Tuesday, 5 April 2016

5 April 2016



THE END




Memberi dengan Tulus. 2 Korintus 9:7, “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.” Belajar “memberi” dengan tulus/RELA HATI  akan menolong kita untuk selalu bersyukur agar kita tidak lupa bahwa DIA-lah Sang Pemilik hidup kita (DIalah yang akan mencukupkan segala kebutuhan kita). Amin. Belajar “memberi” dengan tulus itu = belajar TAAT, kiranya Tuhan yang menolong kita untuk memiliki HATI yang TAAT, HATI yang TULUS. (Kisah seorang Janda yang memberi 2 keping/peser uang perak dalam Markus 12:42-44) jumlah pemberiannya kecil dimata manusia, namun Tuhan melihat sampai kedalaman hati: Tuhan tahu siapa yang benar-benar memberi dengan tulus. Miliki hati yang sungguh mencintai & mengandalkan DIA sehingga pemberian kita mengalir dari hati yang tulus karena kita mau men-TAAT-i firmanNya & melakukan-Nya dengan sukacita. Amin.

Sahabat Hwa Ind – Malang
SAAT KITA MEMILIKI SAHABAT. Persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga. Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya. Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu di dalam hatimu, & akan menyanyikan kembali tatkala kamu lupa akan bait-baitnya. Rasa hormat tidak selalu membawa kepada Persahabatan, tapi jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain, namun menyesallah jika orang tersebut menyesal bertemu denganmu. Bersahabat dengan orang yang suka membela kebenaran; Dialah hiasan di kala kamu senang & perisai di waktu kamu susah. Lebih baik bersahabat dengan orang Sederhana yang Bersih Pikiran & Kelakuannya, daripada bersahabat dengan seorang Pandai yang Curang & Jahat Pikirannya.Kamu tak akan pernah memiliki seorang sahabat, jika kamu mengharapkan seseorang tanpa kesalahan; Karena semua manusia itu baik kalau kamu bisa melihat kebaikannya, & menyenangkan kalau kamu bisa melihat keunikannya, tapi semua manusia itu akan buruk & membosankan kalau kamu tidak bisa melihat keduanya. Punya sahabat baik adalah Mimpi yang di rindukan siapapun, karena sahabat baik itu ibarat Emas yang akan Berkilau selamanya. Sahabat baik bagaikan Jodoh yang bisa bergandengan Selamanya. Seorang Sahabat itu kadang harus seperti bintang di langit yang tetap kelihatan & selalu mengawasi kita. Sahabat baik adalah ibarat jalan yang makin di jalani akan makin terang. Sahabat baik adalah Harta & Berkat yang tak ada Batasnya. Sahabat adalah tangan TUHAN untuk menjaga kita. “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu,
dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran” (Amsal 17:17).

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Markus 9:23b – Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya! Tidak ada yang tidak bisa, bersama YESUS pasti bisa! Tidak ada jalan buntu, YESUS pasti beri jalan keluar. Pasti sekarang kita alami mujizat! ASAL PERCAYA (pasti). Ada YESUS dalam hidup kita sebab YESUS sumber MUJIZAT! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Xavier Quentin Pranata
“Memangkas kebiasaan buruk jauh lebih penting ketimbang rambut yang gondrong.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 5 April 2016. BABAK BARU. Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih (Galatia 5:13). Fena, seorang murid Sekolah Minggu, punya pengandaian yang menarik. Bila ditanya sesuatu, jawabannya sering mengandung perbandingan yang membingungkan. Umpamanya, “Bukunya tebal sih, Om, tapi tipis” atau “Tempatnya jauh, tapi dekat.” Belakangan kami memahami bahwa Fena membandingkan dua hal itu untuk menunjukkan bahwa ia dapat mengatasi masalah yang ada. Tempatnya jauh, tetapi karena bersama dengan keluarga terasa dekat. Bukunya tebal, tetapi karena isinya menarik jadi terasa tipis. Tuhan kita Yesus Kristus telah menang atas kuasa dosa dan maut. Kematian-Nya di kayu salib mematahkan sengat kuasa dosa itu, yaitu maut (lih. 1 Kor. 15:54-57). Kematian dan kebangkitan-Nya adalah kemenangan atas dosa dan kemerdekaan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Sungguh kita patut mensyukurinya. Namun, kita masih hidup di dunia yang berdosa. Perjuangan untuk hidup menurut identitas sebagai orang yang dipilih masih berlanjut. Orang percaya masih harus berjuang melawan keinginan daging, yang membuatnya bisa hidup kembali dengan cara lama, yaitu menghamba pada dosa. Kita memasuki babak baru dalam perjuangan melawan dosa. Sebagai anak Tuhan, kita diberi kuasa untuk mengalahkan dosa. Roh Kudus akan menolong orang percaya menang atas kuasa dosa itu. Kadang hal ini seperti perbandingan Fena tadi: Sudah, tetapi belum berakhir. Panggilan bagi kita untuk terus tunduk pada keinginan Roh Kudus agar kita bisa mencerminkan dengan sempurna rasa syukur atas keselamatan yang sudah diterima —AAS. KUASA DOSA SUDAH DIKALAHKAN OLEH KRISTUS, TETAPI PERJUANGAN MELAWAN DOSA MASIH BERLANJUT. Selamat pagi. Tuhan Yesus baik. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Rita – PKS CL 8
“Memberi dengan Tulus”. 2 Korintus 9:7, ‘Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.‘ Memberi dengan tulus itu membuat hati kita bersukacita, nggak peduli respon dari orang yang kita beri. Fokus kita cuma kita mau memberi, titik. Jadi... Kalau kita memberi tapi masih berharap ada timbal balik, itu pemberian yang tidak tulus. Ayo kita belajar memberi (apapun itu bukan cuma materi) dengan penuh sukacita tanpa mengharapkan timbal balik. Amin...

Bp. Anto – Citraland
Syalom! Pagi saudaraku. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! (Lukas 13:7). Jangan hanya menuntut hak. Tapi tanggung jawab kita adalah berbuah. Tetap semangat.

Worship Center Surabaya
Kemajuan di segala bidang adalah baik. Modernisasi & teknologi tinggi yang telah dicapai hingga kini merupakan buah keberhasilan potensi manusia yang unggul dibandingkan makhluk ciptaan Tuhan yang lain. Masalahnya, segala pencapaian itu nyatanya tidak mengubah karakter-karakter buruk manusia itu sendiri. Salah satu perilaku negatif yang disebutkan oleh rasul Paulus akan muncul semakin nyata di akhir zaman ialah ‘tidak dapat mengekang diri‘ (2 Tim 3:3). Yaitu sifat ‘tidak dapat dikendalikan atau mengendalikan diri‘, termasuk ‘tidak sabaran‘, ‘kurang penguasaan diri‘ atau ‘tidak mampu menahan diri (untuk melampiaskan amarah)‘. Meskipun banyak orang merasa dirinya dapat menguasai dirinya sendiri, fakta peristiwa yang terjadi di sekitar kita membuktikan sebaliknya. Dengan mobil yang semakin cepat, orang justru tidak sabar dengan halangan & gangguan berkendara. Dengan segala kemudahan yang ada, sedikit saja pelayanan terasa lambat maka bangkitlah emosi orang. Dengan dihormatinya hak-hak tiap pekerja, tuntutan & protes makin banyak diajukan. Dan seterusnya. Contoh kecil saja. Jalanan kita tidak pernah sepi dengan orang-orang yang begitu mudahnya berlaku seenaknya dalam berkendara, melanggar rambu-rambu & aturan berlalu lintas. Satu insiden kecil dapat memicu perkelahian, saling melukai hingga terjadinya pembunuhan. Belum terhitung bagaimana asal mula terjadinya tindakan-tindakan kriminal keji hanya karena sang pelaku tidak tahan dihina atau menerima satu atau dua kata (yang menyakitkan) saja dari anggota keluarganya. Sungguh mengerikan hidup tanpa campur tangan Tuhan di penghujung zaman ini! Sebagai anak-anak Tuhan kita bukan hanya diperintahkan & diajar menguasai diri namun dipanggil untuk hidup dalam persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui Roh Kudus-Nya yang menuntun kita tiap hari. Oleh kekuatan ilahi itu kita akan menghasilkan penguasaan diri (Gal 5:22-23) dalam kedisiplinan rohani kita (1 Kor 9:27). Yakinkah Anda tidak termasuk tipe orang-orang yang tak mampu menahan diri ini? Salam revival! GBU.

Tante Elisabeth – NTT
Hari-hari ini yang kita dengar bukan segala yang apa kata orang misalnya: di akhir zaman akan terjadi antikris, tapi yang kita harus dengar dan percaya, hanya kuasa realita-Nya. Dan kita bisa melihat seluruh yang ada dalam kitab Wahyu. Dan gunung rumah Tuhan, yang menjulang tinggi kita tidak takut dan percaya antikris, tapi kita harus percaya pewahyuan yang dikaruniakan Allah kepada kita (Wahyu 1:1), kita harus kenal SIAPA KRISTUS dan tidak perluh takut apa yang terjadi. Di akhir zaman yang penting kita fokus dalam kuasa karuniaNya di dalam kerajaan Allah. Betapa pentingnya kuasa Allah dalam hidup ini agar anak cucu kita dapat megenal akan Tuhan dan kebenaranNya. Wahyu 1:13-15; jangan takut dengan apa terjadi di akhir zaman ini tapi pengenalan akan Tuhan yang sehat dan seimbang (Wahyu 1:20-30). Ayat 17, Yohanes melihat kemuliaan Yesus Sang Raja, “Aku adalah yang awal dan yang akhir”. Suara kebenaran dan segala kebenaran mengikuti kita, mencintai Tuhan dan mengikuti realitaNya. Dia hidup dan berkuasa, Dia Raja Damai. Meskipun waktu silih berganti, jangan takut, Tuhan ada di sana. Latih diri saudara kedamaian yang kita rasakan adalah kedaulatan yang sejati, bertahan sampai akhir, Dia Allah yang berkata kepada kita. Saat ini! Kedamaian yang sejati adalah ketenangan dan ketentraman dari dalam hati dan itu semua bukanlah usaha kita. Tapi hasil dari kerajaan Roh Kudus dalam hidup kita. Amin... Selamat sore. JBU All.

No comments:

Post a Comment