Wednesday, 27 April 2016

27 April 2016



THE END




Kis 1:8, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Baptisan Roh Kudus, bukan hanya memberikan kuasa untuk memberita-kan Yesus sebagai Tuhan & Juruselamat, tetapi juga memberi-kan kita keberanian untuk “bersaksi” tentang kebenaranNya. Bahkan kerinduan untuk selalu menyenangkan Kristus. Amin. Adakah kita anak-anak Tuhan yang rindu bersaksi??

Ibu Caroline – Bandung
Rabu, 27 April 2016. Bacaan: Kolose 3:5-17. Setahun: 1 Raja-Raja 14-15. Nats: Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu (Kolose 3:8). Jangan Simpan Sampah. Di lingkungan tempat tinggal saya, truk pengangkut sampah tidak datang setiap hari, tetapi dua kali dalam seminggu, setiap Senin dan Kamis. Namun, setiap pagi saya membuang sampah rumah ke tempat sampah besar di depan rumah, sebelum nanti diangkut truk sampah menurut jadwal. Pernah, Lala, putri sulung kami, bertanya, mengapa setiap pagi saya repot-repot membuang sampah itu, padahal truk sampah tidak akan datang mengambilnya. Jawaban saya sederhana: Karena saya tidak nyaman menyimpan sampah di dalam rumah. Tidak ada orang yang nyaman menyimpan sampah di dalam rumah. Namun, bagaimana dengan sampah rohani? Faktanya, banyak orang nyaman-nyaman saja menyimpan sampah rohani dalam hidup mereka. Coba kita tilik cara hidup kita masing-masing. Masihkah kita menyimpan sampah rohani? Segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, dan juga keserakahan dalam diri kita (ay. 5)? Masihkah kita menyimpan kemarahan, geram, kejahatan, fitnah dan segala perkataan kotor yang keluar dari mulut kita (ay. 8)? Memang bukan perkara mudah untuk menjaga hidup kita bersih dari sampah rohani. Namun, kita telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya. Kita telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui (ay. 9-10). Sebagai orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, baiklah kita membuang sampah rohani itu, lalu mengenakan segala kebajikan (ay. 12-17). Memang bukan perkara mudah, tapi kita pasti dimampukan jika kita mengandalkan Roh Kudus --Okky Sutanto. Jagalah kebersihan, baik secara jasmani maupun rohani.

Xavier Quentin Pranata
“If your boss jumps down your throat for no reason, just tell God and let Him do His part and strengthen you.” Xavier Quentin Pranata.

Ibu Caroline – Bandung
Mat 10:38. Pertanyaan Renungan: Sudahkah Anda memikul salibnya dan serius mengikuti Dia? Tuhan itu dekat dengan orang-orang yang percaya dan menaruh harap padaNya. Tuhan maha tinggi namun tidak maha jauh. Perekat kedekatan adalah intimnya sebuah doa kita kepada Tuhan. Tuhan tidak pernah melepas perhatian sedikitpun terhadap anak-anaknya. Jurang pemisah yang menjaukan kita dari Allah adalah dosa. Dosa mampu membuat jurang yang dalam sehingga membuka pintu neraka yang selebar-lebarnya bila kita terjatuh di dalamnya. Jurang dosa itu bisa kita lampaui dengan aman yaitu melalui salib Kristus. Salib Kristus akan terbentang di antara bibir kedua jurang itu sehingga kita mampu berjalan diatasnya dengan aman. Marilah memikul salib dan mengikuti Yesus. Jadilah sama seperti Yesus, memiliki kasih yang luar biasa terhadap sesama. Rela menjauhi perbuatan-perbuatan yang membuat kita jatuh dalam dosa. Rayuan dunia sangat menggoda, banyak hal yang ditawarkan, mulai dari harta, jabatan dsb. Segala sesuatu yang tidak berasal dari Allah  hanya akan mendatangkan kebinasaan, namun segala hal yang berasal dari Allah mendatangkan kebaikan. Milikilah hati dan hidup yang “bersih”, maka kita akan menjumpai Allah hadir dan memberkati kehidupan kita. Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: Carilah Aku, maka akan hidup! (Amos 5:4). Happy Wednesday. JBU all.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 27 April 2016. Harapan yang Pasti. Tetapi aku senantiasa mau berharap dan menambah puji-pujian kepada-Mu; mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya (Mazmur 71:14-15). Mengawali musim tanam, para petani disibukkan dengan pekerjaan mempersiapkan lahan agar siap ditanami benih padi. Perlu tenaga dan biaya yang besar. Namun, kesulitan ini tidak merintangi para petani untuk melakukan pekerjaan mereka dengan tekun. Mereka memiliki impian dan harapan yang besar: ketika musim panen tiba mereka akan menerima imbalan yang setimpal dari kerja keras yang telah dilakukan. Pemazmur mengawali doa dengan pengakuan akan segala keterbatasan yang dimilikinya. Sebagai mahluk yang serba terbatas, ia membutuhkan Tuhan yang tidak terbatas, agar mampu menjalani setiap proses kehidupan dengan baik. Pemazmur dengan sepenuh hati meyakini keberadaan Tuhan yang maha pengasih dan penuh keadilan. Pemazmur kembali menekankan perlunya memiliki harapan tentang masa yang akan datang. Harapan yang bisa dijadikan tumpuan, agar bisa menjalani kehidupan ini dengan baik. Tuhan merupakan harapan yang pasti. Dia akan memberikan perlindungan kepada semua umat yang dikasihi-Nya. Dia juga akan menuntun umat-Nya berjalan dalam kemenangan. Menjalani kehidupan ini akan lebih indah ketika kita meletakkan pengharapan hanya kepada Tuhan. Bersama dengan Tuhan, kita dimampukan menjalani setiap proses kehidupan dengan baik, sesuai dengan rencana-Nya dalam kehidupan kita. Untuk itu, jangan pernah berhenti berharap. Tuhan adalah sumber dan tempat pengharapan kita. Dia akan memberikan yang terbaik pada masa sekarang dan pada masa yang akan datang —WB. BERHARAPLAH HANYA KEPADA TUHAN YANG SENANTIASA MEMBERIKAN PERLINDUNGAN DAN PERTOLONGAN TEPAT PADA WAKTUNYA. Selamat pagi. Semangat berkarya. Tuhan Yesus memberkati.

Worship Center Surabaya
Bukan hanya satu kali tetapi dua kali, Injil mencatat Yesus memberi makan pada ribuan orang (Mat 14:13-21; 15:32-39). Ada kemungkinan  lebih dari itu Yesus melakukannya. Menariknya, kita tahu bahwa dalam dua kesempatan itu, Yesus sendirilah yang berinisiatif memberikan makanan pada jumlah yang demikian banyak itu (Mat 14:16; 15:32). Melalui Yesus, Bapa sorgawi ingin menyampaikan pada kita bahwa Dia: •Tuhan yang PEDULI. Di kala ada pemimpin-pemimpin yang lalai memperhatikan kebutuhan-kebutuhan pokok rakyatnya atau bahkan orang tua atas anak-anaknya, Allah dalam Kristus menunjukkan diri-Nya sangat memahami kebutuhan kita. Hati-Nya selalu tergerak oleh belas kasihan, bukan hanya untuk kebutuhan rohani tetapi keperluan jasmani pun dipikirkan-Nya. Lebih dari siapapun di alam semesta ini, Dia Bapa yang TAHU bahwa “kita memerlukan semuanya itu” (Mat 6.32). •Allah yang BERTINDAK. Tak sekedar memeriksa keadaan orang-orang atau menyampaikan keprihatinan atas kondisi yang ada, Dia melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan umat-Nya. Tidak diciptakan-Nya dunia untuk kemudian berjalan sendiri. Tiap-tiap hari masih diberi-Nya makan burung-burung di udara, yang dianggap tak berharga oleh manusia. Pula, masih didandani-Nya bunga-bunga yang mungkin sering kita injak & lewatkan keindahan-Nya. Dia tak pernah berhenti menjaga, memelihara & memberkati ciptaan-ciptaanNya di jagad raya ini. Dia tak pernah berpangku tangan & menganggur. Tuhan kita masih berkarya di setiap suapan makanan yang masuk di mulut kita! •Bapa yang MENYEDIAKAN DENGAN CARA-CARANYA yang AJAIB. Dari 5 roti & 2 ikan atau beberapa ketul roti & beberapa ikan, Tuhan menncukupi ribuan orang. Menunjukkan bahwa tiada yang mustahil bagi kuasa Allah mencukupi setiap kebutuhan kita. Dia takkan kekurangan cara memelihara anak-anakNya. Bahkan kita tidak perlu tahu bagaimana Dia mengadakannya bagi kita sebab Dia bekerja dengan cara-cara yang ajaib & penuh mujizat. Mengetahui itu semua, masihkah Anda begitu kuatir akan kebutuhan sehari-sehari hingga menjadikannya prioritas-prioritas teratas dalam hidup? Salam revival! GBU.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Mat 8:3 – YESUS: “AKU mau, jadilah kamu SEMBUH!” Seketika itu juga SEMBUHlah orang itu! YESUS emang sip... Pertolongan-NYA yang AJAIB terjadi sekarang! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:

Post a Comment