Saturday, 2 April 2016

2 April 2016



THE END




Mazmur 50:14, “Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi!” Ketika kita dilanda kesedihan, pencobaan mudah sekali bagi kita melupakan semua kebaikan-Nya, perlindunganNya, penyertaan-Nya. Betapa mudahnya untuk tidak BERSYUKUR kepada Tuhan saat keadaan kita kacau, sedih bahkan terpuruk. Sebagai anak-anak Tuhan, ingatlah SEGALA HAL yang BAIK yang sudah Tuhan kerjakan dalam hidup kita & percayalah ada sukacita yang tumbuh di dalam hati yang penuh ucapan syukur J. Amin! Persembahkan syukur kita sebagai KORBAN atau pemberian kita kepadaNya: sebagai bentuk KASIH dan perbuatan kita, sebagai JANJI IMAN kita kepadaNya J. Sudahkah kita persembahkan rasa syukur kita sebagai “korban” kepada Tuhan?? Baik puji-pujian kita? Pelayanan kita? Persembahan keuangan kita? J

Bp. Gunadi Cahyono
Karena: memberi adalah ciri khas Kristus. Memberi adalah kunci dan proses untuk menerima. Menabur (memberi) di segala musim. Paradigma: Take and Give, kita rubah menjadi: Give and Receive. Memberi bukan monopoli orang kaya, kitapun bisa asalkan kita mau, memberi senyum dapat senyum, memberi hormat balik hormat, dll... Amin.

Worship Center Surabaya
Dari urutan pertumbuhan rohani yang dituliskan rasul Petrus bagi jemaat Tuhan yang menerima surat-surat rasulinya (2 Petrus 1:5-7), tahap ke-7 adalah kasih akan saudara-saudara yang lalu ditutup sebagai puncaknya oleh kasih akan semua orang. Dimulai dengan iman, diakhiri dengan kasih yang terus bertambah besar. Kasih adalah tujuan akhir dalam hubungan & pengiringan kita pada Juruselamat. Tanpa kasih, iman kita belumlah iman sejati. Kasih ialah praktek iman. Bukti bahwa iman kita hidup, menyelamatkan (karena menerima kasih karunia Tuhan) & mengubahkan (karena melangkah setiap hari dalam pimpinan Roh Kudus yang tak terlihat itu). Tanpa kasih, iman bisa menyimpang & takkan lama bertahan (1 Kor 13:2). Oleh kasih, iman & pengharapan kita makin kuat & bergelora. Saat tingkat kesalehan telah tergapai, Roh yang bekerja dalam kita akan mengerjakan kasih. Kesalehan tanpa kasih cenderung berujung pada agamawi. Sedangkan kasih yang mendahului kesalehan belum merupakan kasih yang matang & sejati tapi sarat emosi yang bersumber sifat manusiawi. Kesalehan harus berlanjut dalam praktek-praktek kasih -yang sejati & nyata. Untuk menyatakan kasih itulah seluruh pertumbuhan rohani itu dimaksudkan. Seluruh bangunan kerohanian kita disempurnakan dalam perbuatan-perbuatan kasih. Pertama-tama, itu haruslah berupa kasih akan saudara-saudara. Kasih yang ditunjukkan di antara saudara-saudara seiman, sesama anggota keluarga Allah. Rasul Yohanes yang dikenal sebagai rasul kasih, tanpa ragu, menyatakan supaya “...kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah” (1 Yoh 4:7). Kasih pada saudara ini pulalah yang disebut menjadi ciri pembeda apakah kita anak-anak Allah atau anak-anak iblis (1 Yoh.3:10). Kerohanian yang benar & sejati ditandai dengan praktek-praktek nyata kasih ilahi di antara para saudara. Jika ini tak didapati, kita perlu menguji kerohanian kita. Secara pribadi maupun komunitas kita. Dapatkah Anda menyebutkan praktek kasih yang telah Anda lakukan pada saudara-saudara seiman? Salam revival! GBU.

Xavier Quentin Pranata
“Seringkali justru terlalu santai yang bisa membunuh kita, bukan kesibukan.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 2 April 2016. Berakhir di Kuburan? Karena hari itu hari persiapan orang Yahudi, sedangkan kubur itu tidak jauh letaknya, maka mereka meletakkan mayat Yesus di situ (Yohanes 19:42). Setelah mengebumikan seorang anggota jemaat, kami berhenti di sebuah makam baru. Beberapa minggu sebelumnya, seorang gadis berumur dua puluh tahunan dikubur di sana. Orang mungkin mengira betapa malangnya gadis itu. Namun, mereka yang mengenalnya akan bercerita dengan sukacita. Gadis itu lahir dalam keluarga non-Kristen. Ia sakit parah bertahun-tahun. Lalu tim dari gereja kami melayaninya sehingga ia percaya Yesus. Ia tetap sakit, tetapi selalu bersukacita. Ia pun meninggal dengan tenang. Orangtuanya sangat terkesan dengan iman putri mereka sehingga beberapa minggu kemudian, mereka meminta agar dibuka pos kebaktian di rumah mereka. Mereka hendak belajar tentang Alkitab. Ketika Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus menguburkan mayat Yesus, murid-murid mengira kisah Yesus sudah berakhir. Semua pengajaran dan tanda ajaib-Nya selama ini akan menjadi kenangan. Kuburan itu menelan semua harapan mereka. Mereka tidak menyadari Allah sedang bekerja di balik semua itu. Dia seperti tukang tenun yang telah menetapkan sebuah pola yang sempurna. Manusia tidak selalu memahami-Nya. Bahkan ketika Dia seolah tidak berbuat apa-apa, sebenarnya Dia sedang bekerja. Dia sedang menggenapi rencana-Nya untuk keselamatan umat manusia. Apakah Anda sedang merasa Allah berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa dalam hidup Anda? Apakah Anda merasa segalanya telah berakhir dan tidak ada pengharapan? Tetaplah percaya kepada-Nya dan belajarlah mengerti rencana-Nya: Dia selalu merancangkan yang terbaik untuk Anda —HT. BAHKAN DALAM DIAM DAN KEHENINGAN, ALLAH SEDANG BEKERJA. Selamat pagi. Selamat menikmati hari yang baru. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Rita – PKS CL 8
Pada dasarnya manusia itu tidak bisa berterima kasih atau bersyukur. Buktinya, anak kecil kalau dikasih sesuatu harus diajari bilang terima kasih. Bukan dengan sendirinya dia bisa langsung bilang terima kasih. Kadang kita kalau mendapat sesuatu juga lupa untuk bilang terima kasih. Bahkan karena kita merasa pemberian itu tidak kita perlukan membuat kita tidak memperhatikan pemberian itu. Padahal Tuhan sudah memberi semua kebutuhan kita yang terutama yaitu oksigen, kesehatan, hidup. Tapi kadang kita lupa berterima kasih untuk itu semua. Kayaknya semua itu biasa-biasa aja buat kita. Pagi ini kita diingatkan untuk bersyukur untuk segala sesuatu yang sudah kita terima. Kalau kita merasa tidak ada yang bisa disyukuri, carilah...!! Pasti ada yang bisa membuat kita mengucap syukur untuk hari ini. Nafas, oksigen yang bisa membuat tubuh kita hidup dan merasakan kebaikan Tuhan hari ini. Amin...

Tante Elisabeth – NTT
Percayakan orang-orang yang membawa gosip, orang-orang yang iri hatinya penuh dengan gosip. Kita baca Amsal pasal 1 sampai dengan pasal 31. Melatih diri kita betul-betul hidup dalam kebenaran. Ujilah aku Tuhan, apakah orang yang bersangkutan berkompeten? Dan Tuhan akan bukakan kebenaran agar hidup kita berkompeten. Amsal 18:21. Bagaimana kita menghindari segala gosip? Kita harus menjadi pola firman, dan pola hikmat Tuhan, kita memengang firman Tuhan dan berhikmat. Amsal 20:19, “Siapa mengumpat membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut.” Amin. Happy weekend. JBU All.

Bp. Sutikno – PT. MDU
ORANG YANG MENYUKAI HIDUP MENGINGINI UMUR PANJANG. MAZMUR 34:11-15, “Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya! (ay 14-15).” Banyak orang berusaha untuk dapat hidup berumur panjang dengan upaya pola hidup sehat misalnya dengan berolah raga, makan makanan bergizi, banyak minum air putih, istirahat cukup, tidak stres dan upaya-upaya lainnya. Firman Tuhan ini mengajarkan kita bagaimana mendapatkan umur panjang yaitu: (1) Mencari Tuhan (ay 11). Carilah Tuhan dengan rajin baca firman Tuhan, mendahulukan Tuhan, mendengar suara Tuhan dan taat. Orang yang mencari Tuhan tidak kekurangan sesuatupun yang baik, karena Tuhan memelihara hidupnya, kesehatannya, kekuatannya, ekonominya... (2) Takut akan Tuhan (ay 12). Takut akan Tuhan berarti hormat pada Tuhan dan memuliakan Tuhan. Kalau hidup kita berhasil maka kemuliaan hanya untuk Tuhan. Baca Yeremia 9:23-24. (3) Jaga lidah terhadap yang jahat (ay 14). Menjaga lidah terhadap yang jahat sama dengan menguasai diri. Orang yang menguasai diri menjadi sabar dan bijaksana sehingga dapat berbicara dengan lemah lembut dan baik. Sahabatku, marilah kita mencari Tuhan, takutlah akan Tuhan dan jagalah lidah kita terhadap yang jahat supaya kita hidup dengan umur panjang dan menikmati yang baik. MENGUASAI ORANG LAIN HAL BIASA TAPI MENGUASAI DIRI SENDIRI SESUATU YANG SULIT. TETAP SEMANGAT !! NEVER GIVE UP...!! TUHAN MEMBERKATI.

No comments:

Post a Comment