THE END
Gaya Hidup
Melayani. Matius 20:28, “sama seperti Anak
Manusia datang bukan untuk DILAYANI, melainkan untuk MELAYANI dan untuk
memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” Berbuat baik,
menolong sesama, memberi, mengasihi & MELAYANI, semuanya itu patut menjadi
Gaya Hidup kita. Bagi kita anak-anak Tuhan, tindakan-tindakan tersebut
merupakan alasan utama mengapa Tuhan memberikan hidupNya bagi kita, bahkan
menebus dosa-dosa kita. DIA datang untuk MELAYANI kita, bukan untuk
DILAYANI. Amin.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Amsal 22:9 –
Orang yang baik hati akan diberkati sebab ia membagi berkatnya dengan si
miskin! Kunci diberkati yaitu: Memberi kepada yang kekurangan! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Xavier
Quentin Pranata
“The best
tranquilizer is believing that God will take care of us while we're sleeping.”
Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Jumat, 29 April 2016. Gaji Terlalu Banyak. Karena di mana hartamu berada, di
situ juga hatimu berada (Matius 6:21). John MacArthur, pendeta dan penulis
buku-buku pendalaman Alkitab, menceritakan pengalamannya tentang gaji. Grace
Community Church, gereja tempatnya melayani, memberinya gaji besar sekali.
“Terlalu banyak,” katanya. “Mengapa kalian menggaji saya sedemikian besar?”
Seorang penatua menjawabnya, “Karena kami ingin tahu apa yang akan Anda lakukan
dengan apa yang tidak Anda perlukan.” Uang tampaknya merupakan sebuah bahan
ujian yang sangat baik bagi karakter kita. Seperti tersirat dalam pernyataan
Tuhan Yesus, persoalannya bukan terletak pada berapa banyak uang yang kita
miliki; persoalannya adalah di manakah hati kita berada. Sikap hati dan fokus
hidup kita dapat terpancar dari cara kita mengelola uang. Sebagian orang
mungkin akan berdiam diri jika berada dalam posisi John MacArthur. “Toh itu
berkat yang sudah menjadi bagian saya,” pikirnya. Jarang kita melihat perlunya
kesesuaian antara hak dan kewajiban. Kita juga perlu belajar menguasai diri,
memahami batas antara kebutuhan dan keserakahan. Orang yang serakah akan
menggunakan tipu daya atau menempuh cara yang tidak patut demi menambah tebal
dompetnya. Marilah kita bersama-sama memeriksa hati kita. Apakah kita
mengumpulkan uang karena hendak memuaskan keinginan pribadi? Ataukah kita
menggunakan uang untuk memuliakan Allah dengan memberkati kehidupan orang-orang
di sekitar kita dan memajukan Kerajaan-Nya? Kiranya hati kita tertuju pada
perkara yang benar: mengumpulkan harta surgawi, bukan memburu harta duniawi
—ARS. ORANG YANG BIJAK TIDAK MEMBIARKAN DIRINYA DIPERHAMBA OLEH UANG, MELAINKAN
MENDAYAGUNAKAN UANG SEBAGAI HAMBANYA. Selamat pagi. Selalu bersyukur. Selalu
bersukacita. Tuhan Yesus memberkati.
Ibu
Caroline – Bandung
Mazmur 111:5,
“Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk
selama-lamanya akan perjanjian-Nya.” Yang tak kalah penting dalam menjalani
kehidupan di tahun 2016 ini adalah berpikiran positif: memenuhi pikiran dengan hal-hal yang baik dan
positif. Mungkinkah perkataan atau perbuatan yang kita lakukan dalam nama Yesus
adalah negatif? Tentunya tidak. Perkataan dan perbuatan kita haruslah positif
dan benar, yaitu sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Padahal perkataan dan
perbuatan kita (positif atau
negatif) sangat ditentukan oleh pikiran
kita. Dengan pikiran, kita akan memikirkan, mengucapkan dan kemudian melakukan
hal-hal yang baik atau pun yang jahat. Jadi pikiran merupakan aset yang sangat
penting dalam kehidupan kita. Itulah sebabnya Daud berdoa kepada Tuhan,
“Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah
pikiran-pikiranku” (Mazmur 139:23). Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk
tidak kuatir tentang apa pun juga, sebab kita mempunyai Bapa di sorga yang tahu
persis semua yang kita butuhkan. Dia adalah Yehovah Jireh, Allah yang sanggup
menyediakan. Ingat, ketakutan atau kekuatiran tidak akan pernah menambah
hal-hal yang baik di dalam hidup kita. “Allahku akan memenuhi segala
keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus” (Filipi
4:19)
Ibu
Debora – Jakarta
RENUNGAN PAGI
INI... Ketika saya bangun pagi dan merenungkan Kunci Sukses Hidup: Jendela
kamar bilang: “Lihat dunia diluar!!!” Langit-langit kamar berpesan:
“Bercita-citalah setinggi mungkin!!” Jam dinding berkata: “Tiap detik itu
berharga!!!” Cermin menasehati: “Berkacalah sebelum bertindak!” Kalendar
berbisik: “Jangan menunda sampai besok!” Pintu berteriak: “Dorong yang keras,
pergi & berusahalah!” TAPI... tiba-tiba... Lantai berbisik: “BERLUTUT dan
BERDOALAH karena kunci kesuksesan kita perlu dimulai dengan DOA...” Kita
belajar bahwa tidak selamanya hidup ini indah, kadang Allah mengijinkan kita melalui
derita. Tetapi kita tahu bahwa DIA tidak pernah meninggalkan kita, sebab itu
kita perlu belajar menikmati hidup dengan bersyukur. Kita belajar... bahwa
tidak semua yang kita harapkan akan menjadi kenyataan, kadang Allah membelokkan
rencana kita. Tetapi kita tahu bahwa itu lebih baik dari yang kita rencanakan,
sebab itu kita belajar menerima semua itu dengan ikhlas. Kita belajar... bahwa
tidak ada kejadian yang perlu disesali & ditangisi, karena semua
rancanganNYA yang akan indah pada waktunya. Ketika “kaki” sudah tak kuat
berdiri... “BERLUTUTLAH”. Ketika “tangan” sudah tak kuat menggenggam...
“LIPATLAH”. Ketika “kepala” sudah tak kuat ditegakkan... “MENUNDUKLAH”. Ketika
“hati” sudah tak kuat menahan kesedihan... “MENANGISLAH”. Ketika “hidup” sudah
tak mampu untuk dihadapi... “BERDOALAH”. Karena di belakangmu ada kekuatan yang
tak terhingga... Di hadapanmu ada kemungkinan tanpa batas... Di sekitarmu ada
kesempatan yang tiada akhir... Lebih dari itu, di dalam dirimu ada Allah yang
selalu menyertaimu... Kasih sayang Allah pada kita seperti lingkaran, tak
berawal dan tak berakhir... SELAMAT BERAKTIVITAS.

No comments:
Post a Comment