THE END
Mazmur 50:14, “Persembahkanlah
syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang
Mahatinggi!” Ketika kita dilanda kesedihan, pencobaan mudah sekali bagi
kita melupakan semua kebaikan-Nya, perlindunganNya, penyertaan-Nya. Betapa
mudahnya untuk tidak BERSYUKUR kepada Tuhan saat keadaan kita kacau, sedih
bahkan terpuruk. Sebagai anak-anak Tuhan, ingatlah SEGALA HAL yang BAIK yang
sudah Tuhan kerjakan dalam hidup kita & percayalah ada sukacita yang tumbuh
di dalam hati yang penuh ucapan syukur J. Amin! Persembahkan syukur kita
sebagai KORBAN atau pemberian kita kepadaNya: sebagai bentuk KASIH dan
perbuatan kita, sebagai JANJI IMAN kita kepadaNya J. Sudahkah kita persembahkan rasa
syukur kita sebagai “korban” kepada Tuhan?? Baik puji-pujian kita? Pelayanan
kita? Persembahan keuangan kita? J
Bp.
Gunadi Cahyono
Karena: memberi
adalah ciri khas Kristus. Memberi adalah kunci dan proses untuk menerima.
Menabur (memberi) di segala musim. Paradigma: Take and Give, kita rubah
menjadi: Give and Receive. Memberi bukan monopoli orang kaya, kitapun bisa
asalkan kita mau, memberi senyum dapat senyum, memberi hormat balik hormat,
dll... Amin.
Worship
Center Surabaya
Dari urutan
pertumbuhan rohani yang dituliskan rasul Petrus bagi jemaat Tuhan yang menerima
surat-surat rasulinya (2 Petrus 1:5-7), tahap ke-7 adalah kasih akan
saudara-saudara yang lalu ditutup sebagai puncaknya oleh kasih akan semua
orang. Dimulai dengan iman, diakhiri dengan kasih yang terus bertambah besar.
Kasih adalah tujuan akhir dalam hubungan & pengiringan kita pada
Juruselamat. Tanpa kasih, iman kita belumlah iman sejati. Kasih ialah praktek
iman. Bukti bahwa iman kita hidup, menyelamatkan (karena menerima kasih karunia
Tuhan) & mengubahkan (karena melangkah setiap hari dalam pimpinan Roh Kudus
yang tak terlihat itu). Tanpa kasih, iman bisa menyimpang & takkan lama
bertahan (1 Kor 13:2). Oleh kasih, iman & pengharapan kita makin kuat &
bergelora. Saat tingkat kesalehan telah tergapai, Roh yang bekerja dalam kita
akan mengerjakan kasih. Kesalehan tanpa kasih cenderung berujung pada agamawi.
Sedangkan kasih yang mendahului kesalehan belum merupakan kasih yang matang
& sejati tapi sarat emosi yang bersumber sifat manusiawi. Kesalehan harus
berlanjut dalam praktek-praktek kasih -yang sejati & nyata. Untuk
menyatakan kasih itulah seluruh pertumbuhan rohani itu dimaksudkan. Seluruh
bangunan kerohanian kita disempurnakan dalam perbuatan-perbuatan kasih.
Pertama-tama, itu haruslah berupa kasih akan saudara-saudara. Kasih yang
ditunjukkan di antara saudara-saudara seiman, sesama anggota keluarga Allah.
Rasul Yohanes yang dikenal sebagai rasul kasih, tanpa ragu, menyatakan supaya
“...kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang
yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah” (1 Yoh 4:7). Kasih pada
saudara ini pulalah yang disebut menjadi ciri pembeda apakah kita anak-anak
Allah atau anak-anak iblis (1 Yoh.3:10). Kerohanian yang benar & sejati
ditandai dengan praktek-praktek nyata kasih ilahi di antara para saudara. Jika
ini tak didapati, kita perlu menguji kerohanian kita. Secara pribadi maupun
komunitas kita. Dapatkah Anda menyebutkan praktek kasih yang telah Anda lakukan
pada saudara-saudara seiman? Salam revival! GBU.
Xavier
Quentin Pranata
“Seringkali
justru terlalu santai yang bisa membunuh kita, bukan kesibukan.” Xavier Quentin
Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Sabtu, 2 April 2016. Berakhir di Kuburan? Karena hari itu hari persiapan orang
Yahudi, sedangkan kubur itu tidak jauh letaknya, maka mereka meletakkan mayat
Yesus di situ (Yohanes 19:42). Setelah mengebumikan seorang anggota jemaat,
kami berhenti di sebuah makam baru. Beberapa minggu sebelumnya, seorang gadis
berumur dua puluh tahunan dikubur di sana. Orang mungkin mengira betapa
malangnya gadis itu. Namun, mereka yang mengenalnya akan bercerita dengan
sukacita. Gadis itu lahir dalam keluarga non-Kristen. Ia sakit parah
bertahun-tahun. Lalu tim dari gereja kami melayaninya sehingga ia percaya
Yesus. Ia tetap sakit, tetapi selalu bersukacita. Ia pun meninggal dengan
tenang. Orangtuanya sangat terkesan dengan iman putri mereka sehingga beberapa
minggu kemudian, mereka meminta agar dibuka pos kebaktian di rumah mereka.
Mereka hendak belajar tentang Alkitab. Ketika Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus
menguburkan mayat Yesus, murid-murid mengira kisah Yesus sudah berakhir. Semua
pengajaran dan tanda ajaib-Nya selama ini akan menjadi kenangan. Kuburan itu
menelan semua harapan mereka. Mereka tidak menyadari Allah sedang bekerja di
balik semua itu. Dia seperti tukang tenun yang telah menetapkan sebuah pola
yang sempurna. Manusia tidak selalu memahami-Nya. Bahkan ketika Dia seolah
tidak berbuat apa-apa, sebenarnya Dia sedang bekerja. Dia sedang menggenapi
rencana-Nya untuk keselamatan umat manusia. Apakah Anda sedang merasa Allah
berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa dalam hidup Anda? Apakah Anda merasa
segalanya telah berakhir dan tidak ada pengharapan? Tetaplah percaya kepada-Nya
dan belajarlah mengerti rencana-Nya: Dia selalu merancangkan yang terbaik untuk
Anda —HT. BAHKAN DALAM DIAM DAN KEHENINGAN, ALLAH SEDANG BEKERJA. Selamat pagi.
Selamat menikmati hari yang baru. Tuhan Yesus memberkati.
Ibu
Rita – PKS CL 8
Pada dasarnya
manusia itu tidak bisa berterima kasih atau bersyukur. Buktinya, anak kecil
kalau dikasih sesuatu harus diajari bilang terima kasih. Bukan dengan
sendirinya dia bisa langsung bilang terima kasih. Kadang kita kalau mendapat
sesuatu juga lupa untuk bilang terima kasih. Bahkan karena kita merasa
pemberian itu tidak kita perlukan membuat kita tidak memperhatikan pemberian
itu. Padahal Tuhan sudah memberi semua kebutuhan kita yang terutama yaitu
oksigen, kesehatan, hidup. Tapi kadang kita lupa berterima kasih untuk itu
semua. Kayaknya semua itu biasa-biasa aja buat kita. Pagi ini kita diingatkan
untuk bersyukur untuk segala sesuatu yang sudah kita terima. Kalau kita merasa
tidak ada yang bisa disyukuri, carilah...!! Pasti ada yang bisa membuat kita
mengucap syukur untuk hari ini. Nafas, oksigen yang bisa membuat tubuh kita
hidup dan merasakan kebaikan Tuhan hari ini. Amin...
Tante
Elisabeth – NTT
Percayakan
orang-orang yang membawa gosip, orang-orang yang iri hatinya penuh dengan
gosip. Kita baca Amsal pasal 1 sampai dengan pasal 31. Melatih diri kita
betul-betul hidup dalam kebenaran. Ujilah aku Tuhan, apakah orang yang
bersangkutan berkompeten? Dan Tuhan akan bukakan kebenaran agar hidup kita
berkompeten. Amsal 18:21. Bagaimana kita menghindari segala gosip? Kita harus
menjadi pola firman, dan pola hikmat Tuhan, kita memengang firman Tuhan dan
berhikmat. Amsal 20:19, “Siapa mengumpat membuka rahasia, sebab itu janganlah
engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut.” Amin. Happy weekend. JBU All.
Bp.
Sutikno – PT. MDU
ORANG YANG
MENYUKAI HIDUP MENGINGINI UMUR PANJANG. MAZMUR 34:11-15, “Jagalah lidahmu terhadap
yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; jauhilah yang jahat
dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!
(ay 14-15).” Banyak orang berusaha untuk dapat hidup berumur panjang dengan
upaya pola hidup sehat misalnya dengan berolah raga, makan makanan bergizi,
banyak minum air putih, istirahat cukup, tidak stres dan upaya-upaya lainnya.
Firman Tuhan ini mengajarkan kita bagaimana mendapatkan umur panjang yaitu: (1)
Mencari Tuhan (ay 11). Carilah Tuhan dengan rajin baca firman Tuhan,
mendahulukan Tuhan, mendengar suara Tuhan dan taat. Orang yang mencari Tuhan
tidak kekurangan sesuatupun yang baik, karena Tuhan memelihara hidupnya,
kesehatannya, kekuatannya, ekonominya... (2) Takut akan Tuhan (ay 12). Takut akan
Tuhan berarti hormat pada Tuhan dan memuliakan Tuhan. Kalau hidup kita berhasil
maka kemuliaan hanya untuk Tuhan. Baca Yeremia 9:23-24. (3) Jaga lidah terhadap
yang jahat (ay 14). Menjaga lidah terhadap yang jahat sama dengan menguasai
diri. Orang yang menguasai diri menjadi sabar dan bijaksana sehingga dapat
berbicara dengan lemah lembut dan baik. Sahabatku, marilah kita mencari Tuhan,
takutlah akan Tuhan dan jagalah lidah kita terhadap yang jahat supaya kita
hidup dengan umur panjang dan menikmati yang baik. MENGUASAI ORANG LAIN HAL
BIASA TAPI MENGUASAI DIRI SENDIRI SESUATU YANG SULIT. TETAP SEMANGAT !! NEVER
GIVE UP...!! TUHAN MEMBERKATI.

No comments:
Post a Comment