Wednesday, 20 April 2016

20 April 2016



THE END




Matius 7:21-23, 21Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 22Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 23pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Apa yang harus kita lakukan agar pengenalan kita kepada Tuhan semakin nyata? Yesus juga dengan tegas menyatakan bahwa keberhasilan dalam pelayanan (bernubuat, mengusir setan, bahkan mengadakan mujizat) bukan merupakan standard untuk menilai hubungan kita dengan Kristus, bisa jadi  sesungguhnya Kristus tidak pernah mengenal mereka. Tuhan tidak hanya senang melihat pelayanan kita tetapi Tuhan kagum dengan IMAN kita. Bagaimana dengan kita?? Apakah kita sudah melakukan kehendak BAPA?? Melakukan yang baik, berkenan & yang sempurna? (Roma 12:2b) Sehingga DIA MENGENAL kita??

Worship Center Surabaya
Merenungkan hidupnya sendiri, yang terkadang merasa ada begitu banyak kesusahan atau kesesakan, walau telah menjadi orang yang percaya, wajar bila di benak beberapa orang kemudian muncul pertanyaan, “Mengapa Tuhan tidak membuat hidupku mudah? Dimanakah Dia saat aku mengalami kemalangan-kemalangan ini?” Ditambah melihat kenyataan bahwa anak-anak Tuhan di muka bumi tidak lepas dari berbagai kesukaran & penderitaan, tak jarang ada yang mengalami krisis iman. Namun, firman Tuhan tak berubah. Dalam Mazmur 37:39 dikatakan, “Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan.” TUHAN masih penyelamat orang-orang benar. Dia masih perlindungan umat-Nya pada waktu kesesakan. Yang tak banyak diketahui adalah: •Allah bekerja menurut cara-Nya, bukan cara kita. Pernahkah Anda melihat ada orang yang mempertanyakan bagaimana seorang dokter melakukan pembedahan? Bukankah hampir semua dari kita diam & 'berserah' dalam penanganannya? Sayangnya, manusia lebih berani mengatur-ngatur Tuhan, mempertanyakan & melakukan protes pada Dia yang jalan-jalanNya sempurna & yang rancangan-Nya jauh mengatasi rancangan-rancangan kita! •Tuhan melindungi orang-orang benar seturut hikmat-Nya yang tak terselami itu. Hikmat berarti mengetahui bukan sekedar apa yang harus dilakukan namun kapan waktu yang tepat untuk melakukannya. Mungkin menurut kita sekarang adalah waktu yang tepat, namun Tuhan yang lebih tahu & memahami kapan Dia harus melakukan sesuatu demi yang terbaik bagi kita. Yesus yang tahu Lazarus sakit keras, menunda menjenguknya hingga laki-laki itu mati. Hanya untuk kemudian membangkitkannya. •Di atas semuanya, Bapa sorgawi bertindak sesuai kemahatahuan-Nya. Kita mengetahui yang terbaik DALAM KETERBATASAN ruang & waktu -sesuatu yang tak pernah menjadi masalah Tuhan. Bukankah Dia yang tahu masa lampau, masa kini & masa depan yang paling baik menentukan apa yang terbaik bagi kita saat ini? Bagian kita ialah percaya & menanti-nantikan Dia. Maukah Anda? Salam revival! GBU.

Xavier Quentin Pranata
“If nothing goes right, instead of being part of the problem, let's us be part of the solution.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 20 April 2016. Belajar dari Esau. Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka (Kejadian 33:4). Siapa yang tidak kecewa saat dikhianati oleh adik kandung sendiri? Itulah yang dialami oleh Esau. Esau begitu marah setelah ia ditipu oleh Yakub, adiknya. Pertama, Yakub telah berhasil “membeli” hak kesulungan milik kakaknya itu seharga semangkuk kacang merah. Kedua, dengan cara yang licik, Yakub telah menyerobot berkat yang seharusnya menjadi miliknya. Esau dendam dan berikhtiar membunuh adiknya itu (Kej. 27:41). Tentu sulit bagi Esau melupakan begitu saja peristiwa pahit itu. Tetapi, tampaknya Esau belajar memahami kesalahannya. Ia belajar bahwa menyimpan dendam dan kebencian justru akan memberikan dampak buruk baginya. Esau pun belajar mengampuni! Dan, menurut saya, Tuhan menghargai tindakannya, yang bersedia berjalan menurut firman-Nya. Kita mungkin punya pengalaman sama seperti Esau. Kita melakukan kesalahan, ditipu, dan dikhianati, bahkan oleh orang yang terdekat dengan kita. Jujur, ada perasaan marah, bahkan dendam. Tetapi, Roh Kudus menghendaki kita membereskan hati dan mengampuni. Tidak mudah dan perlu proses panjang. Tetapi, kita perlu melakukannya! Kita dapat belajar dari Esau. Tahun-tahun sakit hatinya telah diganti Tuhan dengan tangis sukacita kemenangan saat ia melepaskan pengampunan untuk Yakub. Pengampunan bukanlah suatu kasus lupa ingatan yang dapat menghapus luka masa lalu dengan sekejap. Sebaliknya, pengampunan adalah proses penyembuhan dengan mengeluarkan racun dari luka hati tersebut. Dengan demikian, hati kita pun dibebaskan dan dipulihkan —SYS. CARA YANG PALING EFEKTIF DAN TERHORMAT UNTUK MEMBALAS DENDAM ADALAH DENGAN MENGAMPUNI! Selamat pagi. Selamat berkarya. Selalu bersyukur. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Caroline – Bandung
Yang paling nikmat adalah bergosip membicarakan kejelekan dan kekurangan orang lain, padahal kita sering salah memahami orang lain »NN«. Filemon 1:17-19, “Kalau engkau menganggap aku saudaramu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri, 18 Kalau dia sudah merugikan engkau ataupun berutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku, 19 Aku, Paulus, menjaminnya dengan tulisan tanganku sendiri: Aku akan melunasinya. Sebaiknya jangan kukatakan bahwa engkau juga berutang padaku, yaitu dirimu sendiri.” Betapa seringnya kita salah memahami orang lain, lalu bukan memandangnya secara positif malah negatif. Pandangan yang keliru menyebabkan perselisihan dan perpecahan, sehingga banyak keluarga dan sahabat terpecah. Bila kita memiliki kasih, tentunya kita lebih mudah untuk memahami orang lain, sehingga kita lebih mudah memaafkan dan menerima orang lain. Rasul Paulus sejak percaya dan menerima Yesus hidupnya berubah dari seorang pemarah dan pembenci menjadi orang yang pengasih dan penyayang! Bagaimana dengan kita? Bila ada kasih dalam hati, maka kita bisa menerima orang lain apa adanya, kita bisa berdamai dengan keluarga dan semua orang, sehingga tidak adalagi pertengkaran dan perselihan, perpecahan bisa dihindari, hidup jadi lebih indah dan berarti. Selamat pagi.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 71:17 – Ya ALLAH, ENGKAU telah mengajarku sejak kecilku dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-MU yang ajaib! Luar biasa YESUSku. Alami keajaiban-NYA sekarang. Mujizat-NYA nyata! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.


No comments:

Post a Comment