Monday, 18 April 2016

18 April 2016



THE END




Yohanes 14:2-3, 2Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 3Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.” Amin. Tuhan sudah menyediakan tempat bagi kita di surga, apa yang harus kita lakukan sementara kita ada masih tinggal di dalam dunia?? Mari kita semakin dekat dengan DIA, artinya semakin mengenal isi hatiNya . Apa yang Tuhan mau agar kita melakukanNya? Lakukanlah apa yang menjadi keinginanNya/perintahNya. Salah satu amanat agungNya ialah: Matius 28:19-20, 19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid- Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Bagaimana dengan kita? Apakah kita masih ragu untuk bersaksi & memberitakan kasihNya?? Yakinlah DIA MENYERTAI kita saat kita bersaksi (bahkan sampai akhir zaman)! Amin.

Xavier Quentin Pranata
“Saat kita direndahkan sampai tidak bisa lebih rendah lagi, pada saat itulah kita bakal Tuhan tinggikan!” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 18 April 2016. Menolong Sadar. Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan “hari ini”… (Ibrani 3:13). Pada setiap bungkus rokok dicantumkan peringatan: “Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin.” Peringatan keras ini juga di tempeli gambar yang “menyeramkan” akibat rokok. Namun, peringatan ini sering dicela tidak benar-benar ingin menyadarkan konsumen akan bahaya rokok, sekadar kata-kata seram. Tidak demikian dengan penulis Ibrani ketika menganjurkan kita untuk saling menasihati. Kita diminta serius, tidak sekadar basa-basi. Juga tidak menunda atau menahan nasihat, peringatan, atau teguran. Itu semua untuk “menyadarkan” orang-orang yang kita kasihi agar tidak tegar hati karena tipu daya dosa, termasuk kebiasaan buruk yang tidak sehat. Sadar itu memahami dan menerima realitas. Ada orang yang cepat sadar, tetapi ada yang meski kesalahannya sudah menahun tak juga kunjung sadar. Ada orang yang sadar ketika “ledakan besar” sudah terjadi, tetapi ada juga yang cepat sadar meski tanpa melihat “percikan api”. Dan, ada saja orang yang tidak sadar meski keadaan memburuk, terus memburuk, dan semakin memburuk. Firman Tuhan menuntun hati kita untuk mau membantu orang-orang yang terpenjara dalam kebiasaan buruk, menolong mereka berbalik dari jalan yang sesat, dan menyelamatkan jiwa mereka dari maut (Yak 5:19-20). Kita bisa dengan bijak memberi nasihat, peringatan, atau teguran untuk menolong mereka sadar. Tidak dengan menyerang orangnya, tetapi membidik sikap atau perbuatannya yang salah —ASA. TEGURAN YANG MENYADARKAN LEBIH BAIK DARIPADA PUJIAN YANG MELENAKAN. Selamat pagi. Semangat terus ya. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Caroline – Bandung
A man who walks with God always gets to his destination (Zig Ziglar). Seseorang yang berjalan bersama dengan Tuhan selalu mencapai tujuannya (Zig Ziglar).

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 91:7 – Walau 1.000 orang rebah di sisimu dan 10.000 di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu! YESUS sumber PERLINDUNGANku, pasti kita MENANG bahkan lebih dari PEMENANG! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Worship Center Surabaya
Kerohanian sejati ditandai suatu sikap yang benar terhadap firman Tuhan. Jika kita mengaku sebagai penyembah-penyembah dari Allah yang mengilhamkan kitab suci kita, maka sudah seharusnya kita percaya & berpegang teguh atas perkataan-perkataanNya & menjadi orang-orang yang menjalankan perintah-perintahNya. Itu sebabnya terkait ini, pemazmur berdoa, “Teguhkanlah firman-Mu pada hamba-Mu, yang hidup untuk takut kepada-Mu” (Maz 119:38). Firman Tuhan adalah teguh. Tidak demikian dengan jiwa & hati kita. Pendirian kita sering berubah-ubah. Keyakinan kita mudah goyah. Godaan, bujukan, tawaran & permainan pikiran yang menyesatkan acap menjadikan ragu akan Tuhan & janji-Nya. Itu sebabnya kita perlu menerima peneguhan akan firman-Nya hari demi hari. Tidak hanya sehari dalam seminggu atau beberapa menit singkat saat teduh dalam sehari. Kita perlu mengulangnya, menghafalnya, merenungkannya, menanamkannya di hati & menerapkannya siang & malam (Ul 6:7-9; Yos 1:8; Maz 1:2). Meminta peneguhan akan firman Tuhan adalah kerinduan dari mereka yang takut akan Dia & menyediakan diri untuk mengabdi pada Tuhan, menjadi hamba-Nya. Peneguhan akan memantapkan komitmen mereka, menunjukkan jalan & cara yang tepat untuk mengunakan hati Tuhan & menghilangkan segala keraguan melangkah dalam kehendak Tuhan seumur hidupnya. Saat kita meminta Tuhan memantapkan perkataan-Nya di hati kita, maka saat itu Roh Kudus akan bekerja. Roh Allah sendiri yang akan menuntun mengajar kita. Dibukanya pikiran kita, dicelikkannya mata rohani kita, ditajamkannya pendengaran kita & ditingkatkannya kesadaran kita akan perkara-perkara sorgawi. Ketekunan kita membaca & mengingat ayat-ayat fIrman akan berguna saat Roh kebenaran itu menghubung-hubungkan ayat demi ayat, menunjukkan detail-detail tersembunyi dari pesan-pesan ilahi itu, memperjelas pengertian-pengertian kita dalam hubungan-hubungannya dengan kondisi-kondisi di sekitar kita & mengaruniakan hikmat untuk memahami maksud hati Tuhan sendiri. Akankah Anda menjadi salah seorang yang menerima peneguhan itu? Salam revival! GBU.

Taswin Taruna – PT. Sayap Mas Utama, Jakarta
Engkau berFirman, kami berDoa. Kejadian 10:2-3, 6-7. Keturunan Yafet ialah Gomer, Magog, Madai, Yawan, Tubal, Mesekh dan Tiras. Keturunan Gomer ialah Askenas, Rifat dan Togarma. Keturunan Ham ialah Kush, Misraim, Put dan Kanaan. Keturunan Kush ialah Seba, Hawila, Sabta, Raema dan Sabtekha; anak-anak Raema ialah Syeba dan Dedan. Kejadian 10-12. Inilah keturunan Sem. Setelah Sem berumur seratus tahun, ia memperanakkan Arpakhsad, dua tahun setelah air bah itu. Sem masih hidup lima ratus tahun, setelah ia memperanakkan Arpakhsad, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Setelah Arpakhsad hidup tiga puluh lima tahun, ia memperanakkan Selah. Bapa kami yang di sorga, ada keturunan-keturunan yang hanya tercatat nama-nama mereka saja, tapi mereka tidak Kau catat “hidup”. Ada keturunan-keturunan yang Kau nyatakan “hidup”. Kami mau dalam hidup kami yang sementara  ini Kau catat bahwa kami “hidup” dan miliki persekutuan & hubungan denganMu sebagai Allah dan Bapa kami. Kami tidak mau hanya sekedar hidup secara jasmani dan jiwani saja melainkan roh kami hidup dan terhubung denganMu! Dalam nama AnakMu kami berdoa. Amin.



No comments:

Post a Comment