THE END
Yohanes 14:2-3, “2Di
rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku
mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat
bagimu. 3Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan
tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di
tempat di mana Aku berada, kamupun berada.” Amin. Tuhan sudah menyediakan
tempat bagi kita di surga, apa yang harus kita lakukan sementara kita ada masih
tinggal di dalam dunia?? Mari kita semakin dekat dengan DIA, artinya semakin
mengenal isi hatiNya . Apa yang Tuhan mau agar kita melakukanNya? Lakukanlah
apa yang menjadi keinginanNya/perintahNya. Salah satu amanat agungNya ialah: Matius
28:19-20, “19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa
murid- Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20dan
ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan
ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Bagaimana dengan kita? Apakah kita masih ragu untuk bersaksi & memberitakan
kasihNya?? Yakinlah DIA MENYERTAI kita saat kita bersaksi (bahkan sampai akhir
zaman)! Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Saat kita
direndahkan sampai tidak bisa lebih rendah lagi, pada saat itulah kita bakal
Tuhan tinggikan!” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Senin, 18 April 2016. Menolong Sadar. Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain
setiap hari, selama masih dapat dikatakan “hari ini”… (Ibrani 3:13). Pada
setiap bungkus rokok dicantumkan peringatan: “Merokok dapat menyebabkan kanker,
serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin.” Peringatan keras
ini juga di tempeli gambar yang “menyeramkan” akibat rokok. Namun, peringatan
ini sering dicela tidak benar-benar ingin menyadarkan konsumen akan bahaya
rokok, sekadar kata-kata seram. Tidak demikian dengan penulis Ibrani ketika
menganjurkan kita untuk saling menasihati. Kita diminta serius, tidak sekadar
basa-basi. Juga tidak menunda atau menahan nasihat, peringatan, atau teguran.
Itu semua untuk “menyadarkan” orang-orang yang kita kasihi agar tidak tegar
hati karena tipu daya dosa, termasuk kebiasaan buruk yang tidak sehat. Sadar
itu memahami dan menerima realitas. Ada orang yang cepat sadar, tetapi ada yang
meski kesalahannya sudah menahun tak juga kunjung sadar. Ada orang yang sadar
ketika “ledakan besar” sudah terjadi, tetapi ada juga yang cepat sadar meski
tanpa melihat “percikan api”. Dan, ada saja orang yang tidak sadar meski
keadaan memburuk, terus memburuk, dan semakin memburuk. Firman Tuhan menuntun
hati kita untuk mau membantu orang-orang yang terpenjara dalam kebiasaan buruk,
menolong mereka berbalik dari jalan yang sesat, dan menyelamatkan jiwa mereka
dari maut (Yak 5:19-20). Kita bisa dengan bijak memberi nasihat, peringatan,
atau teguran untuk menolong mereka sadar. Tidak dengan menyerang orangnya,
tetapi membidik sikap atau perbuatannya yang salah —ASA. TEGURAN YANG
MENYADARKAN LEBIH BAIK DARIPADA PUJIAN YANG MELENAKAN. Selamat pagi. Semangat
terus ya. Tuhan Yesus memberkati.
Ibu
Caroline – Bandung
A man who walks
with God always gets to his destination (Zig Ziglar). Seseorang yang berjalan
bersama dengan Tuhan selalu mencapai tujuannya (Zig Ziglar).
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz 91:7 – Walau
1.000 orang rebah di sisimu dan 10.000 di sebelah kananmu, tetapi itu tidak
akan menimpamu! YESUS sumber PERLINDUNGANku, pasti kita MENANG bahkan lebih
dari PEMENANG! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Worship
Center Surabaya
Kerohanian
sejati ditandai suatu sikap yang benar terhadap firman Tuhan. Jika kita mengaku
sebagai penyembah-penyembah dari Allah yang mengilhamkan kitab suci kita, maka
sudah seharusnya kita percaya & berpegang teguh atas perkataan-perkataanNya
& menjadi orang-orang yang menjalankan perintah-perintahNya. Itu sebabnya
terkait ini, pemazmur berdoa, “Teguhkanlah firman-Mu pada hamba-Mu, yang hidup
untuk takut kepada-Mu” (Maz 119:38). Firman Tuhan adalah teguh. Tidak demikian
dengan jiwa & hati kita. Pendirian kita sering berubah-ubah. Keyakinan kita
mudah goyah. Godaan, bujukan, tawaran & permainan pikiran yang menyesatkan
acap menjadikan ragu akan Tuhan & janji-Nya. Itu sebabnya kita perlu
menerima peneguhan akan firman-Nya hari demi hari. Tidak hanya sehari dalam
seminggu atau beberapa menit singkat saat teduh dalam sehari. Kita perlu
mengulangnya, menghafalnya, merenungkannya, menanamkannya di hati &
menerapkannya siang & malam (Ul 6:7-9; Yos 1:8; Maz 1:2). Meminta peneguhan
akan firman Tuhan adalah kerinduan dari mereka yang takut akan Dia &
menyediakan diri untuk mengabdi pada Tuhan, menjadi hamba-Nya. Peneguhan akan memantapkan
komitmen mereka, menunjukkan jalan & cara yang tepat untuk mengunakan hati
Tuhan & menghilangkan segala keraguan melangkah dalam kehendak Tuhan seumur
hidupnya. Saat kita meminta Tuhan memantapkan perkataan-Nya di hati kita, maka
saat itu Roh Kudus akan bekerja. Roh Allah sendiri yang akan menuntun mengajar
kita. Dibukanya pikiran kita, dicelikkannya mata rohani kita, ditajamkannya
pendengaran kita & ditingkatkannya kesadaran kita akan perkara-perkara
sorgawi. Ketekunan kita membaca & mengingat ayat-ayat fIrman akan berguna
saat Roh kebenaran itu menghubung-hubungkan ayat demi ayat, menunjukkan
detail-detail tersembunyi dari pesan-pesan ilahi itu, memperjelas
pengertian-pengertian kita dalam hubungan-hubungannya dengan kondisi-kondisi di
sekitar kita & mengaruniakan hikmat untuk memahami maksud hati Tuhan
sendiri. Akankah Anda menjadi salah seorang yang menerima peneguhan itu? Salam
revival! GBU.
Taswin Taruna –
PT. Sayap Mas Utama, Jakarta
Engkau
berFirman, kami berDoa. Kejadian 10:2-3, 6-7. Keturunan Yafet ialah Gomer,
Magog, Madai, Yawan, Tubal, Mesekh dan Tiras. Keturunan Gomer ialah Askenas,
Rifat dan Togarma. Keturunan Ham ialah Kush, Misraim, Put dan Kanaan. Keturunan
Kush ialah Seba, Hawila, Sabta, Raema dan Sabtekha; anak-anak Raema ialah Syeba
dan Dedan. Kejadian 10-12. Inilah keturunan Sem. Setelah Sem berumur seratus
tahun, ia memperanakkan Arpakhsad, dua tahun setelah air bah itu. Sem masih
hidup lima ratus tahun, setelah ia memperanakkan Arpakhsad, dan ia
memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Setelah Arpakhsad hidup tiga
puluh lima tahun, ia memperanakkan Selah. Bapa kami yang di sorga, ada
keturunan-keturunan yang hanya tercatat nama-nama mereka saja, tapi mereka
tidak Kau catat “hidup”. Ada keturunan-keturunan yang Kau nyatakan “hidup”.
Kami mau dalam hidup kami yang sementara
ini Kau catat bahwa kami “hidup” dan miliki persekutuan & hubungan
denganMu sebagai Allah dan Bapa kami. Kami tidak mau hanya sekedar hidup secara
jasmani dan jiwani saja melainkan roh kami hidup dan terhubung denganMu! Dalam
nama AnakMu kami berdoa. Amin.

No comments:
Post a Comment