Monday, 25 April 2016

25 April 2016



THE END




1 Tim 1:10, “dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.” Banyak yang masih belum mendegar atau tidak percaya bahwa DIA oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. Sebagian dari kita yang sudah percaya, seringkali masih hidup dalam kekalahan & berusaha untuk bertahan dalam ‘kehidupan kita sendiri‘. Sebagai anak-anak Tuhan kita perlu memberitakan kabar baik kepada mereka tentang kemenangan Kristus atas dosa dan maut. Ketika Kristus menerangi hati & pikiran mereka agar mengetahui bahwa ‘Peperangan Rohani‘ sudah dimenangkan oleh Kristus (itu sesuatu yang luar biasa, dahsyat). Maukah kita menyaksikan kabar baik itu kepada seseorang hari ini??

Xavier Quentin Pranata
“Kata 'pulang' senantiasa membawa rasa hangat di dada, apalagi saat kita 'pulang' ke surga karena tahu Tuhan menanti kita di sana.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 25 April 2016. Panggilan Hati. Musa berkata: “Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?” (Keluaran 3:3) Kendati menggelandang akibat kediktatoran militer di negerinya, Brazil, Raimundo Arruda Sobrinho tetap melakukan kegemarannya: menulis puisi. Setiap hari selama tiga puluh lima tahun. Kebiasaannya yang janggal itu memantik minat dan niat Shalla Monteiro untuk menolong gelandangan tua itu. Lewat akun fesbuk yang ditanggapi khalayak, kehidupan Raimundo berubah. Kini, pada usia ke-77, karya-karya tulisnya diterbitkan dan digemari orang. Panggilan hati Musa ialah membela yang lemah. Budak Israel yang dianiaya orang Mesir dibelanya (2:11-12). Anak-anak gadis Yitro yang diusir para gembala dibelanya (2:16-17). Hanya, pelariannya dari kejaran Firaun mengubah total kehidupannya. Dari seorang pangeran menjadi seorang gembala ternak. Setelah empat puluh tahun, masihkah panggilan hati itu menyala di hatinya? Simaklah kisah semak duri yang menyala. Tuhan menanam panggilan di hati Musa, kehidupan sekeras apa pun tak sanggup “membakar”-nya. Dorongan hati itu tetap “menyala” dan siap dipakai Tuhan pada waktu-Nya. Adakah dorongan yang terus menyala di hati Anda untuk berbuat sesuatu? Melukis? Menulis? Melanjutkan studi? Membuka usaha sendiri? Merintis kegiatan sosial? Jangan lekas menyerah. Jika Tuhan “menyalakannya”, tiada yang mampu memadamkannya. Usia bukan halangan. Ayo, mulailah melangkah. Tekunilah. Waktu-Nya bukan waktu kita. Anda tak akan pernah terlampau tua untuk memenuhi sebuah panggilan hati —PAD. PANGGILAN HATI YANG DARI TUHAN TAK AKAN MUSNAH DIBAKAR OLEH WAKTU DAN KESUKARAN. Selamat pagi. Semangat awal hari. Tuhan Yesus memberkati.

Worship Center Surabaya
Ada yang mengatakan bahwa kita hanya akan mendapatkan apa yang benar-benar kita inginkan. Hal itu ada benarnya. Sebab, berapakah besar kemungkinan orang mendapatkan sesuatu jika ia tidak menginginkan, mendambakan hingga berusaha mengejar untuk mendapatkannya? Begitu pula hidup rohani yang berhasil dimana terjalin suatu hubungan yang dekat, kuat, erat bagai sahabat dengan Tuhan tidak secara terjadi begitu saja atas seseorang. Itu dimulai dengan apa yang digambarkan pemazmur dalam Mazmur 119:40, “Bahwa sesungguhnya rindulah hatiku akan segala firman-Mu; biarlah kebenaran-Mu menghidupkan daku” (terj. TL). Sungguh tiada kehidupan, tiada kebangunan, tiada roh yang menyala-nyala sebelum kita benar-benar peduli akan kehendak-Nya, akan titah-titah & perkataan-perkataanNya. Hanya mereka yang memandang tinggi ketetapan-ketetapan Tuhan akan menujukan mata-Nya pada Dia yang sanggup memberikan kasih karunia untuk bertumbuh dalam pengenalan & keintiman dengan Dia. Perhatikanlah kisah terkenal ini. Saat tak satupun orang Israel yang berani menengadahkan kepalanya, bahkan prajurit-prajurit terbaiknya sekalipun -seorang anak muda yang kecil perawakannya & tak pernah dilatih sebagai prajurit melangkah yakin berhadapan tanpa perlengkapan senjata, tanpa teman, tanpa takut, hanya ditemani Sahabat setianya yang tak terlihat mata. Hari itu suatu peragaan iman & kemenangan besar atas hidup satu bangsa terjadi dengan jatuhnya Goliat di hadapan Daud, sang pemuda penggembala yang diremehkan raja Saul & tentaranya yang putus asa itu. Kasih karunia Tuhan dicurahkan atas setiap orang di bangsa itu tapi hanya yang menyediakan diri untuk hidup di dalamnya dengan ketaatan penuh pada Tuhanlah yang berhasil menembus tingkat-tingkat yang baru dalam pengalaman bersama Tuhan. Mereka yang berkata 'ya' pada firman-Nya pada akhirnya tidak akan pernah menyia-nyiakan setiap dukungan dari sorga bagi pertumbuhannya sebagai manusia-manusia rohani. Jadi, sudahkah Anda rindu hidup dalam kebenaran firman-Nya demi mengalami suatu terobosan rohani yang besar dalam hidup Anda? Salam revival! GBU.

Ibu Caroline – Bandung
Fear corrodes our confidence in God's goodness (Max Lucado). Ketakutan merusakkan keyakinan kita akan kebaikan Tuhan (Max Lucado).

No comments:

Post a Comment