THE END
Gunakan Waktu.
Efesus 5:16, “dan pergunakanlah WAKTU yang ada, karena hari-hari ini adalah
jahat.” WAKTU adalah modal utama, bahkan lebih dari UANG. Dengan
WAKTU kita bisa menghasilkan UANG, tapi dengan UANG kita tidak dapat membeli
WAKTU . Jadi WAKTU bisa menjadi modal utama tetapi bisa juga menjadi kerugian
kita yang terbesar, tergantung bagaimana kita menggunakannya. Rasul Paulus
mengatakan hal ini kepada jemaat di Efesus sebab disaat itu penyiksaan dari
penguasa romawi sedang berlangsung (1 Petrus 4:12-19). Karenanya tidak banyak
WAKTU lagi untuk hidup sebagai saksi Kristus & membawa jiwa-jiwa bagiNya
ditengah-tengah masyarakat yang jahat. Bukankah saat ini juga demikian?? Dengan
banyaknya kecemaran, kejahatan (hari-hari yang jahat). Sehingga kita perlu
memanfaatkan WAKTU kita dengan bijaksana (Mazmur 90:12). Mempergunakannya untuk
HIDUP bagi Tuhan & melayaniNya. Amin. Bagaimana dengan kita? Apakah kita
sudah mempergunakan WAKTU kita dengan produktif? Efektif? Bahkan sesuai dengan
Kehendak Tuhan/Spritualitas??
Xavier
Quentin Pranata
“Tawa cinta dan
tangisan sayang seorang ayah terhadap anaknya diungkapkan lewat doa dan kerja
keras.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Selasa, 19 April 2016. Jangan Berharap Pada Kekayaan. Peringatkanlah
orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan
berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah
yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati
(1 Timotius 6:17). Stres. Itulah yang dialami saudara kami yang bangkrut dalam
hitungan jam. Ia baru saja menimbun stok sembako di dua kiosnya pada sore hari.
Malamnya, jago merah membakar habis seluruh pasar, termasuk dua kios itu.
Saudara kami ikut menjadi korban kebakaran Pasar Johar, Semarang, pada awal Mei
2015. Ia terlihat sangat letih saat menatap puing-puing kiosnya yang ludes.
Firman Tuhan mengajar kita untuk tidak tinggi hati dan tidak berharap pada
sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan. Hanya Tuhan tempat berharap yang
paling aman. Ketika kita memiliki kekayaan, sepatutnya kita bersyukur, namun
juga menyadari bahwa kekayaan itu bukan milik kita, melainkan milik Tuhan.
Hanya orang bodoh yang mengejar dan berharap kepada kekayaan. Tuhan mau kita
mengejar sesuatu yang jauh lebih berarti yaitu keadilan, ibadah, kesabaran, dan
kelembutan (ay. 11). Kita didorong untuk terus berpegang pada hidup kekal yang
diberikan Allah (ay. 12, FAYH). Kekayaan memang penting dan dapat membuat hidup
lebih nyaman dan enak, tetapi kekayaan bukanlah segalanya. Saat lahir kita tak
membawa apa-apa, saat mati pun sama saja. Kita diundang untuk mengumpulkan
harta di surga, dengan berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi
dan berbagi (ay. 19). Semakin banyak Tuhan memberkati kita—entah harta entah
kesehatan--biarlah kita semakin rendah hati. Kita dapat belajar memakai berkat
Tuhan untuk memberkati sebanyak mungkin orang dan memenangkan pertandingan iman
yang benar —RTG. HANYA ORANG BODOH YANG MENGEJAR DAN BERHARAP KEPADA KEKAYAAN.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
Bp.
Anto – Citraland
“Jadi akhirnya,
saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua
yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut
kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu” (Fil 4:8). *Berpikir
benar adalah Pengendalian pikiran dalam memandang segala sesuatu dari berbagai
sudut untuk mendapatkan nilai-nilai yang benar berdasar KebenaranNya, sehingga
mengasilkan cara pikir yang benar. *Berkata benar adalah belajar pengendalian
diri melalui ucapan-ucapan yang benar, menyenangkan maupun kadang kurang
menyenangkan untuk didengar orang lain, tetapi dengan tutur bahasa yang sopan
dan santun. *Bertindak benar adalah bertindak sesuai kebenaran Firman Tuhan
yang menjadi suluh jalan kita, dan merupakan proses pengendalian diri kita
dengan Tidak melakukan tindakan yang
tidak baik, anarkis, atau melanggar perintah Tuhan. *Pengelolaan yang benar,
adalah bagaimana sikap kita yang benar dalam memandang dan mengelola segala
sesuatu yang Tuhan percayakan bagi kita. Hanya sekali kita hidup,dan itupun
akan segera berlalu... Hanya apa yang kita buat bagi Kristus, tetap kekal tidak
akan layu... Selamat melayani, Tuhan memberkati.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Kis 20:35 –
TUHAN YESUS: Lebih berbahagia memberi daripada menerima! Renungno, problem
kita: “Terlalu banyak meminta tapi terlalu sedikit memberi”! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Ibu
Caroline – Bandung (1)
Matius 6:29,
“Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari
bunga itu.” Saat bangun dari tidur seringkali pikiran kita langsung dipenuhi
kekuatiran dan kecemasan tentang apa yang hendak kita makan, minum dan pakai.
Selama kita terus kuatir berarti kita belum percaya sepenuhnya kepada Tuhan.
“Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah
yang mendatangi aku. Aku tidak mendapat ketenangan dan ketenteraman; aku tidak
mendapat istirahat, tetapi kegelisahanlah yang timbul” (Ayub 3:25-26). Berhentilah untuk kuatir dan cemas! Tuhan
memerintahkan kita untuk tidak kuatir dan cemas tentang kebutuhan hidup kita
karena sesungguhnya Tuhan tahu persis apa yang kita butuhkan. “Ia akan terlebih
lagi mendandani kamu,” (Matius
6:30) merupakan janji Tuhan kepada
anak-anak-Nya yang hidup di zaman yang penuh dengan problema ini; Tuhan akan
bertanggung jawab penuh atas kehidupan orang-orang yang punya penyerahan diri
penuh kepada-Nya. “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah
didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia:
semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia” (1 Korintus 2:9).
Ibu
Caroline – Bandung (2)
Selasa, 19 April
2016. Bacaan: Kolose 1:15-23. Setahun: 2 Samuel 21-22. Nats: Dialah gambar
Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang
diciptakan (Kolose 1:15). Pak Karyo Ditinggal. Ada seorang guru di Kendal yang
memasuki masa pensiun, sebut saja namanya Pak Karyo. Sebagai penghargaan
untuknya, sekolah mengadakan acara perpisahan di Yogya. Rombongan para guru
beserta Pak Karyo pun berangkat ke Yogya. Seharian mereka berkunjung ke
beberapa tempat wisata di kota itu dan berakhir di Jalan Malioboro. Di situ
rombongan berpencar, sibuk dengan urusan dan tujuan masing-masing. Pada waktu
yang ditentukan, rombongan kembali ke bus dan segera bergerak pulang ke Kendal.
Sesampai di daerah Muntilan, kira-kira 20 km dari Yogya, para rekan guru yang
kecapekan itu teringat akan Pak Karyo. Mereka mencarinya, dan ternyata Pak
Karyo tidak ada di dalam bus! Gemparlah seluruh isi bus dan serentak mereka
meminta pak sopir untuk berbalik arah ke Malioboro. Tuhan Yesus, dalam bacaan
hari ini, adalah pokok dari segala sesuatu. Dia adalah yang utama dari segala
yang diciptakan (ay. 15). Dialah yang semestinya menjadi pusat hidup orang
percaya. Namun, yang sering terjadi, Tuhan Yesus malah ditinggalkan di
belakang. Bukannya hidup untuk menyenangkan hati-Nya, kita sibuk mengejar
kesenangan dan kepentingan kita masing-masing. Mungkin kita dapat
membandingkannya dengan pelayanan yang kita jalani. Apakah kita benar-benar
melakukannya untuk menyenangkan hati Tuhan, atau mengejar kepentingan pribadi?
Tak jarang, suatu acara pelayanan malah berakhir dengan perselisihan,
kekecewaan, dan kemarahan. Karena itu, penting menjadikan Dia pusat hidup kita
--Edy Santoso. Ketika kita menempatkan Yesus sebagai pusat kehidupan, kita akan
melepaskan keegoisan dan melayani satu sama lain.
No comments:
Post a Comment