Friday, 29 April 2016

29 April 2016



THE END




Gaya Hidup Melayani. Matius 20:28, “sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk DILAYANI, melainkan untuk MELAYANI dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” Berbuat baik, menolong sesama, memberi, mengasihi & MELAYANI, semuanya itu patut menjadi Gaya Hidup kita. Bagi kita anak-anak Tuhan, tindakan-tindakan tersebut merupakan alasan utama mengapa Tuhan memberikan hidupNya bagi kita, bahkan menebus dosa-dosa kita. DIA datang untuk MELAYANI kita, bukan untuk DILAYANI. Amin.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Amsal 22:9 – Orang yang baik hati akan diberkati sebab ia membagi berkatnya dengan si miskin! Kunci diberkati yaitu: Memberi kepada yang kekurangan! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Xavier Quentin Pranata
“The best tranquilizer is believing that God will take care of us while we're sleeping.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 29 April 2016. Gaji Terlalu Banyak. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada (Matius 6:21). John MacArthur, pendeta dan penulis buku-buku pendalaman Alkitab, menceritakan pengalamannya tentang gaji. Grace Community Church, gereja tempatnya melayani, memberinya gaji besar sekali. “Terlalu banyak,” katanya. “Mengapa kalian menggaji saya sedemikian besar?” Seorang penatua menjawabnya, “Karena kami ingin tahu apa yang akan Anda lakukan dengan apa yang tidak Anda perlukan.” Uang tampaknya merupakan sebuah bahan ujian yang sangat baik bagi karakter kita. Seperti tersirat dalam pernyataan Tuhan Yesus, persoalannya bukan terletak pada berapa banyak uang yang kita miliki; persoalannya adalah di manakah hati kita berada. Sikap hati dan fokus hidup kita dapat terpancar dari cara kita mengelola uang. Sebagian orang mungkin akan berdiam diri jika berada dalam posisi John MacArthur. “Toh itu berkat yang sudah menjadi bagian saya,” pikirnya. Jarang kita melihat perlunya kesesuaian antara hak dan kewajiban. Kita juga perlu belajar menguasai diri, memahami batas antara kebutuhan dan keserakahan. Orang yang serakah akan menggunakan tipu daya atau menempuh cara yang tidak patut demi menambah tebal dompetnya. Marilah kita bersama-sama memeriksa hati kita. Apakah kita mengumpulkan uang karena hendak memuaskan keinginan pribadi? Ataukah kita menggunakan uang untuk memuliakan Allah dengan memberkati kehidupan orang-orang di sekitar kita dan memajukan Kerajaan-Nya? Kiranya hati kita tertuju pada perkara yang benar: mengumpulkan harta surgawi, bukan memburu harta duniawi —ARS. ORANG YANG BIJAK TIDAK MEMBIARKAN DIRINYA DIPERHAMBA OLEH UANG, MELAINKAN MENDAYAGUNAKAN UANG SEBAGAI HAMBANYA. Selamat pagi. Selalu bersyukur. Selalu bersukacita. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Caroline – Bandung
Mazmur 111:5, “Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya.” Yang tak kalah penting dalam menjalani kehidupan di tahun 2016 ini adalah berpikiran positif:  memenuhi pikiran dengan hal-hal yang baik dan positif. Mungkinkah perkataan atau perbuatan yang kita lakukan dalam nama Yesus adalah negatif? Tentunya tidak. Perkataan dan perbuatan kita haruslah positif dan benar, yaitu sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Padahal perkataan dan perbuatan kita  (positif atau negatif)  sangat ditentukan oleh pikiran kita. Dengan pikiran, kita akan memikirkan, mengucapkan dan kemudian melakukan hal-hal yang baik atau pun yang jahat. Jadi pikiran merupakan aset yang sangat penting dalam kehidupan kita. Itulah sebabnya Daud berdoa kepada Tuhan, “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku” (Mazmur 139:23). Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk tidak kuatir tentang apa pun juga, sebab kita mempunyai Bapa di sorga yang tahu persis semua yang kita butuhkan. Dia adalah Yehovah Jireh, Allah yang sanggup menyediakan. Ingat, ketakutan atau kekuatiran tidak akan pernah menambah hal-hal yang baik di dalam hidup kita. “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus” (Filipi 4:19)

Ibu Debora – Jakarta
RENUNGAN PAGI INI... Ketika saya bangun pagi dan merenungkan Kunci Sukses Hidup: Jendela kamar bilang: “Lihat dunia diluar!!!” Langit-langit kamar berpesan: “Bercita-citalah setinggi mungkin!!” Jam dinding berkata: “Tiap detik itu berharga!!!” Cermin menasehati: “Berkacalah sebelum bertindak!” Kalendar berbisik: “Jangan menunda sampai besok!” Pintu berteriak: “Dorong yang keras, pergi & berusahalah!” TAPI... tiba-tiba... Lantai berbisik: “BERLUTUT dan BERDOALAH karena kunci kesuksesan kita perlu dimulai dengan DOA...” Kita belajar bahwa tidak selamanya hidup ini indah, kadang Allah mengijinkan kita melalui derita. Tetapi kita tahu bahwa DIA tidak pernah meninggalkan kita, sebab itu kita perlu belajar menikmati hidup dengan bersyukur. Kita belajar... bahwa tidak semua yang kita harapkan akan menjadi kenyataan, kadang Allah membelokkan rencana kita. Tetapi kita tahu bahwa itu lebih baik dari yang kita rencanakan, sebab itu kita belajar menerima semua itu dengan ikhlas. Kita belajar... bahwa tidak ada kejadian yang perlu disesali & ditangisi, karena semua rancanganNYA yang akan indah pada waktunya. Ketika “kaki” sudah tak kuat berdiri... “BERLUTUTLAH”. Ketika “tangan” sudah tak kuat menggenggam... “LIPATLAH”. Ketika “kepala” sudah tak kuat ditegakkan... “MENUNDUKLAH”. Ketika “hati” sudah tak kuat menahan kesedihan... “MENANGISLAH”. Ketika “hidup” sudah tak mampu untuk dihadapi... “BERDOALAH”. Karena di belakangmu ada kekuatan yang tak terhingga... Di hadapanmu ada kemungkinan tanpa batas... Di sekitarmu ada kesempatan yang tiada akhir... Lebih dari itu, di dalam dirimu ada Allah yang selalu menyertaimu... Kasih sayang Allah pada kita seperti lingkaran, tak berawal dan tak berakhir... SELAMAT BERAKTIVITAS.


No comments:

Post a Comment