Friday, 22 April 2016

22 April 2016



THE END




Lukas 19:1-10. Ayat 9-10: 9Kata Yesus kepadanya: ‘Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. 10Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” Amin. Tuhan Yesus datang ke rumah Zakheus & menyelamatkan Zakheus (gambaran dari kita manusia yang berdosa), sebab Tuhan Yesus datang bukan hanya untuk orang benar, tetapi juga untuk kita semua (yang sebenarnya tidak layak menerima Anugerah Keselamatan itu). Apa yang dibutuhkan saat kita PERCAYA?? Roma 10:9, 9Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan PERCAYA dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diSELAMATkan. 10Karena dengan hati orang PERCAYA dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diSELAMATkan.” Amin.

Xavier Quentin Pranata
“Isteri yang baik tidak selalu memberi makanan yang enak untuk keluarganya, tetapi yang paling sehat.” Xavier Quentin Pranata

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 22 April 2016. Maukah Engkau Sembuh? Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya, “Maukah engkau sembuh?” (Yohanes 5:6). Apabila Anda berada di kolam Betesda saat itu dan mendengarkan pembicaraan Yesus dengan orang lumpuh yang terbaring di sana, bagaimana reaksi Anda? Mungkin Anda mengerutkan kening waktu mendengar Yesus bertanya, “Maukah engkau sembuh?” Kening Anda mungkin akan lebih berkerut lagi ketika mendengar jawaban si lumpuh. Ia berkata, “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai guncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.” Rupanya ia sudah terlalu lama terbaring di sana (38 tahun!) sehingga saat ada orang yang bertanya apakah ia mau sembuh, ia sudah kehilangan niat untuk sembuh dan malah mencari alasan kenapa ia tetap sakit. Tanpa sadar kita pun suka berlaku seperti orang lumpuh tadi. Ada dosa-dosa, kebiasaan, atau hal-hal tertentu yang membuat kita “lumpuh” secara rohani dan hal itu sudah berlangsung cukup lama. Berulang kali Tuhan lewat berbagai cara menawarkan kesembuhan, tetapi kita dengan berbagai alasan menolaknya, karena sudah terlalu lama hidup dengan ikatan tersebut. Bahkan mungkin kita berpikir, tidak ada harapan lagi untuk kita dipulihkan. Kabar baiknya, tidak ada yang terlalu sulit bagi Tuhan, selama kita mau membuka diri. Rindukan kesembuhan, pemulihan yang Tuhan sediakan bagi kita. Jangan batasi diri dengan berpikir sudah tidak ada harapan. Di mana ada kemauan di situ ada jalan. Bukalah hati dan biarkan kuasa-Nya membebaskan kita —DP. JANGAN TERBURU-BURU MENUTUP PINTU HARAPAN AKAN PEMULIHAN. JANGAN MENOLAK ULURAN TANGAN-NYA YANG MENAWARKAN KESEMBUHAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Worship Center Surabaya
Ada yang menerjemahkannya “kasih tak berkesudahan”.  Versi Alkitab lainnya menulis “kasih tak pernah gagal”.  Dan yang lainnya, “cinta kasih tak pernah berakhir” atau “kasih bertahan selama-lamanya”. Ya. Kasih sejati itu abadi. Demikian kata rasul Paulus dalam 1 Korintus 13:8. Begitu dahsyat & besarnya kasih (sejati) itu! Inilah sebabnya: •Kasih ialah sifat hakiki Allah pencipta & penguasa alam semesta & isinya, yang kita kenal sebagai Allah Bapa yang baik, Yesus yang penuh kasih & Roh Kudus yang lemah lembut itu. Tanpa ragu, rasul Yohanes menyatakan Allah adalah kasih (1 Yoh 4:16). Kasih yang murni, sejati, yang tertinggi, yang terbaik, puncak dari segala yang dikenal sebagai cinta melekat pada diri Allah. Selama Allah ada, kasih pun tetap akan ada. Sebaliknya pun benar. Tanpa Allah, kasih bersifat sementara, bermotif egoisme atau cinta diri yang kuat, yang karenanya lemah & rendah nilainya. Tanpa Allah, emosi-emosi terbaik tak layak disebut cinta. •Segala sesuatu di dunia diciptakan karena kasih, dipelihara dalam kasih & akan terus berlanjut di keabadian dalam suatu persekutuan kasih yang besar. Sesungguhnya dunia tercipta oleh karena cinta Allah -khususnya kepada ciptaan-Nya yang disebut manusia. Demikian pula peradaban kita hari ini masih ada oleh karena kasih karunia Tuhan. Kasih yang sama itu ditanamkan Tuhan dalam kita sehingga milyaran manusia hari ini digerakkan hidupnya oleh cinta (sekalipun dalam kadar rendah). Kasih memberi makna bagi keberadaan & gerak kita, alasan utama hingga kini kita hidup bersama segenap umat manusia. Absennya kasih sama dengan kehancuran. •Hanya yang mengasihi Tuhan di atas segala-galanya akan bersama-sama Tuhan selama-lamanya. Ada banyak hal baik di bumi. Hal-hal rohani seperti iman & pengharapan menghasilkan perbuatan-perbuatan yang luar biasa. Namun hanya kasih yang dicari & diperlukan bila kita berjumpa muka dengan Tuhan & berkumpul bersama Dia -saat dimana iman & harap telah mencapai tujuannya. Biarlah segenap hati kita mencintai Dia, Yang Tiada Taranya itu, selama-lamanya! Salam revival GBU.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 105:24 – TUHAN membuat umat-NYA sangat subur dan menjadikannya lebih kuat dari pada para lawannya! YESUS sumber BERKAT dan KEKUATANku... DIA sanggup menolong dan memberkati! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:

Post a Comment