THE END
1 Tim 1:10, “dan
yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang
oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat
binasa.” Banyak yang masih belum mendegar atau tidak percaya bahwa DIA oleh
Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat
binasa. Sebagian dari kita yang sudah percaya, seringkali masih hidup dalam
kekalahan & berusaha untuk bertahan dalam ‘kehidupan kita sendiri‘. Sebagai
anak-anak Tuhan kita perlu memberitakan kabar baik kepada mereka tentang
kemenangan Kristus atas dosa dan maut. Ketika Kristus menerangi hati &
pikiran mereka agar mengetahui bahwa ‘Peperangan Rohani‘ sudah dimenangkan oleh
Kristus (itu sesuatu yang luar biasa, dahsyat). Maukah kita menyaksikan kabar
baik itu kepada seseorang hari ini??
Xavier
Quentin Pranata
“Kata 'pulang'
senantiasa membawa rasa hangat di dada, apalagi saat kita 'pulang' ke surga
karena tahu Tuhan menanti kita di sana.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Senin, 25 April 2016. Panggilan Hati. Musa berkata: “Baiklah aku menyimpang ke
sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar
semak duri itu?” (Keluaran 3:3) Kendati menggelandang akibat kediktatoran
militer di negerinya, Brazil, Raimundo Arruda Sobrinho tetap melakukan
kegemarannya: menulis puisi. Setiap hari selama tiga puluh lima tahun.
Kebiasaannya yang janggal itu memantik minat dan niat Shalla Monteiro untuk
menolong gelandangan tua itu. Lewat akun fesbuk yang ditanggapi khalayak,
kehidupan Raimundo berubah. Kini, pada usia ke-77, karya-karya tulisnya
diterbitkan dan digemari orang. Panggilan hati Musa ialah membela yang lemah.
Budak Israel yang dianiaya orang Mesir dibelanya (2:11-12). Anak-anak gadis
Yitro yang diusir para gembala dibelanya (2:16-17). Hanya, pelariannya dari
kejaran Firaun mengubah total kehidupannya. Dari seorang pangeran menjadi
seorang gembala ternak. Setelah empat puluh tahun, masihkah panggilan hati itu
menyala di hatinya? Simaklah kisah semak duri yang menyala. Tuhan menanam
panggilan di hati Musa, kehidupan sekeras apa pun tak sanggup “membakar”-nya.
Dorongan hati itu tetap “menyala” dan siap dipakai Tuhan pada waktu-Nya. Adakah
dorongan yang terus menyala di hati Anda untuk berbuat sesuatu? Melukis?
Menulis? Melanjutkan studi? Membuka usaha sendiri? Merintis kegiatan sosial?
Jangan lekas menyerah. Jika Tuhan “menyalakannya”, tiada yang mampu
memadamkannya. Usia bukan halangan. Ayo, mulailah melangkah. Tekunilah. Waktu-Nya
bukan waktu kita. Anda tak akan pernah terlampau tua untuk memenuhi sebuah
panggilan hati —PAD. PANGGILAN HATI YANG DARI TUHAN TAK AKAN MUSNAH DIBAKAR
OLEH WAKTU DAN KESUKARAN. Selamat pagi. Semangat awal hari. Tuhan Yesus
memberkati.
Worship
Center Surabaya
Ada yang
mengatakan bahwa kita hanya akan mendapatkan apa yang benar-benar kita
inginkan. Hal itu ada benarnya. Sebab, berapakah besar kemungkinan orang
mendapatkan sesuatu jika ia tidak menginginkan, mendambakan hingga berusaha
mengejar untuk mendapatkannya? Begitu pula hidup rohani yang berhasil dimana
terjalin suatu hubungan yang dekat, kuat, erat bagai sahabat dengan Tuhan tidak
secara terjadi begitu saja atas seseorang. Itu dimulai dengan apa yang
digambarkan pemazmur dalam Mazmur 119:40, “Bahwa sesungguhnya rindulah hatiku
akan segala firman-Mu; biarlah kebenaran-Mu menghidupkan daku” (terj. TL).
Sungguh tiada kehidupan, tiada kebangunan, tiada roh yang menyala-nyala sebelum
kita benar-benar peduli akan kehendak-Nya, akan titah-titah & perkataan-perkataanNya.
Hanya mereka yang memandang tinggi ketetapan-ketetapan Tuhan akan menujukan
mata-Nya pada Dia yang sanggup memberikan kasih karunia untuk bertumbuh dalam
pengenalan & keintiman dengan Dia. Perhatikanlah kisah terkenal ini. Saat
tak satupun orang Israel yang berani menengadahkan kepalanya, bahkan
prajurit-prajurit terbaiknya sekalipun -seorang anak muda yang kecil
perawakannya & tak pernah dilatih sebagai prajurit melangkah yakin
berhadapan tanpa perlengkapan senjata, tanpa teman, tanpa takut, hanya ditemani
Sahabat setianya yang tak terlihat mata. Hari itu suatu peragaan iman &
kemenangan besar atas hidup satu bangsa terjadi dengan jatuhnya Goliat di
hadapan Daud, sang pemuda penggembala yang diremehkan raja Saul &
tentaranya yang putus asa itu. Kasih karunia Tuhan dicurahkan atas setiap orang
di bangsa itu tapi hanya yang menyediakan diri untuk hidup di dalamnya dengan
ketaatan penuh pada Tuhanlah yang berhasil menembus tingkat-tingkat yang baru
dalam pengalaman bersama Tuhan. Mereka yang berkata 'ya' pada firman-Nya pada
akhirnya tidak akan pernah menyia-nyiakan setiap dukungan dari sorga bagi
pertumbuhannya sebagai manusia-manusia rohani. Jadi, sudahkah Anda rindu hidup
dalam kebenaran firman-Nya demi mengalami suatu terobosan rohani yang besar
dalam hidup Anda? Salam revival! GBU.
Ibu
Caroline – Bandung
Fear corrodes
our confidence in God's goodness (Max Lucado). Ketakutan merusakkan keyakinan
kita akan kebaikan Tuhan (Max Lucado).

No comments:
Post a Comment