THE END
Memberi dengan
Tulus. 2 Korintus 9:7, “Hendaklah
masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati
atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”
Belajar “memberi” dengan tulus/RELA HATI
akan menolong kita untuk selalu bersyukur agar kita tidak lupa bahwa
DIA-lah Sang Pemilik hidup kita (DIalah yang akan mencukupkan segala kebutuhan
kita). Amin. Belajar “memberi” dengan tulus itu = belajar TAAT, kiranya
Tuhan yang menolong kita untuk memiliki HATI yang TAAT, HATI yang TULUS. (Kisah
seorang Janda yang memberi 2 keping/peser uang perak dalam Markus 12:42-44)
jumlah pemberiannya kecil dimata manusia, namun Tuhan melihat sampai kedalaman
hati: Tuhan tahu siapa yang benar-benar memberi dengan tulus. Miliki hati yang
sungguh mencintai & mengandalkan DIA sehingga pemberian kita mengalir dari
hati yang tulus karena kita mau men-TAAT-i firmanNya & melakukan-Nya dengan
sukacita. Amin.
Sahabat
Hwa Ind – Malang
SAAT KITA
MEMILIKI SAHABAT. Persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga. Persahabatan sejati
layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya.
Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu di dalam hatimu, & akan
menyanyikan kembali tatkala kamu lupa akan bait-baitnya. Rasa hormat tidak
selalu membawa kepada Persahabatan, tapi jangan pernah menyesal untuk bertemu
dengan orang lain, namun menyesallah jika orang tersebut menyesal bertemu
denganmu. Bersahabat dengan orang yang suka membela kebenaran; Dialah hiasan di
kala kamu senang & perisai di waktu kamu susah. Lebih baik bersahabat
dengan orang Sederhana yang Bersih Pikiran & Kelakuannya, daripada
bersahabat dengan seorang Pandai yang Curang & Jahat Pikirannya.Kamu tak
akan pernah memiliki seorang sahabat, jika kamu mengharapkan seseorang tanpa
kesalahan; Karena semua manusia itu baik kalau kamu bisa melihat kebaikannya, &
menyenangkan kalau kamu bisa melihat keunikannya, tapi semua manusia itu akan
buruk & membosankan kalau kamu tidak bisa melihat keduanya. Punya sahabat
baik adalah Mimpi yang di rindukan siapapun, karena sahabat baik itu ibarat
Emas yang akan Berkilau selamanya. Sahabat baik bagaikan Jodoh yang bisa
bergandengan Selamanya. Seorang Sahabat itu kadang harus seperti bintang di
langit yang tetap kelihatan & selalu mengawasi kita. Sahabat baik adalah
ibarat jalan yang makin di jalani akan makin terang. Sahabat baik adalah Harta
& Berkat yang tak ada Batasnya. Sahabat adalah tangan TUHAN untuk menjaga
kita. “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu,
dan menjadi
seorang saudara dalam kesukaran” (Amsal 17:17).
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Markus 9:23b –
Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya! Tidak ada yang tidak bisa,
bersama YESUS pasti bisa! Tidak ada jalan buntu, YESUS pasti beri jalan keluar.
Pasti sekarang kita alami mujizat! ASAL PERCAYA (pasti). Ada YESUS dalam hidup
kita sebab YESUS sumber MUJIZAT! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Xavier
Quentin Pranata
“Memangkas
kebiasaan buruk jauh lebih penting ketimbang rambut yang gondrong.” Xavier
Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Selasa, 5 April 2016. BABAK BARU. Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil
untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai
kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang
lain oleh kasih (Galatia 5:13). Fena, seorang murid Sekolah Minggu, punya
pengandaian yang menarik. Bila ditanya sesuatu, jawabannya sering mengandung
perbandingan yang membingungkan. Umpamanya, “Bukunya tebal sih, Om, tapi tipis”
atau “Tempatnya jauh, tapi dekat.” Belakangan kami memahami bahwa Fena
membandingkan dua hal itu untuk menunjukkan bahwa ia dapat mengatasi masalah
yang ada. Tempatnya jauh, tetapi karena bersama dengan keluarga terasa dekat.
Bukunya tebal, tetapi karena isinya menarik jadi terasa tipis. Tuhan kita Yesus
Kristus telah menang atas kuasa dosa dan maut. Kematian-Nya di kayu salib
mematahkan sengat kuasa dosa itu, yaitu maut (lih. 1 Kor. 15:54-57). Kematian
dan kebangkitan-Nya adalah kemenangan atas dosa dan kemerdekaan bagi setiap
orang yang percaya kepadaNya. Sungguh kita patut mensyukurinya. Namun, kita
masih hidup di dunia yang berdosa. Perjuangan untuk hidup menurut identitas
sebagai orang yang dipilih masih berlanjut. Orang percaya masih harus berjuang
melawan keinginan daging, yang membuatnya bisa hidup kembali dengan cara lama,
yaitu menghamba pada dosa. Kita memasuki babak baru dalam perjuangan melawan
dosa. Sebagai anak Tuhan, kita diberi kuasa untuk mengalahkan dosa. Roh Kudus
akan menolong orang percaya menang atas kuasa dosa itu. Kadang hal ini seperti
perbandingan Fena tadi: Sudah, tetapi belum berakhir. Panggilan bagi kita untuk
terus tunduk pada keinginan Roh Kudus agar kita bisa mencerminkan dengan
sempurna rasa syukur atas keselamatan yang sudah diterima —AAS. KUASA DOSA
SUDAH DIKALAHKAN OLEH KRISTUS, TETAPI PERJUANGAN MELAWAN DOSA MASIH BERLANJUT.
Selamat pagi. Tuhan Yesus baik. Tuhan Yesus memberkati.
Ibu
Rita – PKS CL 8
“Memberi dengan
Tulus”. 2 Korintus 9:7, ‘Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan
hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi
orang yang memberi dengan sukacita.‘ Memberi dengan tulus itu membuat hati kita
bersukacita, nggak peduli respon dari orang yang kita beri. Fokus kita cuma
kita mau memberi, titik. Jadi... Kalau kita memberi tapi masih berharap ada
timbal balik, itu pemberian yang tidak tulus. Ayo kita belajar memberi (apapun
itu bukan cuma materi) dengan penuh sukacita tanpa mengharapkan timbal balik.
Amin...
Bp.
Anto – Citraland
Syalom! Pagi
saudaraku. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun
aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya.
Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! (Lukas
13:7). Jangan hanya menuntut hak. Tapi tanggung jawab kita adalah berbuah.
Tetap semangat.
Worship
Center Surabaya
Kemajuan di
segala bidang adalah baik. Modernisasi & teknologi tinggi yang telah
dicapai hingga kini merupakan buah keberhasilan potensi manusia yang unggul
dibandingkan makhluk ciptaan Tuhan yang lain. Masalahnya, segala pencapaian itu
nyatanya tidak mengubah karakter-karakter buruk manusia itu sendiri. Salah satu
perilaku negatif yang disebutkan oleh rasul Paulus akan muncul semakin nyata di
akhir zaman ialah ‘tidak dapat mengekang diri‘ (2 Tim 3:3). Yaitu sifat ‘tidak
dapat dikendalikan atau mengendalikan diri‘, termasuk ‘tidak sabaran‘, ‘kurang
penguasaan diri‘ atau ‘tidak mampu menahan diri (untuk melampiaskan amarah)‘.
Meskipun banyak orang merasa dirinya dapat menguasai dirinya sendiri, fakta
peristiwa yang terjadi di sekitar kita membuktikan sebaliknya. Dengan mobil yang
semakin cepat, orang justru tidak sabar dengan halangan & gangguan
berkendara. Dengan segala kemudahan yang ada, sedikit saja pelayanan terasa
lambat maka bangkitlah emosi orang. Dengan dihormatinya hak-hak tiap pekerja,
tuntutan & protes makin banyak diajukan. Dan seterusnya. Contoh kecil saja.
Jalanan kita tidak pernah sepi dengan orang-orang yang begitu mudahnya berlaku
seenaknya dalam berkendara, melanggar rambu-rambu & aturan berlalu lintas.
Satu insiden kecil dapat memicu perkelahian, saling melukai hingga terjadinya
pembunuhan. Belum terhitung bagaimana asal mula terjadinya tindakan-tindakan
kriminal keji hanya karena sang pelaku tidak tahan dihina atau menerima satu
atau dua kata (yang menyakitkan) saja dari anggota keluarganya. Sungguh
mengerikan hidup tanpa campur tangan Tuhan di penghujung zaman ini! Sebagai
anak-anak Tuhan kita bukan hanya diperintahkan & diajar menguasai diri
namun dipanggil untuk hidup dalam persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui
Roh Kudus-Nya yang menuntun kita tiap hari. Oleh kekuatan ilahi itu kita akan
menghasilkan penguasaan diri (Gal 5:22-23) dalam kedisiplinan rohani kita (1
Kor 9:27). Yakinkah Anda tidak termasuk tipe orang-orang yang tak mampu menahan
diri ini? Salam revival! GBU.
Tante
Elisabeth – NTT
Hari-hari ini
yang kita dengar bukan segala yang apa kata orang misalnya: di akhir zaman akan
terjadi antikris, tapi yang kita harus dengar dan percaya, hanya kuasa
realita-Nya. Dan kita bisa melihat seluruh yang ada dalam kitab Wahyu. Dan
gunung rumah Tuhan, yang menjulang tinggi kita tidak takut dan percaya
antikris, tapi kita harus percaya pewahyuan yang dikaruniakan Allah kepada kita
(Wahyu 1:1), kita harus kenal SIAPA KRISTUS dan tidak perluh takut apa yang
terjadi. Di akhir zaman yang penting kita fokus dalam kuasa karuniaNya di dalam
kerajaan Allah. Betapa pentingnya kuasa Allah dalam hidup ini agar anak cucu
kita dapat megenal akan Tuhan dan kebenaranNya. Wahyu 1:13-15; jangan takut
dengan apa terjadi di akhir zaman ini tapi pengenalan akan Tuhan yang sehat dan
seimbang (Wahyu 1:20-30). Ayat 17, Yohanes melihat kemuliaan Yesus Sang Raja,
“Aku adalah yang awal dan yang akhir”. Suara kebenaran dan segala kebenaran
mengikuti kita, mencintai Tuhan dan mengikuti realitaNya. Dia hidup dan
berkuasa, Dia Raja Damai. Meskipun waktu silih berganti, jangan takut, Tuhan
ada di sana. Latih diri saudara kedamaian yang kita rasakan adalah kedaulatan
yang sejati, bertahan sampai akhir, Dia Allah yang berkata kepada kita. Saat
ini! Kedamaian yang sejati adalah ketenangan dan ketentraman dari dalam hati
dan itu semua bukanlah usaha kita. Tapi hasil dari kerajaan Roh Kudus dalam
hidup kita. Amin... Selamat sore. JBU All.

No comments:
Post a Comment