THE END
Melakukan
Kehendak BAPA. Matius 7:21, “Bukan setiap orang yang
berseru kepada-Ku: ‘Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan
dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.‘” Tuhan Yesus dengan
tegas mengajarkan bahwa melakukan kehendak BapaNya yang di surga adalah
merupakan syarat untuk masuk dalam kerajaan Allah. Kita dimampukan
melakukan kehendak Bapa dan menjalankan hidup benar oleh KASIH KARUNIA &
kuasa yang terus menerus diberikan kepada kita melalui Kristus (Efesus 2:5),
alkitab juga menyatakan bahwa “karena KASIH KARUNIA” kamu diselamatkan oleh
IMAN, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah... karena kita buatan
Allah (Efesus 2:8-10). Amin. Bagaimana dengan kita, sudahkah kita “melakukan
kehendak Bapa”??
Ibu
Rita – PKS CL 8
Kemarin di
komsel ada yang tanya “"apakah di waktu 7 tahun penyiksaan masih ada orang
Kristen yang tertinggal?” Ya jawabannya pasti ada, karena Kristen tidak
menjamin apakah dia pengikut Kristus sesungguhnya atau kristen hanya agama.
Yang ikut dalam pengangkatan adalah orang-orang KRISTEN yang sesungguhnya. Siapa
orang KRISTEN yang sesungguhnya? Mereka adalah orang-orang yang melakukan
kehendak Bapa dan terus dekat-dekat dengan Tuhan. Jadi... Kristen bukan jaminan
masuk sorga dan ikut dalam pengangkatan. Cuma orang-orang yang benar-benar
dikenal Tuhan yang dibawa masuk ke dalam kerajaanNYA. Bagaimana supaya dikenal
Tuhan? Hiduplah melekat kepadaNYA, terus berkomunikasi, terus ketemu setiap
saat. Apakah kita sudah jadi orang KRISTEN yang sesungguhnya?
Xavier
Quentin Pranata
“Saat harapan
semakin pupus, mengapa kita tidak mendekat kepada Kristus?” Xavier Quentin
Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Jumat, 15 April 2016. Tegar Tengkuk. Tetapi apabila hakim itu mati, kembalilah
mereka berlaku jahat, lebih jahat dari nenek moyang mereka, dengan mengikuti
allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya; dalam hal apa
pun mereka tidak berhenti dengan perbuatan dan kelakuan mereka yang tegar itu
(Hakim-Hakim 2:19). Menurut legenda, Li Bai, sastrawan Tiongkok, ketika kecil
pemalas. Ia menertawakan seorang nenek yang setiap hari menggosok sebatang besi
tanpa henti untuk membuat jarum. Betapa bodoh, pikirnya. Ketika ia bertanya,
nenek itu menjawab, “Memang, ini masih batangan besi, namun kalau aku
menggosoknya tiap hari, terus-menerus, nantinya akan semakin kecil dan menjadi
jarum. Begitu juga dengan belajar. Kau harus bersusah payah dalam waktu lama
sebelum memperoleh hasilnya.” Jawaban nenek itu menyadarkan Li Bai. Orang yang
tekun dan teguh hatinya tidak mudah goyah walaupun keadaan sekitar tidak
mendukung. Sayang, orang Israel tidak tekun dan tidak teguh hati dalam
mengikuti Tuhan dan firman-Nya. Setelah Yosua mati, hati mereka mudah sekali
berubah. Mereka berbalik menyembah Baal dan melupakan Tuhan yang begitu baik
kepada mereka. Meski demikian, kasih karunia Tuhan terus bertambah. Dengan
sabar, Tuhan mengutus nabi-nabi-Nya untuk menolong mereka. Tapi begitu nabi itu
mati, hati mereka kembali berubah. Mereka gampang terpengaruh untuk kembali
berbuat jahat dan melupakan Tuhan. Keadaan itu terus berulang. Hati kita mudah
berubah. Saat ditimpa beban berat, kita ingat untuk mencari pertolongan Tuhan.
Tapi saat perjalanan hidup mulus, secepat kilat hati kita bisa berubah dan
merasa tak lagi membutuhkan-Nya. Meski demikian, Tuhan tetap melimpahkan kasih
karunia-Nya dan menolong kita. Didikan pun tak jarang diberikan-Nya dengan
harapan agar kita tekun dan teguh —SYS. TUHAN TIDAK MENYERAH TERHADAP KITA,
AGAR KITA PUN TIDAK MENYERAH UNTUK BELAJAR MENGENAL DIA. Selamat pagi.
Bersyukur selalu. Tuhan Yesus memberkati.
Ibu
Caroline – Bandung
Jangan pernah
menghianati empat hal dalam hidupmu: A. kepercayaan/amanat. B. Janji. C.
Hubungan. D. Hati/ perasaan. Karena,
ketika mereka dikhianati, hanya rasa sakitlah yang tersisa. »Charles« Ulangan
28:47, “Karena engkau tidak mau menjadi hamba kepada TUHAN, Allahmu, dengan
sukacita dan gembira hati walaupun kelimpahan akan segala-galanya, maka dengan
menanggung lapar dan haus, dengan telanjang dan kekurangan akan segala-galanya
engkau akan menjadi hamba kepada musuh yang akan disuruh TUHAN melawan engkau.
Ia akan membebankan kuk besi ke atas tengkukmu, sampai engkau dipunahkan-Nya.”
Masing-masing kita tentunya memiliki pengalaman yang unik sewaktu dipilih Tuhan
menjadi orang percaya, ada rasa bangga dan sukacita sebab kita terpilih menjadi
anak anak Tuhan. Disaat saat seperti itu semua yang kita miliki jadi tidak
berharga, sebab kemuliaan yang Tuhan berikan pada kita jauh lebih berarti dari
apapun yang ada dalam dunia ini. Seluruh tubuh, roh dan jiwa kita begitu rindu
ingin melayani Dia, sebagai hamba Tuhan yang mempersembahkan korban ucapan
syukur kepadaNya. Saat ini semua kita sudah menerima pemulihan, berkat dan
kesehatan, jangan abaikan kepercayaan dan amanat dari Tuhan, bukankah kita
semua sudah berjanji kepadaNya? Jangan lukai hati dan perasaan Tuhan, bangunlah
hubungan yang lebih intim lagi, sebab kita diciptakan untuk melayani Dia,
menjadi hambaNya yang setia dan taat melakukan segala perintah perintah.
Selamat pagi.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Ul 1:29-30 –
Janganlah gemetar dan takut kepada mereka, TUHAN, ALLAHmu, yang berjalan di
depanmu, DIAlah yang akan berperang untukmu! Kita pasti menang bersama YESUS.
Ayoo jangan ragu. Percaya aja! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Bp.
Anto – Citraland
Renungan pagi. 15 April 2016. Terbang di Udara. Sebab
itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung
pipit —Matius 10:31. Alangkah melegakan ketika menyadari bahwa Allah yang
peduli kepada kita tidak pernah kehilangan jejak kita. Yesus bahkan berkata
bahwa tidak seekor pun burung pipit “akan jatuh ke bumi di luar kehendak
Bapamu... Sebab itu janganlah kamu takut; karena kamu lebih berharga dari pada
banyak burung pipit” (Mat. 10:29-31). Ketika kita sedang berada dalam keadaan
yang sulit, rasa takut dapat menyebabkan kita bertanya-tanya apakah Allah
menyadari keadaan kita. Perkataan Yesus meyakinkan kita bahwa Allah sangat
peduli kepada kita dan Dia senantiasa memegang kendali. Hidup kita tidak pernah
berada di luar pemantauan-Nya. Bapa, aku menyerahkan kerinduan dan bebanku
kepada-Mu karena aku tahu Engkau peduli kepadaku dan sanggup berkarya dengan
dahsyat. Terima kasih karena diriku dan orang-orang yang kukasihi berada di
dalam perlindungan-Mu.Selamat pagi, selamat SATE... Selamat beraktivitas. Tuhan
memberkati... Amien.
No comments:
Post a Comment