THE END
Kis 1:8, “Tetapi
kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan
menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke
ujung bumi.” Baptisan Roh Kudus, bukan hanya memberikan kuasa untuk
memberita-kan Yesus sebagai Tuhan & Juruselamat, tetapi juga memberi-kan
kita keberanian untuk “bersaksi” tentang kebenaranNya. Bahkan kerinduan untuk
selalu menyenangkan Kristus. Amin. Adakah kita anak-anak Tuhan yang rindu
bersaksi??
Ibu
Caroline – Bandung
Rabu, 27 April
2016. Bacaan: Kolose 3:5-17. Setahun: 1 Raja-Raja 14-15. Nats: Tetapi sekarang,
buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata
kotor yang keluar dari mulutmu (Kolose 3:8). Jangan Simpan Sampah. Di
lingkungan tempat tinggal saya, truk pengangkut sampah tidak datang setiap
hari, tetapi dua kali dalam seminggu, setiap Senin dan Kamis. Namun, setiap
pagi saya membuang sampah rumah ke tempat sampah besar di depan rumah, sebelum
nanti diangkut truk sampah menurut jadwal. Pernah, Lala, putri sulung kami,
bertanya, mengapa setiap pagi saya repot-repot membuang sampah itu, padahal truk
sampah tidak akan datang mengambilnya. Jawaban saya sederhana: Karena saya
tidak nyaman menyimpan sampah di dalam rumah. Tidak ada orang yang nyaman
menyimpan sampah di dalam rumah. Namun, bagaimana dengan sampah rohani?
Faktanya, banyak orang nyaman-nyaman saja menyimpan sampah rohani dalam hidup
mereka. Coba kita tilik cara hidup kita masing-masing. Masihkah kita menyimpan
sampah rohani? Segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa
nafsu, nafsu jahat, dan juga keserakahan dalam diri kita (ay. 5)? Masihkah kita
menyimpan kemarahan, geram, kejahatan, fitnah dan segala perkataan kotor yang
keluar dari mulut kita (ay. 8)? Memang bukan perkara mudah untuk menjaga hidup
kita bersih dari sampah rohani. Namun, kita telah menanggalkan manusia lama
serta kelakuannya. Kita telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus
diperbaharui (ay. 9-10). Sebagai orang pilihan Allah yang dikuduskan dan
dikasihi-Nya, baiklah kita membuang sampah rohani itu, lalu mengenakan segala
kebajikan (ay. 12-17). Memang bukan perkara mudah, tapi kita pasti dimampukan
jika kita mengandalkan Roh Kudus --Okky Sutanto. Jagalah kebersihan, baik
secara jasmani maupun rohani.
Xavier
Quentin Pranata
“If your boss
jumps down your throat for no reason, just tell God and let Him do His part and
strengthen you.” Xavier Quentin Pranata.
Ibu
Caroline – Bandung
Mat 10:38.
Pertanyaan Renungan: Sudahkah Anda memikul salibnya dan serius mengikuti Dia?
Tuhan itu dekat dengan orang-orang yang percaya dan menaruh harap padaNya.
Tuhan maha tinggi namun tidak maha jauh. Perekat kedekatan adalah intimnya
sebuah doa kita kepada Tuhan. Tuhan tidak pernah melepas perhatian sedikitpun
terhadap anak-anaknya. Jurang pemisah yang menjaukan kita dari Allah adalah
dosa. Dosa mampu membuat jurang yang dalam sehingga membuka pintu neraka yang
selebar-lebarnya bila kita terjatuh di dalamnya. Jurang dosa itu bisa kita
lampaui dengan aman yaitu melalui salib Kristus. Salib Kristus akan terbentang
di antara bibir kedua jurang itu sehingga kita mampu berjalan diatasnya dengan
aman. Marilah memikul salib dan mengikuti Yesus. Jadilah sama seperti Yesus,
memiliki kasih yang luar biasa terhadap sesama. Rela menjauhi
perbuatan-perbuatan yang membuat kita jatuh dalam dosa. Rayuan dunia sangat
menggoda, banyak hal yang ditawarkan, mulai dari harta, jabatan dsb. Segala
sesuatu yang tidak berasal dari Allah
hanya akan mendatangkan kebinasaan, namun segala hal yang berasal dari
Allah mendatangkan kebaikan. Milikilah hati dan hidup yang “bersih”, maka kita
akan menjumpai Allah hadir dan memberkati kehidupan kita. Sebab beginilah
firman TUHAN kepada kaum Israel: Carilah Aku, maka akan hidup! (Amos 5:4).
Happy Wednesday. JBU all.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Rabu, 27 April 2016. Harapan yang Pasti. Tetapi aku senantiasa mau berharap dan
menambah puji-pujian kepada-Mu; mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan
keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat
menghitungnya (Mazmur 71:14-15). Mengawali musim tanam, para petani disibukkan
dengan pekerjaan mempersiapkan lahan agar siap ditanami benih padi. Perlu
tenaga dan biaya yang besar. Namun, kesulitan ini tidak merintangi para petani
untuk melakukan pekerjaan mereka dengan tekun. Mereka memiliki impian dan
harapan yang besar: ketika musim panen tiba mereka akan menerima imbalan yang
setimpal dari kerja keras yang telah dilakukan. Pemazmur mengawali doa dengan
pengakuan akan segala keterbatasan yang dimilikinya. Sebagai mahluk yang serba
terbatas, ia membutuhkan Tuhan yang tidak terbatas, agar mampu menjalani setiap
proses kehidupan dengan baik. Pemazmur dengan sepenuh hati meyakini keberadaan
Tuhan yang maha pengasih dan penuh keadilan. Pemazmur kembali menekankan
perlunya memiliki harapan tentang masa yang akan datang. Harapan yang bisa
dijadikan tumpuan, agar bisa menjalani kehidupan ini dengan baik. Tuhan
merupakan harapan yang pasti. Dia akan memberikan perlindungan kepada semua
umat yang dikasihi-Nya. Dia juga akan menuntun umat-Nya berjalan dalam
kemenangan. Menjalani kehidupan ini akan lebih indah ketika kita meletakkan
pengharapan hanya kepada Tuhan. Bersama dengan Tuhan, kita dimampukan menjalani
setiap proses kehidupan dengan baik, sesuai dengan rencana-Nya dalam kehidupan
kita. Untuk itu, jangan pernah berhenti berharap. Tuhan adalah sumber dan
tempat pengharapan kita. Dia akan memberikan yang terbaik pada masa sekarang
dan pada masa yang akan datang —WB. BERHARAPLAH HANYA KEPADA TUHAN YANG
SENANTIASA MEMBERIKAN PERLINDUNGAN DAN PERTOLONGAN TEPAT PADA WAKTUNYA. Selamat
pagi. Semangat berkarya. Tuhan Yesus memberkati.
Worship
Center Surabaya
Bukan hanya satu
kali tetapi dua kali, Injil mencatat Yesus memberi makan pada ribuan orang (Mat
14:13-21; 15:32-39). Ada kemungkinan
lebih dari itu Yesus melakukannya. Menariknya, kita tahu bahwa dalam dua
kesempatan itu, Yesus sendirilah yang berinisiatif memberikan makanan pada
jumlah yang demikian banyak itu (Mat 14:16; 15:32). Melalui Yesus, Bapa sorgawi
ingin menyampaikan pada kita bahwa Dia: •Tuhan yang PEDULI. Di kala ada
pemimpin-pemimpin yang lalai memperhatikan kebutuhan-kebutuhan pokok rakyatnya
atau bahkan orang tua atas anak-anaknya, Allah dalam Kristus menunjukkan
diri-Nya sangat memahami kebutuhan kita. Hati-Nya selalu tergerak oleh belas
kasihan, bukan hanya untuk kebutuhan rohani tetapi keperluan jasmani pun
dipikirkan-Nya. Lebih dari siapapun di alam semesta ini, Dia Bapa yang TAHU
bahwa “kita memerlukan semuanya itu” (Mat 6.32). •Allah yang BERTINDAK. Tak
sekedar memeriksa keadaan orang-orang atau menyampaikan keprihatinan atas
kondisi yang ada, Dia melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan umat-Nya.
Tidak diciptakan-Nya dunia untuk kemudian berjalan sendiri. Tiap-tiap hari
masih diberi-Nya makan burung-burung di udara, yang dianggap tak berharga oleh
manusia. Pula, masih didandani-Nya bunga-bunga yang mungkin sering kita injak
& lewatkan keindahan-Nya. Dia tak pernah berhenti menjaga, memelihara &
memberkati ciptaan-ciptaanNya di jagad raya ini. Dia tak pernah berpangku
tangan & menganggur. Tuhan kita masih berkarya di setiap suapan makanan
yang masuk di mulut kita! •Bapa yang MENYEDIAKAN DENGAN CARA-CARANYA yang
AJAIB. Dari 5 roti & 2 ikan atau beberapa ketul roti & beberapa ikan,
Tuhan menncukupi ribuan orang. Menunjukkan bahwa tiada yang mustahil bagi kuasa
Allah mencukupi setiap kebutuhan kita. Dia takkan kekurangan cara memelihara
anak-anakNya. Bahkan kita tidak perlu tahu bagaimana Dia mengadakannya bagi
kita sebab Dia bekerja dengan cara-cara yang ajaib & penuh mujizat.
Mengetahui itu semua, masihkah Anda begitu kuatir akan kebutuhan sehari-sehari
hingga menjadikannya prioritas-prioritas teratas dalam hidup? Salam revival!
GBU.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Mat 8:3 – YESUS:
“AKU mau, jadilah kamu SEMBUH!” Seketika itu juga SEMBUHlah orang itu! YESUS
emang sip... Pertolongan-NYA yang AJAIB terjadi sekarang! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:
Post a Comment