorang professor diundang untuk
berbicara disebuah basis militer. Disana ia berjumpa dengan seorang yang tak
mungkin ia lupakan, yaitu RALPH yang diberi tugas menjemputnya dibandara.
Ketika berada dibandara Ralph sering menghilang, ada saja yang dilalukannya, ia
membantu seorang wanita tua yang kopernya jatuh dan terbuka, kemudian
mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas, ia juga
menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar. Namun ia
selalu kembali kesisi sang Professor dengan senyum lebar. Waktu di dalam mobil mereka ngobrol: “Dari mana Anda belajar
melakukan semuanya ini?” tanya sang Prof. “Melakukan apa?” tanya Raplh. “Dari
mana Anda belajar bersikap seperti ini?” desak sang Prof. “Oh,” kata Raplh
”selama perang…saya kira, perang telah mengajari saya banyak hal.” Lalu ia
bercerita sewaktu ditugaskan di Vietnam. Ia dan timnya bertugas membersihkan
ladang ranjau dan harus menyaksikan satu persatu teman-teman nya tewas terkena
ledakan ranjau. “Saya belajar untuk hidup diantara pijakan setiap langkah,”
katanya. Tegang disetiap langkah, Saya tidak tahu, apakah langkah berikutnya
adalah pijakan terakhir bagi saya. Yang sanggup saya lakukan takkala mengangkat
kaki dengan aman, mensyukuri langkah sebelumnya. Saya kira sejak itulah, saya
menjalani kehidupan seperti ini. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan
sebuah dunia baru, anugerah baru, dan kesempatan baru. KEMULIAAN HIDUP, tidak
ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tapi sejauh mana kita menjalani
kehidupan yang bermakna bagi orang lain. NILAI MANUSIA, tidak ditentukan
bagaimana cara ia mati, tapi bagaimana cara ia hidup. KEKAYAAN MANUSIA, bukan
apa yang ia telah peroleh, tapi apa yang ia telah berikan pada sesama. Selamat
menikmati setiap langkah hidup Anda… Ingat!!! Setiap langkah adalah ANUGERAH Tuhan. Selamat pagi.
Bp.
Anto – Citraland
PINTU
KESEMPATAN. Banyak PINTU ditempeli STICKER dengan tulisan “PUSH” atau “DORONG”.
Karena bukan PINTU OTOMATIS, maka PINTU tersebut baru akan TERBUKA jika kita
MENDORONGNYA. Jika kita hanya BERDIAM DIRI di depan pintu itu, sampai kapan pun
juga PINTU tetap akan TERTUTUP. KEHIDUPAN juga seperti itu, KEHIDUPAN bukanlah
PINTU OTOMATIS, seolah-olah segala sesuatu TERJADI begitu saja dengan
sendirinya. KEHIDUPAN benar-benar seperti PINTU MANUAL, jika ingin TERBUKA maka
kita harus MENDORONGNYA. Sebenarnya BANYAK PINTU-PINTU KESEMPATAN diberikan
kepada kita. TUHAN sudah MENGATURNYA begitu rupa untuk MEMBAWA kita kepada
PINTU-PINTU KESEMPATAN itu. Sayangnya, kita berharap ORANG LAIN MEMBUKAKAN
PINTU KESEMPATAN itu bagi kita. Jika SIKAP kita dalam MEMANDANG KESEMPATAN
seperti itu, terang saja kita MELEWATKAN KESEMPATAN demi KESEMPATAN yang
MENGHAMPIRI kita. PINTU-PINTU KESEMPATAN itu ditandai dengan kata “PUSH” atau
“DORONG”. Jika TUHAN sudah MEMBAWA kita di depan PINTU KESEMPATAN, maka kita
harus bersedia MENDORONG untuk MEMBUKANYA. Mengapa BANYAK ORANG TIDAK BERUSAHA
untuk MENDORONG dan MEMBUKA PINTU KESEMPATAN itu? Karena ia TIDAK YAKIN apakah
PINTU itu MEMBAWANYA ke TEMPAT yang LEBIH BAIK. Banyak orang TAKUT kalau-kalau
PINTU itu MEMBAWANYA makin TERPURUK, makin RUGI, makin BANGKRUT, dan hal-hal
BURUK lainnya. Jadi, LEBIH BAIK MAIN AMAN saja. Tahukah Anda bahwa dalam
SITUASI KRISIS seperti sekarang ini, TUHAN banyak MEMBUKAKAN PINTU-PINTU
KESEMPATAN bagi kita. Sayangnya, KETAKUTAN begitu MENGUASAI kita sehingga kita
bahkan TIDAK BERANI MENGAMBIL LANGKAH apa-apa. Maka, hanya orang-orang yang
BERJIWA BESARLAH yang BERANI MENDORONG dan MEMBUKA PINTU KESEMPATAN itu. Memang
TIDAK ADA JAMINAN bahwa KEADAANNYA menjadi LEBIH BAIK, tapi paling tidak ia
PUNYA KEMUNGKINAN untuk BERHASIL. Dan biasanya, BERANI MENDORONG PINTU
KESEMPATAN akan menjadi TITIK BALIK yang LUAR BIASA dalam KEHIDUPANNYA. Good
Morning. Have a Blessed Day.

No comments:
Post a Comment