THE END
Matius 7:21-23, “21Bukan
setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan
Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 22Pada
hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami
bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak
mujizat demi nama-Mu juga? 23pada waktu itulah Aku akan berterus
terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari
pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Apa yang harus kita lakukan agar
pengenalan kita kepada Tuhan semakin nyata? Yesus juga dengan tegas menyatakan
bahwa keberhasilan dalam pelayanan (bernubuat, mengusir setan, bahkan
mengadakan mujizat) bukan merupakan standard untuk menilai hubungan kita dengan
Kristus, bisa jadi sesungguhnya Kristus
tidak pernah mengenal mereka. Tuhan tidak hanya senang melihat pelayanan
kita tetapi Tuhan kagum dengan IMAN kita. Bagaimana dengan kita?? Apakah
kita sudah melakukan kehendak BAPA?? Melakukan yang baik, berkenan &
yang sempurna? (Roma 12:2b) Sehingga DIA MENGENAL kita??
Worship
Center Surabaya
Merenungkan
hidupnya sendiri, yang terkadang merasa ada begitu banyak kesusahan atau
kesesakan, walau telah menjadi orang yang percaya, wajar bila di benak beberapa
orang kemudian muncul pertanyaan, “Mengapa Tuhan tidak membuat hidupku mudah?
Dimanakah Dia saat aku mengalami kemalangan-kemalangan ini?” Ditambah melihat
kenyataan bahwa anak-anak Tuhan di muka bumi tidak lepas dari berbagai
kesukaran & penderitaan, tak jarang ada yang mengalami krisis iman. Namun,
firman Tuhan tak berubah. Dalam Mazmur 37:39 dikatakan, “Orang-orang benar
diselamatkan oleh TUHAN; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu
kesesakan.” TUHAN masih penyelamat orang-orang benar. Dia masih perlindungan umat-Nya
pada waktu kesesakan. Yang tak banyak diketahui adalah: •Allah bekerja menurut
cara-Nya, bukan cara kita. Pernahkah Anda melihat ada orang yang mempertanyakan
bagaimana seorang dokter melakukan pembedahan? Bukankah hampir semua dari kita
diam & 'berserah' dalam penanganannya? Sayangnya, manusia lebih berani
mengatur-ngatur Tuhan, mempertanyakan & melakukan protes pada Dia yang
jalan-jalanNya sempurna & yang rancangan-Nya jauh mengatasi
rancangan-rancangan kita! •Tuhan melindungi orang-orang benar seturut
hikmat-Nya yang tak terselami itu. Hikmat berarti mengetahui bukan sekedar apa
yang harus dilakukan namun kapan waktu yang tepat untuk melakukannya. Mungkin
menurut kita sekarang adalah waktu yang tepat, namun Tuhan yang lebih tahu
& memahami kapan Dia harus melakukan sesuatu demi yang terbaik bagi kita.
Yesus yang tahu Lazarus sakit keras, menunda menjenguknya hingga laki-laki itu
mati. Hanya untuk kemudian membangkitkannya. •Di atas semuanya, Bapa sorgawi
bertindak sesuai kemahatahuan-Nya. Kita mengetahui yang terbaik DALAM
KETERBATASAN ruang & waktu -sesuatu yang tak pernah menjadi masalah Tuhan.
Bukankah Dia yang tahu masa lampau, masa kini & masa depan yang paling baik
menentukan apa yang terbaik bagi kita saat ini? Bagian kita ialah percaya &
menanti-nantikan Dia. Maukah Anda? Salam revival! GBU.
Xavier
Quentin Pranata
“If nothing goes
right, instead of being part of the problem, let's us be part of the solution.”
Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Rabu, 20 April 2016. Belajar dari Esau. Tetapi Esau berlari mendapatkan dia,
didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah
mereka (Kejadian 33:4). Siapa yang tidak kecewa saat dikhianati oleh adik
kandung sendiri? Itulah yang dialami oleh Esau. Esau begitu marah setelah ia
ditipu oleh Yakub, adiknya. Pertama, Yakub telah berhasil “membeli” hak
kesulungan milik kakaknya itu seharga semangkuk kacang merah. Kedua, dengan
cara yang licik, Yakub telah menyerobot berkat yang seharusnya menjadi
miliknya. Esau dendam dan berikhtiar membunuh adiknya itu (Kej. 27:41). Tentu
sulit bagi Esau melupakan begitu saja peristiwa pahit itu. Tetapi, tampaknya
Esau belajar memahami kesalahannya. Ia belajar bahwa menyimpan dendam dan
kebencian justru akan memberikan dampak buruk baginya. Esau pun belajar
mengampuni! Dan, menurut saya, Tuhan menghargai tindakannya, yang bersedia
berjalan menurut firman-Nya. Kita mungkin punya pengalaman sama seperti Esau.
Kita melakukan kesalahan, ditipu, dan dikhianati, bahkan oleh orang yang terdekat
dengan kita. Jujur, ada perasaan marah, bahkan dendam. Tetapi, Roh Kudus
menghendaki kita membereskan hati dan mengampuni. Tidak mudah dan perlu proses
panjang. Tetapi, kita perlu melakukannya! Kita dapat belajar dari Esau.
Tahun-tahun sakit hatinya telah diganti Tuhan dengan tangis sukacita kemenangan
saat ia melepaskan pengampunan untuk Yakub. Pengampunan bukanlah suatu kasus
lupa ingatan yang dapat menghapus luka masa lalu dengan sekejap. Sebaliknya,
pengampunan adalah proses penyembuhan dengan mengeluarkan racun dari luka hati
tersebut. Dengan demikian, hati kita pun dibebaskan dan dipulihkan —SYS. CARA
YANG PALING EFEKTIF DAN TERHORMAT UNTUK MEMBALAS DENDAM ADALAH DENGAN
MENGAMPUNI! Selamat pagi. Selamat berkarya. Selalu bersyukur. Tuhan Yesus memberkati.
Ibu
Caroline – Bandung
Yang paling
nikmat adalah bergosip membicarakan kejelekan dan kekurangan orang lain,
padahal kita sering salah memahami orang lain »NN«. Filemon 1:17-19, “Kalau
engkau menganggap aku saudaramu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri, 18
Kalau dia sudah merugikan engkau ataupun berutang padamu, tanggungkanlah
semuanya itu kepadaku, 19 Aku, Paulus, menjaminnya dengan tulisan tanganku
sendiri: Aku akan melunasinya. Sebaiknya jangan kukatakan bahwa engkau juga
berutang padaku, yaitu dirimu sendiri.” Betapa seringnya kita salah memahami
orang lain, lalu bukan memandangnya secara positif malah negatif. Pandangan
yang keliru menyebabkan perselisihan dan perpecahan, sehingga banyak keluarga
dan sahabat terpecah. Bila kita memiliki kasih, tentunya kita lebih mudah untuk
memahami orang lain, sehingga kita lebih mudah memaafkan dan menerima orang
lain. Rasul Paulus sejak percaya dan menerima Yesus hidupnya berubah dari
seorang pemarah dan pembenci menjadi orang yang pengasih dan penyayang!
Bagaimana dengan kita? Bila ada kasih dalam hati, maka kita bisa menerima orang
lain apa adanya, kita bisa berdamai dengan keluarga dan semua orang, sehingga
tidak adalagi pertengkaran dan perselihan, perpecahan bisa dihindari, hidup
jadi lebih indah dan berarti. Selamat pagi.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz 71:17 – Ya
ALLAH, ENGKAU telah mengajarku sejak kecilku dan sampai sekarang aku
memberitakan perbuatan-MU yang ajaib! Luar biasa YESUSku. Alami keajaiban-NYA
sekarang. Mujizat-NYA nyata! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:
Post a Comment