THE END
Melakukan
KehendakNya. Matius 7:21-23, “21Bukan
setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan
Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 22Pada
hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami
bernubuat demi nama- Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak
mujizat demi nama-Mu juga? 23Pada waktu itulah Aku akan berterus
terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari
pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Amin. Yesus dengan tegas
mengajarkan bahwa melaksanakan kehendak BAPA-Nya yang di surga merupakan suatu
syarat untuk masuk kerajaan surga. Kehendak BAPA itu adalah: apa yang BAIK,
yang BERKENAN kepada Allah dan yang SEMPURNA (Roma 12:2b). Yesus juga dengan
tegas menyatakan bahwa keberhasilan dalam pelayanan (bernubuat, mengusir setan,
bahkan mengadakan mujizat) bukan merupakan standard untuk menilai hubungan
mereka dengan Kristus, bisa jadi
sesungguhnya Kristus tidak pernah mengenal mereka L. Bagaimana dengan kita?? Apakah kita
sudah melakukan kehendak BAPA?? Sehingga DIA MENGENAL kita??
Xavier
Quentin Pranata
“Boss menyuruh
kita bekerja, sedangkan atasan mengajak kita melakukan pekerjaan bersama-sama.”
Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Senin, 11 April 2016. Saya Doakan Ya. Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika
tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari
si jahat (Matius 5:37). “Tolong bantu doa, ya.” Kata-kata semacam ini sering
terdengar saat kita berhadapan dengan saudara seiman yang sedang mengalami
musibah atau kejadian tidak menyenangkan. Reaksi paling umum yang ditemui
adalah anggukan kepala atau sekadar jawaban singkat, “Iya.” Namun, yang menjadi
pertanyaan, seberapa sering kita benar-benar mendoakan orang tersebut? Dari
pengalaman pribadi, saya sering menemukan orang-orang—termasuk saya
sendiri—yang katanya akan mendoakan, ternyata tidak melakukannya. Tentu saja,
ada banyak juga yang benar-benar mendoakan. Yang menjadi masalah bukan
mendoakan atau tidak, melainkan integritas kita sebagai orang Kristen. Dari
sekian banyak definisi tentang integritas, salah satunya adalah “bisa
dipercaya”. Dari contoh kasus sederhana di atas tentang mendoakan, kita bisa
menilai diri sendiri apakah kita termasuk orang yang berintegritas atau tidak.
Memang orang yang meminta bantuan doa kita tidak akan tahu dan biasanya juga tidak
akan mengecek apakah kita benar-benar mendoakannya atau tidak. Tetapi, Tuhan
tahu. Masalah integritas ini memang tidak akan berpengaruh pada keselamatan
kita, tetapi akan berpengaruh pada kualitas hidup kita. Kualitas hidup yang
baik akan menjadi kesaksian yang berbicara lebih kuat daripada perkataan
belaka. Apakah kita rindu menjadi saksi yang efektif bagi Yesus? Mulailah dari
hal sederhana, seperti menepati perkataan dan janji kita —DP. KESAKSIAN HIDUP
SESEORANG BISA TERLIHAT DARI CARANYA MENEPATI PERKATAANNYA. Selamat pagi.
Selamat berkarya. Tuhan Yesus memberkati.
Ibu
Caroline – Bandung
SELAMAT KARENA
MENOLONG ORANG LAIN. Filipi 4:5, “Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua
orang. Tuhan sudah dekat!” Seorang pejalan kaki yang mengadakan perjalanan di
malam bersalju yang tebal & dingin dibawah 0 derajat di New England. Ia
begitu lelah & kakinya sudah beku, Ia merasa tidak dapat bergerak lebih
jauh lagi. Hatinya mulai tergoda untuk menyerah & ingin berbaring di atas
salju, tapi ia sadar itu berarti kematian. Sementara ia terus berjuang &
berjalan di atas salju, kakinya terantuk pada sebuah gundukan. Ternyata
gundukan itu adalah tubuh seseorang. Hatinya bergumul antara ditinggal atau
ditolong, tapi tiba-tiba rasa belas kasihan mulai berkobar dalam dirinya. Ia
mulai berjalan berjuang menempuh jalan bersalju sambil membopong orang itu. Di
kejauhan ia melihat cahaya & ia maju terus mendekati cahaya itu. Akhirnya
jatuh rebah tepat di depan pintu rumah orang. Rumah itu adalah milik seorang
petani bersama istrinya & mereka menyeret dua tubuh laki-laki setengah kaku
itu, membawanya ke tempat perapian & menghangatkannya, memberikan makanan,
minuman hangat & tempat tidur. Orang yang ditolong mengucapkan terima kasih
kepada penolongnya karena telah menyelamatkan jiwanya. Pejalan kaki dari New
England ini berkata, “Saat menolong hidup anda sebenarnya saya juga
menyelamatkan hidup saya sendiri, karena tadinya saya juga sebenarnya mau
menyerah.” Pesan moral, setiap usaha & tugas yang dibuat untuk orang lain
sebenarnya justru juga untuk mendatangkan keuntungan bagi diri kita sendiri.
Kalau kita melukai orang lain, maka sebenarnya kita juga melukai diri kita
sendiri. Setiap kita memberkati orang lain, maka kita juga memberkati diri kita
sendiri. Setiap kata simpati yang diucapkan pada orang yang berduka, sering
juga melepaskan simpati pada diri kita sendiri. “Marilah Kita Belajar Berhikmat
& Bijaksana, Agar Kita Dapat Menjadi Saluran Berkat Bagi Orang Lain!!”
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
2 Kor 13:3 –
TUHAN tidak lemah terhadap kamu, melainkan berkuasa di tengah-tengah kamu!
YESUS sumber KEKUATANku, DIA hebat, kita pun pasti dibuat-NYA kuat dan hebat.
Lebih dari pemenang! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Ibu
Rita – PKS CL 8
Bukan kebetulan
kalau firman yang Cik Siu Siang share dan firman yang saya dengar di Sangkakala
bisa sama: Tuhan bukan terkagum-kagum karena melihat pencapaian kita, tapi
Tuhan akan terkagum-kagum melihat iman kita #Pdt.SudiDarma. Jangan terlena oleh
pujian manusia kalau pada akhirnya Tuhan akan menolak kita #Pdt.SudiDarma.
Tuhan Yesus ajaib...
Worship
Center Surabaya
Renungan-renungan
pemazmur adalah contoh & panduan yang mengajar & membentuk kita
memiliki sikap hati yang benar untuk hidup seturut firman Tuhan. Salah satunya
yang dituliskan dalam Mazmur 119:36: “Condongkanlah hatiku kepada
peringatan-peringatan-Mu, dan jangan kepada laba.” Yang dimaksud ‘laba‘, dalam
bahasa aslinya, merujuk kepada keuntungan-keuntungan yang tidak jujur tetapi
makna di dalamnya juga termasuk “segala bentuk keuntungan yang memuaskan
keinginan-keinginan pribadi yang mengutamakan & mementingkan diri.” Mengapa
pemazmur memohonkan yang demikian? •Sebab hidup menjadi pelaku firman &
berbakti kepada Tuhan lebih berguna daripada usaha-usaha pengumpulan
keuntungan-keuntungan di dunia ini. Paulus mengingatkan anak rohaninya,
Timotius, supaya melatih (mendisiplin) diri untuk hidup beribadah pada Tuhan
sebab hal itu mendatangkan manfaat yang besar baik di hidup yang sekarang
maupun yang akan datang (1 Tim.4:7-10). Mencari Kerajaan Allah &
kebenaran-Nya ialah LEBIH UTAMA daripada pengejaran-pengejaran (yang didorong
kekuatiran) akan kebutuhan hidup sehari-hari (Mat.6:33). •Sebab hidup kita
tidak ditentukan untuk selesai di dunia ini saja. Jika kekekalan & Allah
tidak ada, mengejar laba adalah keniscayaan kelangsungan hidup di dunia &
demi anak cucu. Bagi yang sungguh-sungguh percaya & menyadari benar bahwa
Tuhan ada & ada suatu tempat tujuan yang kekal di luar dunia yang sekarang
-inilah perspektif kekekalan- maka yang perlu adalah bagaimana sikap kita pada
Tuhan yang menjadi tujuan akhir berlabuhnya jiwa manusia. Itu sebabnya kita
diajar mengikut & mengasihi Kristus sepenuh hati & jiwa sebab bersama
Dialah kita menjalani keabadian. •Sebab ada harta rohani yang perlu menjadi
sasaran pengejaran kita selama hidup di dunia ini. Untuk apakah orang menimbun
kekayaan materi itu sedangkan ia tidak tahu & tak kuasa memperpanjangkan
usianya sendiri? Tidakkah lebih perlu kita hidup seturut kehendak firman-Nya
sehingga mengumpulkan harta sorgawi yang tak dapat dirusakkan atau hilang itu?
(Mat.6:19-21). Rindu dicondongkan kemanakah hati Anda? Salam revival! GBU.
Tante
Elisabeth – NTT
Ya amin! Yohanes
15:9-17. Kita harus memiliki Roh yang Unggul. Unggul dalam segala hal karena
Tuhan sudah memberikn bagi kita kemampuan untuk memiliki Roh yang unggul itu.
Ayat 10: Unggul dalam kerendahan hati. Ayat 16: Unggul dalam Integritas. Ayat
9-12: Unggul dalam mengasihi. Ayat 12-16: Unggul dalam keberanian. Unggul
adalah kualits terbaik untuk memberi lebih atau lebih banyak dari yang biasanya
atau melebihi standar. Mengapa kita perlu Unggul: 1) Kita perlu memiliki sifat
dan sikap yang unggul artinya sifat atau sikp yang menyenangkan hati Tuhan,
karena Tuhan sudah memberkan kita kemampuan untuk bersikap unggul (kita adalah
benih yang unggul). 2) Kita harus melakukan hal-hal yang unggul artinya apa
yang kita kerjakan itu harus menghasilkan buah dan buah itu tetap (ayat 12).
Kita melakukan hal-hal yang unggul agar kita dapat menunjukkan bahwa Allah kita
adalah Allah yang berkuasa karena orang akan melihat Allah melalui kehidupan
kita. 3) Karena kitalah saksi Kristus maka kita harus mempresentasikan Tuhan
dimana saja. Saat kita berhubungan dengan orang lain kita harus menunjukkan
Tuhan yang ada didalam kita sehingga mereka dapat melihat dan mengalami
karakter Kristus dalam kita. Amin! Selamat malam. JBU All.

No comments:
Post a Comment