Thursday, 7 April 2016

7 April 2016



THE END




Kis 20:35, “Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.” Bagaimana perasaan kita saat “memberi” kepada mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan/pertolongan kita?? Saat membutuhkan biaya untuk berobat anaknya/keluarga dsbnya?? Pasti ada ‘rasa yang sangat bahagia‘ bila kita bisa menolong seseorang keluar dari permasalahannya! Bukan hanya uang, ternyata saat mereka butuh didengarkan? Kita ‘memberikan‘ telinga kita untuk mendengar J. Kita bisa memberikan WAKTU kita untuk membangun hubungan lebih lagi, bahkan kita bisa memberikan tenaga kita untuk ‘melayani‘ mereka J. Jadi MEMBERI itu akan sangat punya arti/punya nilai sebab LEBIH BERBAHAGIA  memberi daripada MENERIMA. Amin J.

Xavier Quentin Pranata
“Orang yang sombong seperti seekor katak yang ingin mengalahkan kerbau dengan menggelembungkan dirinya dan... dor!” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 7 April 2016. Diawasi-NYA Kita. Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya (Ulangan 32:10). Pandangan saya terus tertuju pada anak saya yang mengikuti perlombaan busana di sekolah. Ia tampak kurang nyaman mengenakan pakaian adat Bali. Mungkin gerah. Tetapi, terlihat ia berusaha menahannya. Ia berjalan di atas panggung dan menunjukkan keceriaannya saat lomba berlangsung. Saya bangga menyaksikan perjuangannya. Meskipun ia sempat membuat kesalahan kecil dalam gerakannya, saya tetap mengawasi dan memberinya semangat. Ya, ia telah berusaha keras, dan apa pun hasilnya, menang atau kalah, saya tetap bangga kepadanya. Bukan hanya saya, orangtua anak-anak yang lain pun melakukan hal sama. Mereka tidak berhenti memberikan dukungan untuk anak masing-masing yang tengah berlomba. Saya, dan tentunya para orangtua lainnya, berada di sana karena satu alasan: cinta kepada anak. Kedua mata saya tidak beralih dari anak saya karena saya begitu mengasihinya. Kedua tangan saya tidak berhenti bertepuk tangan memberinya semangat karena saya begitu mengasihinya. Tidak peduli, menang atau kalah, ia tetaplah anak saya. Ketika merenungkan apa yang saya lakukan, saya teringat betapa Allah telah melakukan hal yang jauh lebih hebat. Melalui nyanyiannya, Musa menggambarkan begitu hebatnya perhatian dan pengawasan Allah kepada umat-Nya itu, bagaikan Dia menjaga biji mata-Nya sendiri. Dia adalah Bapa yang juga tidak pernah berhenti mengawasi dan menjaga kita di sepanjang perlombaan kehidupan. Kemenangan atau kekalahan yang kita alami tidak mengubah kasih-Nya yang hebat atas kita —SYS. KEMENANGAN ATAU KEKALAHAN SAAT KITA MENJALANI PERLOMBAAN HIDUP, TIDAK SEDIKIT PUN MENGURANGI KASIH DAN PENYERTAAN ALLAH. Selamat pagi. Tetap semangat ya. Tuhan Yesus setia bagi kita. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Caroline – Bandung
Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu memimpin kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana (2 Kor 2:14). Sangat menyenangkan berada di antara orang-orang yang penuh rasa syukur. Mereka mengisi sebuah ruangan dengan sikap optimisme, rasa damai & pikiran yang positif. Paulus mengatakan bahwa orang yang demikian seperti wewangian harum yang membangkitkan kesenangan di setiap sudut ruangan. Sebaliknya, orang yang bersungut-sungut menebarkan bebauan juga, tetapi tidaklah harum. Mereka membuat orang sekitar menjadi muram, geram, kesal. Kalau direnungkan, apa sebenarnya yang membuat orang mampu bersyukur? Mereka dapat mengingat berkat Allah pada masa lalu & menyadari bahwa Allah masih menyediakan hal yang luar biasa. Jangan beranggapan bahwa pribadi yang bersyukur itu buta terhadap kenyataan hidup yang sulit. Mereka pun tidak kebal terhadap persoalan. Tapi, pengharapan yang mereka miliki mengalihkan fokus dari kekecewaan & sakit hati kepada karakter Allah. Orang itu yakin cepat / lambat Dia akan memberikan pemahaman, kekuatan, bahkan berkat yang diperlukan. Orang yang bersyukur akan berterima kasih dalam segala situasi. Pengeluh akan mengomel meskipun hidup dalam kelimpahan. Morning sister... Gbu abundantly.

Bp. Anto – Citraland
Syalom! Pagi saudaraku. Yakobus 1:23 (TB)  Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. Banyak orang percaya tapi enggan melakukan firman Tuhan. Sebaliknya banyak orang dunia yang tidak mengerti firman, tapi mereka melakukan firman. Jadi orang percaya harus lebih giat lagi. Tetap semangat.

No comments:

Post a Comment