THE END
Kis 20:35, “Dalam
segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja
demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat
perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih
berbahagia memberi dari pada menerima.” Bagaimana perasaan kita saat
“memberi” kepada mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan/pertolongan kita??
Saat membutuhkan biaya untuk berobat anaknya/keluarga dsbnya?? Pasti ada ‘rasa
yang sangat bahagia‘ bila kita bisa menolong seseorang keluar dari
permasalahannya! Bukan hanya uang, ternyata saat mereka butuh didengarkan? Kita
‘memberikan‘ telinga kita untuk mendengar J. Kita bisa memberikan WAKTU
kita untuk membangun hubungan lebih lagi, bahkan kita bisa memberikan tenaga
kita untuk ‘melayani‘ mereka J.
Jadi MEMBERI itu akan sangat punya arti/punya nilai sebab LEBIH
BERBAHAGIA memberi daripada MENERIMA.
Amin J.
Xavier
Quentin Pranata
“Orang yang
sombong seperti seekor katak yang ingin mengalahkan kerbau dengan
menggelembungkan dirinya dan... dor!” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Kamis, 7 April 2016. Diawasi-NYA Kita. Didapati-Nya dia di suatu negeri, di
padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara.
Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya (Ulangan
32:10). Pandangan saya terus tertuju pada anak saya yang mengikuti perlombaan
busana di sekolah. Ia tampak kurang nyaman mengenakan pakaian adat Bali.
Mungkin gerah. Tetapi, terlihat ia berusaha menahannya. Ia berjalan di atas
panggung dan menunjukkan keceriaannya saat lomba berlangsung. Saya bangga
menyaksikan perjuangannya. Meskipun ia sempat membuat kesalahan kecil dalam
gerakannya, saya tetap mengawasi dan memberinya semangat. Ya, ia telah berusaha
keras, dan apa pun hasilnya, menang atau kalah, saya tetap bangga kepadanya.
Bukan hanya saya, orangtua anak-anak yang lain pun melakukan hal sama. Mereka
tidak berhenti memberikan dukungan untuk anak masing-masing yang tengah
berlomba. Saya, dan tentunya para orangtua lainnya, berada di sana karena satu
alasan: cinta kepada anak. Kedua mata saya tidak beralih dari anak saya karena
saya begitu mengasihinya. Kedua tangan saya tidak berhenti bertepuk tangan
memberinya semangat karena saya begitu mengasihinya. Tidak peduli, menang atau
kalah, ia tetaplah anak saya. Ketika merenungkan apa yang saya lakukan, saya
teringat betapa Allah telah melakukan hal yang jauh lebih hebat. Melalui
nyanyiannya, Musa menggambarkan begitu hebatnya perhatian dan pengawasan Allah
kepada umat-Nya itu, bagaikan Dia menjaga biji mata-Nya sendiri. Dia adalah
Bapa yang juga tidak pernah berhenti mengawasi dan menjaga kita di sepanjang
perlombaan kehidupan. Kemenangan atau kekalahan yang kita alami tidak mengubah
kasih-Nya yang hebat atas kita —SYS. KEMENANGAN ATAU KEKALAHAN SAAT KITA
MENJALANI PERLOMBAAN HIDUP, TIDAK SEDIKIT PUN MENGURANGI KASIH DAN PENYERTAAN
ALLAH. Selamat pagi. Tetap semangat ya. Tuhan Yesus setia bagi kita. Tuhan
Yesus memberkati.
Ibu
Caroline – Bandung
Tetapi syukur
bagi Allah, yang dalam Kristus selalu memimpin kami di jalan kemenangan-Nya.
Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di
mana-mana (2 Kor 2:14). Sangat menyenangkan berada di antara orang-orang yang
penuh rasa syukur. Mereka mengisi sebuah ruangan dengan sikap optimisme, rasa
damai & pikiran yang positif. Paulus mengatakan bahwa orang yang demikian
seperti wewangian harum yang membangkitkan kesenangan di setiap sudut ruangan.
Sebaliknya, orang yang bersungut-sungut menebarkan bebauan juga, tetapi
tidaklah harum. Mereka membuat orang sekitar menjadi muram, geram, kesal. Kalau
direnungkan, apa sebenarnya yang membuat orang mampu bersyukur? Mereka dapat
mengingat berkat Allah pada masa lalu & menyadari bahwa Allah masih
menyediakan hal yang luar biasa. Jangan beranggapan bahwa pribadi yang
bersyukur itu buta terhadap kenyataan hidup yang sulit. Mereka pun tidak kebal
terhadap persoalan. Tapi, pengharapan yang mereka miliki mengalihkan fokus dari
kekecewaan & sakit hati kepada karakter Allah. Orang itu yakin cepat /
lambat Dia akan memberikan pemahaman, kekuatan, bahkan berkat yang diperlukan.
Orang yang bersyukur akan berterima kasih dalam segala situasi. Pengeluh akan
mengomel meskipun hidup dalam kelimpahan. Morning sister... Gbu abundantly.
Bp.
Anto – Citraland
Syalom! Pagi
saudaraku. Yakobus 1:23 (TB) Sebab jika
seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama
seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.
Banyak orang percaya tapi enggan melakukan firman Tuhan. Sebaliknya banyak
orang dunia yang tidak mengerti firman, tapi mereka melakukan firman. Jadi
orang percaya harus lebih giat lagi. Tetap semangat.
No comments:
Post a Comment