Friday, 15 April 2016

15 April 2016




THE END


Melakukan Kehendak BAPA. Matius 7:21, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: ‘Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.‘” Tuhan Yesus dengan tegas mengajarkan bahwa melakukan kehendak BapaNya yang di surga adalah merupakan syarat untuk masuk dalam kerajaan Allah. Kita dimampukan melakukan kehendak Bapa dan menjalankan hidup benar oleh KASIH KARUNIA & kuasa yang terus menerus diberikan kepada kita melalui Kristus (Efesus 2:5), alkitab juga menyatakan bahwa “karena KASIH KARUNIA” kamu diselamatkan oleh IMAN, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah... karena kita buatan Allah (Efesus 2:8-10). Amin. Bagaimana dengan kita, sudahkah kita “melakukan kehendak Bapa”??



Ibu Rita – PKS CL 8
Kemarin di komsel ada yang tanya “"apakah di waktu 7 tahun penyiksaan masih ada orang Kristen yang tertinggal?” Ya jawabannya pasti ada, karena Kristen tidak menjamin apakah dia pengikut Kristus sesungguhnya atau kristen hanya agama. Yang ikut dalam pengangkatan adalah orang-orang KRISTEN yang sesungguhnya. Siapa orang KRISTEN yang sesungguhnya? Mereka adalah orang-orang yang melakukan kehendak Bapa dan terus dekat-dekat dengan Tuhan. Jadi... Kristen bukan jaminan masuk sorga dan ikut dalam pengangkatan. Cuma orang-orang yang benar-benar dikenal Tuhan yang dibawa masuk ke dalam kerajaanNYA. Bagaimana supaya dikenal Tuhan? Hiduplah melekat kepadaNYA, terus berkomunikasi, terus ketemu setiap saat. Apakah kita sudah jadi orang KRISTEN yang sesungguhnya?

Xavier Quentin Pranata
“Saat harapan semakin pupus, mengapa kita tidak mendekat kepada Kristus?” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 15 April 2016. Tegar Tengkuk. Tetapi apabila hakim itu mati, kembalilah mereka berlaku jahat, lebih jahat dari nenek moyang mereka, dengan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya; dalam hal apa pun mereka tidak berhenti dengan perbuatan dan kelakuan mereka yang tegar itu (Hakim-Hakim 2:19). Menurut legenda, Li Bai, sastrawan Tiongkok, ketika kecil pemalas. Ia menertawakan seorang nenek yang setiap hari menggosok sebatang besi tanpa henti untuk membuat jarum. Betapa bodoh, pikirnya. Ketika ia bertanya, nenek itu menjawab, “Memang, ini masih batangan besi, namun kalau aku menggosoknya tiap hari, terus-menerus, nantinya akan semakin kecil dan menjadi jarum. Begitu juga dengan belajar. Kau harus bersusah payah dalam waktu lama sebelum memperoleh hasilnya.” Jawaban nenek itu menyadarkan Li Bai. Orang yang tekun dan teguh hatinya tidak mudah goyah walaupun keadaan sekitar tidak mendukung. Sayang, orang Israel tidak tekun dan tidak teguh hati dalam mengikuti Tuhan dan firman-Nya. Setelah Yosua mati, hati mereka mudah sekali berubah. Mereka berbalik menyembah Baal dan melupakan Tuhan yang begitu baik kepada mereka. Meski demikian, kasih karunia Tuhan terus bertambah. Dengan sabar, Tuhan mengutus nabi-nabi-Nya untuk menolong mereka. Tapi begitu nabi itu mati, hati mereka kembali berubah. Mereka gampang terpengaruh untuk kembali berbuat jahat dan melupakan Tuhan. Keadaan itu terus berulang. Hati kita mudah berubah. Saat ditimpa beban berat, kita ingat untuk mencari pertolongan Tuhan. Tapi saat perjalanan hidup mulus, secepat kilat hati kita bisa berubah dan merasa tak lagi membutuhkan-Nya. Meski demikian, Tuhan tetap melimpahkan kasih karunia-Nya dan menolong kita. Didikan pun tak jarang diberikan-Nya dengan harapan agar kita tekun dan teguh —SYS. TUHAN TIDAK MENYERAH TERHADAP KITA, AGAR KITA PUN TIDAK MENYERAH UNTUK BELAJAR MENGENAL DIA. Selamat pagi. Bersyukur selalu. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Caroline – Bandung
Jangan pernah menghianati empat hal dalam hidupmu: A. kepercayaan/amanat. B. Janji. C. Hubungan.  D. Hati/ perasaan. Karena, ketika mereka dikhianati, hanya rasa sakitlah yang tersisa. »Charles« Ulangan 28:47, “Karena engkau tidak mau menjadi hamba kepada TUHAN, Allahmu, dengan sukacita dan gembira hati walaupun kelimpahan akan segala-galanya, maka dengan menanggung lapar dan haus, dengan telanjang dan kekurangan akan segala-galanya engkau akan menjadi hamba kepada musuh yang akan disuruh TUHAN melawan engkau. Ia akan membebankan kuk besi ke atas tengkukmu, sampai engkau dipunahkan-Nya.” Masing-masing kita tentunya memiliki pengalaman yang unik sewaktu dipilih Tuhan menjadi orang percaya, ada rasa bangga dan sukacita sebab kita terpilih menjadi anak anak Tuhan. Disaat saat seperti itu semua yang kita miliki jadi tidak berharga, sebab kemuliaan yang Tuhan berikan pada kita jauh lebih berarti dari apapun yang ada dalam dunia ini. Seluruh tubuh, roh dan jiwa kita begitu rindu ingin melayani Dia, sebagai hamba Tuhan yang mempersembahkan korban ucapan syukur kepadaNya. Saat ini semua kita sudah menerima pemulihan, berkat dan kesehatan, jangan abaikan kepercayaan dan amanat dari Tuhan, bukankah kita semua sudah berjanji kepadaNya? Jangan lukai hati dan perasaan Tuhan, bangunlah hubungan yang lebih intim lagi, sebab kita diciptakan untuk melayani Dia, menjadi hambaNya yang setia dan taat melakukan segala perintah perintah. Selamat pagi.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Ul 1:29-30 – Janganlah gemetar dan takut kepada mereka, TUHAN, ALLAHmu, yang berjalan di depanmu, DIAlah yang akan berperang untukmu! Kita pasti menang bersama YESUS. Ayoo jangan ragu. Percaya aja! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Bp. Anto – Citraland
Renungan pagi. 15 April 2016. Terbang di Udara. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit —Matius 10:31. Alangkah melegakan ketika menyadari bahwa Allah yang peduli kepada kita tidak pernah kehilangan jejak kita. Yesus bahkan berkata bahwa tidak seekor pun burung pipit “akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu... Sebab itu janganlah kamu takut; karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit” (Mat. 10:29-31). Ketika kita sedang berada dalam keadaan yang sulit, rasa takut dapat menyebabkan kita bertanya-tanya apakah Allah menyadari keadaan kita. Perkataan Yesus meyakinkan kita bahwa Allah sangat peduli kepada kita dan Dia senantiasa memegang kendali. Hidup kita tidak pernah berada di luar pemantauan-Nya. Bapa, aku menyerahkan kerinduan dan bebanku kepada-Mu karena aku tahu Engkau peduli kepadaku dan sanggup berkarya dengan dahsyat. Terima kasih karena diriku dan orang-orang yang kukasihi berada di dalam perlindungan-Mu.Selamat pagi, selamat SATE... Selamat beraktivitas. Tuhan memberkati... Amien.

No comments:

Post a Comment