THE END
Lukas 19:1-10.
Ayat 9-10: “9Kata Yesus kepadanya: ‘Hari ini telah terjadi
keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. 10Sebab
Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” Amin.
Tuhan Yesus datang ke rumah Zakheus & menyelamatkan Zakheus
(gambaran dari kita manusia yang berdosa), sebab Tuhan Yesus datang bukan hanya
untuk orang benar, tetapi juga untuk kita semua (yang sebenarnya tidak layak
menerima Anugerah Keselamatan itu). Apa yang dibutuhkan saat kita PERCAYA?? Roma
10:9, “9Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus
adalah Tuhan, dan PERCAYA dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia
dari antara orang mati, maka kamu akan diSELAMATkan. 10Karena dengan
hati orang PERCAYA dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan
diSELAMATkan.” Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Isteri yang
baik tidak selalu memberi makanan yang enak untuk keluarganya, tetapi yang
paling sehat.” Xavier Quentin Pranata
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Jumat, 22 April 2016. Maukah Engkau Sembuh? Ketika Yesus melihat orang itu
berbaring di situ dan karena Ia tahu bahwa ia telah lama dalam keadaan itu,
berkatalah Ia kepadanya, “Maukah engkau sembuh?” (Yohanes 5:6). Apabila Anda
berada di kolam Betesda saat itu dan mendengarkan pembicaraan Yesus dengan
orang lumpuh yang terbaring di sana, bagaimana reaksi Anda? Mungkin Anda
mengerutkan kening waktu mendengar Yesus bertanya, “Maukah engkau sembuh?”
Kening Anda mungkin akan lebih berkerut lagi ketika mendengar jawaban si
lumpuh. Ia berkata, “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam
itu apabila airnya mulai guncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang
lain sudah turun mendahului aku.” Rupanya ia sudah terlalu lama terbaring di
sana (38 tahun!) sehingga saat ada orang yang bertanya apakah ia mau sembuh, ia
sudah kehilangan niat untuk sembuh dan malah mencari alasan kenapa ia tetap
sakit. Tanpa sadar kita pun suka berlaku seperti orang lumpuh tadi. Ada
dosa-dosa, kebiasaan, atau hal-hal tertentu yang membuat kita “lumpuh” secara
rohani dan hal itu sudah berlangsung cukup lama. Berulang kali Tuhan lewat
berbagai cara menawarkan kesembuhan, tetapi kita dengan berbagai alasan
menolaknya, karena sudah terlalu lama hidup dengan ikatan tersebut. Bahkan
mungkin kita berpikir, tidak ada harapan lagi untuk kita dipulihkan. Kabar
baiknya, tidak ada yang terlalu sulit bagi Tuhan, selama kita mau membuka diri.
Rindukan kesembuhan, pemulihan yang Tuhan sediakan bagi kita. Jangan batasi
diri dengan berpikir sudah tidak ada harapan. Di mana ada kemauan di situ ada
jalan. Bukalah hati dan biarkan kuasa-Nya membebaskan kita —DP. JANGAN
TERBURU-BURU MENUTUP PINTU HARAPAN AKAN PEMULIHAN. JANGAN MENOLAK ULURAN
TANGAN-NYA YANG MENAWARKAN KESEMBUHAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
Worship
Center Surabaya
Ada yang
menerjemahkannya “kasih tak berkesudahan”.
Versi Alkitab lainnya menulis “kasih tak pernah gagal”. Dan yang lainnya, “cinta kasih tak pernah
berakhir” atau “kasih bertahan selama-lamanya”. Ya. Kasih sejati itu abadi.
Demikian kata rasul Paulus dalam 1 Korintus 13:8. Begitu dahsyat & besarnya
kasih (sejati) itu! Inilah sebabnya: •Kasih ialah sifat hakiki Allah pencipta
& penguasa alam semesta & isinya, yang kita kenal sebagai Allah Bapa
yang baik, Yesus yang penuh kasih & Roh Kudus yang lemah lembut itu. Tanpa
ragu, rasul Yohanes menyatakan Allah adalah kasih (1 Yoh 4:16). Kasih yang
murni, sejati, yang tertinggi, yang terbaik, puncak dari segala yang dikenal
sebagai cinta melekat pada diri Allah. Selama Allah ada, kasih pun tetap akan
ada. Sebaliknya pun benar. Tanpa Allah, kasih bersifat sementara, bermotif
egoisme atau cinta diri yang kuat, yang karenanya lemah & rendah nilainya.
Tanpa Allah, emosi-emosi terbaik tak layak disebut cinta. •Segala sesuatu di
dunia diciptakan karena kasih, dipelihara dalam kasih & akan terus
berlanjut di keabadian dalam suatu persekutuan kasih yang besar. Sesungguhnya
dunia tercipta oleh karena cinta Allah -khususnya kepada ciptaan-Nya yang
disebut manusia. Demikian pula peradaban kita hari ini masih ada oleh karena
kasih karunia Tuhan. Kasih yang sama itu ditanamkan Tuhan dalam kita sehingga
milyaran manusia hari ini digerakkan hidupnya oleh cinta (sekalipun dalam kadar
rendah). Kasih memberi makna bagi keberadaan & gerak kita, alasan utama hingga
kini kita hidup bersama segenap umat manusia. Absennya kasih sama dengan
kehancuran. •Hanya yang mengasihi Tuhan di atas segala-galanya akan
bersama-sama Tuhan selama-lamanya. Ada banyak hal baik di bumi. Hal-hal rohani
seperti iman & pengharapan menghasilkan perbuatan-perbuatan yang luar
biasa. Namun hanya kasih yang dicari & diperlukan bila kita berjumpa muka
dengan Tuhan & berkumpul bersama Dia -saat dimana iman & harap telah
mencapai tujuannya. Biarlah segenap hati kita mencintai Dia, Yang Tiada Taranya
itu, selama-lamanya! Salam revival GBU.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz 105:24 –
TUHAN membuat umat-NYA sangat subur dan menjadikannya lebih kuat dari pada para
lawannya! YESUS sumber BERKAT dan KEKUATANku... DIA sanggup menolong dan
memberkati! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:
Post a Comment